Part~12

"Kok bengong mbak ?" tegur Nina tetangga kost Ariana.

Gadis cantik itu nampak menghampiri Ariana yang sedang duduk melamun di teras rumahnya.

Malam semakin larut, bahkan Ricko pun sudah terlelap tapi Ariana masih belum bisa memejamkan matanya. Hingga ia memutuskan keluar dari kamarnya dan mencari udara segar di teras rumahnya.

Sudah beberapa hari ini ia memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang 2 juta untuk sang putra.

"Belum mengantuk." sahut Ariana.

"Tumben sudah pulang ?" lanjutnya lagi.

Biasanya Nina akan pulang dini hari dari pekerjaannya sebagai waitress di sebuah bar di kota tersebut. Namun jarum jam baru menunjukkan pukul 11 malam, tapi gadis itu sudah berada di rumah.

"Lagi nggak enak badan mbak." sahut Nina dengan suara serak karena flu.

"Mbak sendiri kenapa belum tidur ?" imbuhnya lagi.

"Nggak apa-apa cuma cari angin saja." Ariana mencoba untuk tersenyum untuk menutupi kegundahannya.

Tapi sepertinya Nina bukan gadis polos yang bisa di bohongi begitu saja, ia tahu Ariana sedang mempunyai masalah.

"Mbak sedang ada masalah ?" ucap Nina to the point.

"Nggak juga." sahut Ariana datar.

"Ayolah mbak, sejak mbak tinggal di sini aku sudah menganggap mbak seperti kakakku sendiri. Kita ini sama-sama perantau mbak, tidak masalah jika saling berbagi keluh kesah." desak Nina tulus.

Sejak Ariana tinggal di kontrakannya Herman dan Widya, ia memang mulai akrab dengan Nina. Namun untuk membicarakan masalah pribadi rasanya masih enggan, meski Nina terlihat tulus padanya.

Ariana nampak menghela napasnya, kemudian ia mulai membuka suaranya. "Mbak sedang bingung, Nin." ucapnya kemudian, mungkin sedikit curhat tidak masalah pikirnya, lagipula ia sudah menganggap Nina seperti adik sendiri.

"Katakan saja mbak siapa tahu aku bisa bantu." ujar Nina meyakinkan.

"Aku sedang membutuhkan uang 2 juta untuk membelikan laptop Ricko, tapi bingung mau cari uang di mana. Sedangkan kamu tahu sendiri, hasil jualanku hanya cukup untuk makan sehari-hari." Ariana nampak menatap kosong kegelapan malam di depannya.

"Seandainya aku ada pasti ku bantu mbak, sayangnya aku sudah terlanjur mengirim uang ke kampung tadi siang." ucap Nina penuh penyesalan.

"Nggak apa-apa, sudah kewajiban mu membantu orang tuamu di kampung."

"Kenapa mbak nggak pinjam saja sama mbak Widya, bukannya kalian sangat dekat." saran Nina.

"Aku tidak mungkin merepotkan mereka terus-menerus Nin, mereka sudah memberikan tempat tinggal gratis saja aku sudah bersyukur." sahut Ariana.

Mendengar ucapan Ariana, Nina nampak diam berpikir. "Sebenarnya aku bisa membantu mbak tapi nggak tahu mbak mau atau tidak." ucapnya ragu-ragu.

"Apa ?" Ariana langsung bersemangat seakan mendapatkan secercah harapan.

"Hmm, sebaiknya nggak usah deh mbak."

"Ayolah Nin, aku akan melakukan pekerjaan apapun itu asal halal." desak Ariana dengan nada memohon.

"Aku tidak tahu ini halal atau tidak mbak, tapi kalau mbak mau besok bisa menggantikan aku di tempat kerjaku." ucap Nina.

"Di tempat kerja mu ?" Ariana memastikan pendengarannya.

"Hmm, tapi kalau mbak nggak mau tidak apa-apa. Aku akan meminta ijin saja." sahut Nina.

Ariana nampak memejamkan matanya, bayangan 8 tahun silam langsung memenuhi kepalanya. Bagaimana waktu itu ia bekerja sebagai pelayan di bar menggantikan Widya.

Dan kebetulan tamu vip yang ia layani waktu itu adalah Demian bersama relasi bisnisnya.

Saat itu Ariana di minta untuk menemani minum oleh relasinya Demian, namun naas di saat ia mabuk justru Demian yang notabennya telah menolongnya dari para relasinya.

Laki-laki itu justru memanfaatkan keadaannya yang setengah sadar lalu memperkosanya.

"Mbak kok bengong, kalau mbak nggak mau tidak apa-apa kok." tegur Nina ketika melihat Ariana justru melamun.

"Memang pekerjaan mu ngapain saja di sana ?" tanya Ariana penasaran.

"Hanya mengantarkan minuman mbak." sahut Nina.

"Sebenarnya kalau mau mendapatkan uang lebih bisa saja sih kita menemani tamu minum-minum tapi resikonya lebih besar. Jadi aku suka menolak kalau ada tawaran, kasihan orang tua di kampung mbak." imbuhnya lagi.

"Ya kamu benar, di saat kita kurang sadar pasti ada bahaya yang mengancam." ujar Ariana, mengingat bagaimana dirinya dahulu hingga menghasilkan Ricko.

"Tapi kalau mbak mau, aku yakin tidak akan ada bahaya. Karena besok tamu spesialnya adalah langganan ku. Beliau sangat baik dan tidak suka macam-macam, bahkan hanya dengan menemaninya minum saja beliau memberikan uang tips sangat besar."

"Benarkah ?"

"Hmm, makanya aku nawarin mbak. Namanya pak Bram, beliau pengusaha kaya raya."

Ariana nampak berpikir sejenak, kemudian ia mantap dengan keputusannya.

"Baiklah aku mau." ucapnya yakin.

"Apa sudah mbak pikirkan matang-matang ?"

"Hanya itu satu-satunya jalan agar aku bisa mendapatkan uang lebih, meski tidak sampai 2 juta itu tidak masalah." sahut Ariana.

"Baiklah, kalau begitu besok aku kabari manager tempatku bekerja kalau mbak yang akan menggantikan ku."

Nina nampak bersemangat, ia yakin Ariana akan baik-baik saja. Begitu pun juga dirinya yang hampir satu tahun ini bekerja di bar tersebut juga tak pernah mendapatkan masalah termasuk pelecehan dari para pengunjung.

Keesokan harinya.....

"Buk, apa ibuk sudah mendapatkan uangnya? besok adalah hari terakhir mengumpulkan uangnya." tanya Ricko pagi itu sembari membantu ibunya membungkus kue-kuenya.

"Akan ibuk usahakan ya Nak, kamu tenang saja besok uangnya pasti sudah ada. Sekarang kamu mandi ya, nanti terlambat sekolah loh." bujuk Ariana.

"Hmm." Ricko langsung bangkit dari duduknya lalu menuju kamar mandi.

"Uang sebanyak itu, ibuk akan mendapatkannya di mana? sepertinya aku harus membantu ibuk."

Ricko yang sedang mandi nampak berpikir keras, bagaimana caranya membantu sang ibu.

Beberapa saat kemudian setelah menyelesaikan sarapannya, Ricko segera berangkat bersama Herman yang juga akan berangkat ke kantornya.

Dan tanpa Ariana tahu, hari ini Ricko pulang 3 jam lebih cepat karena beberapa gurunya sedang ada meeting mendadak hingga semua murid di pulangkan lebih cepat.

"Sepertinya aku harus memanfaatkan waktu 3 jam ini untuk mencari uang sebelum ibuk menjemput."

Ricko nampak berjalan keluar dari gerbang sekolahnya, dengan langkah cepat ia berjalan menyusuri jalanan menuju traffic light yang berada 500 meter dari sekolahnya.

Sesampainya di traffic light tersebut, Ricko nampak melepaskan seragamnya hingga menyisakan kaos rumahan yang terlihat kumal yang tadinya ia gunakan sebagai dalaman.

Bermodalkan gitar ukulele milik temannya yang di pinjamkan padanya ia mulai mengamen, menghampiri setiap kendaraan yang berhenti di traffic light tersebut.

Mulai dari lima ratus perak, seribu, dua ribu hingga lim ribu ia terima dari hasil mengamennya. Ricko sangat bersemangat, meski lelah tapi ia senang karena bisa membantu ibunya.

"Anak itu ?" gumam Demian ketika sekilas melihat Ricko sedang bermain ukulelenya sembari bernyanyi menghampiri mobil di depannya.

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

Ariana kok balik lagi ke sana jgnlah , GK kapok kmu , ingat ricko Ariana , jgn karna butuh mendesak kmu melakukan apa saja , jgn yah , takut kenapa Napa kmu , pinjem ke widya di coba dulu .

2025-02-22

0

Ima Kristina

Ima Kristina

muga Ariana tidak kenapa Napa

2024-11-27

1

Kᵝ⃟ᴸ♤⋆⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜

Kᵝ⃟ᴸ♤⋆⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜

semangat ricko...kamu anak yg hebat👍👍

2023-06-11

2

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!