Iblis Merah Muka Rata begitu murka begitu melihat Merak Merah tewas menggenaskan terkena pukulannya sendiri yang berbalik arah
"Bangsat! Kau harus membayar dengam nyawamu!" teriak Iblis Merah Muka Rata, maka seketika ia lansung menyerang tanpa memperdulikan musuhnya yang terluka.
"Hup!"
Jlek!
Diik! Dik!
Desss.....!
Iblis Merah Muka Rata mengamuk, ia terus menyerang Ki Randu tanpa memberi kesempatan.
Ki Randu yang sudah terluka dalam hanya bisa mengelak dan menangkis serangan iblis Muka Rata, dengan tubuh yang sudah tak sekuat dulu, Pendekar Pedang Batu Bintang itu mulai kewalahan.
Tidak lebih dari lima jurus iblis Merah Muka Rata berhasil mengenai Ki Randu.
Wuk!
Wuk!
Desss...!
"Aakh.!"
Tubuh tua Ki Randu terlempar ke belakang, darah mengalir di sudut bibir tuanya. Ki Randu jatuh di samping Diah Kencana Wati yang duduk bersemedi.
Melihat Ki Randu jatuh Diah kencana lansung menolong sang guru, gadis itu lantas maju ke depan walau luka dalamnya belum begitu sembuh.
Diah Kencana Wati melintangkan pedang pusaka batu bintang di depan dadanya. Gadis berpakaian kuning itu pun bersiap-siap kembali bertarung, walau keadaannya tidak menguntungkan.
"Ha ha ha ha...! Kau juga ingin ke neraka, Bidadari Kuning?!" ujar Iblis Merah Muka Rata, ia menyerang Diah kencana dengan tangan kosong.
Diah Kencana Wati l memakai jurus pedang bintang bersinar, dengan jurus itu Diah Kencana Wati berhasil mendesak Iblis Muka Merah yang bertarung dengan tangan kosong.
Merasa terdesak Iblis Merah Muka Rata melompat mundur, ia merapal ajian 'Setan Merah Pencabut Nyawa'. tingkat lima.
Iblis Muka Rata tidak ingin membunuh Diah kencana karena ada niat mesum dalam otaknya.
Diah Kencana Wati melihat musuh merapal jurus yang sama dengan Merak Merah tadi, ia segera menyarungkan pedang pusaka batu bintang ke sarung yang ada di punggungnya.
Diah Kencana Wati pun bersiap dengan jurus 'Bintang Berpijar'. tingkat delapan, karna ia sudah mengalami luka dalam, Diah Kencana Wati tidak sanggup merapal jurus itu di tingkat sembilan. Diah kencana bersiap dengan segenap tenaga yang tersisa, kedua tangannya mengeluarkan cahaya putih berpijar seperti tangan tangan Ki Randu tadi.
"Hiyaaa.......!"
Wuar....!
Desss.......! Dess.........!
Dhuaaarrr............!
Ledakan dahsyat terjadi ketika dua pukulan beradu di udara, gelombang panas api menghempas ke segala penjuru. Tanah dan debu berhamburan ke udara. Diah kencana terlempar tiga tombak ke belakang.
Diah Kencana Wati berusaha bangun, namun tubuhnya tidak mampu lagi. Diah Kencana Wati terbaring di tanah dengan darah mengalir di sela-sela bibirnya.
Iblis Merah Muka Rata yang hanya terjajar tiga langkah lansung melompat menuju tempat Diah kencana. Pimpinan Kelompok Iblis Merah berniat merebut pedang yang ada di punggung Diah kencana. Begitu Iblis Merah Muka Rata bergerak maju dan hendak mengambil pedang itu.
Wusss!
Duaak.!
Sebuah bayangn datang menahan tangan Iblis Merah Muka Rata dan lansung menghajar dengan sebuah pukulan tangan kosong.
Iblis Merah Muka Rata terpental ke belakang tiga tombak dari posisi Diah kencana Wati, gadis itu perlahan membuka kedua matanya.
Diah Ayu Kencana merasa beruntung ada yang menolong, Diah Ayu Kencana perlahan melihat siapa yang menolongnya, walau berat Diah Kencana Wati berusaha melihat ke arah bayangan putih itu.
Diah kencana melihat orang yang menolongnya seorang pemuda, tidak lama Diah Kencana Wati pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Tampak Pendekar Pedang Naga Sakti, Lesmana berdiri di depan Diah kencana yang tidak sadarkan diri.
Iblis Merah Muka Ratayang terluka terkena pukulann 'Tapak Naga'.milik Lesmana, tampak memegangi dada.
Iblis Merah Muka Rata lansung menghunus pedang besar di pinggangnya. Iblis Merah Muka Rata memainkan pedang besar itu dengan begitu cepat sehingga terdengar suara mengaung memecah udara.
Wung! Wung..! Wuuk...!
Oedang besar itu membelah udara, iblis merah memainkan jurus 'Pedang Iblis Penghancur Gunung'.
Lama kelamaan suara pedang itu semakin memekakkan telinga, Iblis Merah Muka Rata memutar-mutar pedang besar di atas kepalanya. Sehingga menimbulkan pusaran angin seperti angin puyuh.
Lesmana yang melihat musuh mengeluarkan jurus andalan, pemuda itu pun tidak mau kalah.
Sret! Sring!
Pedang mustika naga sakti di hunus dari warangkanya. Lesmana membuka dengan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. tingkat empat lansung.
Lesmana memainkan jurus 'Pedang Sembilan Naga, di tangan kanannya sedang tangan kirinya bersiap dengan jurus 'Tapak Naga'. tingkat lima, naga menjangkau langit.
Iblis Merah Muka Rata merangsek ke depan dengan pedang besarnya, Lesmana berkelebat menyongsong dengan pedang naga sakti di tangannya.
Ting! Ting...! Trang!
Dua senjata beradu di udara, bunga api memercik saat dua senjata beradu.
Tangan Iblis Merah Muka Rata bergetar begitu pedangnya beradu dengan pedang naga sakti.
Iblis Muka Rata terjajar mundur tangannya terasa kesemutan, begitu ia melihat mata pedangnya. Betapa terkejutnya Iblis Merah Muka Rata melihat mata pedangnya habis terbenam seperti pedang kayu melawan pedang besi.
Lesmana yang melihat situasi di pihaknya kurang baik, Pendekar Naga Sakti itu lansung merangsek dengan tangan kirinya melepaskan jurus 'Tapak Naga'.
Iblis Merah Muka Rata tidak menyangka Lesmana secepat itu menyerang, sehingga ia tidak sempat lagi menghindar.
Iblis Merah Muka Rata hanya menangkis serangan itu dengan tangan kirinya.
Wut! Desss.!
Duak!
Pukulan 'Tpak Naga di tangan kiri Lesmana menghantam dada Iblis Merah Muka Rata hanya di halangi lengan tangan kirinya.
Iblis Merah Muka Rata terpental sejauh lima tombak dan akhirnya jatuh menimpa sebatang pohon sebesar batang pinang. Pohon itu putus dua terkena tubuh Iblis Muka Rata.
Iblis Merah Muka Rata tidak mampu bangun lagi, ia lansung jatuh pingsan.
Melihat Iblis Merah Muka Rata jatuh, para anggota Perkumpulan Iblis Merah yang lagi bertarung dengan empat bersaudara murid perguruan bambu kuning.
Mereka lansung melarikan diri sambil membawa Iblis Merah Muka Rata yang lagi pingsan.
Begitu musuhnya lari, barulah Lesmana menuju Aki Randu yang lagi menolong Diah kencana yang terluka.
"Ayo, kita bawa dia ke dalam rumah, Ki," pinta lesmana, ia membopong tubuh Diah Kencana Wati ke dalam pondok dan membaringkannya pada sebuah dipan.
Tampak para murid perguruan bambu kuning menolong Ki Randu yang terluka dan membawa kakek tua itu ke dalam pondok.
Wus.! Wuss..!
Bayangan kuning datang, ia adalah satria bambu kuning Ki Gading Mageli.
"Lesmana, cepat sekali larimu sehingga aku tertinggal jauh," ucap Ki Gading Mageli.
"Jurus "Langkah Malaikat'. mu memang tidak tertandingi," puji Ki Gading Mageli, Lesmana hanya tersenyum mendengar pujian Ki Gading Mageli tersebut.
"Anak muda, tolong obati muridku," pinta Ki Randu, di sela-sela bibirnya masih keluar darah, Ki Randu terbatuk-batuk.
"Baik, Kek. Saya akan menyalurka tenaga dalam padanya," jawab Lesmana. Pendekar Naga Sakti pun lansung duduk di belakang Diah Kencana Wati, lalu ia pun naik ke atas dipan.
Lesmana duduk bersila sambil menempelkan tangannya pada punggung Diah Kencana, Lesmana mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Diah kencana wati untuk mengobati luka dalam Diah Ayu Kencana.
.
.
Bersambung....
Terima kasih banyak sudah membaca novel ini. Novel ini masih dalam tahap revisi. akan ada perbaikan tulisan maupun kata-kata nya. Mohon bantuan teman-teman semua. kritik dan sarannya. Tanks.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 371 Episodes
Comments
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
h💞😍💞😍💞😍💞😍💞😍
2023-01-21
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Laannjjuutt thorrr..
2022-11-29
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
2022-11-29
0