Part~15

Ariana melangkah mundur ketika Demian semakin mendekatinya, laki-laki itu nampak menatap nyalang penuh amarah padanya.

Entah apa salahnya tapi jujur ia sangat takut saat ini, apalagi tadi ia sempat melihat Demian minum beberapa gelas alkohol.

"Tuan, tolong menjauhlah." mohon Ariana ketika tubuhnya di pepet oleh Demian hingga menabrak dinding di belakangnya.

"Kamu takut padaku, hmm ?" sinis Demian seraya mendekatkan wajahnya hingga aroma alkohol menguar menusuk hidung Ariana.

"Anda sedang mabuk tuan, tolong izinkan saya pulang. Anak saya sedang menunggu di rumah." mohon Ariana.

"Tuan, tuan, tuan. Kamu selalu memanggilku seperti itu seakan kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya, bukannya aku sudah minta maaf padamu. Lagipula kenapa dulu kamu pergi meninggalkan ku, bukannya aku sudah bilang akan bertanggung jawab." teriak Demian melampiaskan emosinya.

"Itu hanya masa lalu tuan, lagipula saya sudah menikah dan sudah melupakan kejadian waktu itu." dusta Ariana.

"Ck, apa suami mu itu bertanggung jawab padamu hah ?" teriak Demian kesal.

"Ten-tentu saja, bahkan dia sangat mencintai saya."

"Kalau dia bertanggung jawab dan mencintaimu, lalu kenapa membiarkan mu jual diri di sini ?" cibir Demian.

"Saya tidak jual diri, tuan." sanggah Ariana geram.

"Munafik, kamu bilang tidak jual diri, tapi lihat penampilan mu. Kamu sengaja kan dandan menor seperti ini untuk menggoda para lelaki ?" Demian mencengkeram kedua rahang Ariana dengan tangannya.

Ia nampak memperhatikan wajah Ariana dengan dandanan tebalnya, meskipun terlihat sangat cantik tapi ia tidak menyukai itu.

Demian hanya ingin Ariana dandan hanya untuk dirinya seorang, bukan di pamerkan pada semua laki-laki di luaran sana.

Sedangkan Ariana hanya bisa meringis kesakitan, namun Demian tak juga melepaskan cengkeramannya.

"Sebutkan berapa hargamu, saya akan membayarmu." cibir Demian.

Mendengar ucapan Demian, Ariana langsung menatap tajam padanya, sungguh laki-laki itu benar-benar sudah menginjak harga dirinya. Ternyata waktu tak juga membuat seseorang bisa berubah, kesombongannya masih tetap sama seperti dulu.

Sepertinya Ariana mulai menyesal, karena sampai saat ini ia masih saja mencintai laki-laki itu.

"Aku tidak peduli kamu menganggapku seperti apa, tapi asal kamu tahu. Mengenalmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku." ujar Ariana.

Ia langsung memalingkan mukanya, ketika Demian semakin mendekatkan wajahnya. Bahkan kini hidup mancung laki-laki itu sudah menggesek pipi halus Ariana.

Demian merasa geram, bukan ini akhir yang dia mau. Ia begitu mencintai wanita itu, tapi hanya kebencian yang ia rasakan. Haruskah ia memaksakan kehendaknya?

Dengan perasaan bergemuruh, Demian mencengkeram rahang Ariana hingga membuat wanita itu menatapnya kembali. Kemudian ia langsung membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya.

Ia sudah menantikan hal ini selama 8 tahun dan bagaimana pun caranya ia harus mendapatkan Ariana kembali meski harus memaksanya sekalipun.

Demian langsung melahap bibir Ariana dengan rakus, tak peduli meski wanita itu bersikeras menolaknya. Sudah bertahun-tahun ia kehilangan hasrat pada wanita, namun dengan Ariana sungguh ia tak bisa mengendalikan dirinya.

Namun ketika ia begitu menikmati ciumannya, Demian merasakan asin di lidahnya. Ia langsung membuka matanya dan melihat buliran bening mengalir deras di pipi Ariana.

"Maaf, maafkan aku." Demian langsung membawa Ariana ke dalam pelukannya.

Bagaimana dia bisa tega menyakiti Ariana, bahkan hanya dengan melihat wanita itu menangis. Hatinya juga ikut merasakan kesedihannya.

"Tolong lepaskan, aku mau pulang." ucap Ariana lirih di sela isak tangisnya.

"Ini sudah larut malam, biar aku yang mengantarmu." tegas Demian seraya melepaskan pelukannya.

"Tidak perlu, aku mempunyai ojek langganan." tolak Ariana.

"Kenapa kamu keras kepala sekali ?" dengus Demian.

"Aku bilang aku mau pulang sendiri dan mulai detik ini jangan pernah mengganggu hidupku lagi, karena aku sangat membencimu." tegas Ariana.

Ia mulai jengah dengan Demian, bukannya dia sudah beristri dan mempunyai seorang putri tapi kenapa juga masih mengganggunya. Apa satu wanita saja tidak cukup baginya?

Kemudian Ariana bergegas keluar dari ruangan tersebut, setelah Demian membuka pintunya kembali.

Demian yang melihat kepergian Ariana, hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar. Setelah itu ia mendudukkan dirinya di sofa sembari memegang pelipisnya yang terasa nyeri.

"Tuan apa anda baik-baik saja ?" ujar Victor dengan wajah khawatir ketika baru memasuki ruangan tersebut.

"Apa kamu sudah menyuruh orang mu untuk mengikutinya? saya ingin dia selamat sampai rumahnya." perintah Demian.

"Sudah tuan."

"Minumlah ini tuan, emosi hanya akan membahayakan kesehatan anda." Victor menyerahkan botol obat pada Demian.

Mempunyai riwayat jantung bawaan, membuat Demian harus sering mengkonsumsi obat ketika emosinya sedang tidak stabil.

"Dia membenciku, Vic." ucap Demian kemudian.

"Kenapa anda tidak mencoba untuk melupakannya saja tuan dan mencoba memulai hidup baru." saran Victor.

Sungguh ia sangat kasihan melihat bossnya itu terpuruk selama bertahun-tahun.

"Bagaimana saya bisa melupakannya Vic, bahkan setelah saya menyentuhnya saya justru ingin memilikinya seutuhnya." Demian mengingat bagaimana tadi ia sudah menyentuh Ariana, menciumnya dan juga memeluknya.

"Ini sudah larut malam tuan, bagaimana kalau saya antar pulang." bujuk Victor.

"Antarkan saya ke Apartemen." perintah Demian.

Ketika ia merindukan Ariana, maka Demian akan tinggal di Apartemennya. Tempat di mana untuk pertama kalinya ia pernah menghabiskan malam bersama Ariana 8 tahun yang lalu.

Keesokan harinya.....

"Buk." Ricko nampak mengucek matanya ketika menghampiri ibunya di dapur.

Wanita itu sedang sibuk dengan kue-kue buatannya, meski hanya sempat beristirahat sebentar, tetapi tak menyurutkan semangatnya.

"Sudah bangun, sayang." Ariana mengulas senyumnya meski nampak kelelahan di wajahnya.

"Hmm, Ricko cuci muka dulu ya buk." Ricko segera berlalu ke kamar mandi.

Setelah itu seperti biasanya ia selalu membantu ibunya membuat kue sebelum bersiap-siap ke sekolah.

"Buk, bagaimana kalau Ricko pecahkan celengan ini." Ricko nampak menggendong celengan ayamnya menghampiri sang ibu.

Ariana yang sedang menyiapkan sarapan untuknya, nampak mengulas senyumnya geli.

"Memang uangnya cukup ?" godanya.

"Nggak cukup sih, tapi lumayan kok buat tambahan." sahut Ricko, mengingat ia diam-diam sudah menambahkan uang hasil mengamennya ke dalam celengannya tersebut.

"Nggak usah sayang, ibuk sudah mendapatkan uangnya. Jadi hari ini kamu bisa membayar iuran untuk membeli laptop." Ariana menunjukkan sebuah amplop yang sudah ia masukkan uang sebesar 2 juta rupiah.

Ia sangat bersyukur, semalam tuan Bram memberikannya tips uang sebesar 5 juta, jadi sisanya bisa ia tabung.

"Terima kasih, buk." Ricko langsung berhambur ke pelukan ibunya.

Sejak saat itu, hampir satu bulan Ariana tidak pernah bertemu lagi dengan Demian. Ada perasaan senang sekaligus rindu yang menggebu.

Ia senang karena Demian tidak mengusik hidupnya lagi, paling tidak laki-laki itu tidak akan pernah tahu siapa Ricko yang sebenarnya.

Egois memang, tapi ia lakukan semata-mata hanya untuk melindungi Ricko. Ariana tidak mau baik Demian maupun kedua orangtua laki-laki itu merebut Ricko darinya.

Sungguh jika itu terjadi, maka Ariana bisa mati karena hanya Ricko satu-satunya keluarganya di dunia ini.

"Mbak Ariana gawat, Ricko mengalami tabrak lari di depan sekolahnya." ujar seorang laki-laki yang nampak tergopoh-gopoh menghampiri Ariana di warungnya.

Ariana tersentak, tapi ia tidak percaya begitu saja. Bukannya ini belum waktunya pulang sekolah untuk apa anaknya itu berkeliaran di jalanan.

"Anda bohong kan pak ?" tanya Ariana.

"Beneran mbak, Ricko sudah di bawa oleh gurunya ke rumah sakit umum." sahut laki-laki tersebut.

"Astaga, Ricko." Ariana bergegas menutup warungnya, kemudian ia segera pergi ke rumah sakit umum yang di maksud tetangganya tersebut.

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

nama ayah nya Demian anak nya ricko aga jauh yah .

2025-02-22

0

Ima Kristina

Ima Kristina

nanti ricko butuh transfusi darah dan Demian yg nolong /Joyful//Joyful//Joyful/

2024-11-27

2

🤎ℛᵉˣ𝐀⃝🥀OMADEVI💜⃞⃟𝓛

🤎ℛᵉˣ𝐀⃝🥀OMADEVI💜⃞⃟𝓛

ntar kurang darah mintak darah si Damian

2024-03-28

1

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!