Part~8

"Kamu tidak apa-apa, Nak ?" tanya Herman pada Ricko.

"Ricko, tidak sengaja yah." sahut Ricko ketakutan.

Herman nampak terkejut ketika melihat Demian, pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Dengan sedikit menundukkan kepalanya ia menyapa Demian yang juga nampak menatapnya dengan pandangan tak bisa ia artikan.

"Tuan Demian." sapa Herman.

Sedangkan Demian hanya menanggapi sapaan Herman dengan anggukan kepalanya.

Sementara Monica yang melihat kedatangan Herman nampak tersenyum sinis, di lihat dari manapun laki-laki itu hanya karyawan biasa. Berbeda dengan sang suami yang notabennya seorang pengusaha sekaligus pemilik perusahaan dengan ribuan karyawan.

"Baguslah, kalau sudah kumpul semua di sini. Jadi saya menginginkan pertanggung jawaban dari kalian selaku orangtuanya." ucapnya dengan sinis.

"Nyonya lebih baik kita mendengarkan penjelasan dari guru olahraganya langsung, bagaimana kejadian yang sebenarnya ?" tegas Ariana.

"Benar bapak-bapak dan ibu-ibu dari tadi saya mau menjelaskan tapi sama sekali tidak mendapatkan kesempatan. Jadi begini sebenarnya tadi di saat Ricko mendapatkan giliran melemparkan bola tiba-tiba Olive masuk ke dalam lapangan dan tanpa sengaja bola tersebut mengenai wajahnya." ujar guru olahraga tersebut.

"Itu tidak mungkin pak, memang anak saya bodoh ingin mencelakai dirinya sendiri. Lihat anak saya sampai babak belur begini." sungut Monica.

"Itu hanya memar biasa nyonya di beri salep juga akan membaik." tegas Ariana.

"Baiklah kalau begitu saya meminta ganti rugi 10 juta pada kalian." ucapnya lagi dengan lantang yang langsung membuat Ariana menatap sinis padanya.

"Jadi anda mau memeras saya, bukannya anak saya juga tidak bersalah ?" ujar Ariana kesal.

"Hey orang kampung kamu dengar ya, anak saya sejak lahir setiap sakit selalu mendapatkan perawatan dengan obat yang terbaik dan mahal jadi wajar kalau saya minta ganti segitu." sungut Monica.

Mendengar ucapan Monica kemarahan Ariana langsung memuncak, sedari tadi ia berusaha untuk tidak menatap Demian meski laki-laki itu sama sekali tak berkedip menatapnya.

Tapi kali ini Ariana sudah tidak tahan, bagaimana bisa istri dari laki-laki brengsek itu berbuat semena-mena seperti itu.

Ricko yang notabennya juga anak kandung dari laki-laki itu, setiap sakit hanya menggunakan obat herbal di sekitar rumah karena keterbatasan uang yang dia miliki.

Tapi justru anak yang lainnya mendapatkan perawatan yang begitu mahal, dengan menguatkan hatinya Ariana menatap tajam pada Demian seakan ini adalah bentuk protes pada laki-laki itu.

Sedangkan Demian nampak menelan ludahnya sendiri, ketika pandangan mereka bertemu. Seketika ia merasakan denyut jantungnya berlalu-talu seakan ingin lompat dari tempatnya.

Sungguh ia tidak kuat mendapatkan tatapan kebencian dari wanita yang sudah meremukkan hatinya serta membawa separuh jiwanya pergi selama bertahun-tahun itu.

Ehmmm

Dengan sedikit berdehem Demian mencoba memperbaiki suasana hatinya, kemudian ia mulai membuka suaranya.

"Saya rasa masalah ini sudah beres dan tidak perlu ada ganti rugi." ucapnya yang langsung mendapatkan protes dari sang istri.

"Sayang, apa aku tidak salah dengar. Kenapa kamu jadi membela mereka ?" sungut Monica.

"Saya tidak membela tapi bukannya kejadiannya memang seperti itu dan anak laki-laki itu tidak bersalah." tegas Demian seraya menatap sekilas Ricko yang berada dalam pelukan Herman.

"Benar Om, saya saksinya." tiba-tiba Bryan yang notabennya kakak kelas dari Ricko nampak masuk ke dalam ruangan UKS tersebut bersama Angel yang tadi sempat mendorong Olive masuk ke dalam lapangan.

"Bryan ?" Gumam Demian, Bryan adalah anak dari sahabat baiknya yaitu Gilang Adithama.

Dimana Gilang adalah sosok laki-laki yang membuat Demian dekat dengan Ariana meski dengan cara yang berbeda yaitu 'sebuah taruhan'.

"Jadi kamu melihat semua kejadiannya, Nak ?" tanya Ariana.

"Benar tante, waktu itu saya sedang memperhatikan kelas dua sedang berolahraga di lapangan dan saya perhatikan ketika Ricko melemparkan bola tiba-tiba Angel mendorong Olive hingga masuk ke dalam lapangan." sahut Bryan menjelaskan.

"Benar tante, saya minta maaf saya hanya becanda tadi." ucap Angel sembari menunduk.

"Kalian sedang tidak berbohong kan ?" sungut Monica tak percaya.

Bisa-bisanya Bryan dan Angel yang notabennya teman Olive dari orok justru membela Ricko si anak kampung yang baru di kenalnya.

"Kami tidak berbohong tante." sahut Bryan dan Angel bersamaan.

Ariana nampak tersenyum sinis menatap Monica. "Baiklah, jadi sekarang tidak ada masalah lagi kan? apa kalian tidak berniat untuk meminta maaf pada anak saya karena tadi sudah menuduhnya dan membentaknya." ujar Ariana seraya melirik ke arah Demian.

Ternyata sebelum masuk ke dalam ruang UKS tadi, Ariana sempat mencuri dengar bagaimana Demian dan istrinya membentak anaknya dan itu membuat Ariana semakin membenci laki-laki itu.

"Jangan mimpi." sinis Monica, sedangkan Demian nampak membisu. Ada perasaan bersalah sekaligus gengsi di hatinya.

"Baiklah, kalau begitu saya bisa bawa anak saya pulang sekarang kan pak ?" ucap Ariana pada gurunya Ricko.

"Silakan bu kebetulan jam sekolah sudah usai." sahutnya.

"Permisi, ayo mas pulang." ajak Ariana dengan lembut pada Herman dan Ricko.

Herman nampak menganggukkan kepalanya sejenak menatap Demian, kemudian ia berlalu pergi bersama Ariana dan juga Ricko.

Melihat keluarga kecil bahagia tersebut, Demian nampak mengepalkan tangannya penuh amarah.

Kemudian tanpa sepatah kata Demian langsung keluar dari ruangan UKS tersebut meninggalkan anak dan istrinya.

"Mas, tunggu mas. Kamu mau kemana ?" teriak Monica panik, ia segera mengajak putrinya untuk mengejar ayahnya.

Demian yang sedang duduk di sebelah kursi kemudi bersama Victor nampak menatap geram pada Ariana yang terlihat naik motor bersama Herman.

"Tuan, anda baik-baik saja ?" tanya Victor khawatir.

Belum juga ia menjawab, Monica dan Olive sudah masuk ke dalam mobilnya.

"Mas kenapa tinggalkan kami? tadi juga kenapa diam saja tak membela Olive. Apa kamu tidak kasihan pada anak kita." keluh Monica.

"Diamlah Mon, kalau tidak kamu bisa pulang naik taksi." hardik Demian.

Mendengar bentakan suaminya, Monica langsung terdiam. Ia nampak meremas roknya menahan amarah.

"Dan kamu Olive lain kali jangan seperti itu lagi, apa Daddy pernah mengajari untuk berbohong ?" bentak Demian.

Olive nampak ketakutan dalam pelukan sang ibu. "Maafkan Olive, Dad." ucapnya sembari terisak.

Demian nampak menghela napasnya, kemudian ia menyuruh Victor untuk melajukan mobilnya.

"Terima kasih ya mas, sudah datang ke sekolahnya Ricko." ucap Ariana ketika sampai di rumahnya.

"Tidak apa-apa Rin, Ricko sudah ku anggap seperti anak kandungku sendiri." sahut Herman.

Setelah mengobrol sejenak, Herman kemudian berpamitan pulang.

Di sisi lain, setelah mengantar anak dan istrinya pulang. Demian kembali lagi ke kantornya.

Laki-laki itu nampak menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya. "Aku sudah bertahun-tahun mencarimu, Ariana. Ternyata kamu sudah asyik-asyikan menikah dengan laki-laki lain."

"Aku mencintaimu Ariana, kenapa keadaan menjadi sulit seperti ini." teriaknya lagi.

"Arrgghhhh."

Demian nampak berteriak frustrasi sembari melempar semua benda yang ada di atas meja kerjanya hingga berhamburan ke lantai.

Kemudian ia beranjak dari duduknya, lalu mengambil sebotol wine dari lemari belakangnya. Setelah itu ia meneguknya beberapa kali.

Hingga malam hari Demian tak kunjung keluar dari ruangannya, hingga membuat Victor sangat khawatir.

Tak berpikir panjang, Victor segera masuk ke dalam ruangan atasannya tersebut.

"Tuan, anda baik-baik saja."

Victor nampak terkejut ketika melihat ruangan atasannya itu terlihat seperti kapal pecah dan ia lebih terkejut lagi ketika melihat Demian nampak mabuk tak sabarkan diri.

"Mari saya antar pulang, tuan." ujar Victor sembari memapah Demian keluar dari ruangannya.

Beruntung para karyawannya sudah pulang semua, jadi tak menyaksikan keadaan bossnya saat ini yang pasti akan mempengaruhi image laki-laki itu nantinya.

Sesampainya di rumahnya, nampak Monica menyambut kedatangan suaminya dengan khawatir. Karena tak biasanya Demian minum hingga mabuk seperti saat ini.

Setelah Victor mengantar Demian ke kamarnya, ia segera kembali ke kantornya untuk membereskan kekacauan yang sudah bossnya itu perbuat.

Sedang Monica nampak mengulas senyumnya ketika melihat sang suami tak sadarkan diri di atas ranjangnya.

"Mungkin inilah hari-hari yang ku tunggu untuk memilikimu, sayang."

Gumamnya sembari melepaskan kencing kemeja Demian satu persatu.

Terpopuler

Comments

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

kamu mengulangi kesalahan zg sana Damian... minum2 hingga mabuk ,cuma bedanya klo dulu Ariana zg kamu prkosa gegara mabuk tpi klo sekarang kamu bkal dijebak gegara mabuk juga 😡😡

2025-02-03

0

martina melati

martina melati

dkompres pake es batu nti memarny hilang gk bengkak lagiii... beda jika luka/tergores bisa jd codet...

2024-12-30

2

martina melati

martina melati

hahaha.... mulai memihak ricko biasa... mau mencari perhatian ariana

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!