Ping Feng menggerakkan kedua tangannya keatas, seperti sedang menyangga sesuatu, hingga Tameng biru di depan nya, perlahan lahan terangkat keatas,
Tameng itu terus bergerak untuk menahan serangan yang datang nya bagaikan hujan dari atas sana.
Perlahan lahan Tameng biru berbentuk lingkaran meluas, semakin lama semakin lebar.
Dan terus bergerak keatas menyambut hujan mata tombak cahaya merah yang turun dari langit.
Bunga api berpijar, saat mata tombak membentur Tameng biru.
karena terus menerus di hujani mata tombak cahaya merah, akhirnya tameng biru mulai retak di sana sini.
Seiring dengan mulai retak nya Tameng Biru, hujan mata tombak sinar merah yang membentur Tameng tersebut, satu persatu pun ikut sirna.
Tidak ada mata tombak cahaya merah yang berhasil menembus pertahanan Tameng biru.
Tameng biru berkilauan, setelah berhasil menahan serangan Huo Lung.
Kini Tameng yang menutupi langit, perlahan-lahan, bergerak menutupi langit di atas kepala Huo Lung.
Tameng biru terus bergerak mengikuti arahan tangan Bing Feng, yang terlihat seperti sedang menyangga perisai raksasa,, kemudian Ping Feng mendorongnya kearah lawannya.
Perisai biru mengeluarkan bunyi,
"Kreekk,..Kreekkk...Kreekk...!"
Berputaran diudara, lalu bergerak turun menekan posisi Huo Lung.
Huo Lung menghimpun kekuatan di sekitarnya, lebih kuat lagi.
Lalu kedua tangannya membentuk mudra, jari tengah dan manis ditekuk kebawah lalu di kunci dengan jari jempol yang ikut menekuk kebawah.
Sedangkan jari telunjuk dan kelingking di biarkan bebas menghadap ke atas.
Lalu Huo Lung dari kedua mudra jarinya yang di satukan, di dorong keatas.
Muncul seberkas sinar merah yang juga membentuk tameng lingkaran yang mirip dengan tameng yang di buat oleh Ping Feng.
Lengkap dengan hiasan tulisan kuno, yang tidak di ketahui maknanya.
Tameng yang keluar dari jari Huo Lung berwarna merah terang, bergerak menyambut Tameng Perisai biru Ping Feng.
Kedua tameng berbenturan di udara saling menekan maju mundur.
Retakan tameng biru semakin banyak, melihat hal ini Huo Lung kembali mengganti mudra jarinya dengan tangan telunjuk kiri kanan saling tempel dan menunjuk ke atas.
Sedangkan sisa jari kiri kanannya saling bertautan dan saling mengikat satu sama lain.
Dari telunjuk yang ditempelkan, keluar sebentuk pedang merah, yang di kelilingi oleh lingkaran tulisan kuno.
Pedang merah tersebut mengeluarkan cahaya api merah menjilat dan menyelubungi dari ganggang pedang hingga ujung pedang.
Cahaya pedang merah yang sarat energi itu, melesat keatas menembus Tameng merah dan biru.
Tameng biru saat bertemu dengan cahaya pedang merah Huo Lung, langsung hancur dan pecah berantakan.
Cahaya pedang merah yang di dukung lingkaran huruf kuno.
Di arahkan oleh Huo Lung meluncur kearah Ping Feng.
Setelah Perisai biru ciptaan Oing Feng hancur.
Oing Feng membentangkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan, aura biru mulai tersedot memasuki tubuhnya.
Lalu dari kedua tangannya yang terpentang muncul pusaran air biru yang bergulung gulung semakin lama semakin besar.
Kemudian dia mendorong kedua pusaran itu untuk menyambut cahaya pedang tunggal dari Huo Lung.
Bentrokan di udara kembali terjadi dengan kesudahan, baik pusaran maupun bayangan cahaya pedang tunggal, keduanya lenyap tak berbekas.
Tapi kini giliran Ping Feng yang mengerahkan kekuatan nya untuk menyerang Huo Lung.
Tubuh Ping Feng dengan sepasang tangan terpentang, berputar-putar semakin lama semakin cepat terbang keudara.
Cahaya biru kemilau, menutupi seluruh tubuhnya.
Saat tubuhnya mengambang di udara, Ping Feng memunculkan ribuan cahaya pedang biru .
Kemudian di hempaskan kearah Huo Lung, mirip sekumpulan lembah biru yang bergerak tanpa putus melesat kearah Huo Lung.
Huo Lung menggunakan kedua telapak tangannya membuat gerakan memutar dari atas kebawah.
Sehingga sebuah kubah Perisai yang berwarna merah dengan api menjilat jilat melindungi seluruh tubuhnya.
Guna mengantisipasi serangan yang dilepaskan oleh Ping Feng.
Cahaya pedang biru yang bergerak sambung menyambung mulai menghantam, kubah Api pelindung nya Huo Lung.
Meskipun tidak dapat menembusnya, tapi kubah Huo Lung terus terseret mundur puluhan meter.
Hingga seluruh cahaya pedang biru yang dilepaskan oleh Ping Feng lenyap.
Huo Lung baru menarik.kembali Perisai pelindung apinya.
Dan tubuhnya menyusul Ping Feng melayang di udara, lalu kedua tangannya kembali membentuk mudra.
Yang berubah-ubah di depan perut, kemudian naik kedada, akhirnya di lepaskan kedepan, dengan menempelkan kedua telapak tangannya dengan posisi jari manis tertekuk, jari lainnya di arahkan ke Ping Feng.
Kembali muncul sebuah lingkaran yang didalamnya penuh gambar gambar dan huruf kuno.
Lingkaran itu berubah menjadi sebatang pedang bersinar kemerahan dengan api membungkus seluruh badan pedang.
Dari batang pedang hingga ganggang pedang muncul huruf kuno.
Pedang itu melesat membelah udara, yang menimbulkan suhu panas luar biasa, sehingga tidak ada tanaman yang tidak terbakar saat pedang tersebut terbang melewatinya.
Ping Feng tatapan matanya kini menjadi serius, dia juga membentuk beberapa mudra di dadanya, lalu di dorong kedepan.
Terbentuklah sebatang bayangan pedang biru, yang di selimuti oleh es tipis.di sekitarnya, badan pedang hingga ganggang pedang juga terhias huruf-huruf kuno.
Kebalikan dengan serangan Huo Lung yang menghanguskan apapun yang di lewatinya, serangan Ping Feng justru membekukan semua yang di lewatinya.
Saat pedang biru dan merah berbenturan dan saling mendorong, bumi bergetar hebat.
Tanah mulai retak, udara di sekitar sangat tidak stabil, sebentar panas sebentar dingin.
Tidak ada mahluk hidup yang kuat bertahan di sekitar area tersebut, kecuali kedua orang yang sedang beradu kekuatan tersebut.
Cahaya pedang biru dan merah berulang kali terpental kebelakang, tapi sesuai dengan arahan pemilik kedua kekuatan itu.
Sepasang pedang yang seperti bernyawa itu bergerak sendiri, mengikuti arahan jari Huo Lung dan Ping Feng,
Kedua orang itu terus menambah kekuatan mereka untuk saling menekan.
Perlahan-lahan dari ubun ubun kepala Huo Lung dan Ping Feng mulai mengeluarkan asap tipis.
Huo Lung mengeluarkan asap merah, sedangkan Ping Feng asap biru.
Kedua orang itu juga terus melangkah maju saling mendekati lawan mereka masing-masing.
Akhirnya sepasang pedang merah biru, meledak di udara, menimbulkan getaran dahsyat yang membuat gunung Kun Lun bergetar hebat.
Sepasang telapak tangan Huo Lung dan Oing Feng pun bertemu di udara.
Baik Huo Lung maupun Ping Feng setelah beberapa kali telapak tangan mereka berbenturan.
Keduanya terpental di udara, untuk membuang daya dorong akibat ledakan benturan dua kekuatan dahsyat.
Mereka masing-masing bersalto kearah belakang, dalam posisi melayang di udara
Huo Lung dan Ping Feng masing-masing mengambang di udara, diam tidak bergerak, masing-masing berusaha menghimpun seluruh kekuatan yang mereka miliki, untuk melakukan serangan terakhir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 729 Episodes
Comments
Reni Ta0705
ahk kbnykn typo
2023-08-22
3
Reni Ta0705
knp hrus menjilat² knpa g diganti berkobar² gtuh thor? soalnya kalo bacanya menjilat² kek kurang enak gtuh loh thor. cmn sdikit saran, soalnya baru pemula baca cerita author.
2023-08-22
0
MATADEWA
Lanjut....
2023-07-06
0