Li Yuan Tan dan Li Fei Yang paman dan ponakan ini kini saling beradu punggung menghadapi kepungan 10 orang manusia bertopeng iblis.
Di bawah komando Si topeng iblis merah, 4 orang membantunya mengeroyok Li Yuan Tan.
Sedangkan 5 orang lagi di tugaskan untuk mengeroyok Li Fei Yang.
Dengan demikian Baik Li Yuan Tan maupun Li Fei Yang mereka tidak lagi bisa saling bantu.
Dengan mati matian Li Yuan Tan dan Li Fei Yang memainkan tombak bermata dua, yang bisa di sambung menjadi tombak panjang.
Maupun bisa di lepaskan menjadi sepasang tombak pendek,
Untuk mempertahankan diri dari para pembunuh bertopeng itu.
Perlahan-lahan Li Yuan Tan dan Li Fei Yang di buat saling menjauh.
Setelah jarak paman dan keponakan itu terpisah cukup jauh.
Para pengeroyok yang rata-rata memiliki ilmu tinggi, mulai menggencarkan serangan mereka.
Li Yuan Tan yang paling duluan merasakan nya, karena si Topeng iblis merah adalah yang terkuat di antara para pengeroyok yang mengenakan topeng iblis.
Dengan golok yang unik, bisa di kembang dan di tutup, Si topeng iblis merah beberapa kali berhasil mengecoh dan membuat bingung Li Yuan Tan.
Apalagi bila saat mereka saling menjauh, golok itu bisa di lepaskan dari jarak jauh, bagaikan senjata bumerang yang setelah dilepaskan untuk menyerang lawan, senjata tersebut bisa kembali lagi ke tangan pemiliknya.
Atas perintah dari si Topeng iblis Merah, Kini 5 orang itu mengambil jarak dari Li Yuan Tan, mereka melepaskan 5 golok bulan sabit yang beterbangan dua mengincar kaki dua mengincar tangan dan satu yang terakhir di lepaskan mengancam leher.
Maka terlihat golok bulan sabit yang memiliki dua mata golok atas dan bawah kini berputaran mengepung Li Yuan Tan.
Li Yuan Tan terlihat sangat sibuk menghindar dan menangkis, tanpa dapat melakukan serangan balasan.
Perlahan lahan pergerakan Li Yuan Tan semakin melemah dan melambat.
Hal in disebabkan oleh luka luka di sekujur tubuh Li Yuan Tan, yang terus mengucurkan darah.
Li Yuan Tan tidak lagi sempat untuk mengurus lukanya, apalagi menghentikan pendarahannya,
Sambil mengigit bibir bawahnya sendiri, Li Yuan Tan masih terus berusaha bertahan dari serangan lawannya.
Tapi saat dia mencoba menghindar, tiga Golok bulan sabit yang mengincar dada perut dan lehernya.
Dengan cara melengkungkan tubuhnya ke belakang, sehingga ketiga Golok bulan sabit itu lewat di atas perutnya.
Saat itu pula datang dua golok bulan sabit yang berputaran menebas kearah urat di bagian belakang lututnya.
Dalam posisi seperti itu, Li Yuan Tan tidak bisa lagi menghindar ataupun menangkis.
Dengan tepat kedua Golok bulan sabit yang di lontarkan oleh pengepungnya, berhasil memotong urat di belakang sambungan lutut.
Darah menyembur deras dari bagian yang terluka, Li Yuan Tan langsung terjatuh dalam posisi berlutut.
Sebelum dia sempat melakukan sesuatu, tiga Golok bulan sabit yang berhasil dia hindarkan, kini bergerak membalik dari arah belakang.
Yang dua menancap di pinggang dan punggung nya, sedangkan yang satu lagi berhasil menebas lehernya dari belakang.
Hingga Kepalanya jatuh menggelinding diatas tanah dengan sepasang mata melotot penasaran.
Sedangkan Golok bulan sabit yang menebas lehernya, kini telah kembali dalam genggaman tangan si topeng iblis merah.
Saat si Topeng iblis merah mengalihkan pandangannya kearah Li Fei Yang.
Dia melihat Li Fei Yang juga sudah berakhir perlawanan nya.
Li Fei Yang yang tombaknya terlepas dari pegangannya terlempar ke udara, oleh serangan dua orang di hadapan nya.
Tahu tahu dua orang lain muncul dari arah belakang Li Fei Yang.
Dua orang itu berhasil menggunakan golok bulan sabit mereka, menebas punggung Li Fei Yang.
Saat Li Fei Yang merintih kesakitan, dan tubuhnya sedikit terhuyung-huyung kedepan.
Dua golok bulan sabit lainnya bergerak cepat menebas kearah kedua bahunya.
Tapi Li Fei Yang masih sempat membalas dengan memelintir kedua tangan penyerangnya dari arah depan.
Sehingga golok yang menancap di bahu Li Fei Yang, terlepas dari pegangan tangan penyerangnya.
Li Fei Yang lalu memberikan dua tendangan kedada dua penyerangnya, hingga mereka jatuh terpental bergulingan.
Tapi baru saja kedua kaki Li Fei Yang mendarat di atas tanah, dia merasa perih di bagian kiri dadanya.
Saat dia menunduk melihat nya ternyata di dada kirinya menyembul keluar ujung mata golok bulan sabit.
Serangan itu berasal dari belakang Li Fei Yang, di mana salah satu pengeroyoknya, memanfaatkan momen saat dia menendang kedua penyerang di hadapannya.
Si pengeroyok itu dari belakang menusuknya hingga tembus kebagian depan dadanya. Dari luka ujung golok yang menyembul keluar di dadanya, darah mengalir deras membasahi pakaian Li Fei Yang yang berwarna putih.
Sebelum roboh Li Fei Yang masih sempat mencabut dua Golok yang menancap di kedua bahunya, lalu di lemparkan ke arah dua orang yang terkena tendangan nya tadi.
Kedua orang itu yang baru saja ingin berdiri, tahu tahu dada mereka telah tertembus golok bulan sabit mereka sendiri.
Jatuh terjengkang ke belakang diam tidak bergerak lagi.
Melihat hal itu, si penusuk dari belakang sambil berteriak keras, menambah tenaga dorongannya,
Sehingga golok bulan sabit masuk menembus punggung Li Fei Yang hingga hanya terlihat ganggang golok nya saja.
Dari mulut Li Fei Yang menyemburkan darah segar.
Sambil memutar tubuhnya kebelakang, Li Fei Yang menggunakan tenaga terakhirnya memukul kearah wajah penyerangnya.
Saking kerasnya pukulan Li Fei Yang, si penyerangnya terpental dengan topeng penutup mukanya pecah hancur berantakan.
Sehingga terlihat lah sesosok wajah yang masih muda dan tampan, dialah putra pertama Li Yuan Hao yang bernama Li Yung.
Li Fei Yang tentu mengenal kakak sepupunya yang merupakan teman main masa kecilnya, selisih umur mereka hanya terpaut 4 tahun.
Li Yung berumur 12 tahun, sedangkan Li Fei Yang berumur 8 tahun.
"Kau...kakak...kau...!!"
teriak Li Fei Yang sambil terhuyung-huyung mundur memegangi luka di bagian dadanya.
"Ha...ha...ha...ha...!!"
Li Fei Yang mengeluarkan tawa terakhirnya yang penuh kekecewaan dan kesedihan sebelum dirinya tumbang tidak bergerak lagi di atas tanah.
Karena jatuh dalam posisi tengkurap menghadap ke bawah, ujung golok yang menyembul keluar di depan dada terdorong kembali masuk.
Gangang golok terlihat menyembul keluar dari punggung Fei Yang dan bergoyang goyang.
Li Yung berjalan mendekati mayat Li Fei Yang, dia mencabut kembali golok bulan sabit nya dan berkata,
Maafkan kakak,... adik Yang, kakak juga tidak ingin.."
"Terlahir di keluarga kerajaan, bukan pilihan kita, kakak terpaksa dan tidak memiliki pilihan lain."
"Semoga di kehidupan berikutnya, kita jangan lagi terlahir di keluarga kerajaan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
Akira
sedikit ambigu yah,, walau sama2 di keroyok, tapi seorang Jenderal lbh cpt tumbang di banding anak usia 8 tahun, dimana ilmu dan pengalaman bertarung nya masih minim
2023-09-30
1
MATADEWA
Lanjutkan....
2023-07-06
0
Dawa Sunata
lanjuut wae
2023-05-08
2