Setelah beristirahat hampir satu hari satu malam, di mana kedua orang itu sama sama mengumpulkan energi.
Tiba-tiba tubuh kedua orang itu melayang ke udara, mereka berubah menjadi dua ekor naga.
Huo Lung berubah menjadi Naga emas kemerahan, yang di selimuti api berkobar kobar di sekitar tubuhnya.
Setelah mengeluarkan raungan menggetarkan, Naga Api yang tercipta dari energi Huo Lung menyemburkan api dari mulutnya yang terbuka kearah lawannya.
Sedangkan Bing Feng juga berubah menjadi seekor naga biru berkilauan dengan seluruh tubuh di selimuti oleh es.
Naga biru juga mengeluarkan raungan yang tidak kalah menggetarkan di banding naga merah keemasan, lalu Naga biru juga mengeluarkan semburan hawa es untuk menyambut semburan api Naga merah.
Api dan es bertemu di udara, saling dorong, tapi baik naga biru maupun naga merah sama sama memiliki kekuatan yang berimbang.
Beberapa saat kemudian semburan dari mulut kedua ekor naga semakin menipis, hingga akhirnya berhenti.
Sebagai gantinya, kini kedua ekor naga merah dan biru kini terlibat saling serang, saling cakar saling gigit, tubuh mereka yang meliuk-liuk di udara juga saling Belit jadi satu.
Hingga akhirnya mereka sama-sama meluncur jatuh kedalam jurang, yang tercipta akibat benturan kekuatan Huo Lung dan Bing Feng.
Di dalam jurang yang sempit, kedua naga api dan es saling serang mati matian.
Secara bergiliran mereka saling gigit dengan moncong mereka yang terbuka lebar, kemudian menghempaskan lawan mereka Kedinding tebing.
Mereka terus bergumul hingga tiba di dasar jurang, mereka saling mencari posisi di atas untuk menekan lawan mereka.
Secara bergantian terkadang Naga merah diatas, tapi sesaat kemudian naga biru bertukar posisi dengannya, saling gigit dan saling tekan.
Dasar jurang yang tadi nya sempit, sekarang mulai melebar, akibat pertemuan dahsyat Huo Lung dan Ping Feng, karena tidak ada satupun di antara mereka yang bersedia mengalah lebih dulu.
Beberapa waktu kemudian kedua naga itu meluncur keluar dari dalam jurang melanjutkan perkelahian mereka diatas tanah.
Setelah bergumul beberapa waktu di atas tanah, yang menimbulkan kerusakan yang semakin parah diarea sekitar tempat kedua naga itu saling serang.
Naga Biru melepaskan Sambaran ekornya tepat menghantam kepala Naga merah, dan Naga merah pun membalasnya dengan sebuah hantaman ekornya yang mendarat di leher Naga Biru.
Sehingga kedua Naga itu terpental saling menjauh.
Sesaat kemudian terlihat Huo Lung dan Ping Feng yang sedang berusaha berdiri sudah kembali ke wujud asal mereka.
Masing masing menyalurkan energi mereka ke kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki mereka.
Sehingga muncul diagram bulat dengan tulisan kuno di dalam masing masing perisai biru dan merah.
Lalu Baik Huo Lung maupun Ping Feng kembali saling menerjang kearah depan, hingga sepasang telapak tangan mereka saling berbenturan dan menempel jadi satu .
Mereka berdua terlibat dalam adu tenaga dalam saling dorong, kini sudah tidak ada jalan mundur lagi.
Pilihannya hanya menang atau kalah, menang hidup kalah mati.
Di tempat lain puluhan mil dari lokasi pertempuran Huo Lung dan Bing Feng, di sebuah Padang rumput yang luas beberapa hari sebelum Huo Lung dan Bing Feng mulai bertarung.
Terlihat sebuah rombongan yang terdiri dari 30 orang pria, yang bergerak sambil mengawal 4 buah roda pedati, yang terisi dengan peti peti yang di bagian tutupnya di tempel kertas kuning secara menyilang, ada cap kerajaan Xi Xia di setiap kertas segel kuning tersebut.
Mereka adalah rombongan yang di utus oleh raja Xi Xia, Li Yuan Ming. Untuk mengirim upeti ke kerajaan Song di selatan.
Sebagai tanda persahabatan dan kerjasama dengan negeri Song dalam rangka menghadapi invasi dari kerajaan Liao.
Rombongan kecil itu di pimpin Li Yuan Tan adik dari raja Li Yuan Ming, di dalam rombongan tersebut juga terdapat seorang anak berusia 8 tahun yang bernama Li Fei Yang.
Li Fei Yang adalah putra mahkota kerajaan Xi Xia, dia ikut dalam rombongan tersebut, mewakili ayahnya raja Xi Xia, Li Yuan Ming.
Keputusan ini di ambil oleh Li Yuan Ming, untuk menunjukkan niat baik dan ketulusannya bekerja sama dengan Kerajaan Song selatan.
Tadinya Li Yuan Ming tidak setuju mengirim putra mahkota nya, yang masih kecil untuk bepergian jauh.
Raja Li Yuan Ming sangat menyayangi putra tunggalnya itu, karena Li Fei Yang adalah anak tunggal satu satunya, yang kelak akan menggantikan dirinya menjadi raja Xi Xia.
Raja Li Yuan Ming berencana ingin berangkat sendiri ke kerajaan Song, tapi keinginan raja Li Yuan Ming di tentang keras oleh perdana menterinya yang masih merupakan paman Li Yuan Ming.
Perdana menteri Li Cing selain sebagai paman raja, dia juga adalah ayah bakal besannya Raja Li Yuan Ming.
Karena sejak bayi Li Fei Yang sudah di jodohkan dengan Li Sian Sian cucu dari perdana menteri Li Cing.
Li Cing terus mengingatkan Raja Li Yuan Ming untuk tidak meninggalkan kerajaan Xi Xia, karena adiknya Li Yuan Hao yang kini memegang kekuasaan militer di perbatasan kerajaan Liao.
Memiliki ambisi dan pandangan yang berbeda dengan Raja Li Yuan Ming, Li Yuan Hao lebih pro ke kerajaan Liao.
Apalagi baru baru ini Li Yuan Hao baru saja menikahi putri Yalimi, yang merupakan putri Raja Sabutai dari kerajaan Liao.
Sehingga kini Li Yuan Hao adalah menantu Raja Sabutai dari kerajaan Liao, tentu saja dia semakin tidak setuju dengan rencana Raja Li Yuan Ming, untuk bekerja sama dengan kerajaan Song melawan kerajaan Liao.
Li Yuan Ming mengambil langkah persahabatan dengan kerajaan Song, selain demi mencegah peperangan yang bisa menyengsarakan rakyat.
Dia juga ingin menggunakan kekuatan kerajaan Song menekan kerajaan Liao, sehingga kerajaan Liao tidak berani bertindak sembarangan menyerang negeri nya.
Tanpa bantuan dari kerajaan Liao, adiknya Li Yuan Hao, tidak akan berani melakukan kudeta militer secara terbuka.
Ini adalah sebuah strategi yang sudah di rencanakan dengan sangat matang, oleh Perdana menteri Li Cing dan Raja Li Yuan Ming.
Akhirnya Raja Li Yuan Ming, terpaksa membiarkan putra kesayangannya yang masih kecil, untuk berangkat menuju kerajaan Song mewakili dirinya.
Li Fei Yang sendiri meski baru berusia 8 tahun, tapi sejak lahir dia membawa bakat alami yang luar biasa.
Selain memiliki kecerdasan tinggi, Li Fei Yang juga terlahir dengan struktur tulang dewa naga.
Struktur tulang langka, yang hanya akan muncul 1000 tahun sekali, di seluruh daratan tengah.
Dalam usia 6 tahun Li Fei Yang sudah mengikuti lomba ksatria tahunan yang rutin diadakan oleh kerajaan Xi Xia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
Anonymous
Best la cerita ni, Baru baca sedikit dah teruja 👍🇲🇾
2024-02-19
1
Akira
pertama kali baca, cukup menarik, hanya saja walau terjadi perubahan nama yg terlalu sering di awal cerita (Bing Feng - Ping Feng) itu yg pertama,, sedangkan yg kedua blm ada interaksi dialog, hanya spt prolog... semoga chapter lain nya makin menarik
2023-09-30
0
MATADEWA
Next...masih banyak typo....
2023-07-06
0