Dua jam berlalu dengan cepat, Qin San yang dari tadi duduk dan berbincang bincang dengan Ye Xin Ru mendengar suara Jendral Xiao Long.
"Tuan putri kita sudah sampai di depan gerbang masuk kota yegang."ucap jendral Xiao Long Memberi Informasi.
"ya cepatlah masuk."ucap Ye Xin Ru datar di dalam gerbong.
"Baik Tuan Putri."ucap Jendral Xiao Long.
Jendral Xiao Long lalu menyuruh Kusir di sampingnya untuk masuk ke kota yegang dan di ikuti oleh para prajurit yang mengawal Ye Xin Ru.
Penjaga di depan gerbang yang melihat pasukan Kekaisaran Ye mereka langsung menyingkir dan mempersilahkan mereka masuk.
"Apakah kau akan kembali ke istana kekaisaran Ye." ucap Qin San yang masih menyesap teh yang entah sudah berapa banyak.
"Hm ya apakah kau mau ikut bersamaku ke istana kekaisaran Ye."ucap Ye Xin Ru mengajak Qin San.
"Mungkin lain kali saja, aku sekarang tidak akan menambah musuh terlebih dahulu dan juga aku ingin berjalan jalan di kota ini sambil menunggu Tournamen tiba."ucap Qin San yang tidak ingin ikut dengan Ye Xin Ru.
Karena ia yakin banyak orang yang menyukai Ye Xin Ru dan bila orang orang itu mengetahui hubungan Ye Xin Ru dan Qin San pasti mereka akan membuat masalah dengan Qin San.
Sebenarnya bukan Qin San yang pengecut bila ia harus menghadapi para tuan muda atau pangeran yang menyukai Ye Xin Ru tetapi ia juga ingin untuk hidup tenang terlebih dahulu karena kehidupanya yang dulu dan sekarang sama sama sulit bahkan mungkin lebih sulit yang sekarang karena ia mengemban tugas yang di berikan oleh Naga Takdir.
Ye Xin Ru yang mendengar Qin San menolaknya untuk ikut ke istana kekaisaran Ye hanya mengangguk sedikit kecewa karena ia rencananya ingin memperkanalkan Qin San ke orang tuanya.
"Jangan sedih setelah Tournamen aku berjanji akan menemuimu."ucap Qin San yang melihat Ye Xin Ru yang terlihat kecewa karena penolakanya untuk ikut.
"Aku akan menunggumu."ucap Ye Xin Ru yang melihat ke arah Qin San.
"Baiiklah, Kalau begitu aku pergi dulu."ucap Qin San dengan tanganya mengambil doupeng untuk menutupi wajahnya.
Qin San lalu melangkah keluar dari gerbong.
Tapi sebelum Qin San melangkah keluar Ye Xin Ru lalu menarik Tanganya berjinjit dan mencium Pipi Qin San.
Cup..
Qin San yang di cium pipinya ia tercengang dengan pipinya memerah.
Ye Xin Ru yang melihat Qin San yang pipinya merah ia hanya tersenyum.
Qin San yang masih tercengang kembali sadar dan ia mengelus kepala Ye Xin Ru lalu ia juga mencium kening Ye Xin Ru.
Setelah mencium kening Ye Xin Ru,Qin San lalu berbalik dan berkata.
"Sampai jumpa kembali dan jaga dirimu baik baik."ucap Qin San yang lalu meninggalkan Gerbong Ye Xin Ru.
........
"Kota Yegang ini lumayan bagus meskipun tidak sebagus kota Qinar Di kekaisaran Qin."ucap Qin San dengan membandingkan kota yang ada di ingatan tubuh ini sebelumnya.
"Karena pendaftaran akan di mulai besok aku akan mencari rumah makan dan penginapan terlebih dahulu."ucap Qin San yang sedang ingin makan.
Sebenaranya orang yang mencapai ranah half saint mereka tidak perlu makan karena orang yang sudah mencapai half saint hanya perlu energi Qi Di sekitar agar tubuh mereka tetap sehat.
Qin San pun mulai mencari rumah makan dengan penglihatan spiritualnya setelah ia menemukanya, ia langsung bergegas menuju ke rumah makan tersebut.
Sebelum ia sampai ke rumah makan Qin San melihat seorang pemuda bersama para bawahanya yang memukuli anak kecil sampai anak itu babak belur di setiap bagian wajahnya.
Tapi anehnya tidak ada yang menolong anak itu padahal banyak orang yang berlalu lalang di tempat itu.
"Tuan muda bagaimana kalau kita bunuh saja anak ini dan berikan makan pada anjing."ucap salah satu bawahanya yang menggunakan jubah berwarna hijau.
"Menurutku lebih baik kita jual anak ini saja ke penampungan budak dengan begitu kita akan mendapatkan untung."ucap bawahan dengan jubah berwarna kuning.
"Benar juga saranmu dengan menjual anak ini pasti kita akan mendapatkan untung walaupun tidak banyak itu cukup untuk membeli anggur."ucap tuan muda menyetujui perkataan dari bawahanya yang berjubah kuning.
"Tapi luka anak ini sangat parah bagaimana kita bisa menjualnya pasti tempat penampungan budak itu tidak mau membeli anak ini."ucap bawahan tuan muda memperhatika kondisi anak yang dipukulinya.
Qin San yang mendengar perbincangan mereka langsung datang menghampiri mereka.
"He apakah pemuda sekarang suka menindas anak kecil, benar benar memalukan."ujar Qin San dengan senyum mengejek.
Tuan muda itu yang mendengar suara orang yang mengejeknya ia lalu menoleh ke asal suara itu, untuk melihat orang yang mengejeknya.
Tuan muda yang melihat orang memakai doupeng di sampinganya ia berkata.
"Siapa kau beraninya kau mencampuri urusanku apakah kau tak tau siapa aku."ucap tuan muda memandang Qin San yang memakai doupeng dengan marah.
"Cih aku tak peduli siapa kau bahkan jika Kau adalah seorang kaisar aku tidak peduli, Orang sepertimu seharusnya tidak ada di sini, orang sepertimu lebih pantas tinggal di hutan dari pada di kota ini."ucap Qin San yang muak oleh orang yang selalu memanfaatkan latar belakangnya.
"Cih dasar orang yang sombong untuk orang yang tidak memiliki kultivasi,jika kau cari mati aku akan menurutimu."ucap Tuan muda itu dengan melihat ke arah tubuh Qin San yang tak bisa merasakan energi Qi di dalamny dan melesatkan tinjunya ke arah Qin San.
Tuan muda itu tak bisa melihat kultivasi Qin San karena Qin San adalah dewa kehampaan atau bisa juga di sebut dewa kekosongan yang di tubuhnya adalah Qi Kekosongan yang tidak bisa di lihat oleh orang yang dengan kultivasi rendah bahkan jika yang melihat adalah orang yang memiliki kultivasi di atas Qin San belum tentu bisa melihatnya.
Qin San yang melihat Tuan Muda itu melesatkan tunjunya ke arahnya hanya diam tak bergerak.
"Tinju naga api."ucap Tuan muda dengan siluet naga yang muncul di belakang Tuan muda.
BOOOOMMM
Ledakan terdengar yang mengejutkan orang orang yang ada di jalan itu dan mulai menghampiri tempat yang terjadi ledakan.
"Hm pasti orang itu telah mati karena menerima teknik pukulan dari tuan muda."ucap bawahan itu melihat kepulan asap yang terjadi akibat ledakan.
Asap yang mengepul mulai hilang dan memperlihatkan tinju tuan muda mengenai tepat di dada Qin san tetapi Qin San yang terkena pukulan terlihat baik baik saja.
"Apakah hanya ini pukulan terkuatmu, jika iya kau harus segera mengakui kekalahanmu,Jika tidak mungkin kau akan mati disini."ucap Qin San mengejek teknik tuan muda.
"Apakah ia masih manusia bagaimana tubuh orang ini sangat kuat."batin tuan muda melihat Qin San.
R
..............
BERSAMBUNGG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
MATADEWA
Hapus yg tdk penting.....
2024-08-02
0
Sang M
qin san ini dancook bunuhh... jadilah kejam pada orang jahat
2024-02-28
0
Abu Fadhila
selalu saja ada pengulangan kata, tuan muda di belakang tuan muda, yang-yang, penguasaan bahasa Indonesia yg amburadul.
2023-10-28
1