Leora sudah berbaring di atas ranjang, ia begitu gugup sambil memandangi jam dinding.
"Sekarang sudah pukul jam 7 malam. Biasanya pria itu kembali pada pukul 8 malam." Katanya dengan jantung yang berdegup kencang.
Leora terus berbaring ketakutan hingga akhirnya rasa kantuk mencurinya ke dalam mimpi.
Ia terbangun ketika merasakan suara pintu yang dibuka. Matanya melotot melihat pria yang memasuki kamar dengan tatapan sayu.
Saat pria itu mendekat tercium bau alkohol yang sangat menyengat.
'Dia mabuk!' Pikir Leora dengan tubuh yang tegang karena ketakutan.
"Cih! Jadi kau sudah menungguku?" Ucap Angkasa langsung mendekat pada Leora.
"To,, tolong. Hari ini aku sedang datang bulan." Ucap Leora tergagap.
"Hm? Kau mau libur karena datang bulan? Apa dulu kau pernah memberiku libur? Saat masih sekolah dulu, meskipun itu hari libur kau selalu saja menemuiku dan menjadikanku sebagai budak mu. Jadi sekarang, tidak ada alasan untuk libur dari balas dendamku!" Ucap Angkasa lalu ia mulai membuat Leora menjerit kesakitan.
Air mata Leora bercucuran dengan deras saat pria itu kembali merobek satu persatu pakaiannya.
Tubuh Leora yang sudah penuh luka lebam kini kembali diberi banyak tanda dari perlakuan kasar Angkasa.
"Hah,, hah,, hah,,," nafas Leora tersengal ketika miliknya yang belum sembuh kembali diobrak-abrik oleh suaminya.
'Sembilan delapan, sembilan sembilan, tujuh puluh, tujuh satu, tujuh dua, tujuh tiga,' Leora sudah tidak tahu lagi apakah ia menghitung dengan benar atau tidak. Yang ada dipikirannya hanyalah mengalihkan rasa sakitnya pada hitungan yang selalu ia lakukan di dalam hatinya.
"Ahhk! Budak perempuan! Hmm, apa kau puas? Ini tidak pernah sebanding dengan kesakitan yang ku alami di masa sekolah. Karenamu aku kehilangan orang tuaku, aku kehilangan banyak hal yang berharga dalam hidupku!
Hmm,, ini menyenangkan, nikmat luar biasa!" Ucap Angkasa yang tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mengakhiri pertempurannya.
...
Seperti biasa, Bibi Kira selalu mengantar sarapan pada pagi hari.
Namun pagi itu Ia baru akan pergi ke lantai atas saat ia terkejut, ternyata Angkasa belum berangkat bekerja.
"Tuan," katanya pada Angkasa saat mereka bertemu di depan pintu kamar Leora.
"Apa dia mengatakan sesuatu padamu?" Tanya Angkasa.
"Eh, itu,," Bibi Kira ragu-ragu.
"Katakan!" Perintah Angkasa.
"Nyonya bilang dia menginginkan kakinya lekas sembuh dan juga ingin merias wajahnya." Jawab Bibi Kira tidak ditanggapi oleh angkasa karena pria itu langsung bergegas pergi meninggalkannya.
Bibi kira memandangi kepergian Angkasa "Astaga Tuhan, mengapa kau menciptakan iblis berwajah manusia?" Ucapnya sembari menggelengkan kepalanya.
Setelah menggerutu, Bibi kira kemudian masuk ke kamar Leora.
Jantungnya hampir lepas ketika melihat sprei putih di atas tempat tidur sudah dihiasi oleh warna merah dari darah berbau amis.
Bibi kira langsung meletakkan nampan berisi sarapan untuk Leora lalu ia mendekat ke arah ranjang.
"Nyonya?" Katanya sembari menepuk punggung Leora yang penuh dengan lebam warna biru.
"Hm?" Jawab Leora membuat Bibi kira langsung bernafas lega.
Ia sudah berpikir kalau mungkin angkasa telah membunuh istrinya hingga darah berceceran dimana-mana diatas kasur.
"Saya datang membawa sarapan." Ucap Bibi Kira.
"Sebentar lagi Bi." Jawab Leora yang masih enggan untuk membuka selimutnya.
"Tapi nyonya, apakah Nyonya baik-baik saja?"tanya Bibi kira dengan cemas karena ia berpikir Leora telah dilukai oleh angkasa.
"Aku hanya datang bulan." Jawab Leora.
Bibi Kira tidak mengatakan apapun lagi dan segera meninggalkan kamar itu.
'Ya ampun! Tuan benar-benar kejam. Ia melakukannya di saat Nyonya sedang datang bulan.' Gumam Bibi kira yang kini duduk di depan kamar Leora.
Akhirnya Setelah menunggu cukup lama, ia kembali menghampiri Leora dan membantu perempuan itu membersihkan diri.
Setelah beres dari kamar, Leora dan Bibi Kira duduk bersama di depan TV, menonton serial kesukaan mereka.
Bibi Kira menoleh kearah Leora dan melihat perempuan itu sedang menyengir mengejek ke arah TV.
"Maaf Nyonya, mantan kekasih Nyonya yang mana?" Tanya Bibi Kira saat ingat pembicaraannya dengan Leora.
"Pemeran utamanya. Dia sama sekali tidak cocok memerankannya. Dulu dia pernah bilang kalau dia akan selalu mengenaliku meskipun aku sangat mirip dengan adikku. Ternyata, ia benar-benar bisa membedakannya." Ucap Leora kembali mengingat kelakuan kekasihnya bersama adiknya.
"Maksud Nyonya?" Tanya Bibi Kira tidak mengerti.
"Dia tahu kalau adikku bukanlah aku. Tapi dia berpura-pura tidak tahu." Kata Leora yang yang sebenarnya pernah membocorkan pada kekasihnya bagaimana perbedaannya dengan adiknya.
Meski ia dan adiknya memiliki wajah yang sangat mirip dan juga tubuh yang sangat mirip, tapi kuku mereka berbeda. Leora memiliki kuku padi dan adiknya memiliki kuku jagung.
"Ya ampun, maafkan saya, saya jadi mengingatkan Nyonya." Kata Bibi Kira merasa bersalah.
"Tidak apa Bi, aku menikmatinya." Jawab Leora membuat Bibi Kira semakin merasa bersalah.
Ding dong!
"Oh, ada tamu. Biar Bibi melihatnya." Kata Bibi Kira saat bel rumah mereka berbunyi.
Leona tidak menghiraukannya namun ia begitu terkejut ketika Bibi Kira kembali bersama seorang dokter.
"Selamat Siang Leora." Kata Dokter perempuan itu menyapa Leora.
"Ah, selamat siang Dok." Jawab Leora kebingungan.
"Aku kemari untuk memeriksa kakimu.." Kata Dokter itu membuat Leora dan Bibi kira begitu terkejut.
"Dok, maksud dokter?" Tanya Leora.
"Angkasa menyuruhku. Oya, kenalkan aku Gina, teman lama Angkasa." Ucap Gina mengulurkan tangannya pada Leora.
"Leora," sambut Leora.
Tanpa membuang waktu lebih lama mereka akhirnya melakukan pemeriksaan menggunakan mobil kerja yang sengaja disiapkan Angkasa.
Tapi Gina begitu terkejut ketika melihat terlalu banyak lebam di sekujur tubuh Leora. "Apa Angkasa yang melakukannya?" Tanyanya.
"Hm, Kami punya beberapa masalah." Jawab Leora.
"Tapi Dok, luka seperti ini tidak akan berbekas bukan?" Tanya Leora yang cemas, karena ia tidak akan bisa menjadi model saat seluruh tubuhnya dipenuhi oleh bekas luka.
"Ini hanya bekas kecupan, tapi memar di paha dan lenganmu harus diberi salep agar tidak berbekas. Nanti akan kusiapkan." Kata Gina lalu melanjutkan pemeriksaannya.
"Bagaimana Dok?" Tanya Leora saat pemeriksaannya telah selesai.
"Tenang saja. Ini hanya lumpuh sementara." Jawab Gina.
"Puji Tuhan!" Bibi Kira langsung berseru sambil menggenggam tangan Leora.
"Lumpuh sementara?" Leora tak percaya.
"Iya, dengan terapi, ini bisa di atasi." Lagi kata Gina.
"Tapi dok, saya sudah pergi ke beberapa dokter dan semuanya mengatakan kalau kaki saya lumpuh secara permanen." Ucap Leora kebingungan.
"Benarkah? Tapi pemeriksaanku tidak mungkin salah. Hasilnya akurat." Kata Gina kembali membaca data-data pemeriksaan nya di komputer.
"Nyonya tidak boleh pesimis. Pasti ada jalan untuk Nyonya sembuh." Ucap Bibi Kira.
"Tapi Bi," Leora merasa tak yakin.
"Siapa Dokter yang memeriksa Nyonya?" Tanya Gina.
"Saya lupa, tapi ada 5 dokter yang sudah memeriksa saya." Jawab Leora.
"Tidak masalah, akan kucari tahu nanti. Tapi terapi untuk kakimu akan dilakukan mulai besok, aku sudah berbicara dengan Angkasa dan akan selalu datang setiap hari untuk melakukan terapi." Kata Gina lalu mengambil sebuah kotak yang telah Ia siapkan di dalam mobilnya.
"Ini adalah barang titipan Angkasa untukmu." Ucap Gina menyerahkan sebuah kotak make up.
"Ini,," mata Leora berkaca-kaca menerima kotak make up itu.
Apalagi ketika ia membukanya dan melihat semua yang ada di dalam adalah merek-merek terkenal yang sering ia gunakan.
"Akhirnya Tuan menyadari kesalahannya. Selamat Nyonya!" Seru Bibi Kira langsung memeluk Leora.
Leora juga tidak bisa membendung air matanya dan langsung menangis "Bibi, apakah ini kenyataan? Ini,, ini bukan mimpi 'kan Bi?"
"Tidak Nyonya, ini kenyataan! Tuan sudah menyadari kesalahannya!" Kata Bibi kira merasa sangat bersemangat.
Info penting!
Saat kamu mengatakan Like, kamu tidak bisa bernafas.
Cobalah katakan like sebanyak 30 kali tanpa jeda.
Setelahnya, apa kamu merasa sesak?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 198 Episodes
Comments
MSIT
😂😂😂like 2x aja sudah tertawa
2024-09-25
0
Gina Savitri
Cowok penyakitan gak sih angkasa, masa lagi dateng bulan di embat juga..Gak jijik apa ya 😰
2023-08-28
1
ARA
😂😂😂😂😂😂😂Blum ngucap aja dah kebayang ga nafas 😌
2022-12-21
0