Kembali pada perjalanan pangeran Anggala, yang jatuh ke jurang.
Sementara itu Tiga Pendekar telah berhasil mengusir kelompok Kepala Besi, namun mereka belum berhasil menemukan sang Pangeran, mereka berharap Pangeran mereka tidak mengalami suatu apa pun.
Pangeran Anggala yang jatuh ke jurang tak sadar kan diri, beruntung saat dia jatuh, Burung Raksasa peliharaan Pertapa Naga melihat dan berhasil menyelamatkannya, Rajawali Raksasa itu membawannya ke lembah naga.
"RAaark..! Waak....!"
Sang Rajawali memanggil tuannya yang sedang bertapa itu, karna sang Pertapa mengerti bahasa Rajawali, Pertapa Naga keluar dari goa.
"Ada apa, Rajawali?" tanya Pertapa Naga, "Siapa yang kau tolong?" tanya Pertapa Naga lagi.
Pertapa Naga memeriksa bocah di hadapannya, begitu melihat luka sang bocah, ia kaget bukan kepalang.
"Pukulan Tapak Besi, bisa di tahan bocah ini, tubuh bocah ini begitu sempurna untuk menjadi seorang Pendekar.!" gumamnya. Sang Pertapa membawa pangeran Anggala ke dalam goa dan membaringkannya pada sebuah dipan, ia membuka baju pangeran Anggala, ia melihat sebuah kalung Kerajaan bertuliskan hurup sangsakerta bertuliskan Anggala.
"Bocah ini Bangsawan, tapi tubuhnya begitu bagus," gumamnya dalam hati, sang Pertapa menyimpan kalung itu ke dalam sebuah kotak kayu, ia lalu mengambil sebuah kotak kecil dan mengambil semacam pil lalu memasukkannya ke dalam mulut Pangeran Anggala, Pertapa Naga pun juga naik ke dipan itu, ia menyandarkan Pangeran Anggala pada tangannya, lalu mengalirkan tenaga dalam pada tubuh Pangeran Anggala. Setelah selesai dia kembali membaringkan kembali Pangeran Anggala di atas dipan.
****
Kembali ke medan perang, setelah kedatangan Pendekar Naga Sakti, keaadaan berbalik, prajurit kerajaan yang tadinya hampir kalah, menjadi menang, karna para prajurit pemberontak itu lansung menyerahkan diri begitu melihat pemimpinnya tewas, para tokoh hitam yang mendukung Pangeran Sesepuh melarikan diri, karena mereka merasa takkan menang menghadapi kesaktian pedang Naga Sakti milik Pangeran Lesmana, baginda Jaksana telah di obati Lesmana dan segar kembali.
"Terima kasih saudaraku, kau telah menyelamatkan aku dan Kerajaan," ucap Baginda Raja, "pulanglah ke istana, kau sudah lima tahun tidak pulang ke istana," tambahnya.
"Tidak saudaraku, jika aku kembali bersamamu, rakyat akan menyangka aku mau kembali jadi Raja," tolak Lesmana yang bergelar pendekar naga sakti.
"Setidaknya bermalamlah di sini satu malam ini, aku banyak cerita untukmu, lagian kita sudah lama tidak makan bersama," tambah Baginda Jaksana.
"Baiklah, kalau satu malam ini," jawab Lesmana sambil tersnyum, "Aku juga banyak cerita untukmu," tambah Lesmana sambil tertawa ringan, hari itu mereka habiskan bercerita dan makan bersama, sampai larut malam mereka asik berbagi cerita, mereka tampak begitu bahagia, seakan tak ada yang terjadi.
****
Kembali ke Lembah Naga sang pangeran belum siuman, sang pertapa membuat makanan dan ramuan obat, ia tau kalau bocah yang di obatinya akan cepat siuman, tidak lama terdengar suara batuk pertanda pangeran telah siuman, sang pertapa pun menghampirinya.
"Tetaplah berbaring dulu, Cu. Kau telah pingsan hampir dua hari, jadi keadaan tubuhmu lemah, walau luka dalammu, sudah sembuh,'' kata sang kakek duduk di samping dipan di tangannya membawa sipiring nasi, beserta sepotong ikan dan semangkuk obat.
"Kakek akan menyuapimu makanan ini jangan banyak tanya dulu, simpan tenagamu untuk esok," kata sang pertapa seraya menyuapi nasi dengan lauknya ke mulut pangeran Anggala.
Anggala hanya mengangguk pelan mengikuti perintah sang kakek, dia juga merasa tubuhnya begitu lemah. Lagian ia belum makan dari dua hari yang lalu, setelah selesai makan, kakek pertapa meminumkannya ramuan obat sehingga Pangeran Anggala merasa ngantuk dan akhirnya tertidur pulas hingga pagi.
.
******
Pagi di perkemahan, pagi-pagi Lesmana sudah bangun, setelah sarapan pagi ia lansung minta izin Baginda Jaksana, untuk melanjutkan perjalanannya kembali ke lembah naga, tempat gurunya tinggal yaitu Pertapa Naga yang masa mudanya di kenal dengan Satria Naga.
Begitu keluar dari perkemahan Lesmana melesat dengan ilmu lari cepatnya, sehingga ia sampai ke padang rumput yang hijau, yang tidak banyak pepohonannya.
Suiitt...! Suitt......!
Lesmana bersiul melengking seperti memanggil sesesuatu, tidak lama tampak di udara seekor burung Rajawali raksasa menukik deras ke arahnya.
"RrAaaak.....! Raark....!" rajawali raksasa itu seakan menyapa Lesmana begitu turun. Rajawali ity lansung menyodorkan kepalanya ke arah Lesmana sebagai tanda ia rindu bertemu Lesmana, Lesmana memeluk leher besar sang rajawali sambil menggosok-gosok paruh rajawali.
"Ya, ya, aku juga rindu padamu rajawali," kata Lesmana sambil melompat ke leher rajawali dan duduk di atasnya, begitu tuannya duduk, Rajawali melesat cepat ke udara, mereka lansung ke arah lembah naga, rajawali menceritakan dia menolong bocah lima tahun yang jatuh dari jurang dan sekarang di rawat sang guru di lembah naga.
"Tampaknya ramalan kakek benar, aku akan dapat seorang murid dalam waktu dekat ini," guman Lesmana dalam hati, tidak terasa mereka telah sampai ke lembah naga.
"Raaark...! Raaark...!"
Rajawali memberi tau kedatangannya. Lesmana lansung masuk menemui sang guru.
"Assalamualaikum, Guru," ucap Lesmana sambil menyalami sang guru, mereka berdua ber jalan ke arah Pangeran Anggala yang duduk di atas dipan, Pangeran Anggala masih tampak bingung.
"Dia mengalami luka dalam," kata sang kakek, "Tapi tulangnya sangat bagus, tampaknya dia anak bangsawan Kerajaan, di kalungnya ada nama Anggala," tambah sang kakek.
"Jangan-jangan! Dia Pangeran Anggala anak sepupuku, Raja Mandalika?" gumam Lesmana dalam hati.
"Ujung namanya adalah namaku, itu yang di ceritakan Jaksana tadi malam," gumam Lesmana lagi, mereka mendekati Anggala dan menghampirinya,
"Bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya Lesmana.
"Baik, Paman. Kakek merawat dan mengobati saya, Paman siapa,?" Anggala balik bertanya, "Sa.. Saya siapa, Paman? Saya tidak ingat siapa saya?" kata Anggala hampir menangis.
"Dia kehilangan ingatan sementara waktu?" ujar Pertapa Naga.
"Namamu, Anggala. Kau murid paman sekarang," kata Lesmana sambil memegang pundak Anggala, "Istirahatlah dulu, pulihkan tenagamu," tambah Lesmana.
"Saya merasa baikan, bahkan saya merasa badan saya ringan, Paman," jawab Anggala. Pertapa naga mengambil sebuah kitab dan memberikannya pada Anggala.
"Apakah kau bisa membacanya," tanya sang kakek.
Anggala menerima kitab itu dan membukanya, "Bisa kek," jawab Anggala.
"Bacalah dan hapalkan isinya," ujar sang kakek sambil berlalu. Sedang Anggala sibuk membaca dan mempraktekkan isi kitab itu, walau sambil duduk di atas dipan, sementara Lesmana si pendekar naga sakti dan kakek si pertapa naga, berbincang bincang.
"Guru, ini kitab Tapak Sakti yang guru suruh ambil dari Iblis Tangan Kilat," kata Lesmana sambil menyerahkan sebuah kitab kepada sang guru.
"Baiklah, aku akan menyimpannya. Kalau tokoh-tokoh hitam itu menginginkannya, biar mereka mencariku kesini.!" jawab Pertapa Naga.
.
Bersambung...
jangan lupa like, vote, favorit nya ya,
Terima kasih banyak.
Salam Author baru..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 371 Episodes
Comments
baca yg gue suka
baru baca. dialognya trasa kaku.
klo ceritanya seru ya lanjut
2023-07-02
0
Abd Hasyim
mantap
2023-03-12
0
Ir Syanda
Lanjut thor ceritanya bagus!
2023-01-31
1