Epis. 13 Tamparan untuk Mia

“Brengsek, memangnya siapa dia, punya kekuasaan macam apa sampai bisa bikin orang kehilangan pekerjaan”, maki Mia sambil meletakkan dengan kasar kertas-kertas di mesin foto copy. Dia masih tidak bisa lupa dengan ancaman yang Alfandy katakan padanya. Bukan membuatnya takut malah membuat emosinya jadi tidak terkendali. Padahal Mia adalah gadis yang ramah, bahkan dia baru pertama kali berteriak saat bertengkar dengan Donny malam itu. Dan baru saja dengan Alfandy tadi pagi.

“Dicariin kemana-mana malah lagi disini bertengkar sama mesin foto copy lagi”, seorang gadis berambut panjang warna brown sedang berjalan mendekatinya. Mia melirik sekilas lalu melanjutkan apa yang tadi di kerjakannya.

“Nggak makan siang?” tanya gadis cantik itu “ini udah mau lewat jam makan siang loh”, lanjutnya lagi. Mia menggelengkan kepalanya.

“Tadi kan aku telat, jadi kerjaan numpuk”, katanya dengan  mengerucutkan bibirnya sambil merapikan kertas-kertas yang selesai dia foto copy.

“Udah aku duga”, kata gadis cantik yang bernama Cilla itu. Dia yakin Mia akan melewatkan makan siangnya lagi kali ini karena ulah managernya yang memberi Mia setumpuk pekerjaan yang harusnya  bisa dia kerjakan.

“Nih”, katanya menyodorkan bungkusan ke Mia.  Mia menerima bungkusan yang di yakininya makanan itu dengan suka cita karena sebenarnya dia memang sedang lapar tapi tidak enak dengan managernya bila meninggalkan pekerjaan yang tadi sudah di serahkan padanya yang harus selasai hari ini juga.

“Makasih”, Mia mencium pipi Cilla lalu berjalan menuju mejanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya seraya menikmati sandwich kesukaannya pemberian Cilla. Mia kembali larut dengan pekerjaannya dan sejenak melupakan amarahnya yang tadi sedang meluap-luap.

Mia tahu pekerjaan yang di berikan padanya selalu berlebihan dari apa yang harusnya dia kerjakan, bukannya mengeluh Mia malah  suka dan dengan senang hati mengerjakan semuanya. Dia sangat suka bekerja, karena dengan bekerja dan sibuk dia bisa melupakan semua yang harus di lupakannya.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan semua pekerjaannya sudah selesai. Setelah merapikan meja Mia bergegas untuk pulang karena sudah tidak sabar untuk segera memakan makan malam yang di masak oleh koki yang ada di rumah suaminya dan juga perutnya sudah meronta-ronta minta di isi.

“Semoga enggak ketemu sama sekertaris sialan itu”, gumannya. Mia memang sengaja berlama-lama di tempat kerjanya agar tidak bertemu dengan Alfandy. Mia masih sangat marah tapi tidak tahu bagaimana cara melawan Alfandy. Dia tidak mau melibatkan Donny, suaminya itu pasti tidak tahu apa yang sudah Alfandy katakan padanya. Donny tidak akan sepicik itu membuat orang lain kehilangan sumber pendapatannya, dan bukankah hal yang paling tidak di sukai Alfandy adalah membuat Donny pusing.

Mia menarik nafas panjang sebelum akhirnya memesan ojek online untuk mengantarnya pulang.  Tidak berapa lama ojek online pesanannya pun sudah tiba.

Mia bernafas lega ketika tidak melihat mobil yang biasa di pakai Alfandy terparkir. Dengan tersenyum lebar Mia membuka pintu rumah utama sudah tidak sabar untuk melihat menu apa yang dimasak koki untuk makan malam.

Namun langkahnya terhenti saat dia melihat wanita yang sama saat kemarin dia pulang, masih dengan tatapan yang sama Mia menatap wanita itu yang ternyata adalah kakak dari kekasih Donny sekaligus managernya.

Mia membuang wajahnya dengan angkuh saat tatapan mereka kembali bertemu, dia mbisa melihat dengan ekor matanya wanita itu menatapnya penuh amarah.

Mia tidak memperdulikannya, dengan cepat dia berjalan ke dapur. Tidak perlu bersih-bersih atau menunggu Donny pikirnya.

“Nona Natasya memang sangat serasi dengan Tuan”,samar-samar Mia mendengar seseorang sedang berbicara bisik-bisik di dapur.

“Benar, istri Tuan yang sekarang tidak ada apa-apanya di bandikan Nona Natasya”, Mia mendengar suara lain ikut berkomentar. “sama sekali bukan level Tuan dan Nona Natasya”, lanjutnya lagi. Mia mengepalkan tanggannya, matanya kembali berkilat penuh amarah. Ini sebuah hinaan untuknya, mereka tidak tahu Mia terpaksa melakukannya. Dia juga tidak ingin menjadi istri dari seorang yang memiliki kekasih.

“Paling juga sebentar di tendang keluar sama Nona Natasya”, mereka lalu tertawa bersama setelah mengatakan hal itu. “sstt.. ayo lanjut nyiapin makan malam, katanya Nona Natasya mau ikut makan malam”.

Rasa lapar Mia hilang seketika, dia bukan gadis lemah yang hanya bisa menagis ketika ada orang yang menghinannya, namun dia juga tidak mau merendahkan dan mempermalukan dirinya sendri dengan marah-marah sambil menampar pelayan yang sudah menggunjungkannya tadi. Bukankah apa yang merak katakan sebuah kebenaran. Dia dan Donny tidak berada di level yang sama.

Dengan amarah yang membucah Mia berjalan dengan cepat, dia akan pergi lagi kemanapun untuk menghilangkan amarahnya. Dia tidak ingin melampiaskannya pada siapapun.

“Mia”. Mia menghentikan langkahnya, dia menarik nafas dalam sebelum berbalik, dia tahu itu suara siapa.

“Kenapa pulang telat?” suara itu semakin mendekat, dan benar saja Donny sekarang berada di depannya tepat saat Mia berbalik. Mia berlari menuju kamar mereka tanpa menjawab Donny dia tidak mau terlihat menyedihkan sebagai istri yang tidak di anggap di depan kekasih Donny itu yang Mia lihat sudah duduk manis di meja makan bersama wanita tadi yang berada di ruang tamu.

Donny segera menyusul Mia, dia akan minta maaf dengan apa yang terjadi tadi malam walaupun bukan sepenuhnya kesalahannya dan juga Donny akan mengenalkan Mia dengan Natasya. Donny mendapati Mia sudah berganti pakaian dengan dress hitam di bawah lutut, rambut coklat yang terurai dan dengan bibir merah muda yang menggoda. Donny terkejut melihat penampilan berbeda istrinya malam ini.

“Kamu mau kemana?” tanya Donny mengernyitkan dahinya.

“Bukan urusan Mas Donny!” Mia menjawab dengan ketus membuat Donny lagi-lagi mengernyitkan dahinya. Donny menarik tangan Mia saat gadis itu berjalan melewatinya yang hendak keluar kamar. Mia manarik tangannya dengan kasar.

“Kamu kenapa lagi?”

“Enggak usah sok perduli, mending Mas Donny urusi saja perempuan itu!” Mia kembali melangkah tapi langkahnya kembali berhenti saat Donny lagi-lagi manarik tangannya.

“Maksud kamu, Natasya”.

“Pelayan Mas bilang saya enggak selevel sama dia, memang benar saya enggak seleval sama perempuan murahan kayak gitu!” ujar Mia sarkas, wajah Donny yang tadinya lembut berubah menjadi dingin, tatapannya tajam seolah akan menusuk Mia tepat di jantungnya mendengar apa yang baru saja dia ucapkan istrinya itu.

“Apa kamu bilang?” dan emosi Donny pun tersulut.

“Apa ada perempuan baik-baik yang akan datang kerumah laki-laki yang sudah menikah, bahkan di rumah itu ada istrinya, apalagi kalau bukan perempuan murahan!”

“Aku juga nggak nyangka kalau Mas Donny ternyata suka main perempuan”.

Plaakkkk…

Satu tamparan keras mendarat di pipi Mia, begitu kerasnya tamparan itu Mia bahkan harus menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tumbang.

Mia memegang pipinya yang panas berdenyut nyeri, dari sudut bibirnya mengalir darah segar. Mia berlari menuju kamar mandi dan mengunci pintunya dia bersandar di balik pintu itu lalu kemudian tubuhnya merosot hingga akhinya terduduk dengan kaki yang menekuk.

Bayangan masa lalu kembali hadir sama-samar seperti video usang yang di putar dalam ingatannya.

“Ayah…”lilrlihnya. Tidak bisa menahan lagi, air matanya mengalir perlahan lalu jatuh dengan deras.

Terpopuler

Comments

Sumini Ningsih

Sumini Ningsih

lajut thor

2024-05-13

1

Mbr Tarigan

Mbr Tarigan

digampar saja sampai pingsan kamu kan istri kontrak TDK ada hargamu sepeserpun Dimata suami kontrakmu itu Mia kamu sekarang tekan saja emosimu demi masa depanmu suami kontrak mu itu bisa saja blac list perusahaan manapun jadinya kamu Luntang Lantung aku TDK suka caramu itu zmia

2024-04-14

1

Npy

Npy

aiicchhh katanya gk ada kontak fisik., lah ini dgampar dunk😨

2024-01-04

3

lihat semua
Episodes
1 Epis. 1 Permintaan terakhir
2 Epis. 2 Makan malam
3 Epis. 3 Perjanjian pernikahan
4 Epis 4 Hari pernikahan
5 Epis. 5 Pertemuan dengan Fiona
6 Epis. 6 Mie instan lagi
7 Epis. 7 Kekesalan Donny
8 Epis. 8 Pembicaraan pertama kali
9 Epis. 9 Menemani makan siang
10 Epis. 10 Kemarahan Mia
11 Epis. 11 Pertengkaran
12 Epis. 12 Kemarahan Alfandy
13 Epis. 13 Tamparan untuk Mia
14 Epis. 14 Penyesalan Donny
15 Epis. 15 Rasa bersalah Donny
16 Epis. 16 Bertemu Fiona
17 Epis. 17 Menjadik kakak adik
18 Epis. 18 Tidur bersama
19 Epis. 19 Kedatangan keluarga Donny (revisi)
20 Epis 20 Teriris pisau (revisi)
21 Epis. 21 Terpesona
22 Epis. 22 Hadiah untuk Mia
23 Epis. 23 Mengunjungi mertua
24 Epis. 24 Mulai mengabaikan kontrak
25 Epis. 25 Mencium kening
26 Epis. 26 Mia kecelakaan
27 Epis. 27 Bertemu teman lama
28 Epis 28 Tidak ingin di bantah
29 Epis. 29 Jomblo akut
30 Epis. 30 Clara di penjara
31 Epis. 31 Ucapan yang sama
32 Epis. 32 Kembali ke kantor
33 Epis. 33 Tentang Amelia
34 Epis. 34 Jenuh
35 Epis. 35 Aku takut
36 Epis. 36 Keberanian Fiona
37 Epis. 37 Mulai goyah
38 Epis. 38 Tentang Fiona
39 Epis. 39 Sebuah ciuman
40 Epis. 40 Mabuk
41 Epis. 41 Canggung
42 Epis. 42 Berkunjung ke kantor
43 Epis. 43 Kantor heboh
44 Epis. 44 Mari akhiri
45 Epis. 45 Hilang sejenak
46 Epis. 46 Karena kamu istri saya
47 Epis. 47 Jalan-jalan
48 Epis. 48 Runtuhnya tembok itu
49 Epis. 49 Mia sakit lagi
50 Epis. 50 Aku jatuh cinta padanya
51 Epis. 51 Tujuh tahun lalu
52 Epis. 52 Aku kembali
53 Epis. 53 Berpelukan
54 Epis. 54 Kiriman makan siang
55 Epis. 55 Isi hati yang sebenarnya
56 Epis. 56 Hanya kesepian?
57 Epis. 57 Bolehkah saya melakukannya?
58 Epis. 58 Memiliki seutuhnya
59 Epis. 59 Di pecat
60 Epis. 60 Alex
61 Epis. 61 Terlambat
62 Epis. 62 Hukuman
63 Epis. 63 Tidak ada persahabatan yang murni
64 Epis. 64 Pekerjaan penting untuk Al
65 Epis. 65 Meninggalkan rumah
66 Epis. 66 Klarifikasi
67 Epis. 67 Maaf
68 Epis. 68 Ibu
69 Epis. 69 Berbaring di pangkuanmu
70 Epis. 70 Fiona dan Al
71 Epis. 71 Melihatnya lagi
72 Epis. 72 Dimas
73 Epis. 73 Kejujuran
74 Epis. 74 Merelakan masa lalu
75 Epis. 75 Jatuh cinta
76 Epis 76 Berhasil melupakannya?
77 Epis. 77 Perpisahan selamanya
78 Epis. 78 Apakah kau mencintaiku?
79 Epis. 79 Di hadang orang tidak di kenal
80 Epis. 80 Hamil
81 Epis. 81 Siksaan Alfandy
82 Epis. 82 Di lamar
83 Epis 83 Sangkar emas
84 Epis. 84 Ibu mertua
85 Epis. 85
86 Epis. 86 Apakah aku jahat?
87 Epis. 87 Nasi campur
88 Epis. 88 Ulang tahun perusahaan 1
89 Epis. 89 Ulang tahun perusahaan 2
90 Epis. 90 Malam pertama yang terlewatkan
91 Epis. 91 Pernikahan Al dan Fiona
92 Epis. 92 Baby Angel
93 Epis. 93 Pengasuh baby Angel 1
94 Epis. 94 Pengasuh baby Angel 2
95 Epis. 95 Penggoda berkedok pengasuh
96 Epis. 96 Jalan ke Mall bertiga
97 Epis. 97 Kejutan yang gagal
98 Epis. 98 Pernikahan Alex
99 Pengumuman
100 Karya Baru
101 Karya baru
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Epis. 1 Permintaan terakhir
2
Epis. 2 Makan malam
3
Epis. 3 Perjanjian pernikahan
4
Epis 4 Hari pernikahan
5
Epis. 5 Pertemuan dengan Fiona
6
Epis. 6 Mie instan lagi
7
Epis. 7 Kekesalan Donny
8
Epis. 8 Pembicaraan pertama kali
9
Epis. 9 Menemani makan siang
10
Epis. 10 Kemarahan Mia
11
Epis. 11 Pertengkaran
12
Epis. 12 Kemarahan Alfandy
13
Epis. 13 Tamparan untuk Mia
14
Epis. 14 Penyesalan Donny
15
Epis. 15 Rasa bersalah Donny
16
Epis. 16 Bertemu Fiona
17
Epis. 17 Menjadik kakak adik
18
Epis. 18 Tidur bersama
19
Epis. 19 Kedatangan keluarga Donny (revisi)
20
Epis 20 Teriris pisau (revisi)
21
Epis. 21 Terpesona
22
Epis. 22 Hadiah untuk Mia
23
Epis. 23 Mengunjungi mertua
24
Epis. 24 Mulai mengabaikan kontrak
25
Epis. 25 Mencium kening
26
Epis. 26 Mia kecelakaan
27
Epis. 27 Bertemu teman lama
28
Epis 28 Tidak ingin di bantah
29
Epis. 29 Jomblo akut
30
Epis. 30 Clara di penjara
31
Epis. 31 Ucapan yang sama
32
Epis. 32 Kembali ke kantor
33
Epis. 33 Tentang Amelia
34
Epis. 34 Jenuh
35
Epis. 35 Aku takut
36
Epis. 36 Keberanian Fiona
37
Epis. 37 Mulai goyah
38
Epis. 38 Tentang Fiona
39
Epis. 39 Sebuah ciuman
40
Epis. 40 Mabuk
41
Epis. 41 Canggung
42
Epis. 42 Berkunjung ke kantor
43
Epis. 43 Kantor heboh
44
Epis. 44 Mari akhiri
45
Epis. 45 Hilang sejenak
46
Epis. 46 Karena kamu istri saya
47
Epis. 47 Jalan-jalan
48
Epis. 48 Runtuhnya tembok itu
49
Epis. 49 Mia sakit lagi
50
Epis. 50 Aku jatuh cinta padanya
51
Epis. 51 Tujuh tahun lalu
52
Epis. 52 Aku kembali
53
Epis. 53 Berpelukan
54
Epis. 54 Kiriman makan siang
55
Epis. 55 Isi hati yang sebenarnya
56
Epis. 56 Hanya kesepian?
57
Epis. 57 Bolehkah saya melakukannya?
58
Epis. 58 Memiliki seutuhnya
59
Epis. 59 Di pecat
60
Epis. 60 Alex
61
Epis. 61 Terlambat
62
Epis. 62 Hukuman
63
Epis. 63 Tidak ada persahabatan yang murni
64
Epis. 64 Pekerjaan penting untuk Al
65
Epis. 65 Meninggalkan rumah
66
Epis. 66 Klarifikasi
67
Epis. 67 Maaf
68
Epis. 68 Ibu
69
Epis. 69 Berbaring di pangkuanmu
70
Epis. 70 Fiona dan Al
71
Epis. 71 Melihatnya lagi
72
Epis. 72 Dimas
73
Epis. 73 Kejujuran
74
Epis. 74 Merelakan masa lalu
75
Epis. 75 Jatuh cinta
76
Epis 76 Berhasil melupakannya?
77
Epis. 77 Perpisahan selamanya
78
Epis. 78 Apakah kau mencintaiku?
79
Epis. 79 Di hadang orang tidak di kenal
80
Epis. 80 Hamil
81
Epis. 81 Siksaan Alfandy
82
Epis. 82 Di lamar
83
Epis 83 Sangkar emas
84
Epis. 84 Ibu mertua
85
Epis. 85
86
Epis. 86 Apakah aku jahat?
87
Epis. 87 Nasi campur
88
Epis. 88 Ulang tahun perusahaan 1
89
Epis. 89 Ulang tahun perusahaan 2
90
Epis. 90 Malam pertama yang terlewatkan
91
Epis. 91 Pernikahan Al dan Fiona
92
Epis. 92 Baby Angel
93
Epis. 93 Pengasuh baby Angel 1
94
Epis. 94 Pengasuh baby Angel 2
95
Epis. 95 Penggoda berkedok pengasuh
96
Epis. 96 Jalan ke Mall bertiga
97
Epis. 97 Kejutan yang gagal
98
Epis. 98 Pernikahan Alex
99
Pengumuman
100
Karya Baru
101
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!