Di dalam mobil, Leora terdiam di tempatnya begitu gugup.
Dalam hatinya ia sangat ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi apakah pria itu akan mempercayainya.
Setelah mengumpulkan keberaniannya, akhirnya Leora mengangkat wajahnya. 'Kalau tidak sekarang, mungkin tidak akan ada lagi waktu yang paling tepat.' Gumamnya menatap Angkasa.
Namun Ia baru saja akan berbicara saat mobil tiba-tiba berhenti.
"Turun." Perintah Angkasa membuat Leora menjadi sangat panik.
"A,, apa maksudmu?" Tanya Leora yang berpikir dirinya akan ditinggalkan di tengah jalan.
Namun pria di sampingnya hanya menoleh sesaat sebelum Angkasa membuka pintu mobilnya lalu keluar.
Leora tak tinggal di diam dan mengikuti pria itu. Mereka masuk ke salah satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di kota itu.
Ketika berjalan masuk, banyak orang memandangi Leora.
"Model internasional Leora!"
"Astaga,, siapa pria culun yang sangat beruntung pergi bersama Leora?" Beberapa orang di sepanjang jalan saling berbisik-bisik.
Hal tersebut membuat Leora sangat risi sembari terus berjalan dengan wajah tertunduk.
Mereka akhirnya tiba di salah satu tokoh terkenal. Toko itu menjual pakaian dan aksesoris milik lelaki.
Setelah Angkasa memilih beberapa set pakaian, ia kemudian pergi ke toilet.
Leora terus ikut sampai akhirnya pria itu akan memasuki toilet dan berbalik memandangnya "Diam di sini!" Perintah Angkasa.
"Baik." Jawab Leora.
Setelah berdiri beberapa saat, Leora dikejutkan dengan dua orang gadis remaja yang berlari ke arahnya.
"Kak Leora, bolehkah kami berfoto dengan kakak?" Tanya dua gadis itu dengan wajah penuh harap.
"Maaf, aku bukan Leora, aku saudara kembarnya, Liona." Ucap Leora.
"Kakak saudara kembarnya? Tapi,, aku melihat kakak sangat mirip dengan yang ada di majalah." Kata salah seorang gadis sambil mengamati Leora dengan seksama.
'Ya Ampun, gadis-gadis ini saja dapat mengenaliku seperti ini. Mengapa keluargaku tidak?' pikir Leora sambil melepas kacamatanya.
"Kalian tidak percaya?" Tanya Leora.
"Ahh, maaf Kak." Kedua Gadis itu meminta maaf pada Leora setelah melihat mata bengkak Leora.
"Tidak masalah. Kalian bisa pergi." Ucap Leora sambil tersenyum.
Namun ia tidak menyadari kalau percakapannya itu telah didengarkan oleh sekumpulan gadis lain yang baru saja keluar dari toilet wanita.
"Ohh,, ini dia teman kita!" Kata sala seorang dari mereka lalu ke-10 Gadis itu mengerumuni Leora.
"Maaf, siapa kalian?" Tanya Leora karena ia tidak mengenali mereka.
"Siapa? Setelah mengaku sebagai Liona pada dua gadis tadi, apa sekarang kau akan mengaku sebagai Leora di depan kami?" Ucap gadis berambut pirang itu.
Leora menghela nafas, 'Mereka pasti teman-teman sepergaulan Liona.'
"Apa mau kalian?" Tanya Leora dengan kesal.
Salah satu gadis menjulurkan tangannya dan menarik kacamata Leora.
"OMG! Ada apa dengan matanya?! Apakah ketua Genk kita habis dibuat menangis oleh seseorang?" Ucap sala satu gadis sebelum sekumpulan Gadis itu tertawa terbahak-bahak.
"Sudah teman-teman, Jangan tertawa, Jangan mengejek ketua Genk kita. Nanti dia kabur lagi." Ucap gadis berambut pirang.
"Cepatlah katakan, kalian mau apa?" Tanya Leora yang sudah mulai panik jika saja Angkasa keluar dari kamar mandi dan melihatnya dikerumuni gadis-gadis itu. Bisa panjang masalahnya.
"Ohaha,, ketua kita mulai marah. Kami di sini hanya mau menagih hutangmu!" Ucap Gadis berbaju pirang sambil melototi Leora dengan bibir tersenyum.
"Hutang? Hutang apa?" Tanya Leora tak mengerti.
"Hais!! Kau berpura-pura lagi. Cepat saja berikan semua yang yang kau punya!" Ucap Gadis berambut pirang itu mulai menggeledah tubuh Leora.
Namun ia mundur sambil berdecak saat tak mendapati satu pun benda berharga di tubuh Leora.
"Dia tak punya uang? Itu tidak mungkin!" Ucap sala satu gadis memandangi Leora dengan heran.
"Seret dia guys!" Perintah gadis berambut pirang sebelum dua orang gadis lainnya langsung memegangi masing-masing lengan Leora.
"Lepaskan!" Ucap Leora memberontak hingga menjatuhkan dua gadis itu.
8 gadis yang sudah berjalan pergi langsung berhenti dan kembali memandangi tiga garis di belakang mereka.
"Gadis tengik!" Ucap gadis berambut pirang, ia berjalan mendekati Leora dan menumpahkan kopi di tangannya.
Kopi itu menyiram sekujur tubuh Leora. "Kami tunggu kau di luar!" Ucap gadis berambut pirang itu.
"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Angkasa yang tiba-tiba saja keluar dari toilet pria.
"Siapa kau? Kau mengenalnya?!" Ucap gadis berambut pirang sambil mengamati Angkasa yang berdiri dengan wajah datar.
"Aku tanya, apa yang kalian lakukan?!" Lagi tanya Angkasa dengan kemarahan memenuhi suaranya serta tatapan yang mengandung kekejaman.
Ke-10 gadis yang melihat angkasa langsung mundur beberapa langkah.
"Bagaimana ini?"
"Iya, siapa pria itu?"
"Gawat kalau sampai kita di tangkap di sini." Para gadis saling berbisik-bisik Karena mereka takut pada Angkasa.
"Beraninya kalian melukainya! Cepat minta maaf!" Ucap Angkasa masih dalam mode marah.
Kesepuluh gadis yang sudah ketakutan itu langsung membungkuk pada Leora meminta maaf.
"Maafkan kami!" Kata mereka bersungut-sungut.
"Pergilah." Ucap Leora sambil menghela nafas.
10 Gadis itu langsung berlari menjauhi Leora sebelum salah satu gadis yang tadi mengambil kacamata hitam Leora kembali lagi mengembalikan benda itu.
"Pergi ganti bajumu! Menjijikkan!" Ucap Angkasa dengan suara ketus.
"Tapi aku tak punya baju ganti." Jawab Leora sambil melihat bajunya yang kotor dan mengelap wajahnya yang terkena siraman kopi.
"Masuk ke dalam dan tunggu aku!" Perintah Angkasa lalu pria itu berjalan pergi meninggalkan Leora.
Leora menunggu di toilet wanita sampai akhirnya seorang ibu ibu datang mengetuk toiletnya.
"Permisi, apakah yang di dalam bernama Liona?" Tanya ibu-ibu itu.
"Eh, ya,, ini saya." Jawab Leora membuka sedikit pintu.
"Ini titipan untuk Nona." Ucap ibu-ibu itu menyerahkan beberapa kantong belanjaan.
Leora membuka isi kantong belanjaan itu dan menemukan peralatan mandi sepatu dan pakaian diletakkan di dalam.
Ia memandanginya sesaat karena merasa tak percaya, tapi kemudian ia cepat-cepat mandi dan menggunakan pakaian yang diberikan Angkasa.
Setelah selesai, Leora keluar dari bilik toilet dan membuka satu kantong belanjaan lain yang berisi beberapa make up.
Ibu-ibu yang tadi membawakan kantong belanjaan untuk Leora memandangi Leora dengan senyum tipis.
"Terima kasih sudah membantu saya." Kata Leora saat menyadari tatapan ibu-ibu itu.
"Sama-sama. Apa itu kekasih atau suamimu?" Tanya Ibu-ibu.
"Suami saya." Jawab Leora.
"Kau sangat beruntung memilikinya, Dia sangat perhatian padamu." Komentar ibu-ibu membuat Leora mengerjapkan matanya.
Setelah selesai memperbaiki riasannya, Leora kemudian keluar dan menemukan Angkasa masih menunggunya di sana.
Pria itu langsung pergi ketika melihat Leora, leoran mengikuti angkasa dibelakang hingga mereka tiba di mobil.
'Dia sangat aneh, dia begitu marah saat orang lain melukai ku. Tapi dia sangat menikmati kesakitanku saat dia yang melukaiku. Sebenarnya apa maksudnya?' Pikir Leora di atas mobil.
"Lain kali jika kau membiarkan orang-orang menindasmu, kau sebaiknya hati-hati saat aku mengetahuinya!" Ucap Angkasa membuat Leora menatap pria itu dengan bingung.
Karena kalian menuntut cepat up, maka otor menuntut kalian tekan like, vote dan komen, jangan lupa hadiahnya.....
1 bab lagi sebentar malam ya. Mungkin sekitar jam 9 WIB.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 198 Episodes
Comments
Densi Andik
wanita bodoh mudah d tindas dan gak cerdas.kl BKN keberuntungan mungkin dia udah JD bangke🤭
2022-09-09
1
Nich Aj
Kata anglasa cuma dia yg bisa nyiksa leora🤣🤣🤣. Kapan taunya ya
2022-04-22
0
Diana Marwah
gmna ya Sifatnya Angkasa, aneh bnget
2021-12-31
0