"Hoamm .." aku menguap lagi saat di kelas.
"Kau sudah berulang kali melakukannya." bisik Shika yang duduk disebelahku.
"Shin, kau tetep ganteng. Bahkan saat tidur." goda Igarashi.
Hhm, Terserah deh mau ngomong apa. Aku ngantuk !! Mau tidur! Karena semalaman begadang meringkus para penjahat menyebalkan itu. Aku jadi super ngantuk banget!
"Rheu, bangun!" seseorang mendobrak mejaku.
"Hoamm ... Bentar lagi deh. Aku masih ngantuk sekali." tak kuhiraukan dia dan aku kembali tidur.
"Rheu!" kali ini suaranya lebih kencang. Dan aku merasa super terganggu.
"Apaan sih? Ganggu orang tidur aja!" aku mendongak ke atas dan aku sudah melihat seorang pria dengan kacamata minus dan kumis super tebal.
"Eh, Pak Guru ..." aku nyengir kecil.
"Kau keluar dan cuci muka sana!"
"Hmm oke." aku langsung ngeloyor pergi tapi tidak ke toilet. Aku pergi ke Lab. Bahasa yang sepi. Dan kuputuskan untuk tidur lagi. Hahaha ... Selamat tidur.
"Kak Rheu." kedengar suara seorang cewek. Pasti ini cuma mimpi. Tak kuhiraukan. "Kak ..." kudengar lagi. Kubuka mataku perlahan. Kulihat seorang cewek sedang berdiri disampingku. Aku duduk dan melihat jam tanganku. Jam 12. Itu berarti aku tidur disini 2 jam. Lega sekali rasanya.
"Kau siapa?" tanyaku pada gadis tadi. Aku berdiri dan menggerak-gerakkan tubuhku.
"Aku Ai, kak. Kakak tidak mengenaliku?"
"Ai?" aku mengingat-ingat. Siapa ya? Aku lupa. Ehm, Oh iya ... Ai yang kemarin malam nelpon aku. Aku baru ingat. "Oh iya. Aku ingat."
"Kakak kenapa bolos?"
"Aku cuma mau tidur saja. Hehe ..." aku tertawa kecil.
"Kakak bandel ya." Ai ikut tertawa.
Hehe ... Beginilah aku, terkadang suka bolos saat jam pelajaran. Habis darurat. Aku ngantuk banget.
"Oya Ai. Aku harus segera pergi. Bye." aku berjalan hendak pergi.
"Kak Rheu!" panggilnya lagi.
" Hmm, Ya?" aku menghentikkan langkahku dan berbalik. Ai berlari kecil mendekat.
" Kak, hari ini aku buat kare untuk kakak makan siang. Kakak mau kan? Ini ..." Ai menyodorkan kotak makannya padaku.
"Oke. Trims yah." aku melempar senyuman dan kuterima kotak makan tadi. "Bye!" aku bergegas meninggalkannya. Aku jadi teringat sama Yuko deh. Bagaimana keadaanya ya? Kemarin dari Pier 10 aku langsung pulang. Aku menimang-nimang kotak makan tadi dan memasuki kelasku. Disitu cuma ada beberapa siswa-siswi saja. Soalnya jam istirahat.
"Shin, darimana saja kau? Kau menghilang begitu saja." todong Igarashi. Aku nyengir kecil lalu duduk disebelahnya.
"Aku tidur di Lab. Habis ngantuk sekali!" sahutku.
"Sayang sekali kau melewatkan pelajaran kemasyarakatan deh. Ini apa?" Igarashi merebut kotak makan pemberian Ai tadi.
"Makan siang."
"Sejak kapan kau bawa makan siang dari rumah?" tanya Aso.
"Wow, kare ya? Baunya enak. Buat aku saja ya." Ibby merebutnya dari Igarashi.
"Terserah kau saja lah. So, tanganmu sudah tidak apa-apa?" kutatap Aso yang lengannya diperban.
"Tidak apa-apa kok. Cuma luka seperti ini aku sudah terbiasa." Aso nyengir.
"Huu! Dasar kau ini!" Ibby menjitak kepala Aso.
" Hei, apa yang kau lakukan? Sakit tau!!" ketus Aso
"Habis kamu sih. Sok kuat. Hehe" goda Ibby.
"Dasar rambut nanas!" balas Aso.
"Apa kau bilang, Anak mami?" Ibby tak mau kalah.
"Rambut nanas!"
"Anak mami ... Anak mami ... Anak mami yang manja ..." Ibby melakukan pose aneh meledek Aso.
"Aku bukan anak manja, ngerti!"
"Lalu kenapa dulu saat kita ada rapat malam-malam mamamu mencarimu?"
" Itu ... Ehm .. Itu aku juga tak tau."
"Anak mami ya tetep anak mami yang manja!"
"Sudah! Sudah! Kalian ini seperti anak kecil saja tau." Shika menengahi.
Hoho ... Biasanya yang saling olok-olokan itu aku dengan Aso. Tapi kali ini aku cukup menjadi penonton saja. Aso dan Ibby saling duduk membelakangi.
"Iga, tolong kamu buatin selebaran untuk pencarian anggota baru VCPD ya!" perintahku.
"What? Memangnya kita sedang membuka pendaftaran untuk anggota baru, Shin?" tanya Igarashi.
"Kamu serius, Shin?" tanya Aso dan Ibby bareng. Mereka saling bertatapan tajam lalu membuang muka.
"Gyahahaha!" aku tertawa. "Kalian seperti anak perempuan saja."
"Diam!" teriak Aso dan Ibby bareng.
"Well, terserah kalian saja. Kakek menyuruhku mencari anggota baru. Karena kurang efektif kalau cuma berlima. Rencananya aku mau menambah 3 orang lagi. Kita akan adakan audisi. Bagaimana?"
"Oke juga tuh. Kapan audisinya?" tanya Shika.
"Dua hari lagi. Jadi kau, Iga. Brosurnya harus selesai besok pagi ya. Lalu kita sebarkan besok."
"Oke, Shin-sama. Serahkan saja padaku."
"Iga, Ehm, Bagaimana keadaan Yuko?" tanyaku.
"Yuko baik-baik saja. Pelurunya berhasil diambil kemarin. Bahkan dia sudah masuk sekolah hari ini."
Aku harus bertemu Yuko. Harus! Aku harus tau alasan dia bekerja untuk perampok itu.
"Shin, kau mau kemana?" tanya Igarashi.
"Aku ada urusan."
Aku pergi ke kelas Yuko.
"Maaf, Yuko Nanohana-nya ada?" tanyaku pada teman sekelasnya.
"Oh, bentar ya kak. Biar kupanggilkan." Gadis tadi masuk ke dalam kelas dan beberapa saat Yuko datang.
"Kak Rheu. Ada apa, Kak?"
"Ehm, aku cuma tau keadaanmu."
"Aku baik-baik saja, Kak." dia tersenyum manis.
"Yuko. Kenapa kau bekerja dan mau menjadi kaki tangan para perampok itu?"
"Sebenarnya ... Aku melakukannya karena terpaksa kak. Mereka juga telah merampok di toko ibuku. Saat perampok itu melihatku mereka tiba-tiba saja mereka menyuruhku melakukan semua itu. Kalau aku tidak mau, mereka mengancam akan membakar toko ibuku. Aku tak punya pilihan lain saat itu, Kak. Maaf kak, Rheu."
"Maafin aku juga ya. Kemarin aku sudah marah-marah sama kamu. Tapi, kenapa melindungiku kemarin? Kau tau itu sangat berbahaya."
"Aku ... Nggak mau kakak ... Ehm maksudku aku cuma berusaha menebus kesalahanku saja."
"Kau bilang kemarin kau menyukaiku. Apa itu benar?" kutatap sepasang mata bening yang indah itu. Tapi tiba-tiba dia menunduk.
"Kenapa diam?"
"Ehm, Sebenarnya ..."
"Yuko, kau dipanggil bu Narusegawa." teriak seorang gadis teman sekelas Yuko.
"Ehm, Maaf kak. Tapi aku harus pergi." katanya lalu pergi meninggalkanku. Dia menjatuhkan sebuah buku bercover pink. Kuambil saja deh, dan akan kuberikan padanya nanti. Aku pergi ke kelasku lagi sambil kutimang-timang buku tersebut.
...***...
"Hei! Brosurnya sudah jadi." pagi-pagi sekali Igarashi memperlihatkan brosur buatannya itu. Kulihat dan kubaca.
"Oke. Shika, Ibby, dan kau Aso. Sebarkan brosur ini pada murid-murid di sekolah ini! Terutama yang kelas 3." perintahku.
"Kenapa kita? Kau ngapain?" protes mereka bertiga dengan wajah menyeramkan.
"Dasar! Lakukan saja! Aku ada tugas lain!" kataku langsung ngeloyor pergi.
Yesss! Aku akan ke kelas Yuko. Hohoho... Yang kusukai saat menjadi ketua VCPD adalah bisa menyuruh-nyuruh mereka. Hehehe.
"Yuko Nanohana-nya ada?" tanyaku pada teman sekelas Yuko. Tiba-tiba Yuko datang.
"Itu dia!" kata gadis tadi.
"Hai Yuko. Aku mau balikin buku kamu yang terjatuh kemarin." kusodorkan sebuah buku bercover pink padanya.
"Oh, Aku kira sudah hilang. Thanks, Kak."
"Well, sama-sama. Ehm, Kemarin kamu belum menjawab pertanyaanku."
"Oh, itu ya. Tidak apa-apa kok. Itu tidak penting."
"Tidak. Justru itu sangat penting."
"Ehm, Sebenarnya ..."
"Jadi ini yang kau sebut tugas?!" tiba-tiba Aso, Shika, dan Ibby sudah datang.
"Kalian ..." kataku tak percaya. Dasar mengganggu saja mereka ini. 😩 Awas saja kalian ya.
"Yuko, kita harus pergi. Biasa, Tugas rahasia." kata Aso. Lalu mereka bertiga memaksaku ikut mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Memang tugas kalian sudah selesai?" kataku kesal.
"Kita susah-susah nyebarin selebarannya, tapi kau malah enak-enakan pacaran ya!" kata Ibby kesal.
"Kita diomel-omelin orang tau!" Shika menceritakan yang mereka alami saat menyebarkan brosur tadi.
Rewind..
"Ayo silakan bergabung dengan VCPD! Karena VCPD sedang membuka pendaftaran untuk anggota baru." Shika mempromosikan.
"VCPD? Apaan tuh? Kayaknya aku belum pernah dengar." tutur seorang cowok.
"Itu loh ... Organisasi yang dipimpin Rheu!" kata yang lainnya.
"Oh yang itu. Wow ... Aku mau ikut ah. Biar bisa ikutan populer."
"Hei! Jadi kalian hanya mau numpang biar populer saja?!" Shika sewot.
"Sudah! Sudah! Ayo kita pergi!" Ibby menarik Shika menjauh dari mereka.
Tiba-tiba ada segerombolan gadis yang sedang ngerumpi.
"Aku akan ikutan audisi. Aku mau ketemu kak Rheu terus sih."
"Iya, aku juga. Kak Aso juga cakep."
Emosi Shika terpancing lagi. Dan dia marah-marah kepada para gadis tadi.
"Kalian! Kalian ingin bergabung dengan VCPD cuma karena Rheu dan Aso?"
"Eh sudah-sudah! Maafin dia ya." Ibby nyengir lalu menarik Shika.
Setelah mendengar cerita Shika aku tertawa terbahak-bahak. Hohoho. Ternyata aku sepopuler itu ya?
"Mereka mengingat VCPD itu karena kau saja. Dan kita hanya dianggap sampah." kata Ibby.
"Eh sudah! Sudah! Kalian kenapa sih?" Igarashi menengahi.
"Kalian mudah sekali sih diprovokasi? Polisi macam apa kalian ini?!" kataku.
"Aku tak mau kalau aku hanya dianggap sampah!" kata Shika lalu pergi meninggalkan kita.
"Bagaimana ini?" tanya Igarashi.
"Sudahlah. Biarkan saja dia. Nanti juga balik lagi." sahut Aso.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
shika. ternyata sesosok lelaki tampan
2024-01-13
0
⧗⃟ᷢʷ
semakin ganteng visual tambah semangat tuh
2022-09-27
2
💐⃞⃝⃟⍣⃝🌺﷽🅲🅰🅷🅰🆈🅰﷽🌹 ⃞⃝⃟꧂
sabar ya Shika, hidup itu penuh ujian, ya termasuk, itu yang dianggap sampah, itu sedang menguji kesabaran mu. 😌
2022-08-24
1