Pertarungan masih berlansung, Anggala dan Wulan Ayu berhasil menghajar beberapa orang perampok, hingga para perampok itu sulit bangun dan ada juga yang tewas.
Kini tinggal lima orang perampok yang masih berdiri termasuk pimpinan lama mereka.
Iblis Mata Satu tampak terdiam melihat anggotanya bergelimpangan, namun ia belum bergerak dari atas kudanya.
"Kak Anggala, biarlah mereka jadi bagian dinda!" ujar Bidadari Pencabut Nyawa.
Bidadari Pencabut Nyawa melipat kipasnya dan menghunus pedang elang perak dari balik punggungnya dan menyingkap kain putih pembalut pedang itu.
"Kau.! Bidadari Pencabut Nyawa?" pimpinan perampok itu terkesiap, ia tampak begitu terkejut melihat pedang elang perak di tangan lawannya itu.
"Ya, aku Bidadari Pencabut Nyawa!" jawab Wulan Ayu sengit.
"Ha ha ha..! Bagus, pedang itu akan jadi milikku. Setelah aku membunuhmu.!" terdengar suara perampok itu bergetar tanda ia meningkatkan tenaga dalamnya.
Wut! Wut! Wut!
Wulan Ayu mengebutkan pedangnya di depan dadanya. Pertanda Bidadari Pencabut Nyawa siap bertarung.
"Ayo! Bunuh dia!" teriak laki laki itu memberikan perintah kepada bawahannya. Ia pun ikut menyerang Bidadari Pencabut Nyawa.
Srak!
Para perampok itu menghunus pedang bengkok dari balik pinggang mereka, dengan mengepung mereka berlima mengeroyok Bidadari Pencabut Nyawa dari barat itu.
"Kalian akan merasakan tajamnya pedangku!" geram Wulan Ayu. Gadis cantik berpakaian ringkas dengan warna biru itu melintangkan pedang elang perak didepan dadanya. Jurus 'Pedang Kayangan'. pun di persiapkan.
"Heaaah!" dengan serentak lima orang perampik itu menyerang dari arah atas.
Trang!
Begitu sigap Bidadari Pencabut Nyawa menangkis serangan itu. Gerakan pedang di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu meliuk-liuk bagai ular mematuki mangsanya.
Crass!
"Aaakh...!" salah seorang anak buah si Mata Satu mengeluh kesakitan ketika sambaran ujung pedang elang perak di tangan Wulan Ayu berhasil menyambar dadanya. Perampok Tengkorak Merah itu pun jatuh dengan luka menganga di dada. Ia pun tewas bersimbah darah.
"Kurang ajar! Mati kau!" teriak Bagor tampak penuh kemarahan dengan pedang di tangannya ia melompat menyerang membabi buta. Tiga anak buahnya pun ikut menyerang. Namun dengan begitu gesitnya Bidadari Pencabut Nyawa berhasil menghalau setiap serangan pedang musuhnya itu.
Pedang Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu berkelebat begitu cepat, ia meningkatkan tingkat jurus 'Pedang Kayangan'. milik Malaikat Pemarah.
Set! Set!
Wut! Wut!
Trang!
Pedang elang perak beradu dengan pedang bengkok milik Bagor.
Trang!
Sret!
"Aakh..!" salah seorang anak buah Bagor terkena ayunan pedang elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa yang menyabet begitu cepat. Perampok itu terlempar ke tanah dan meregang nyawa, dengan luka menganga.
Satu persatu anggota Perampok Tengkorak Merah jatuh ke tanah, kini tinggal pemimpinnya berhadapan dengan Wulan Ayu yang di gelari Bidadari Pencabut Nyawa dari barat itu.
"Heh! Majulah, sekarang giliranmu!" tantang Wulan Ayu matanya tajam bagai mata elang memperhatikan mangsa.
"Kau takkan ku beri ampun! Heaaa...!" teriak Bagor semakin murka. Bagor membuka jurus baru dan bersiap kembali menyerang.
"Heaaa..!"
Trang!
Bagor kembali menerjang Bidadari Pencabut Nyawa dengan ayunan pedang sekuat tenaga dan bertenaga dalam tinggi.
Namun Bidadari Pencabut Nyawa bukanlah pendekar biasa, murid Bidadari Galak itu dengan sigap menangkis ayunan pedang Bagor itu.
Wut!
Trang!
Wulan Ayu malah menyerang balik dengan jurus 'Pedang Kayangan'.nya, dengan tingkatan lebih tinggi.
Bidadari Pencabut Nyawa menyusun serangan begitu cepat sehingga sehingga dalam waktu singkat Bagor mulai kewalahan menghadapi setiap sabetan dan tebasan pedang elang perak miliknya.
Wut! Set!
Duak..!
"Aaakh...!" Bagor mengeluh kesakitan sambil memegangi perutnya yang terhantam tendangan Bidadari Pencabut Nyawa. Bagor terhuyung ke belakang sambil memegangi perutnya yang terasa di aduk-aduk.
Bagor mundur beberapa langkah ke belakang, tampak darah mengalir dari sela-sela bibirnya, ia mengalami luka dalam yang cukup parah.
Melihat anak buahnya terluka Iblis Mata Satu lansung melompat menyerang ke arah Wulan Ayu.
"Heaaa....!"
Dess..!
Wulan Ayu agak terkejut, tapi ia masih bisa menangkis serangan Iblis Mata Satu itu. Bidadari Pencabut Nyawa terjajar ke belakang. Pendekar Naga Sakti dengan sigap menahan tubuh Bidadari Pencabut Nyawa itu.
"Dasar bajingan! Kau menyerang musuh yang belum siap!" bentak Anggala geram.
"Hiyaaa...!" Pendekar Naga Sakti langsung menyerang Iblis Mata Satu dengan jurus Tapak Naga.
Desss!
Tenaga dalam mereka beradu. Keduanya sama-sama terjajar mundur ke belakang sekitar dua tombak.
"Siapa sebenarnya pemuda ini. Tenaga dalamnya begitu tinggi," desis Iblis Mata Satu dalam hati.
Pendekar Naga Sakti meningkatkan tenaga dalamnya. Pemuda itu bersiap memakai jurus 'Tapak Naga'. tingkat tiga'. Telapak tangan Anggala tampak mengeluarkan cahaya putih pertanda tenaga dalamnya mengalir ke arah telapak tangannya.
"Hiaaa...!" Pendekar Naga Sakti menerjang kebarah Iblis Mata Satu dengan telapak tangan terbuka dan dibdepan dada. Iblis Mata Satu pun meningkatkan tenaga dalamnya, Iblis Mata Satu memakai jurus 'Tapak Iblis Hitam'.
Desss! Duaaarrr.........!
Telapak tangan mereka beradu di udara, Iblis Mata Satu terlempar beberapa tombak ke belakang. Namun pimpinan Perampok Tengkorak Merah itu masih berdiri walau ia memegangi dadanya karena mengalami luka dalam yang cukup parah.
"Siapa kau sebenarnya, Anak Muda. Jurus naga yang kau pakai berhubungan dengan Pendekar Naga Sakti Lesmana?" tanya Iblis Mata Satu.
"Aku murid satu-satunya!" jawab Anggala sengit.
"Aku harus berhati-hati, ternyata dia adalah Pendekar Naga Sakti," gumam Iblis Mata Satu dalam hati.
"Lebih baik kau tinggalkan tempat ini. Biarkan rakyat kecil hidup tenang," kata Anggala datar, namun matanya menatap tajam berapi-api. Pertanda Pendekar Naga Sakti itu masih menahan marah atas kecurangan Iblis Mata Satu pada kekasihnya Wulan Ayu.
Wulan Ayu tampak berdiri tegak melihat pertarungan Anggala dari kejauhan.
"Jangan sombong dulu, Anak Muda. Umurmu di dunia persilatan baru seumur jagung. Apa kau bisa mengalahkanku?" jawab Iblis Mata Satu.
Iblis Mata Satu meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat level tertinggi, ia memakai jurus 'Tapak Iblis tingkat sepuluh'.
Telapak tangan Iblis Mata Satu tampak hitam, pertanda ia mengerahkan tenaga dalam yang tinggi. Melihat musuhnya begitu serius Pendekar Naga Sakti lansung menyiapkan jurus 'Tapak Naga tingkat enam Naga Mengibaskan Ekor Menangkap Ikan'.
"Heaa...!"
Iblis Mata Satu melompat ke udara sambil kedua tangannya mengarah ke depan ke arah Anggala.
Pendekar Naga Sakti memasang kuda-kuda ilmu 'Delapan Langkah Malaikat'. sambil menunggu musuh yang berada di udara. Setelah Iblis Mata satu cukup dekat Pendekar Naga Sakti pun melesat menyongsong.
Tap!
Desss! Desss..!
Duaaarrr.........!!
Telapak tangan mereka beradu di udara dan menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat, ledakan menggelegar ketika tenaga dalam tingkat tinggi itu beradu.
"Aaakh..!" Iblis Mata Satu terpental beberapa tombak kebelakang dan jatuh bergulingan di tanah. Beberapa saat kemudian tampak Iblis Mata tampak masih berusaha bangun, namun darah tampak mengalir dari sudut bibirnya.
"Hup..!"
Anggala hanya terjajar mundur, dengan cepat Pendekar Naga Sakti itu melompat ke belakang. Sambil menyusun kedua telapak tangan di depan dada untuk menstabilkan aliran darah di dalam tubuhnya, yang kacau akibat adu tenaga dalam tinggi itu.
.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 371 Episodes
Comments
Radiah Ayarin
ada bidadari pencabut nyawa
2023-02-21
2
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
mantap
2023-02-08
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maannttaapppp Thor...!! 👍👍
2023-01-09
1