Part~13

Setelah memastikan itu adalah Ricko, Demian nampak mengambil ponselnya. Kemudian ia segera merekam Ricko yang sedang mengamen di deretan mobil di depannya.

"Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana bisa seorang pengamen bersekolah di sekolahan putriku. Ini akan membawa dampak yang buruk bagi anak-anak yang lain." gerutu Demian.

"Kita bisa menuntutnya tuan dan menyuruh pihak sekolah untuk segera mengeluarkannya." ujar Victor menimpali sembari melirik atasannya tersebut dari balik spion.

Namun Demian sama sekali tak menganggapi saran dari asistennya tersebut.

Ketika lampu traffic light berganti warna hijau, mobil Demian segera melaju kembali melewati Ricko yang sedang berdiri di pinggir jalan.

Bocah tampan berkulit putih itu kini nampak kemerahan karena sengatan matahari, bahkan peluh keringat membasahi rambut dan tubuhnya. Namun tak ada kesedihan di sana, tapi senyum merekah yang menghiasi wajahnya.

Demian yang melihat dari dalam mobilnya, entah kenapa ada perasaan aneh di hatinya yang sulit ia artikan.

"Ah sial, ada apa dengan diriku."

Demian nampak bersandar di kursinya, lalu memegangi dadanya yang terasa bergemuruh.

"Anda baik-baik saja, tuan ?" Victor yang berada di balik kemudinya nampak memperhatikan bossnya dari kaca spion.

Demian mempunyai riwayat jantung bawaan dari lahir, itu sebabnya kedua orangtuanya selalu protect terhadapnya. Meski jarang sekali kambuh, tapi Victor selalu berjaga-jaga sesuai pesan dari tuan besarnya.

"Saya baik-baik saja Vic, sampai jam berapa hari ini pekerjaan saya ?" sahut Demian.

"Nanti malam anda ada jadwal meeting bersama tuan Bram di bar xx, tapi kalau anda tidak bisa biar saya yang menggantikannya." ujar Victor.

"Kamu saja yang datang, hari ini aku ada janji dengan Olive untuk membantunya membuat PR."

Meski bukan anak kandungnya, tapi Demian sangat menyayangi Olive, ia akan berusaha meluangkan waktunya hanya sekedar untuk menemaninya mengerjakan PR atau bermain.

"Baik, tuan."

Di sisi lain, 30 menit sebelum jam pulang sekolah Ricko segera menyudahi mengamennya. Ia bergegas kembali lagi ke sekolahnya dan tak lupa mengenakan seragamnya kembali.

"Nak, kenapa kamu berkeringat seperti itu ?" tanya Ariana ketika menghampiri Ricko yang sedang duduk di kursi.

"Ricko habis bermain bola, Buk." dusta Ricko.

Sedangkan Ariana hanya menggelengkan kepalanya, kemudian ia mengajak Ricko pulang.

Sesampainya di rumah, setelah membersihkan dirinya bocah kecil itu nampak makan dengan lahap. Sepertinya kelelahan membuatnya sangat kelaparan.

Meski lauk di depannya itu hanya berupa nasi, sayur bening dan tempe. Namun Ricko tetap menyantapnya dengan lahap.

Setelah kenyang, Ricko langsung masuk ke kamarnya lalu mengambil uang hasil mengamennya tadi di dalam tasnya.

"127 ribu, semoga ini bisa membantu ibuk."

Ricko langsung memasukkan semua uangnya ke dalam celengan ayam jagonya dan ia berencana akan memecahkannya besok pagi.

Celengan yang dia kumpulkan semenjak kelas 1 waktu tinggal di kampung dulu dan meski isinya tidak banyak tapi paling tidak bisa membantu ibunya membayar iuran laptop di sekolahnya.

Setelah melihat putranya tertidur, Ariana bergegas ke pasar sore itu untuk membeli bahan-bahan kuenya.

Dengan menaiki angkutan umum Ariana pergi ke pasar yang terletak tak jauh dari kantor Demian dan Ariana tak mengetahui itu. Karena menurutnya hanya toko bahan-bahan kue di sana yang harganya sangat miring.

Sesampainya di sana Ariana segera berbelanja dan tak membutuhkan waktu lama ia keluar dengan membawa sekantong besar belanjaan untuk stok 2 hari.

Ariana nampak berjalan tertatih menuju halte angkutan umum, namun tiba-tiba ada seseorang yang langsung mengambil belanjaan dari tangannya.

Deg!!

"Demian ?"

"Apa yang anda lakukan di sini? kembalikan belanjaan itu pada saya." teriak Ariana marah.

"Ini sangat berat, aku akan membantumu." sahut Demian cuek.

"Tidak perlu, berikan padaku." Ariana mencoba merebutnya tapi ia justru oleng dan hampir saja terjatuh kalau saja Demian tidak sigap menolongnya.

Kini lagi-lagi Ariana berada dalam pelukan Demian, Demian tentu saja senang. Bahkan jika waktu bisa berhenti ia akan memeluk wanitanya itu selama yang dia mau.

Namun sayangnya, Ariana segera melepaskan dirinya. Wanita itu nampak salah tingkah, dengan wajah kemerahannya ia langsung merapikan pakaiannya.

Sedangkan Demian nampak mengulas senyumnya, dari dulu ia selalu gemas dengan pipi kemerahan alami milik Ariana. Wanita itu sudah sangat cantik meski tanpa make up yang tebal.

Meski 8 tahun sudah berlalu tapi wajah Ariana tidak berubah, bahkan semakin cantik menurut Demian.

Ah dia kembali seperti remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya, ya Ariana adalah cinta pertama dalam hidupnya.

Meski dulu ia seorang player, tapi tak ada satupun gadis yang menggetarkan hatinya.

Kecuali Ariana, meski waktu itu dia hanya seorang gadis penyapu jalanan tapi mampu mengobrak-abrik dunianya.

Namun sayang, kesombongan dan harga diri tinggi yang Demian miliki sejak lahir harus membuatnya kehilangan wanita tersebut.

Dan kini ia akan memperjuangkannya kembali, tak peduli bagaimana keadaan mereka sekarang yang sudah sama-sama berkeluarga.

"Aku akan mengantarmu." bujuk Demian seraya menarik tangan Ariana.

"Tuan, lepaskan saya. Apa perlu saya berteriak jika anda sudah mengganggu istri orang ?" tolak Ariana dengan bahasa seformal mungkin.

"Lakukan saja." tantang Demian.

"Bukannya anda juga sudah beristri, apa memang sudah menjadi kebiasaan anda mengencani banyak wanita." cibir Ariana.

"Kamu....." Demian mendadak geram, bagaimana bisa wanita itu mengungkit masa lalunya.

Bukannya dengan berjalannya waktu setiap manusia itu bisa berubah. Bahkan selama 8 tahun ini, ia sama sekali tidak pernah berhasrat pada wanita kecuali pada dirinya.

"Berikan padaku." Ariana langsung merebut kantong belanjaannya, ketika melihat Demian lengah.

Setelah itu ia segera melangkahkan kakinya menuju angkot yang kebetulan sudah berhenti di halte tak jauh darinya.

Demian nampak menatap nanar kepergian Ariana, ia hanya melihat kebencian wanita itu di matanya tanpa sedikitpun cinta yang tersisa untuknya.

"Kenapa menjadi sesulit ini."

Demian nampak meraup wajahnya dengan kasar, kemudian ia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.

"Vic, biar saya saja yang menemui tuan Bram malam ini." ucapnya.

"Lalu bagaimana dengan nona Olive, tuan ?" tanya Victor dari ujung telepon.

Gadis kecil itu selalu mengganggu Victor jika ponsel ayahnya tidak bisa di hubungi dan mau tak mau Victor mencari berbagai macam alasan.

"Jika dia menghubungi mu katakan saja saya sedang sibuk."

"Baik tuan."

Victor nampak menghela napasnya, sepertinya ia harus bersiap-siap kena semprot putri majikannya yang sangat manja dan menyebalkan menurutnya.

"Ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba tuan Demian ingin pergi ke bar itu, sepertinya aku harus ikut bersamanya."

Victor segera menyelesaikan pekerjaannya, setelah itu ia akan menyusul atasannya tersebut.

Karena selama 8 tahun terakhir ini, Demian jarang sekali menginjakkan kakinya di bar. Namun sekali datang ke sana, pasti akan berakhir dengan mabuk parah.

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

kmu deketin Ariana nya Kitu GK terkesan baik jdi ariana makin benci, coba pakai kelembutan sedikit deketin anak NY terus nanya2 pasti kmu dapat jawaban yg selama ini kmu harapkan , di coba demian .

2025-02-22

0

Ima Kristina

Ima Kristina

beruntung Demian mempunyai asisten Victor yg perduli padanya

2024-11-27

1

Kᵝ⃟ᴸ♤⋆⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜

Kᵝ⃟ᴸ♤⋆⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜

bingung mau maki apa lagi,, semua udah terwakili😂😂

2023-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!