Kembali ke Mandalika

Tidak terasa sudah lima hari Anggala tinggal di bukit bambu, ia semakin akrab dan mesra dengan Wulan Ayu yang dalam beberapa purnama ini di kenal orang-orang dunia persilatan dengan gelar Bidadari Pencabut Nyawa.

Wulan Ayu semakin manja pada Anggala, ia seakan lupa kekerasan hidupnya selama ini. Wulan Ayu tampak begitu ceria dan tambah riang, Setiap pagi mereka latihan bersama.

Setelah selesai latihan mereka pulang ke pondok, mandi dan ambil air pun Wulan Ayu selalu minta temani Anggala.

Kedua Pendekar kawakan yang selalu bentak bentakan itu, karena watak mereka yang keras. Namun selama Anggala di sini mereka jadi lembut, karena merasa tidak enak hati dengan Anggala.

Mereka berdua diam-diam berencana meminta Anggala mengajak Wulan Ayu berpetualang di dunia persilatan.

Pagi ke enam Anggala pagi-pagi telah bangun, ia shalat subuh dan setelah itu Anggala pergi mandi.

Malaikat Pemarah juga telah bangun, Nyai Luh Mentari dan Wulan memasak makanan untuk pagi ini.

Anggala yang hendak ke sungai mandi tiba tiba mendengar suara langkah kaki menyusul, begitu Anggala melihat ke belakang terlihat Wulan Ayu menyusulnya dari belakang.

"Kak Anggala, tunggu!" seru Wulan Ayu sambil mendatari Anggala.

Tiba tiba gadis cantik itu memegang tangan Anggala, ia menghadang dan berdiri di depan Anggala. Matanya berbinar menatap mata Anggala, bibirnya bergetar seakan mau menangis.

"Kakak, jadi pergi hari ini?" tanya Wulan Ayu, "Kakak akan meninggalkan Wulan?"

"Kakak tidak meninggalkan Wulan. Kakak hanya akan meneruskan perjalanan ke Mandalika, memberi tau kedua orang tua kakak, bahwa kakak masih hidup," jawab Anggala tersenyum, jari telunjuknya menyentuh mesra hidung mancung si Bidadari cantik itu.

"Setelah semua urusan kakak selesai, kakak akan kembali ke sini,untuk meminangmu," tambahnya lagi.

"Kakak masih punya tugas dari kakek guru, mencari keberadaan paman Rangga yang menghilang dari dunia persilatan. Merebut dan membawa pulang kitab ilmu naga hitam yang di salah gunakan paman Fhatik," jelas Anggala.

"Kakak telah jatuh hati padamu, kau tidak usah takut kehilangan kakak. Selagi kakak hidup hati ini akan selalu jadi milikmu,"

Anggala memeluk erat tubuh si gadis yang suka pakaian warna biru itu. Wulan Ayu membenamkan wajahnya di dada Anggala.

"Kakak harus janji. Kakak tidak boleh jatuh hati pada gadis lain.!" kata Wulan Ayu, matanya berbinar seakan mau menangis, pandangannya penuh harap.

"Hari-hariku akan sepi lagi, baru beberapa hari aku merasakan kebahagiaan, mulai esok akan sepi lagi," ucapnya lirih menahan tangis.

"Sudahlah, ayo kita ke sungai, kakak mau mandi." bujuk Anggala sambil melepaskan pelukan Wulan Ayudan berjalan ke arah sungai, "Wulan, tunggu disana, jangan mengintip.!" ledek Anggala sambil tetawa.

"Kakak...! Awas ya.!" teriak Wulan Ayu, ia mencari tempat duduk. Sementara Anggala mandi di sungai.

Begitu selesai mandi Anggala lansung menuju tempat Wulan Ayu duduk. Gadis itu tampak melamun.

"Ayo, mandi sana," Anggala sudah berada di samping Wulan Ayu.

"Eh. Iya, kak," jawab Bidadari Pencabut Nyawa itu sambil tersenyum ke arah Anggala, lalu berlari ke arah sungai. Ia begitu tergesa-gesa.

Tidak lama Wulan Ayu sudah muncul, ia memakai baju panjang berwarna biru. Wajahnya terlihat segar setelah selesai mandi.

Begitu sampai ke pondok Wulan terkejut, begitu masuk kamar ia melihat pakaiannya sudah di dalam buntilan. Wulan Ayu merasa heran, lalu berjalan ke ruang depan, di sana kedua gurunya duduk.

"Guru, kenapa pakaian saya di masukin ke buntilan?" tanya Wulan Ayu keheranan.

"Kau akan pergi menemani Anggala." jawab Bidadari Galak. Wulan ayu tampak bingung.

"Bukan begitu Anggala," tambah Malaikat Pemarah, "Kami telah membicarakannya dengan Anggala tadi malam," lanjutnya lagi.

"Bersama Anggala. Kau dan pedang elang perak akan aman, lagian kami tidak bisa melihat kau bersedih lagi. Baru berapa hari ini kami melihat kau begitu ceria, semenjak kedatangan Anggala," Malaikat Pemarah bicara panjang lebar.

"Biarlah Pendekar Naga Sakti yang akan menjaga Bidadari kecil kami, para tokoh hitam itu takkan datang ke sini lagi setelah tau kau pergi,"

"Kalau ada yang berhasil mengalahkan ilmu kedikjayaanmu, mereka akan berhadapan dengan kesaktian Anggala," ujar sang guru.

"Sebenarnya kami telah lama ingin menyuruhmu turun gunung, tapi kami masih ragu. Tapi sekarang saatnya kau turun gunung, melihat dunia yang luas ini," lanjut Malaikat Pemarah.

"Baik, Guru. Tapi bagaimana dengan kalian, dengan keadaan guru berdua?" tanya Wulan Ayu.

"Kami telah sembuh,dengan obat pemberian Anggala, tenaga dalam kami pun telah kembali." jawab Bidadari Galak penuh semangatnya.

"Namun bila nanti kalian akan menikah, kalian harus mengundang kami," kata Bidadari Galak.

"Guru, kami hanya teman kok," kilah Wulan Ayu, wajahnya memerah karena di goda sang guru.

"Wulan kami sudah tau semuanya. Anggala meminta izin mengajakmu turun gunung tadi malam,"

"Kami juga terkejut kalian begitu cepat jadi sepasang kekasih, tapi kami mengerti, karna kami dulu juga seperti itu," ucap Bidadari Galak.

"Anggala takut kejadian empat hari yang lalu terjadi lagi, karena kau terlalu percaya diri, kau bisa terbunuh di tangan musuh-musuhmu,"

Bidadari Galak memberikan sekantung kepeng emas kepada Wulan Ayu.

"Ini untuk biaya perjalananmu," ujarnya,

"Kau juga punya tugas. Kau harus kembali ke Kerajaan Galuh Permata, karena sebenarnya kau Putri Raja Kerajaan Galuh," jelas Malaikat Pemarah.

"Dulu ayahmu mengantarkanmu pada kami, karena kau di incar tokoh jahat. Mereka tau kau akan jadi pendekar yang cukup tangguh," Malaikat Pemarah menjelaskan.

"Kami merahasiakan semuanya padamu, sampai waktu yang tepat,

"Ini, tanda kau Putri Kerajaan Galuh," Luh Mentari memberika sebuah kalung emas bertanda kerajaan dan ada nama Wulan Ayu di sana.

"Kini kau tau, kau adalah Putri di sebuah Kerajaan, kembali jadi Putri atau jadi Pendekar, semua itu tergantung keputusanmu.

Kami telah mengajarkan semua yang kami punya, cuma kau masih terlalu muda, jadi kau belum bisa mengusai emosimu," jelas Malaikat Pemarah lagi.

"Kedua senjata itu punya urutannya masing-masing, gunakanlah pedangmu, begitu kau terdesak menggunakan kipas." nasehat sang guru.

"Baik, Guru. Kak Anggala juga mengajarkan hal yang sama," jelas Wulan Ayu.

"Satu pesan terakhir kami. Kalian jangan melakukan hubungan suami istri sebelum menikah," pesan Bidadari Galak.

"Baik ,Guru. Kami akan mengingat semua nasehat, Guru," jawab Wulan Ayu sambil memandang Anggala.

"Baiklah, kita makan. Setelah itu kalian bisa berangkat memulai perjalanan," ucap Bidadari Galak, ia pun berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka bersantap.

Setelah siap makan pagi dan bersiap-siap, mereka pun meminta izin untuk memulai perjalanan.

"Selamat tinggal, Guru," ucap Wulan Ayu pamit sambil melambaikan tangannya ke arah kedua gurunya. Begitu mereka sampai ke kaki bukit, kedua Pendekar Pemarah juga melambaikan tangan ke arah mereka berdua.

Begitu keluar dari wilayah bukit bambu,

mereka berjalan sambil berpegangan tangan. Wulan tersenyum manis ke arah Anggala.

Anggala pun membalas dengan senyuman, wajah mereka membiaskan keceriaan.

"Ayo, Kak. Cepat! Aku ingin melihat dan berkenalan dengan keluarga Kakak di Mandalika," lajak Wulan Ayu tidak sabaran, ia menarik tangan Anggala.

"Sabarlah, kau selalu tidak sabaran," jawab Anggala. Pemuda itu menarik tangan Wulan Ayu sehinga bahu mereka bersentuhan.

Mereka berjalan menyusuri hutan dengan tangan berpegangan, sesekali mereka saling pandang sambil melempar senyum. Begitu menemui tempat lapang Anggala bersuit memanggil rajawali.

"Suuiiit..!" Suiiittt.......!"

Suitan Anggala membelah langit, tidak lama dari udara tampak burung raksasa menukik ke arah mereka berdua.

Wulan Ayu agak terperanjat melihat burung raksasa menukik ke arah mereka.

Gadis cantik itu bersembunyi di belakang Anggala.

"Aaakk....! Aaark....!"

Rajawali menghampiri Anggala. Rajawali mengangguk-angguk sambil menyodorkan kepalanya. Anggala mengelus leher burung raksasa itu.

"Kenalkan, ini Wulan Ayu," Anggala menarik tangan Wulan Ayu yang bersembunyi di belakangnya. Pelan pelan Wulan Ayu maju tampak wajah takutnya.

"Aaak..! Raarrk...!

Rajawali mengangguk dan tiba-tiba rajawali menyodorkan kepalanya ke arah Wulan Ayu. Tentu saja Wulan Ayu kaget.

"Aauu....!" pekik Wulan Ayu terkejut dan melompat mundur hampir satu tombak jauhnya. Melihat itu Anggala tertawa.

"Jangan takut Wulan, rajawali mengajakmu berkenalan," kata Anggala.

"Iiik.....! "Iiirrk.....!"

Rajawali meringkik sambil mengangguk-angguk lagi, membenarkan perkataan Anggala.

Mendengar perkataan kekasihnya barulah Wulan Ayu memberanikan diri mendekati rajawali putih.

Rajawali menunduk dan menyodorkan kepalanya ke arah Wulan Ayu pelan-pelan. Rajawali takut Wulan terperanjat lagi.

Perlahan keberanian Wulan Ayu timbul, ia mengusap leher rajawali. Tidak lama kemudian ia tertawa kecil kesenangan melihat burung raksasa itu cepat akrab padanya.

"Dia jinak, Kak," ucap Wulan Ayu sambil memeluk leher besar rajawali dan terus membelainya.

"Rajawali menyukaimu, Wulan," kata Anggala sambil tersenyum ke arah Wulan Ayu.

"Ayo, kita naik. Kita lansung ke kota Mandalika," kata Anggala sembari melompat ke atas leher rajawali. Anggala mendarat bagai jatuh di atas tumpukan kapas, lalu mengulurkan tangan ke arah Wula Ayu.

Wulan Ayu mengulurkan tangan menangkap tangan Anggala dan naik ke belakang Pendekar Naga Sakti itu. Rajawali mengepakkan sayapnya dan melesat ke udara bagai kilat.

"Kak, takut!" Wulan Ayu memeluk erat Anggala dari belakang sambil memandang sekelilingnya. tampak dari atas sebuah pemandangan yang begitu indah. Rajawali sengaja terbang pelan agar Wulan Ayu bisa melihat pemandangan dari atas sini.

Wulan Ayu mulai berani mengembangkan tangan nya, menikmati angin yang berhembus menerpa tubuh mereka berdua.

"Awas jatuh!" ledek Anggala sambil tertawa, tiba-tiba Wulan Ayu memeluknya karena takut.

"Awas ya!" balas Wulan Ayu sambil tersenyum, gadis cantik itu malah menyandarkan kepalanya ke bahu Anggala.

Cukup lama mereka saling diam menikmati sentuhan angin yang terasa cukup dingin di ketinggian yang sayup mata memandangnya ini.

"Kak, boleh Wulan bertanya?" Wulan memecah keheningan tanpa melepaskan pelukannya.

"Boleh,Wulan mau nanya apa?" Anggala balik bertanya, ia memegang tangan Wulan dan menggenggam jemari tangan yang lentik itu.

"Waktu Kakak menyelamatkanku. Kakak memakai jurus apa? Suara seperti pedang beradu tapi Wulan tidak melihat Kakak memakai pedang?" tanya Wulan Ayu.

"Oh, itu ya. Kakak memakai jurus 'Baju Besi Emas'. tingkat delapan belas," jawab Anggala.

"Bisa Kakak ajarkan padaku," pinta Wulan Ayu.

"Boleh, bila ada waktu nanti," jawab Anggala, "Tapi Wulan harus mempelajari dari ilmu 'Baju Besi dulu, baru ke tingkat baju besi emas," tambahnya lagi.

"Baiklah, Wulan akan mempelajarinya dari awal," jawab Wulan Ayu sambil tersenyum. Tidak terasa mereka telah sampai di pinggir kota Kerajaan Mandalika.

"Rajawali, turunkan kami di sini," pinta Anggala pada rajawali, burung rajawali raksasa itu turun perlahan pada sebuah padang rumput.

"Baiklah, putih, bila saya membutuhkanmu, saya akan memanggilmu," kata Anggala pada rajawali raksasa bernama si putih itu.

"Aark,...! Aaarrk...!"

Burung itu mengangguk menjawab perkataan Anggala, lalu melesat ke udara meninggalkan Anggala dan Wulan Ayu.

"Ayo, Kok ngelamun," goda Anggala sambil menarik tangan Wulan Ayu sembari berjalan.

"Ih, siapa yang nggak sabaran!" ledek Wulan Ayu sambil berjalan di samping Anggala. Mereka memasuki kota, hari sudah siang perut pun sudah bterasa kosong.

"Di depan ada warung makan, kita makan yuk," ajak Anggala, mereka tidak lagi berpegangan tangan. Mereka hanya jalan bergandengan.

"Boleh," jawab si cantik di samping Pendekar Naga Sakti itu, mereka menuju warung dan menempati sebuah meja.

Mereka memesan makanan dan makan, begitu selesai makan, istirahat sebentar, lalu melanjutkan perjalanan ke istana.

Begitu mendekati gerbang Istana mereka terhenti, serombongan prajurit mengawal seorang putri, rombongan para prajurit itu sedang menuju kota.

"Siapa itu yang barusan lewat, Ki?" tanya Anggala pada salah seorang warga yang berkerumun.

"Aden, bukan orang Mandalika ya? tidak mengenal Putri Mayang. Yang tadi itu tuan Putri Mayang Sari Putri Raja. Dia adik Pangeran Mayu, mereka anak Baginda dengan selir pertamanya," jawab laki laki itu.

Anggala pura pura bertanya tentang putra mahkota, "Putra Mahkota hilang tiga belas tahun yang lalu, Permaisuri juga pergi meninggalkan istana," tutur warga itu.

"kemana permaisuri, Ki?" tanya Anggala lagi pada laki laki itu.

"Kabarnya Permaisuri kembali ke Goa Kelelawar," jawab laki-laki itu.

"Terima kasih, Ki," ucap Anggala, begitu rombongan itu berlalu rakyat yang tadi berkumpul, kembali bubar.

Anggala dan Wulan Ayu mendekati gerbang Istana, begitu melihat ada orang yang mendekat prajurit penjaga maju mencegah mereka masuk ke gerbang.

"Tunggu! Kalian mau kemana?" tanya si prajurit. prajurit penjaga gerbang itu tidak melihat jelas wajah Anggala dan wajah Wulan Ayu karena mereka berdua memakai caping bambu. Wulan Ayu juga membeli caping di dekat warung tempat mereka makan siang tadi, agar mereka tidak begitu jadi perhatian.

"Saya ingin bertemu Baginda Jaksana," jawab Anggala.

"Apa maksudmu ingin bertemu Baginda?" bentak si prajurit.

Merasa tersinggung bentakan si prajurit Angala maju, "Saya sudah bicara baik-baik, bersuara lembut. Kalian malah bicara bentak-bentakan!" geram Anggala dengan nada suara sedikit meninggi.

"Kau berani bicara kasar dengan prajurit kerajaan hah!" bentak prajurit itu. prajurit itu mengayunkan tombak ke arah Anggala.

Wuk!

Tap!

Anggala dengan begitu cepat menangkap tombak prajurit itu, prajurit itu berusaha menarik tombaknya. Namun tidak bergeming sedikit pun, tubuh prajurit itu sampai berkeringat karena memaksa menarik tombaknya sekuat tenaga.

"Hup! Hup...!"

Prajurit itu terus berusaha menarik tombaknya tapi tetap saja tak berhasil melepaskan genggaman Anggala.

"Lepaskan atau aku akan memanggil prajurit yang lain!" gertak prajurit penjaga gerbang yang satunya.

Wulan Ayu mendekati prajurit itu, tangan nya menggenggam kipas elang perak. Pertanda Bidadari Pencabut Nyawa itu siap bertarung. Prajurit itu mundur ke arah gerbang, tiba tiba ia menjatuhkan tombaknya lansung menabuh kentongan tanda bahaya.

Tong! Tong! Tong!

Namun prajurit itu tidak mengeluarkan suara, hanya suara kentongan yang terdengar. Tidak lama kemudian gerbang terbuka tampak para prajurit keluar lansung menghadang Anggala dan Wulan Ayu.

Bagi dua orang pendekar muda itu prajurit berjumlah lebih kurang lima puluh orang itu bukanlah halangan. Anggala bergerak bagai kilat dengan jurus 'Langkah Malaikatnya. Semua prajurit itu jadi patung hidup penunggu gerbang tanpa sempat menyerang.

Anggala dan Wulan Ayu melangkah masuk ke gerbang yang terbuka, mereka melangkah di antara patung hidup dari para prajurit itu.

Begitu mereka berdua memasuki halaman Istana muncul prajurit sekitar lima ratus orang dan lansung mengepung dari segala penjuru.

Tidak lama muncul Senopati Agung Kerajaan Mandalika bersama Pangeran Mayu Kencana.

"Apa yang terjadi, kenapa dengan kedua tamu kita itu?" tanya Pangeran Mayu. Pangeran Mayu Kencana melangkah maju ke halaman bersama Senopati Agung Diaksa.

"Kenapa dua pendekar dunia persilatan datang ke istana dan ada keperluan apa?" Pangeran Mayu kembali bertanya.

"Saya ingin bertemu tuanku Baginda Raja, tapi prajurit penjaga gerbang itu terlalu congkak dan sombong." jawab Anggala tenang, ia dan wulan masih memakai caping sehingga Pangeran Mayu tidak melihat wajah di bawah caping itu mirip dengannya.

"Kak Anggala, dia mirip denganmu," kata Wulan Ayu.

"Kau bisa bertemu Baginda, tapi dengan satu syarat, kau harus mengalahkanku dalam dua puluh jurus," tantang Senopati Agung Diaksa.

"Baik, kalau itu maumu,!" sahut Anggala lantang menjawab tantangan senopati itu. Para prajurit yang mengepung tanpa di perintah bergerak mundur, mereka memberikan ruang untuk pertarungan.

"Hup!" Senopati Diaksa melompat ke depan Anggala. Laki-laki itu lansung mengukur tenaga dalam Anggala dengan tendangan bertenaga dalam tinggi.

Wuk!

Seet!

Duak!

Kaki mereka beradu di udara, satu dari arah atas dan satunya berdiri di tempatnya tanpa bergeming, hanya kaki Anggala yang tegak menghadang tendangan Senopati Diaksa itu.

Senopati Diaksa terjajar mundur dua langkah, ia menyadari tenaga dalamnya di bawah tenaga dalam lawannya.

Senopati Diaksa tidak mungkin mundur, nasi telah jadi bubur, terpaksa memakannya. Seperti kata pepatah itu, ia harus tetap bertarung atau malu mundur sebelum bertempur.

Senopati Agung Diaksa merapal jurus-jurus tinju dan tendangan, namun semua itu di halau Anggala dengan jurus dasar tapak naganya.

"Siapa orang ini? kenapa dia memakai jurus milik Pangeran Lesmana?" gumam Diaksa dalam hati, ia terus menyerang Anggala dengan jurus-jurus tangan kosong, sampai akhirnya.

Dik!

Desss!

Duak!

Pukulan jurus 'Tapak Naga' tingkat dua milik Anggala berhasil mengenai dada senopati Diaksa. Senopati itu terpental tiga tombak ke belakang, ia berusaha berdiri, hanya sedikit darah mengalir di sela bibirnya. Pertanda ia mengalami luka dalam ringan.

"Kenapa orang itu? Dia menahan pukulannya, melihat dari jurus-jurus yang dia pakai dia golongan putih," gumam Senopati Agung Diaksa dalam hati.

Pangeran Mayu melompat ke samping Senopati Diaksa, "Paman tidak apa-apa?" tanya pemuda berumur tujuh belas tahun itu.

"Tidak. Paman tidak apa-apa, Pangeran. Hanya luka dalam sedikit," jawab Senopati Diaksa.

"Apa hubungan Pendekar dengan Lesmana, Pendekar Naga Sakti?" tanya Senopati Diaksa dengan lantang.

"Dia, guruku!" jawab Anggala.

"Baiklah, Pendekar. Kau bis masuk istana temanmu menemui Baginda di dalam istana," kata Senopati Diaksa sembari mempersilahkan Anggala dan Wulan Ayu menuju ruangan Baginda Raja.

"Ampuni hamba, Tuanku!" Senopati Agung berlutut di hadapan Baginda Raja, "Kedua Pendekar ini meminta bertemu Tuanku. Mereka sempat berseteru dengan prajurit penjaga gerbang yang laki laki mengaku murid Pangeran Lesmana!" sembah senopati Agung itu tanpa berhenti berlutut.

"Bangunlah, Diaksa!" titah Baginda Raja Jaksana.

"Pendekar. Tolong di buka caping kalian!" pinta sang Baginda. Anggala dan Wulan Ayu membuka caping mereka, semua mata pembesar kerajaan terkesima melihat dua sejoli yang begitu cantik dan begitu tampan.

"Pemuda itu mirip Pangeran Mayu, Tuanku," bisik Patih Reksa kepada Baginda Raja.

"Anak muda. Apakah namamu Anggala lesmana?" tanya sang baginda jaksana.

Anggala hanya mengangguk mengiyakan, tangannya memberikan sebuah kalung tanda kerajaan bertuliskan nama Anggala, kepada Baginda Raja.

"Kau memang putraku!" Baginda tanpa sungkan lansung nemeluk erat sang putra,

setelah sekian lama tidak bertemu Semua yang ada di ruangan itu ikut terharu,

pertemuan ayah dan anak itu.

"Ibumu pasti senang mendengar kau masih hidup, Nak," kata Baginda Raja sambil tetap memeluk erat tubuh kekar sang putra. Pangeran Mayu mendekat, ia memegang bahu sang ayahanda sambil tersenyum kepada sang kakak.

"Kanda!" saoa Mayu sambil tersenyum dan memberi hormat, terlihat matanya juga berbinar karna terharu. Tampak di belakang, Wulan Ayu menyeka air matanya. Gadis itu ikut menangis terharu melihat pertemuan pertama kekasihnya dengan ayahandanya.

"Siapa gadis cantik yang bersamamu itu nak, apakah dia kekasihmu?" tanya baginda Jaksana pada Anggala sambil tersenyum.

"Ya, Ayahanda. Dia Kekasih Ananda," jawab Anggala sambil memandang ke arah Wulan Ayu yang dari tadi berdiri sendiri di belakang.

"Wulan, sini," panggil Anggala pelan. Wulan Ayu meletakkan capingnya di lantai dan maju ke dekat Anggala. Baginda Jaksana melihat ke arah Wulan Ayu.

"Assalanualaikum, Paman," ucap Wulan Ayu sambil berlutut di depan Baginda Raja.

Waalaikum salam!" jawab sang Baginda.

"Bangunlah, Nak. Siapa namamu?" tanya Baginda Raja sambil memegang bahu Wulan Ayu mengajaknya berdiri.

"Wulan Ayu, Paman," jawab Bidadari Pencabut Nyawa.

"Kau, calon menantuku. Jadi jangan terlalu sungkan," kata sang Raja sambil tersenyum.

"Kalian pasti lelah setelah berjalan jauh, istirahat dan bersihkan badan kalian, kita bertemu di pendopo nanti malam," titah sang Baginda.

"Baik, Ayahanda," jawab Anggala dan Mayu, Wulan Ayu hanya ikut menunduk, karena bingung harus ikut panggilan apa.

"Dayang antar Putri Wulan ke kamarnya, layani dia!" titah Pangeran Mayu pada dayang-dayang istana.

"Ayo! Kanda kita ke kamarku saja," ajak Pangeran Mayu mengajak Anggala ke kamarnya.

"Ayo, Den Ayu," ajak para dayang, "Kami antar ke kamar, Tuan Putri," sembah dayang-dayang itu. Hari pun mulai sore ruang raja pun akhirnya sepi di tinggal penghuninya.

.

.

Bersambung...

Maaf buat pembaca novel ini,saya lama baru Upload,karna saya bekerja di dunia nyata,🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

kok mw nangis?

2023-02-08

1

glanter

glanter

kesandung dimana thor....
baru kenal lsg pinang....

2022-12-12

3

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

Pertemuan kembali..👍👍💪💪

2022-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Perjalanan ( Perang Saudara )
2 Lembah Naga
3 Belajar Silat
4 Jurus Tapak Sakti
5 Penguasa Jurus Tapak Sakti yang baru
6 Jurus Pedang Sembilan Naga
7 Perpisahan Dengan Lembah Naga
8 Bidadari Pencabut Nyawa
9 Cinta Suci sang Pendekar
10 Kembali ke Mandalika
11 Pertemuan Dengan Ibunda
12 Kilas balik masa lalu
13 Kilas balik masa lalu part 2
14 Kilas Balik Masa Lalu, Cinta Sang Pendekar Naga
15 Kembalinya Permaisuri ke Istana
16 Bertemu kembali dengan Tiga Pendekar
17 Petualangan Di Mulai
18 Iblis Mata Satu
19 Pertarungan dengan Iblis Mata Satu
20 Tewasnya Iblis Mata Satu
21 Iblis Pemetik Bunga
22 Pengejaran Ke Bukit Seribu Bunga
23 Golok Rajawali Hitam
24 Pendekar Rajawali Hitam
25 Prahara di Galuh Permata
26 Prahara di Galuh Permata, Prajurit Pemberontak
27 Prahara di Galuh Permata, Pendekar Pedang Terbang
28 Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam
29 Prahara di Galuh Permata, Warok Nusa Wungu bersaudara
30 Prahara di Ģaluh Permata, Patih Jagat Geni
31 Prahara di Galuh Permata, Racun Hitam
32 Prahara di Galuh Permata, Sri Kemuning
33 Prahara di Galuh Permata, sampai ke Istana
34 Prahara di Galuh Permata, Prabu Surya Galuh
35 Prahara di Galuh Permata, Bantuan
36 Prahara di Galauh Permata, munculnya Pendekar Srigala Putih
37 Prahara di Galuh Permata, Persiapan Usai
38 Prahara di Galuh Permata, Berangkat ke medan perang
39 Prahara di Galuh Permata, Medan Perang.
40 Prahara di Galuh Permata, Pertempuran
41 Prahara di Galuh Permata, Pertempuran hari kedua
42 Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Cakar Iblis Hitam
43 Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam Pedang Kembar
44 Prahara di Galuh Permata, Dendam membara
45 Prahara di Galuh Permata, Kedatangan Dua Pendekar Pemarah
46 Prahara di Galuh Permata, Pertarungan berlanjut
47 Pahara di Galuh Permata, Ajian Srigala Es
48 Prahara di Galuh Permata, Partai Teratai Hitam
49 Prahara di Galuh Permata, Serangan Dadakan
50 Prahara di Galuh Permata, Bantuan dari Mandalika
51 Prahara di Galuh Permata, Penyelamatan
52 Prahara di Galuh Permata, Pertempuran Besar
53 Prahara di Galuh Permata, Iblis Gerbang Neraka
54 Prahara di Geluh Permata, Mendesak
55 Prahara di Galuh Permata, Matinya Iblis Gerbang Neraka
56 Prahara di Galuh Permata, Berakhirnya Petualangan Si Golok Setan
57 Prahara di Galuh Permata, Mendekati kemenangan
58 Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam Rambut Merah
59 Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Iblis Hitam Rambut Merah
60 Prahara di Galuh Permata, Pendekar Darah Dingin
61 Prahara di Galuh Permata, Hancurnya Kelompok Tujuh Iblis Hitam Lembah Tengkorak
62 Prahara di Galuh Permata, Terbunuhnya Pendekar Darah Dingin
63 Prahara di Galuh Permata, Pengepungan
64 Prahara di Galuh Permata, Ajian Iblis Hitam Pencabut Nyawa
65 Prahara di Galuh Permata, Pangeran Suryana Galuh
66 Prahara di Galuh Permata, Kemenangan
67 Perayaan
68 Dunia Persilatan
69 Partai Lembah Kematian
70 Bidadari Pencabut Nyawa Palsu
71 Perguruan Bambu Kuning
72 Kekalahan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu.
73 Iblis Tangan Kematian
74 Pertarungan di Desa Lingkar Sari.
75 Kembalinya Pendekar Kelelawar Putih
76 Jurus Pedang Iblis Neraka
77 Cinta Pendekar Srigala Putih
78 Bantuan Dari Senopati Arya Geni
79 Bantuan Dari Senopati Arya Geni, part 2
80 Keributan Di Ujung Desa
81 Perguruan Tongkat Jati Hitam
82 Ilmu Tapak Iblis
83 Sepasang Pendekar Dari Gunung Panyabungan
84 Si Kapak Iblis
85 Ajian Srigala Es
86 Kekacauan
87 Penyamun Setan Merah
88 Jurus Golok Setan Penebar Maut
89 Jurus Pedang Srigala Menerkam Mangsa
90 Sebab Dan Musabab
91 Desa Sungai Ular
92 Kelompok Tengkorak Besi
93 Si Golok Kembar
94 Kipas Elang Perak
95 Perguruan Kera Sakti
96 Menuju Lembah Kematian
97 Jelang Peresmian Partai Lembah Kematian
98 Hari Peresmian Partai Lembah Kematian
99 Kedatangan Pengemis Gila
100 Kedatangan Kepala Besi
101 Setan Rambut Putih
102 Kekacauan Peresmian Partai Lembah Kematian
103 Pertarungan Besar Besaran
104 Tewasnya Iblis Tangan Kematian
105 Dendam Merak Sati
106 Dendam Merak Sati part 2
107 Tewasnya Golok Kembar Pencabut Nyawa
108 Kelabang Hitam
109 Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara
110 Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara part 2
111 Tewasnya Iblis Kematian Rambut Putih
112 Menuju Tujuan Masing Masing
113 Teror Di Desa Talang Kuda
114 Kelompok Topeng Hitam
115 Kelompok Topeng Hitam. Part 2
116 Dukun Ilmu Hitam
117 Manusia Batu
118 Trisula Kembar
119 Manusia Batu Mundur
120 Ambisi Ki Dukun
121 Jatuhnya Trisula Kembar
122 Ajian Iblis Api
123 Hancurnya Kelompok Topeng Hitam
124 Belati Terbang
125 Belati Terbang Part 2
126 Teror Perguruan Belati Terbang
127 Sesepuh Iblis Pisau Terbang
128 Teror Perguruan Belati Terbang. part 2
129 Kala Abang dan Kala Ireng
130 Teror Perguruan Belati Terbang Part 3
131 Tewasnya Kala Ireng
132 Dendam Kusumat
133 Teror Perguruan Belati Terbang. part 4
134 Berkabung
135 Kedatangan Si Kapak Iblis
136 Dendam membara
137 Pembalasan Si Pedang Terbang dan Si Pedang Maut
138 Pembalasan Si Pedang Maut dan Si Pedang Terbang. part 2
139 Dendam Masih berlanjut
140 Dendam Si Cakar Beracun
141 Amarah sang Pendekar Naga
142 Amarah Sepasang Pendekar
143 Pusaka Bernyawa
144 Amarah Yang tak terbendung
145 Trisula Penggetar Bumi
146 Trisula Penggetar Bumi Part 2
147 Berakhirnya Ambisi Kala Abang
148 Berakhirnya Teror Belati Terbang
149 Dendam Tiga Elang
150 Dendam Tiga Elang part 2
151 Dendam Tiga Elang part 3
152 Dendam Tiga Elang part 4
153 Dendam Tiga Elang Part 5
154 Dendam Tiga Elang part 6
155 Dendam Tiga Elang Part 7
156 Dendam Tiga Elang Part 8
157 Dendam Tiga Elang Part 9
158 Dendam Tiga Elang Part 10
159 Dendam Tiga Elang Part 11
160 Dendam Tiga Elang Part 12
161 Dendam Tiga Elang Part 13
162 Dendam Tiga Elang Part 14
163 Dendam Tiga Elang Part 15
164 Dendam Tiga Elang. Kematian Perampok Maut
165 Dendam Tiga Elang. Kalajengking Merah
166 Dendam Tiga Elang. Kaburnya Kalajengking Merah
167 Dendam Tiga Elang. Si Payan Kembar
168 Dendam Tiga Elang. Culas
169 Dendam Tiga Elang. Tiga Pendekar Tongkat Naga Emas
170 Dendam Tiga Elang. Tewasnya Pembunuh Bayaran
171 Dendam Tiga Elang. Amukan Pendekar Naga
172 Dendam Tiga Elang. Jatuhnya Si Payan Kembar
173 Dendam Tiga Elang. Bergerak
174 Dendam Tiga Elang. Puncak Gunung Pungur
175 Dendam Tiga Elang. Kedatangan Pendekar Naga Hitam
176 Dendam Tiga Elang. Keroyokan
177 Dendam Tiga Elang. Saling Berhadapan
178 Dendam Tiga Elang. Elang Hijau vs Warok Singa Merah Dua
179 Dendam Tiga Elang. Pendekar Naga Sakti vs Pendekar Naga Hitam
180 Dendam Tiga Elang. Naga Hitam Kabur
181 Dendam Tiga Elang. Ajian Singa Merah
182 Dendam Tiga Elang. Ajian Barong Hitam
183 Dendam Tiga Elang. Mempertaruhkan Nyawa
184 Dendam Tiga Elang. Ajian Elang Kayangan
185 Dendam Tiga Elang. Kematian Jagat Pati
186 Dendam Tiga Elang. Kelemahan
187 Dendam Tiga Elang. Obat Mujarab
188 Dendam Tiga Elang. Jagat Satra Tewas
189 Dendam Tiga Elang. Dendam Berakhir
190 Kelompok Iblis Perak
191 Kelompok Iblis Perak. Bag 2
192 Kelompok Iblis Perak. Bag 3
193 Kelompok Iblis Perak. Bag, 4
194 Kelompok Iblis Perak. Bag, 5
195 Kelompok Iblis Perak. Bag 6
196 Kelompok Iblis Perak. Bag 7
197 Kelompok Iblis Perak. Bag 8
198 Kelompok Iblis Perak. Bag 9
199 Kelompok Iblis Perak. Kelabang Merah
200 Kelompok Iblis Perak. Kelabang Ungu
201 Kelompok Iblis Perak. Semangat Baru
202 Kelompok Iblis Perak. Kedatangan Pendekar Tapak Dewa
203 Kelompok Iblis Perak. Terlukanya Kelabang Merah
204 Kelompok Iblis Perak. Pukulan Perak Neraka
205 Kelompok Iblis Perak. Penculikan
206 Kelompok Iblis Perak. Pertukaran
207 Kelompok Iblis Perak. Pertukaran bag, 2
208 Kelompok Iblis Perak. Pembalasan
209 Kelompok Iblis Perak. Kelabang Ungu lawan Bidadari Pencabut Nyawa
210 Kelompok Iblis Perak. Ilmu Sinar Putih Pelenyap Sihir
211 Kelompok Iblis Perak. Ilmu Tapak Dewa, Tangan Dewa Menepis Badai
212 Kelompok Iblis Perak. Pertarungan Tingkat Tinggi
213 Kelompok Iblis Perak. Dilayani dan Suryani.
214 Kelompok Iblis Perak. Tewasnya Kelabang Ungu dan Kelabang Merah
215 Kelompok Iblis Perak, Ajian Kelabang Hijau
216 Kelompok Iblis Perak, Bertukar Wujud
217 Matinya Kelabang Hijau.
218 Misteri Istana Kematian
219 Misteri Istana Kematian. Partai Teratai Api
220 Misteri Istana Kematian. Skin Perak Mata Elang
221 Misteri Istana Kematian. Mundurnya Skin Perak Mata Elang
222 Misteri Istana Kematian. Si Topeng Hitam
223 Misteri Istana Kematian. Kaburnya si Topeng Hitam
224 Misteri Istana Kematian. Istana Pasemah Agung
225 Misteri Istana Kematian. Putri Nilam Sari
226 Misteri Istana Kematian. Pendekar Gila
227 Misteri Istana Kematian. Parang Praja
228 Misteri Istana Kematian. Teka-Teki
229 Misteri Istana Kematian. Senjata Rahasia Beracun
230 Misteri Istana Kematian. Menjajal Istana Kematian
231 Misteri Istana Kematian. Istana Kematian
232 Istana Kematian, Misteri Terungkap
233 Misteri Istana Kematian. Kekalahan Yang Menyakitkan
234 Misteri Istana Kematian. Terjebak
235 Misteri Istana Kematian. Sarsih Di Culik
236 Misteri Istana Kematian. Tewasnya Eyang Wira Cendana
237 Misteri Istana Kematian. Misteri Berakhir
238 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum
239 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. O2
240 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 03
241 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 04
242 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 05
243 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Amarah Dewi Selendang Kuning
244 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 07
245 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 08
246 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 09
247 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Dendam Sang Penyamun
248 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Trisula Beracun
249 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Tewasnya Ujang Akra
250 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pendekar Tidak Di Kenal
251 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Ajian Trisula Membakar Bumi
252 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Tumpasnya Penyamun Beruang Hitam
253 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pendekar Bayaran
254 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kewajiban Seorang Satria
255 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa.
256 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa, 2
257 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pertarungan Semakin Memanas
258 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Dendam Seorang Teman.
259 Ilmu Cakar Besi Penghancur
260 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Ajian Kalajengking Merah
261 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Tumpasnya Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa.
262 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Empat Iblis Sekawan
263 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum, Empat Iblis Sekawan, Bag, 2
264 Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum, Ronggo Tewas
265 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Tumpasnya Kelompok Empat Iblis
266 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Sepasang Topeng Hitam
267 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Sepasang Topeng Hitam, Bag, 2
268 Perguruan Alam Jagat
269 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Matinya Sepasang Topeng Hitam
270 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Jurus Pedang Kayangan, Pedang Pemecah Sukma
271 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Ajian Iblis Angkara Merah.
272 Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum Berakhir
273 Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Rambut Merah dan Datuk Rambut Putih
274 Prahara Di Pulau Andalas. bag, 2
275 Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Setan Merah Mengacau Neraka
276 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 4
277 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 5
278 Prahara Di Pulau Andalas. Pedang Jagat Di Ambil Alih.
279 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 6
280 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 7
281 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 8
282 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 9
283 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 10
284 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 11
285 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 12
286 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 13
287 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 14
288 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 15
289 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 16
290 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 16
291 Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 17
292 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam
293 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam 2
294 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam menyerah
295 Prahara Di Pulau Andalas. Perguruan Gagak Hitam.
296 Prahara Di Pulau Andalas. Usil
297 Prahara Di Pulau Andalas. Keraguan.
298 Pengumuman Revisi (Hiatus)
299 Prahara Di Pulau Andalas. Jatandra Tewas
300 Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Panglima Hijau
301 Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Harimau Andalas.
302 Prahara Di Pulau Andalas. Sampai ke Perguruan Bangau Putih
303 Prahara Di Pulau Andalas. Perguruan Bambu Kuning di Santroni
304 Prahara Di Pulau Andalas. Pendekar Kelelawar Putih vs Macan Kuning
305 Prahara Di Pulau Andalas. Kekalahan Macan Kuning
306 Prahara Di Pulau Andalas. Kedatangan Macan Hitam dan Macan Jenggi.
307 Prahara Di Pulau Andalas. Ki Jaga Kelana
308 Prahara Di Pulau Andalas. Perjalanan berlanjut.
309 Prahara Di Pulau Andalas. Manusia Jadi-Jadian.
310 Prahara Di Pulau Andalas. Pukulan Inti Neraka
311 Prahara Di Pulau Andalas. Dalang
312 Prahara Di Pulau Andalas. Pencarian.
313 Prahara Di Pulau Andalas. Gagak Kuning
314 Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Gagak Setan Merah
315 Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu 'Golok Terbang Membelah Bukit.
316 Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
317 Prahara Di Pulau Andalas. Hancurnya Pedang Gagak Merah
318 Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Gagak Iblis
319 Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu Gagak Iblis. Bag 2
320 Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Sora Gambang
321 Prahara Di Pulau Andalas. Pertemuan Yang Tidak Di Sengaja.
322 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Kala Hitam
323 Prahara Di Pulau Andalas. Kepedulian Para Sahabat
324 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Kala Hitam bag, 2
325 Prahara Di Pulau Andalas. Kekalahan Penyamun Kala Hitam
326 Prahara Di Pulau Andalas. Kedatangan Iblis Kelelawar
327 Prahara Di Pulau Andalas. Pembunuh Bayaran Dari Muathai
328 Prahara Di Pulau Andalas. Tujuh Pedang Pembunuh.
329 Prahara Di Pulau Andalas. Di Cegat
330 Prahara Di Pulau Andalas. Tobatnya Begal Harimau Merah
331 Prahara Di Pulau Andalas. Ketenangan
332 Prahara Di Pulau Andalas. Keributan Di Kedai Ki Syarif
333 Prahara Di Pulau Andalas. Kamon Dan Kla
334 Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu Pedang Iblis Kematian
335 Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
336 Prahara Di Pulau Andalas. Bantuan Para Sahabat
337 Prahara Di Pulau Andalas. Klaew Kla Vs Jaka Kelana
338 Prahara Di Pulau Andalas. Klaew Kla Gugur
339 Prahara Di Pulau Andalas. Ajian 'Pedang Naga Pemecah Sukma'.
340 Prahara Di Pulau Andalas. Kittibun dan Klahan tewas
341 Prahara Di Pulau Andalas. Musuh Yang Sulit Di Kalahkan
342 Prahara Di Pulau Andalas. Mengambil Jalan Damai
343 Prahara Di Pulau Andalas. Tinggal Menghitung Hari.
344 Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Bukit Kayangan
345 Prahara Di Pulau Andalas. Tuan Tanah Desa Bukit Kayangan
346 Prahara Di Pulau Andalas. Rencana Anggala
347 Prahara Di Pulau Andalas. Menyelamatkan Anak-anak Yang Di Sandera
348 Prahara Di Pulau Andalas. Orang-orang Desa Bukit Kayangan
349 Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Wangsala dan Datuk Wangsaka
350 Prahara Di Pulau Andalas. Saling Berhadapan
351 Prahara Di Pulau Andalas. Racun Harimau Hitam
352 Prahara Di Pulau Andalas. Racun Harimau Hitam, 2
353 Prahara Di Pulau Andalas. Terlukanya Datuk Wangsala
354 Prahara Di Pulau Andalas. Kecemasan Tuan Tanah
355 Prahara Di Pulau Andalas. Keris Selaksa Hijau
356 Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Surya Karta
357 Prahara Di Pulau Andalas. Jelang
358 Prahara Di Pulau Andalas. Peramal Pikun
359 Prahara Di Pulau Andalas. Para Pendekar Berkumpul
360 Prahara Di Pulau Andalas. Keputusan Anggala
361 Prahara Di Pulau Andalas. Purmana Tiga Belas
362 Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Lama
363 Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
364 Prahara Di Pulau Andalas. Pedang Jagat
365 Prahara Di Pulau Andalas. Macan Kuning vs Singo Abang
366 Prahara Di Pulau Andalas. Patahnya Pedang Jagat
367 Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Merak Sati
368 Prahara Di Pulau Andalas. Racun Selaksa Geni
369 Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Wangsaka Tewas
370 Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Si Elang Emas
371 Prahara Di Pulau Andalas. Matinya Elang Hitam
Episodes

Updated 371 Episodes

1
Awal Perjalanan ( Perang Saudara )
2
Lembah Naga
3
Belajar Silat
4
Jurus Tapak Sakti
5
Penguasa Jurus Tapak Sakti yang baru
6
Jurus Pedang Sembilan Naga
7
Perpisahan Dengan Lembah Naga
8
Bidadari Pencabut Nyawa
9
Cinta Suci sang Pendekar
10
Kembali ke Mandalika
11
Pertemuan Dengan Ibunda
12
Kilas balik masa lalu
13
Kilas balik masa lalu part 2
14
Kilas Balik Masa Lalu, Cinta Sang Pendekar Naga
15
Kembalinya Permaisuri ke Istana
16
Bertemu kembali dengan Tiga Pendekar
17
Petualangan Di Mulai
18
Iblis Mata Satu
19
Pertarungan dengan Iblis Mata Satu
20
Tewasnya Iblis Mata Satu
21
Iblis Pemetik Bunga
22
Pengejaran Ke Bukit Seribu Bunga
23
Golok Rajawali Hitam
24
Pendekar Rajawali Hitam
25
Prahara di Galuh Permata
26
Prahara di Galuh Permata, Prajurit Pemberontak
27
Prahara di Galuh Permata, Pendekar Pedang Terbang
28
Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam
29
Prahara di Galuh Permata, Warok Nusa Wungu bersaudara
30
Prahara di Ģaluh Permata, Patih Jagat Geni
31
Prahara di Galuh Permata, Racun Hitam
32
Prahara di Galuh Permata, Sri Kemuning
33
Prahara di Galuh Permata, sampai ke Istana
34
Prahara di Galuh Permata, Prabu Surya Galuh
35
Prahara di Galuh Permata, Bantuan
36
Prahara di Galauh Permata, munculnya Pendekar Srigala Putih
37
Prahara di Galuh Permata, Persiapan Usai
38
Prahara di Galuh Permata, Berangkat ke medan perang
39
Prahara di Galuh Permata, Medan Perang.
40
Prahara di Galuh Permata, Pertempuran
41
Prahara di Galuh Permata, Pertempuran hari kedua
42
Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Cakar Iblis Hitam
43
Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam Pedang Kembar
44
Prahara di Galuh Permata, Dendam membara
45
Prahara di Galuh Permata, Kedatangan Dua Pendekar Pemarah
46
Prahara di Galuh Permata, Pertarungan berlanjut
47
Pahara di Galuh Permata, Ajian Srigala Es
48
Prahara di Galuh Permata, Partai Teratai Hitam
49
Prahara di Galuh Permata, Serangan Dadakan
50
Prahara di Galuh Permata, Bantuan dari Mandalika
51
Prahara di Galuh Permata, Penyelamatan
52
Prahara di Galuh Permata, Pertempuran Besar
53
Prahara di Galuh Permata, Iblis Gerbang Neraka
54
Prahara di Geluh Permata, Mendesak
55
Prahara di Galuh Permata, Matinya Iblis Gerbang Neraka
56
Prahara di Galuh Permata, Berakhirnya Petualangan Si Golok Setan
57
Prahara di Galuh Permata, Mendekati kemenangan
58
Prahara di Galuh Permata, Iblis Hitam Rambut Merah
59
Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Iblis Hitam Rambut Merah
60
Prahara di Galuh Permata, Pendekar Darah Dingin
61
Prahara di Galuh Permata, Hancurnya Kelompok Tujuh Iblis Hitam Lembah Tengkorak
62
Prahara di Galuh Permata, Terbunuhnya Pendekar Darah Dingin
63
Prahara di Galuh Permata, Pengepungan
64
Prahara di Galuh Permata, Ajian Iblis Hitam Pencabut Nyawa
65
Prahara di Galuh Permata, Pangeran Suryana Galuh
66
Prahara di Galuh Permata, Kemenangan
67
Perayaan
68
Dunia Persilatan
69
Partai Lembah Kematian
70
Bidadari Pencabut Nyawa Palsu
71
Perguruan Bambu Kuning
72
Kekalahan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu.
73
Iblis Tangan Kematian
74
Pertarungan di Desa Lingkar Sari.
75
Kembalinya Pendekar Kelelawar Putih
76
Jurus Pedang Iblis Neraka
77
Cinta Pendekar Srigala Putih
78
Bantuan Dari Senopati Arya Geni
79
Bantuan Dari Senopati Arya Geni, part 2
80
Keributan Di Ujung Desa
81
Perguruan Tongkat Jati Hitam
82
Ilmu Tapak Iblis
83
Sepasang Pendekar Dari Gunung Panyabungan
84
Si Kapak Iblis
85
Ajian Srigala Es
86
Kekacauan
87
Penyamun Setan Merah
88
Jurus Golok Setan Penebar Maut
89
Jurus Pedang Srigala Menerkam Mangsa
90
Sebab Dan Musabab
91
Desa Sungai Ular
92
Kelompok Tengkorak Besi
93
Si Golok Kembar
94
Kipas Elang Perak
95
Perguruan Kera Sakti
96
Menuju Lembah Kematian
97
Jelang Peresmian Partai Lembah Kematian
98
Hari Peresmian Partai Lembah Kematian
99
Kedatangan Pengemis Gila
100
Kedatangan Kepala Besi
101
Setan Rambut Putih
102
Kekacauan Peresmian Partai Lembah Kematian
103
Pertarungan Besar Besaran
104
Tewasnya Iblis Tangan Kematian
105
Dendam Merak Sati
106
Dendam Merak Sati part 2
107
Tewasnya Golok Kembar Pencabut Nyawa
108
Kelabang Hitam
109
Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara
110
Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara part 2
111
Tewasnya Iblis Kematian Rambut Putih
112
Menuju Tujuan Masing Masing
113
Teror Di Desa Talang Kuda
114
Kelompok Topeng Hitam
115
Kelompok Topeng Hitam. Part 2
116
Dukun Ilmu Hitam
117
Manusia Batu
118
Trisula Kembar
119
Manusia Batu Mundur
120
Ambisi Ki Dukun
121
Jatuhnya Trisula Kembar
122
Ajian Iblis Api
123
Hancurnya Kelompok Topeng Hitam
124
Belati Terbang
125
Belati Terbang Part 2
126
Teror Perguruan Belati Terbang
127
Sesepuh Iblis Pisau Terbang
128
Teror Perguruan Belati Terbang. part 2
129
Kala Abang dan Kala Ireng
130
Teror Perguruan Belati Terbang Part 3
131
Tewasnya Kala Ireng
132
Dendam Kusumat
133
Teror Perguruan Belati Terbang. part 4
134
Berkabung
135
Kedatangan Si Kapak Iblis
136
Dendam membara
137
Pembalasan Si Pedang Terbang dan Si Pedang Maut
138
Pembalasan Si Pedang Maut dan Si Pedang Terbang. part 2
139
Dendam Masih berlanjut
140
Dendam Si Cakar Beracun
141
Amarah sang Pendekar Naga
142
Amarah Sepasang Pendekar
143
Pusaka Bernyawa
144
Amarah Yang tak terbendung
145
Trisula Penggetar Bumi
146
Trisula Penggetar Bumi Part 2
147
Berakhirnya Ambisi Kala Abang
148
Berakhirnya Teror Belati Terbang
149
Dendam Tiga Elang
150
Dendam Tiga Elang part 2
151
Dendam Tiga Elang part 3
152
Dendam Tiga Elang part 4
153
Dendam Tiga Elang Part 5
154
Dendam Tiga Elang part 6
155
Dendam Tiga Elang Part 7
156
Dendam Tiga Elang Part 8
157
Dendam Tiga Elang Part 9
158
Dendam Tiga Elang Part 10
159
Dendam Tiga Elang Part 11
160
Dendam Tiga Elang Part 12
161
Dendam Tiga Elang Part 13
162
Dendam Tiga Elang Part 14
163
Dendam Tiga Elang Part 15
164
Dendam Tiga Elang. Kematian Perampok Maut
165
Dendam Tiga Elang. Kalajengking Merah
166
Dendam Tiga Elang. Kaburnya Kalajengking Merah
167
Dendam Tiga Elang. Si Payan Kembar
168
Dendam Tiga Elang. Culas
169
Dendam Tiga Elang. Tiga Pendekar Tongkat Naga Emas
170
Dendam Tiga Elang. Tewasnya Pembunuh Bayaran
171
Dendam Tiga Elang. Amukan Pendekar Naga
172
Dendam Tiga Elang. Jatuhnya Si Payan Kembar
173
Dendam Tiga Elang. Bergerak
174
Dendam Tiga Elang. Puncak Gunung Pungur
175
Dendam Tiga Elang. Kedatangan Pendekar Naga Hitam
176
Dendam Tiga Elang. Keroyokan
177
Dendam Tiga Elang. Saling Berhadapan
178
Dendam Tiga Elang. Elang Hijau vs Warok Singa Merah Dua
179
Dendam Tiga Elang. Pendekar Naga Sakti vs Pendekar Naga Hitam
180
Dendam Tiga Elang. Naga Hitam Kabur
181
Dendam Tiga Elang. Ajian Singa Merah
182
Dendam Tiga Elang. Ajian Barong Hitam
183
Dendam Tiga Elang. Mempertaruhkan Nyawa
184
Dendam Tiga Elang. Ajian Elang Kayangan
185
Dendam Tiga Elang. Kematian Jagat Pati
186
Dendam Tiga Elang. Kelemahan
187
Dendam Tiga Elang. Obat Mujarab
188
Dendam Tiga Elang. Jagat Satra Tewas
189
Dendam Tiga Elang. Dendam Berakhir
190
Kelompok Iblis Perak
191
Kelompok Iblis Perak. Bag 2
192
Kelompok Iblis Perak. Bag 3
193
Kelompok Iblis Perak. Bag, 4
194
Kelompok Iblis Perak. Bag, 5
195
Kelompok Iblis Perak. Bag 6
196
Kelompok Iblis Perak. Bag 7
197
Kelompok Iblis Perak. Bag 8
198
Kelompok Iblis Perak. Bag 9
199
Kelompok Iblis Perak. Kelabang Merah
200
Kelompok Iblis Perak. Kelabang Ungu
201
Kelompok Iblis Perak. Semangat Baru
202
Kelompok Iblis Perak. Kedatangan Pendekar Tapak Dewa
203
Kelompok Iblis Perak. Terlukanya Kelabang Merah
204
Kelompok Iblis Perak. Pukulan Perak Neraka
205
Kelompok Iblis Perak. Penculikan
206
Kelompok Iblis Perak. Pertukaran
207
Kelompok Iblis Perak. Pertukaran bag, 2
208
Kelompok Iblis Perak. Pembalasan
209
Kelompok Iblis Perak. Kelabang Ungu lawan Bidadari Pencabut Nyawa
210
Kelompok Iblis Perak. Ilmu Sinar Putih Pelenyap Sihir
211
Kelompok Iblis Perak. Ilmu Tapak Dewa, Tangan Dewa Menepis Badai
212
Kelompok Iblis Perak. Pertarungan Tingkat Tinggi
213
Kelompok Iblis Perak. Dilayani dan Suryani.
214
Kelompok Iblis Perak. Tewasnya Kelabang Ungu dan Kelabang Merah
215
Kelompok Iblis Perak, Ajian Kelabang Hijau
216
Kelompok Iblis Perak, Bertukar Wujud
217
Matinya Kelabang Hijau.
218
Misteri Istana Kematian
219
Misteri Istana Kematian. Partai Teratai Api
220
Misteri Istana Kematian. Skin Perak Mata Elang
221
Misteri Istana Kematian. Mundurnya Skin Perak Mata Elang
222
Misteri Istana Kematian. Si Topeng Hitam
223
Misteri Istana Kematian. Kaburnya si Topeng Hitam
224
Misteri Istana Kematian. Istana Pasemah Agung
225
Misteri Istana Kematian. Putri Nilam Sari
226
Misteri Istana Kematian. Pendekar Gila
227
Misteri Istana Kematian. Parang Praja
228
Misteri Istana Kematian. Teka-Teki
229
Misteri Istana Kematian. Senjata Rahasia Beracun
230
Misteri Istana Kematian. Menjajal Istana Kematian
231
Misteri Istana Kematian. Istana Kematian
232
Istana Kematian, Misteri Terungkap
233
Misteri Istana Kematian. Kekalahan Yang Menyakitkan
234
Misteri Istana Kematian. Terjebak
235
Misteri Istana Kematian. Sarsih Di Culik
236
Misteri Istana Kematian. Tewasnya Eyang Wira Cendana
237
Misteri Istana Kematian. Misteri Berakhir
238
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum
239
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. O2
240
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 03
241
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 04
242
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 05
243
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Amarah Dewi Selendang Kuning
244
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 07
245
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 08
246
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. 09
247
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Dendam Sang Penyamun
248
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Trisula Beracun
249
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Tewasnya Ujang Akra
250
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pendekar Tidak Di Kenal
251
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Ajian Trisula Membakar Bumi
252
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Tumpasnya Penyamun Beruang Hitam
253
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pendekar Bayaran
254
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kewajiban Seorang Satria
255
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa.
256
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa, 2
257
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pertarungan Semakin Memanas
258
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Dendam Seorang Teman.
259
Ilmu Cakar Besi Penghancur
260
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Ajian Kalajengking Merah
261
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Tumpasnya Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa.
262
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Empat Iblis Sekawan
263
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum, Empat Iblis Sekawan, Bag, 2
264
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum, Ronggo Tewas
265
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Tumpasnya Kelompok Empat Iblis
266
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Sepasang Topeng Hitam
267
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Sepasang Topeng Hitam, Bag, 2
268
Perguruan Alam Jagat
269
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum, Matinya Sepasang Topeng Hitam
270
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Jurus Pedang Kayangan, Pedang Pemecah Sukma
271
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum. Ajian Iblis Angkara Merah.
272
Sepak terjang Tiga Pendekar Mesum Berakhir
273
Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Rambut Merah dan Datuk Rambut Putih
274
Prahara Di Pulau Andalas. bag, 2
275
Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Setan Merah Mengacau Neraka
276
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 4
277
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 5
278
Prahara Di Pulau Andalas. Pedang Jagat Di Ambil Alih.
279
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 6
280
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 7
281
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 8
282
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 9
283
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 10
284
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 11
285
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 12
286
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 13
287
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 14
288
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 15
289
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 16
290
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 16
291
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 17
292
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam
293
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam 2
294
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Harimau Hitam menyerah
295
Prahara Di Pulau Andalas. Perguruan Gagak Hitam.
296
Prahara Di Pulau Andalas. Usil
297
Prahara Di Pulau Andalas. Keraguan.
298
Pengumuman Revisi (Hiatus)
299
Prahara Di Pulau Andalas. Jatandra Tewas
300
Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Panglima Hijau
301
Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Harimau Andalas.
302
Prahara Di Pulau Andalas. Sampai ke Perguruan Bangau Putih
303
Prahara Di Pulau Andalas. Perguruan Bambu Kuning di Santroni
304
Prahara Di Pulau Andalas. Pendekar Kelelawar Putih vs Macan Kuning
305
Prahara Di Pulau Andalas. Kekalahan Macan Kuning
306
Prahara Di Pulau Andalas. Kedatangan Macan Hitam dan Macan Jenggi.
307
Prahara Di Pulau Andalas. Ki Jaga Kelana
308
Prahara Di Pulau Andalas. Perjalanan berlanjut.
309
Prahara Di Pulau Andalas. Manusia Jadi-Jadian.
310
Prahara Di Pulau Andalas. Pukulan Inti Neraka
311
Prahara Di Pulau Andalas. Dalang
312
Prahara Di Pulau Andalas. Pencarian.
313
Prahara Di Pulau Andalas. Gagak Kuning
314
Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Gagak Setan Merah
315
Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu 'Golok Terbang Membelah Bukit.
316
Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
317
Prahara Di Pulau Andalas. Hancurnya Pedang Gagak Merah
318
Prahara Di Pulau Andalas. Ajian Gagak Iblis
319
Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu Gagak Iblis. Bag 2
320
Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Sora Gambang
321
Prahara Di Pulau Andalas. Pertemuan Yang Tidak Di Sengaja.
322
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Kala Hitam
323
Prahara Di Pulau Andalas. Kepedulian Para Sahabat
324
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Kala Hitam bag, 2
325
Prahara Di Pulau Andalas. Kekalahan Penyamun Kala Hitam
326
Prahara Di Pulau Andalas. Kedatangan Iblis Kelelawar
327
Prahara Di Pulau Andalas. Pembunuh Bayaran Dari Muathai
328
Prahara Di Pulau Andalas. Tujuh Pedang Pembunuh.
329
Prahara Di Pulau Andalas. Di Cegat
330
Prahara Di Pulau Andalas. Tobatnya Begal Harimau Merah
331
Prahara Di Pulau Andalas. Ketenangan
332
Prahara Di Pulau Andalas. Keributan Di Kedai Ki Syarif
333
Prahara Di Pulau Andalas. Kamon Dan Kla
334
Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu Pedang Iblis Kematian
335
Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
336
Prahara Di Pulau Andalas. Bantuan Para Sahabat
337
Prahara Di Pulau Andalas. Klaew Kla Vs Jaka Kelana
338
Prahara Di Pulau Andalas. Klaew Kla Gugur
339
Prahara Di Pulau Andalas. Ajian 'Pedang Naga Pemecah Sukma'.
340
Prahara Di Pulau Andalas. Kittibun dan Klahan tewas
341
Prahara Di Pulau Andalas. Musuh Yang Sulit Di Kalahkan
342
Prahara Di Pulau Andalas. Mengambil Jalan Damai
343
Prahara Di Pulau Andalas. Tinggal Menghitung Hari.
344
Prahara Di Pulau Andalas. Penyamun Bukit Kayangan
345
Prahara Di Pulau Andalas. Tuan Tanah Desa Bukit Kayangan
346
Prahara Di Pulau Andalas. Rencana Anggala
347
Prahara Di Pulau Andalas. Menyelamatkan Anak-anak Yang Di Sandera
348
Prahara Di Pulau Andalas. Orang-orang Desa Bukit Kayangan
349
Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Wangsala dan Datuk Wangsaka
350
Prahara Di Pulau Andalas. Saling Berhadapan
351
Prahara Di Pulau Andalas. Racun Harimau Hitam
352
Prahara Di Pulau Andalas. Racun Harimau Hitam, 2
353
Prahara Di Pulau Andalas. Terlukanya Datuk Wangsala
354
Prahara Di Pulau Andalas. Kecemasan Tuan Tanah
355
Prahara Di Pulau Andalas. Keris Selaksa Hijau
356
Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Surya Karta
357
Prahara Di Pulau Andalas. Jelang
358
Prahara Di Pulau Andalas. Peramal Pikun
359
Prahara Di Pulau Andalas. Para Pendekar Berkumpul
360
Prahara Di Pulau Andalas. Keputusan Anggala
361
Prahara Di Pulau Andalas. Purmana Tiga Belas
362
Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Lama
363
Prahara Di Pulau Andalas. Keroyokan
364
Prahara Di Pulau Andalas. Pedang Jagat
365
Prahara Di Pulau Andalas. Macan Kuning vs Singo Abang
366
Prahara Di Pulau Andalas. Patahnya Pedang Jagat
367
Prahara Di Pulau Andalas. Tewasnya Merak Sati
368
Prahara Di Pulau Andalas. Racun Selaksa Geni
369
Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Wangsaka Tewas
370
Prahara Di Pulau Andalas. Dendam Si Elang Emas
371
Prahara Di Pulau Andalas. Matinya Elang Hitam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!