Ch.3 The Most Wanted Beautiful Girl

Sesuai pesan dari Regan, Zola pun menunggu di lobi perusahaan. Ia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Tak lama terdengar suara dentingan lift terbuka, ia pun menolehkan arah pandangannya ke lift yang terbuka itu. Zola sontak mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang keluar dari lift itu.

'Regan, Clara, mengapa mereka keluar bersamaan dan hanya berduaan?' batin Zola bertanya-tanya. Tapi ia usir pikiran buruk itu. Ia yakin Regan takkan pernah mengkhianatinya. Apalagi tak lama lagi mereka akan segera menikah.

"Regan ... " panggil Zola, Regan sontak menoleh sambil membulatkan matanya. Lalu ia melirik Clara yang tampak mendengus lalu ia berlalu tanpa menegur keduanya membuat Regan merasa lega.

"Hai, sayang! Udah lama? Maaf, tadi masih ada yang harus aku kerjakan." kilah Regan supaya salat tak banyak bertanya.

"Lumayan sih, udah hampir 1 jam." Zola mendengus kesal. "Kerjain apa sih sampai nunda jam pulang? Sampai lupa aku udah nungguin juga?" Zola mendelik tajam meminta penjelasan.

"Itu, besok aku ada pertemuan di luar kota jadi aku sedang persiapkan berkas-berkas yang harus aku bawa besok." sahut Regan.

"Luar kota? Sama siapa? Terus tadi kok keluar bareng Clara?" cecar Zola. Entah mengapa, semakin hari ia semakin curiga pada calon suaminya itu.

"Oh, itu karena aku tadi minta bantuan dia mempersiapkan berkas-berkasnya. Dia kan satu divisi denganku. Kamu kenapa? Cemburu, hm?" goda Regan supaya Zola tak makin banyak bertanya lagi.

"Cemburu? Cih, ngapain cemburu sama nenek sihir macam Clara gitu? Kalaupun iya, artinya kamu bodoh menyukai wanita kayak gitu. " Zola mencibir. "Kamu harus ingat ini Re, aku itu sangat benci yang namanya pengkhianatan dan bila sekali saja kamu ketahuan memiliki hubungan dengan wanita lain, maka hari itu juga hubungan kita berakhir." tegas Zola dengan sorot mata tajam.

Deg ...

Mendadak hati Regan mencelos. Raut wajahnya tiba-tiba berubah. Keringat sebesar biji jagung turun dari sela-sela rambutnya. Semua itu tak luput dari tatapan Zola.

"Selingkuh? Cih, mana mungkin aku selingkuh, sayang. Kamu tahu kan kalau aku itu cinta mati sama kamu. Aku tak mungkin menduakan kamu. Apalagi kita sebentar lagi akan menikah artinya kamulah yang aku pilih jadi pendamping hidupku." kilah Regan seraya tersenyum manis dan menggenggam tangan Zola. "Kita jadi ke cafe?" tanya Regan dan Zola mengangguk seraya tersenyum tipis.

"Ayo!" Regan pun mengajak Zola masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya menuju cafe langganan mereka.

Mobil yang dikendarai Regan kini telah memasuki sebuah cafe yang tak jauh dari kantor Shoppa Lova. Regan membukakan pintu mobil untuk Zola. Begitulah sikap Regan pada Zola. Ia selalu memperlakukan Zola bak seorang putri. Sikap lembut, perhatian, dan pengertian Regan mampu meluluhkan hati Zola. Oleh sebab itulah, Zola mau menerima dan membalas perasaan Regan.

Zola dan Regan kini telah duduk di meja yang agak sudut, namun tetap dapat melihat ke arah panggung cafe. Cafe itu dilengkapi live music. Karena itulah Zola menyukai tempat ini apalagi di saat hatinya sedang resah, ia akan memilih kesini untuk menenangkan pikirannya.

"Sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Regan tanpa melihat buku menu lagi karena ia sudah hafal menu-menu disana.

"Kayak biasa aja deh, Re. Sama french fries dan cheese cake." ujar Zola.

Regan mengangguk paham, lalu menyebutkan lagi pesanan mereka pada pelayan cafe.

Tak butuh waktu lama, secangkir cafe latte, cappucino, sepiring french fries, dan sepotong cheese cake telah terhidang di meja.

Mereka pun mulai menyantap hidangan dengan santai sembari mendengarkan alunan merdu seorang penyanyi yang ada di panggung.

"Re, kamu udah yakin sama pernikahan kita?" tanya Zola seraya mengunyah kentang gorengnya.

"Kok kamu nanya kayak gitu? Apa kamu nggak yakin mau menikah sama aku? Bukannya waktu itu kamu sangat senang malah sangat antusias dan nggak sabar lagi menunggu hari itu? Atau aku perlu mempercepat pernikahan kita?" cecar Regan tak habis pikir dengan pertanyaan Zola.

Bukan apa-apa Zola meragu, sebab akhir-akhir ini ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan Regan. Pernah suatu hari ia melihat sebuah kissmark di leher kekasihnya itu, saat Zola bertanya, Regan berkilah. Ia menyangkal kalau itu adalah sebuah kissmark. Ia bilang ia digigit serangga dan gigitan itu membekas hingga memerah bahkan membiru.

Tapi Zola tak yakin. Walaupun ia tak pernah melihat secara langsung apalagi melakukannya, tapi ia tahu, tanda merah itu adalah kissmark. Apalagi ia sering melihat Clara memiliki tanda seperti itu. Apa mungkin mereka digigit serangga yang sama.

Tiba-tiba hatinya mencelos, 'Apakah mungkin? Ah, nggak-nggak, Regan nggak mungkin tega mengkhianati ku.' batin Zola.

"Sayang, kamu mikirin apa sih? Jawab pertanyaan aku tadi!" tekan Regan kesal karena ucapan dan pertanyaan diabaikan.

"Bukan gitu, Re. Aku hanya ... hanya ... aku hanya takut ternyata kamu menduakan aku di belakangku." cicit Zola membuat Regan menghela nafas panjang.

"Kami percaya aku kan, Zo! Kamu harus percaya aku. Aku mohon apapun yang terjadi, apapun yang orang katakan, aku mohon kamu tetap percaya aku. Oke ... " ujar Regan seraya menggenggam erat tangan Zola dan mengusapnya pelan.

Zola mengangguk. Apa lagi yang bisa ia lakukan selain itu. Dia hanya berusaha untuk percaya. Tapi bila sekali saja kepercayaannya dipatahkan, maka tiada kesempatan kedua untuk bersama.

"Sayang, ke apartemen aku yuk!" bujuk Regan dengan mata memelas.

Zola mengerutkan dahinya, "Mau ngapain? Ini udah sore, aku harus pulang sebelum Daddy pulang." tukas Zola.

"Sayang, bukankah sebentar lagi kita menikah, seharusnya kan nggak masalah kalau kita melakukan itu." ucap Regan dengan sorot mata mendamba.

"Melakukan itu? Melakukan itu apa?" Zola bingung.

"Huft, melakukan yang biasa dilakukan pasangan lain, sayang. Sayang, aku juga punya kebutuhan biologis. Aku janji, aku tak akan meninggalkan kamu. Aku janji aku akan pelan-pelan. Mau ya, sayang? Kalau dulu kan karena kita belum punya komitmen, tapi sekarang kan kita akan segera menikah. Tidak sampai 2 bulan lagi lho. Jadi apa salahnya kalau kita mendahului malam pertama kita." bujuk Regan.

Zola melotot kan matanya tak percaya dengan apa yang diucapkan Regan.

"No, big no, please! Kamu tau kan aku paling nggak mau melakukan itu. Aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya saat kita telah resmi sebagai pasangan suami istri, jadi kamu tenang aja. Walaupun kita akan menikah, tapi masih ada kemungkinan semua itu akan batal atau gagal. Karena itu aku nggak mau melakukannya." tolak Zola keras membuat Regan mendengus kesal.

"Kami pingin pernikahan kita gagal dan batal?" Regan meradang saat mendengar penolakan Zola.

"Bukan gitu, Re. Pokoknya aku nggak mau. Kamu sabar aja, nggak sampai 2 bulan lagi kan! "

Regan kesal bukan main. Ia punya kebutuhan biologis, tapi Zola selalu menolaknya. Karena itulah, ia terpaksa mencari pelampiasan. Tapi semua takkan pernah terjadi, andai kejadian satu tahun yang lalu tak terjadi. Sejak hari itu, ia seakan candu ingin melakukannya lagi dan lagi.

Tanpa mereka sadari, perdebatan mereka terdengar 2 orang dari meja di belakang mereka. Awalnya tidak terdengar, tapi saat live music selesai, perdebatan mereka terdengar jelas. Beruntung, di sudut itu hanya ada 2 buah meja. Jadi hanya kedua orang itu saja yang mendengar perdebatan itu.

"Wow, ternyata masih ada seorang gadis yang mampu mempertahankan kemurniannya! Wah, itu selera kamu banget, El!" ucap seseorang.

"Hmm, lelaki itu bodoh, harusnya ia bangga dengan gadisnya yang mampu mempertahankan dirinya. Padahal mereka sebentar lagi menikah, tapi si gadis masih kukuh bertahan. Yah, kau benar Ger, dia memang tipeku. Tapi sayang, dia sudah memiliki kekasih dan sebentar lagi akan menikah. Gadis itu juga cantik." pujinya.

"Kau tau El, dia bekerja di Shoppa Lova. Dia salah satu The Most Wanted Beautiful Girl di Shoppa Lova. Dia ada di bagian marketing. Kalau si pria, dia juga bekerja di Shoppa Lova bagian keuangan." beritahu seseorang yang bernama Gerry itu .

"Wow, menarik!"

...***...

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

σƈα

σƈα

bentar lagi terungkap itu sikap busuk mu re

2025-02-16

0

Soraya

Soraya

hadiah buat zola yg memiliki prinsip yang kuat

2024-11-07

0

Ranny

Ranny

mulut manis sepah di buang...

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 Zola Amaria
2 Ch.2 Berpikir Positif
3 Ch.3 The Most Wanted Beautiful Girl
4 Ch. 4 Perkenalkan Zola dan Ellard
5 Ch.5 Mantan The Most Wanted Handsome Man
6 Ch.6 Hubungan Simbiosis Mutualisme
7 Ch.7 Memergoki mereka
8 Ch.8 Keputusan terbaik
9 Ch.9 Finally
10 Ch.10 Lembaran baru
11 Ch.11 Sahabat
12 Ch.12 Seseorang, tolong aku!
13 Ch.13 Menyelamatkan Zola
14 Ch.14 Ke Club' malam
15 Ch.15 Hanya ingin membantu
16 Ch.16 Kau harus bertanggung jawab
17 Ch.17 Calon istri
18 Ch.18 Morning Kiss
19 Ch.19 Tuan Muda Miguel
20 Ch.20 CEO baru
21 Ch.21Menikahlah denganku
22 Ch.22 Maafkan Daddy, Zo!
23 Ch.23 My Lovely Wifey
24 Ch.24 Daddy
25 Ch. 25 Lamaran dadakan
26 Ch.26 Janji Ellard
27 Ch.27 Resmi Menikah
28 Ch.28 Malam pertama sebenarnya
29 Ch.29 Penjelasan Ellard
30 Ch. 30 Pernikahan Regan dan Clara
31 Ch.31 Sekretaris CEO
32 Ch.32 Mencari Ellard
33 Ch.33 Merindu
34 Ch.34 Grup perpesanan perusahaan
35 Ch.35 Bertemu Raline
36 Ch.36 Belum tentu seperti yang terlihat
37 Ch.37 Keira
38 Ch 38 Cerita
39 Ch.39 Zo, kau dimana?
40 Ch.40 Aku mencintaimu, Ell.
41 Ch.41 Mimpi
42 Ch.42 Benarkah ini pria yang dinikahinya?
43 Ch.43 Pulang
44 Ch.44 Please, forgive me!
45 Ch.45 Mommy dan daddy
46 Ch.46 Mommy and Daddy II
47 Ch.47 Vitamin
48 Ch.48 Ancaman Regan
49 Ch.49 Belive it or not
50 Ch.50
51 Ch.51 Memecat OB
52 Ch.52 Ya, ini aku.
53 Ch. 53 Mengapa
54 Ch.54 Kucing dan ikan
55 Ch.55 It's time to show
56 Ch.56 Sebuah kalimat
57 Ch.57 Sifat asli
58 Ch.58 Aksi Nekat Clara
59 Ch.59 tiga bedebah
60 Ch.60
61 Ch.61 Suara hati Zola
62 Ch.62 Baby Girl
63 Ch.63 My precious, Wifey.
64 Ch.64 Bingung mengambil keputusan
65 Ch.65 Peraturan
66 Ch.66
67 Ch.67 Bagian masa lalu
68 Ch.68 Membantu ala Zola (End)
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Ch. 1 Zola Amaria
2
Ch.2 Berpikir Positif
3
Ch.3 The Most Wanted Beautiful Girl
4
Ch. 4 Perkenalkan Zola dan Ellard
5
Ch.5 Mantan The Most Wanted Handsome Man
6
Ch.6 Hubungan Simbiosis Mutualisme
7
Ch.7 Memergoki mereka
8
Ch.8 Keputusan terbaik
9
Ch.9 Finally
10
Ch.10 Lembaran baru
11
Ch.11 Sahabat
12
Ch.12 Seseorang, tolong aku!
13
Ch.13 Menyelamatkan Zola
14
Ch.14 Ke Club' malam
15
Ch.15 Hanya ingin membantu
16
Ch.16 Kau harus bertanggung jawab
17
Ch.17 Calon istri
18
Ch.18 Morning Kiss
19
Ch.19 Tuan Muda Miguel
20
Ch.20 CEO baru
21
Ch.21Menikahlah denganku
22
Ch.22 Maafkan Daddy, Zo!
23
Ch.23 My Lovely Wifey
24
Ch.24 Daddy
25
Ch. 25 Lamaran dadakan
26
Ch.26 Janji Ellard
27
Ch.27 Resmi Menikah
28
Ch.28 Malam pertama sebenarnya
29
Ch.29 Penjelasan Ellard
30
Ch. 30 Pernikahan Regan dan Clara
31
Ch.31 Sekretaris CEO
32
Ch.32 Mencari Ellard
33
Ch.33 Merindu
34
Ch.34 Grup perpesanan perusahaan
35
Ch.35 Bertemu Raline
36
Ch.36 Belum tentu seperti yang terlihat
37
Ch.37 Keira
38
Ch 38 Cerita
39
Ch.39 Zo, kau dimana?
40
Ch.40 Aku mencintaimu, Ell.
41
Ch.41 Mimpi
42
Ch.42 Benarkah ini pria yang dinikahinya?
43
Ch.43 Pulang
44
Ch.44 Please, forgive me!
45
Ch.45 Mommy dan daddy
46
Ch.46 Mommy and Daddy II
47
Ch.47 Vitamin
48
Ch.48 Ancaman Regan
49
Ch.49 Belive it or not
50
Ch.50
51
Ch.51 Memecat OB
52
Ch.52 Ya, ini aku.
53
Ch. 53 Mengapa
54
Ch.54 Kucing dan ikan
55
Ch.55 It's time to show
56
Ch.56 Sebuah kalimat
57
Ch.57 Sifat asli
58
Ch.58 Aksi Nekat Clara
59
Ch.59 tiga bedebah
60
Ch.60
61
Ch.61 Suara hati Zola
62
Ch.62 Baby Girl
63
Ch.63 My precious, Wifey.
64
Ch.64 Bingung mengambil keputusan
65
Ch.65 Peraturan
66
Ch.66
67
Ch.67 Bagian masa lalu
68
Ch.68 Membantu ala Zola (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!