Manajer Lili yang menggoda
Semua laki-laki yang melihat Lili menempel kepada Viky, seperti perangko semua nya memperlihatkan sorot mata iri dan kebencian, pasalnya siapa yang tidak mau berdekatan dengan sosok wanita cantik seperti Lili.
Viky yang masih mematung karena di tangannya menempel sesuatu yang sangat lembut, dia berfantasi ria memikirkan sesuatu yang mesum, di tambah dengan aroma parfum Lili yang sangat wangi.
Alesa yang bingung dengan sikap Lili dia memberanikan diri untuk bertanya "Manajer Lili… apa anda baik-baik saja…?"
"Aku baik-baik saja… bahkan sangat baik…" jawab Lili
"Tapi Manajer…" Alesa merasa aneh akan sikap Lili yang tidak biasa ini, Lili di kenal sebagai orang yang sangat dingin, apa lagi terhadap laki-laki, tetapi kenapa terhadap Viky dia begitu hangat dan bersemangat.
"Tidak ada kata tapi… Kamu akan mendapat bonus, kerena telah bekerja sangat baik" Lili tersenyum melihat ke arah Alesa.
"Dan kamu urus surat-surat kendaraannya" Lanjut Lili memberi perintah kepada Alesa.
Semua orang bingung dengan kejadian ini, mereka tidak mengeri sama sekali dengan apa yang terjadi, terutama bagi Alesa dan Sari karena tahu bahwa Lili sangat dingin terhadap laki-laki, apa lagi dengan lelaki yang tidak di kenal seperi Viky.
"Tapi Manajer… kartu pembayarannya tidak bisa di cek di mesin kasir…" Ucap Alesa yang semakin bingung.
"Manajer Lili, orang itu adalah penipu… dia memberikan kartu bank mainan… dan ingin membuat onar… Manajer tidak perlu memperlakukannya dengan baik" Ucap Sari yang kesal kepada Viky karena dia telah menggagalkan transaksinya.
"Benar manajer… aku sediri saksinya…Aku di bekerja di bank dan tidak pernah melihat kartu seperti itu… dan dia datang kesini menggunakan Taksi… dan orang yang di sebelahnya adalah sopir taksinya" Timpal Wanita yang bersama pria paruh baya, dia membesarkan masalah hanya untuk menutupi rasa malunya karena gagal membeli mobil, dan menunjuk kepada Herman.
"Benar… benar Manajer… kartu itu kartu mainan… pacarku ini adalah orang bank, dia tidak… tidak mungkin dia salah menilai kartu" Pria paruh baya mencoba menyakinkan Lili dan membuat masalahnya semakin besar
Sari yang merasa ada yang mendukungnya dia lebih semangat untuk menghina dan menjatuhkan Viky,
"Manajer tanya saja kepada Alesa… mesin kasir kita saja… tidak bisa mendeteksi dan tidak ada data yang tertera di layar komputer… Jadi aku meminta penjaga keamanan untuk mengusirnya keluar "
"Kalian bilang kartu ini kartu mainan hah…?" Lili melihat kepada wanita yang ber ada di sebelah pria paruh baya dengan sorot mata yang tajam "Kamu sudah berapa lama bekerja di bank…? Kartu begini saja kamu tidak bisa mengenalinya…"
Lili balik menatap kearah Sari "Sari… Kamu tahu kenapa hasilnya tidak tertera di layar komputer…?
Kemudian Lili menjelaskan kepada Semua orang yang masih bingung, dan menatap ke arah Alsea.
"Alesa… Kartu bank yang kamu pegang itu kartu khusus… kartu Red Diamond dan hanya ada 3 di dunia, tidak sembarang mesin bisa mendeteksinya, perlu kode dan akses khusus untuk mendeteksinya, kartu itu lebih langka dari kartu Black Diamond, Saldo minimum yang aku tahu adalah 1 triliun! bukan masalah dari saldonya tapi kartu ini menunjukan status pemegang kartu ini, dan pemegang kartu ini juga adalah nasabah level atas bahkan pelayanan nya juga hanya di layani oleh pemilik bank dunia"
"Alesa… kamu sangat beruntung bisa melayani orang yang mempunyai kartu itu…"
Setelah mendengar penjelasan dari Lili. Alesa dan Sari tubuhnya gemetar ketakutan, mereka pernah di beritahu bahwa ketika akan memulai bekerja untuk pertama kalinya. jika bertemu dengan orang yang mempunyai kartu Black Diamond, apa pun yang mereka suruh harus melakukannya, karena orang itu tidak bisa di singgung, dan sekarang orang yang mempunyai kartu di atas black Diamond, berada di depannya.
Lili pernah melihat kartu itu sekali, itu pun hanya sebuah foto yang di perlihatkan oleh temennya, ketika dia melihat sepintas saja kartu yang di pegang oleh Alesa, dia langsung mengenali kartu tersebut.
Lili awalnya ragu akan Viky yang mempunyai kartu Red Diamond tapi dia berpikir kalau pun itu bukan punya Viky, tetapi dia punya koneksi terhadap orang yang mempunyai kartu Red Diamond, dan tentunya Viky bukan lah orang sembarangan.
"Bukan begitu Tuan" Tanya Lili kepada Viky dengan wajah menggodanya
"Aku pun tidak tahu pasti… karena dulu kartu itu di berikan kepadaku begitu saja" Jawab Viky dengan santai.
"Selama ini aku hanya menggunakannya 1 kali, dan itu pun temanku yang menggunakannya, bisa di bilang aku belum pernah menggunakan kartu tersebut, jadi aku tidak tahu apa-apa tetang kartu itu" Lanjut Viky menjelaskan.
Semua yang hadir lebih tercengang dengan apa yang Viky katakan. pikiran semua orang sama menganggap Viky orang yang paling bodoh.
kartu yang sangat berharga ini tidak di pergunakan.
Lili yang masih memeluk tangan Viky pun kaget bukan kepalang, "Siapa sebenarnya orang ini…? Aku… harus bisa menyenangkannya… bagaimana pun caranya… membangun koneksi dengan orang seperti dia, di masa depan akan sangat membantu" Gumam Lili.
Lili menatap ke arah Viky "Tuan… bagaimana… Anda mau menunggu di ruangan saya atau tidak…? Rayu Lili dengan nada manja.
"Maaf… aku ada urusan yang perlu aku urus… jadi aku tidak bisa menunggu… tapi apa boleh aku membawa mobil nya dulu" Tanya Viky
"Tentu boleh… sangat boleh Tuan… nanti aku sendiri yang akan mengantarkan surat-suratnya kepada Tuan…" Goda Lili kembali.
"Tapi bisa kamu lepaskan dulu tanganku… Tidak enak di lihat orang…" Viky mencoba melepaskan tangan yang di peluk oleh Lili.
"Jika Tuan malu dilihat orang di sini… di ruangan ku kosong tidak ada orang" Lili melepaskan tangan Viky, dan dia mengedipkan sebelah matanya ke arah Viky, mencoba menggoda Viky.
"Tidak… tidak… itu akan merepotkan jika terjadi…".
Alhasil Viky tidak tergoda oleh Lili, bukan berarti Lili tidak cantik dan menggoda tapi Viky bukan tipe orang yang mudah tergoda akan rayuan. apa lagi orang yang menggodanya hampir mengetahui identitasnya.
Lili terlihat cemberut karena tidak berhasil menggoda Viky, "Tuan surat-suratnya nanti aku antar kemana…? Tanya Lili yang sudah kehabisan akal untuk menggoda Viky.
"Kamu bisa menghubungi aku nanti…" Viky menyerahkan kartu namanya.
Lili sangat senang mendapat kartu nama Viky, dia pun memberikan kartu namanya juga.
"Tuan… Masalah Disini biar aku bereskan nanti… Tuan tenang saja…" Dia tahu apa yang harus dia lakukan nanti, untuk membereskan masalah ini.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 411 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjut......
2024-06-24
0
Fatah Liverpooldlian
bereskan
2024-01-22
0
Fatah Liverpooldlian
kan
2024-01-22
0