Buku-buku berjejeran di rak berbagai jenis tersedia. Syasa, Winda dan Fia berada di toko buku mencari buku referensi tugas yang di berikan pak Bambang. Sejauh ini, hanya dosen itu lah yang paling setia memberikan tugas bagi mahasiswa.
Winda menarik tangan Syasa untuk menuju ke sebuah jejeran novel. Winda meraih salah satu novel dan memberikannya pada Syasa.
"Lo harus baca, kisah ini cocok sama lo,"
Syasa mengerutkan dahinya sembari membaca sinopsis novel tersebut. Syasa berdecak sambil bertolak pinggang.
"Winda kita ke sini buat cari buku bukan novel. Lagian stok novel gue masih banyak di rumah yang belum gue baca," ujarnya.
"Udah beli aja noh. Eh ngomong-ngomong sia Fia mana?" Winda mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Fia.
"Fia udah gede bukan bocah lagi jadi nggak mungkin hilang," gerutu Syasa meninggalkan Winda.
Kaki Syasa menyusuri rak-rak buku. Ada suara yang mengalihkan perhatian gadis itu, suaranya begitu ia kenal. Langkahnya mengikuti sumber suara. Syasa menghentikan langkahnya, di balik sebuah celah matanya menangkap sosok pria yang ia kenali. Syasa mengikuti gerakan tubuh pria itu yang sedang berjalan. Saking asiknya, Syasa pun menabrak seorang ibu-ibu segera Syasa mengucapkan maaf namun ketika ia menoleh tak ada lagi pria itu alhasil dia menghilang.
Syasa mengembuskan napas berat. Syasa memutar tubuhnya namun betapa kagetnya dia saat tahu jika pria itu berdiri di depannya kini. Kedua matanya membulat begitu juga mulutnya. Syasa menelan ludahnya, sepertinya ia tertangkap basah mengintip. Syasa tersenyum kaku, tubuhnya hendak berputar menjauh dari pria itu namun usahanya sia-sia pundaknya dicekal.
"Hi," sapanya salah tingkah.
Gara memasang wajah datarnya tanpa ekspresi. Syasa menggaruk keningnya bingung harus berkata apa.
"Eh, kita ketemu lagi di sini. Lagi ngapain? Ah bodoh ngapain nanya gitu udah jelas nyari buku kan? Hehe," Syasa memukul keningnya sendiri.
Dea melingkarkan tangannya di leher Gara mesra. Syasa memutar bola matanya, harus kah Dea memeluk Gara atau gadis itu hanya ingin memanasinya saja. Tapi apa hubungannya dengan Syasa. Seketika ia sadar, Syasa menegakkan badannya lalu pergi begitu saja tanpa kata.
Gara melepaskan tangan Dea dari lehernya, matanya masih memerhatikan Syasa dari belakang. Dea mengerutkan dahinya sekaligus cemberut karena Gara seakan mengabaikannya saat ini lihat saja Gara masih setia memandang Syasa. Karena kesal terabaikan, Dea mengalihkan pandangan Gara dengan mengarahkan wajah Gara agar menatapnya.
"Laper," rengeknya pada Gara.
"Mau makan apa?"
"Makan pizza," jawab Dea penuh harap agar Gara mengabulkannya.
Gara mengangguk patuh saja. Dea merangkul lengan Gara mesra layaknya mereka seorang sepasang kekasih tapi Gara diam saja diperlakukan seperti itu. Tak jauh dari dua insan tersebut, Syasa memerhatikan dalam diam kemesraan yang ditunjukkan Gara dan Dea. Syasa melihat jelas dari mata Dea kalau gadis itu sangat menyukai Gara. Kehadirannya di dekat Gara membuat Dea cemburu dan itu sudah sangat jelas terlihat jika itu terjadi Dea akan melakukan apa pun agar terlihat mesra dengan Gara.
Syasa menggelengkan kepalanya seakan menghilangkan nama Gara dan Dea dari pikirannya.
"Ngapain gue mikirin dia coba, bodo amat dah ah. Mau mereka cuma temanan doang sahabatan bahkan pacaran pun urusan gue apa,"
Syasa membayar bukunya dikasir. Winda dan Fia nyatanya tak terlihat lagi. Syasa mengedarkan pandangannya menyapu seisi ruangan tapi tak menemukan kedua temannya itu. Syasa menelepon Winda yang benar saja Winda dan Fia sedang makan pizza. Syasa menyusul Winda dan Fia. Di tengah jalan Syasa melihat dua insan manusia berbeda jenis kelamin sedang berjalan saling merangkul satu sama lainnya.
Hati Syasa seakan diremas kuat, napasnya tercekat membuatnya terasa sesak dan sulit menghirup oksigen. Syasa berlari menuju WC, Syasa tak memikirkan keadaan sama sekali hingga ia tak sengaja menabrak beberapa orang. Begitu pula ketika ia masuk ke dalam WC. Syasa tak sempat mengucapkan maaf pada orang itu. Namun yang pasti pria yang ditabrak oleh Syasa melihat dengan jelas Syasa sedang menangis.
"Kamu jahat Dy, kamu orang pertama yang rebut hati aku tapi kamu juga orang pertama yang patahin hati aku," lirih Syasa menangis seorang diri di wc.
Syasa duduk di atas closet sembari menangis tersendu-sendu. Syasa mengambil tissue dan menyeka air matanya.
"Jadi dia benar selingkuh dan aku bodoh percaya gitu aja,"
Ponsel Syasa berdering namun ia abaikan. Lama ia menghabiskan waktunya menangis di dalam wc akhirnya ia keluar. Semua pandangan tertuju padanya bagaimana tidak Syasa berada di dalam wc selama 20 menit lamanya. Syasa menundukkan kepalanya. Tubuh Syasa hampir terpental ke belakang ketika tubuhnya ditarik oleh seseorang.
Gara menarik Syasa menuju parkiran. Yah, orang yang ditabrak oleh Syasa adalah Gara. Syasa menghempaskan tangan Gara agar melepaskan tangannya tapi cekalan Gara terlalu kuat. Gara menyuruh Syasa segera naik ke atas motornya. Syasa mengikut saja sebab Gara begitu menuntut. Gara memakaikan helm di kepala Syasa setelah itu ia menaiki motornya dan melajukan motornya.
Syasa memegang pundak Gara ketika pria itu melajukan motornya kencang. Gara membawa Syasa menuju taman.
"Lo ngapain bawa gue ke sini sih?" gerutu Syasa kesal.
Gara menepuk kursi kayu di sampingnya seakan memberikan kode pada Syasa agar segera duduk. Syasa diam saja tak menuruti perintah Gara dengan terpaksa Gara menarik tangan Syasa dan akhirnya Syasa berhasil duduk di sampingnya. Ponsel Syasa berdering tertera nama Winda di layar. Syasa baru ingat ia meninggalkan Winda dan Fia beserta mobilnya.
"Halo, gue pulang duluan ada urusan mendadak. Oh iya kalian pulang pakai mobil gue kuncinya kan ada di Fia,"
Syasa mematikan ponselnya sepihak, ia tidak ingin berlama-lama jika tidak Winda akan menanyakan sesuatu hal yang tak mungkin Syasa jelaskan saat ini.
Gara tak mengalihkan pandangannya dari Syasa, ia terus menatap wajah Syasa yang menurutnya sangat menggemaskan apalagi ketika Syasa mengoceh. Sejak bertemu Syasa, Gara merasakan gelenyar aneh dalam dirinya yang tak pernah ia rasakan saat bersama dengan Dea. Getaran itu nyata adanya dan ia merasakannya sekarang. Jaraknya begitu dekat dengan Syasa membuat detak jantungnya berpacu cepat.
Pandangannya Syasa terkunci pada manik mata hazel Gara. Mata itu sangat indah, tatapan tajam khas Gara tak terlihat namun hanya tatapan sendu tercipta menghantarkan Syasa hanyut dalam ketenangan.
"Dia brengsek," kata itu terucap begitu saja di bibir Gara. Syasa mengedipkan matanya, bahunya melemas ingatannya kembali mengingat beberapa menit yang lalu di mana ia melihat sosok Jody bersama wanita lain.
Berita yang terdengar dari mulut Arya selama ini benar. Apalagi sejak mereka putus Jody sama sekali tidak mengabarinya bahkan mengajaknya untuk memperjelas hubungan mereka seperti apa. Malahan, Jody jalan dengan wanita lain. Tapi sejauh ini, Syasa tidak tahu dengan jelas sosok wanita itu apakah Jody benar-benar berselingkuh atau tidak.
Tatapan Gara makin dalam membuat Syasa bergidik sekaligus tak tahu harus bagaimana sekarang. Menjelaskan pun Syasa rasanya susah. Syasa memainkan jarinya mencoba menghilangkan rasa gugupnya dan lidahnya terasa kaku mengucapkan sesuatu. Tak ada reaksi, Gara beralih menatap tangan Syasa. Digenggamnya tangan milik Syasa yang dibungkus dengan tangan besarnya. Tatapan mereka beradu untuk kesekian kalinya.
Gara meraih anak rambut Syasa yang menutupi sebagian wajah Syasa yang diterpa angin. Gara menyelipkannya ke daun telinga Syasa. Gara memajukan wajahnya lalu diarahkan mendekati daun telinga Syasa. Sekilas, Gara melirik wajah tegang Syasa. Bibirnya tertarik membentuk senyum simpul dan kali ini Syasa melihatnya sungguh rasanya senyumnya begitu indah bagi Syasa.
Tiba-tiba saja bulu kuduk Syasa merinding saat merasakan helaan napas Gara menerpa kulitnya. Wajah Gara kini begitu dekat dengan wajah Syasa. Dan seketika seakan detak jantung Syasa ingin berhenti.
"Will you be mine?"
---
---
RA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Ney Maniez
wahhh gercep gara ku😘😍👍🤗
2022-08-03
0
kia
hai kak, aku mampir bawa bintang 5 sama 15 like nih
baca, mampir, dan feedback ke ceritaku "PERNIKAHAN WASIAT" yaa (langsung klik profilku aja)
makasiii dan semangat selalu
2020-08-12
0
(`⌒´メ) HONEY BEAR ✧ 🦕
Garaaaaaaaa perfect lah dan jago bela diri pula hehe
2020-07-10
1