Part~5

"Nama kamu Ricko kan ?" tanya Olive.

Ricko mengangkat kepalanya lagi. "Hm." sahutnya.

"Apa kamu tidak bisa berbicara, dari tadi ham hem ham hem saja." gerutu Olive tak sabar.

"Kata ibu kalau sedang makan tidak boleh sambil berbicara nanti bisa tersedak." sahut Ricko setelah ia meminum air putih di botolnya.

"Memang kamu sedang makan apa ?" Olive dan teman-temannya terlihat penasaran.

"Klepon, kamu mau? ambil aja, aku bawa lebih kok." Ricko nampak menyodorkan kotak bekalnya pada Olive.

"iiuuuhhh makanan apaan itu baru lihat, itu pasti makanan kampung ya? kan kamu berasal dari kampung." ledek Olive.

"Memang kenapa kalau makanan kampung, ibu buatnya tanpa bahan pengawet kok. Pewarnanya saja pakai daun pandan, jadi ini sehat." ujar Ricko, ia tidak suka jika makanan buatan ibunya itu di hina.

"Aiissshhh, enakan bekalku. Sandwich tuna." Olive memamerkan bekalnya pada Ricko.

"Kamu bawa bekal juga, Liv ?" tanya teman satunya lagi.

"Hari ini aku sengaja membawa bekal biar tidak belanja di kantin, karena uang saku ku mau ku pake buat top up. Karena game ku banyak item yang sedang di perbaharui dan kamu tahu, aku tadi dapat uang saku 200 ribu dari Daddy." ujar Olive seraya memamerkan uangnya.

"Kamu maen game online terus memang nggak di marahin sama Daddy dan Mommy mu ?" tanya temannya lagi.

"Mommy mana peduli setiap hari selalu sibuk dengan arisan sosialitanya dan Daddy ku selalu sibuk kerja, ketemu aja paling kalau lagi sarapan pagi doang." keluh Olive.

"Daddy ku juga sibuk, tapi setiap hari masih mengajakku bermain. kadang juga menemaniku tidur, Jangan-Jangan itu bukan Daddy kandungmu ya ?" ucap temannya itu.

"Tentu saja Daddy ku." sungut Olive pada teman-temannya tersebut.

Sedangkan Ricko yang sedari tadi mendengarkan, nampak sangat bersyukur meski ia bukan anak orang kaya tapi kasih sayang ibunya sangat melimpah untuknya.

"Terima kasih, ibu." gumamnya.

"Kamu Ricko kan? kenalkan namaku Bryan, ayo bermain bola." ajak Bryan pada Ricko.

Bryan adalah anak dari sahabatnya Demian, meski sama-sama anak orang kaya Bryan tidak pernah sombong seperti Olive. Sepertinya perilaku seorang anak itu tergantung dari didikan orangtuanya di rumah.

Ricko yang baru menghabiskan bekalnya langsung memgangguk setuju.

Di sisi lain, Demian terlihat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Tak beberapa lama Victor nampak mengetuk pintu, lalu ia segera masuk setelah mendapatkan sahutaan dari atasannya itu.

"Apa sudah ada informasi di mana Ariana berada ?" tanya Demian langsung ketika asistennya itu baru masuk.

"Maaf tuan belum ada." sahut Victor.

"Bagaimana sih orang-orang mu itu, cari satu wanita saja tidak becus." gerutu Demian.

"Saya akan mengerahkan orang lagi, tuan."

"Keluarlah, kamu boleh masuk setelah mendapatkan informasi di mana Arianaku berada." sungut Demian.

"Tapi tuan...."

"Apalagi? saat ini tidak ada yang lebih penting dari pada informasi tentang Ariana, mengerti ?" potong Demian.

"Baik tuan, tapi nyonya besar barusan menghubungi saya untuk mengundang anda ke rumah besar bersama nyonya Monica dan juga nona Olive tuan." ujar Victor.

"Katakan saya sedang sibuk." tolak Demian.

"Tapi ini sudah ketiga kalinya anda menolak undangan nyonya besar, tuan. Saya rasa kali ini nyonya besar akan marah." bujuk Victor.

Demian nampak mendesah kasar. "Baiklah, kamu hubungi Monica suruh saja dia pergi duluan bersama Olive nanti aku menyusul." perintah Demian.

"Baik, tuan." sahut Victor yang nampak melengkungkan bibirnya, akhirnya ia akan terhindar dari amarah kedua orangtua atasannya itu.

Rumah besar adalah sebuah Mansion yang sangat mewah dan luas milik keluarga Anggoro. Seorang pengusaha sekaligus konglomerat turun temurun dari keluarga Anggoro.

Tuan Anggoro yang hanya mempunyai seorang Putra, kini di masa tuanya mulai merasa was-was. Karena sampai saat ini, anak satu-satunya itu belum juga memberikan keturunan seorang anak laki-laki sebagai pewaris selanjutnya dari kerajaan bisnisnya.

"Mama, bagaimana kabarnya ?" Monica yang baru datang bersama Olive nampak menyapa ibu mertuanya itu.

"Kami baik-baik saja sayang, di mana suamimu ?" tanya nyonya Anggoro ketika tidak melihat anak kesayangannya.

"Masih di kantor, Ma." sahut Monica.

"Papa bagaimana kabarnya ?" sapa Monica pada ayah mertuanya.

"Kurang baik, jadi kapan kamu bisa memberikan cucu laki-laki buat Papa ?" ujar Tuan Anggoro.

"Itu...." Monica langsung memucat.

"Apa kalian masih tidur terpisah ?" sela nyonya Anggoro yang langsung di anggukin oleh Monica.

Sedangkan tuan Anggoro hanya mendengus kasar dan setelah itu berlalu pergi meninggalkan mereka.

"Maaf, Ma." ucap Monica kemudian.

"Kakek, main sama Olive yuk." Olive nampak mengikuti tuan Anggoro di belakangnya.

"Ya, kemarilah ikut bersama kakek." sahut tuan Anggoro.

"Apa kamu selama ini tidak pernah berusaha merayu Demian ?" tanya nyonya Anggoro setelah kepergian cucunya.

"Sudah Ma, tapi ya gitu mas Demian selalu menolakku. Lagipula masih ada Olive kan Ma, jika Olive di didik dengan benar dia pasti bisa melanjutkan mengurus perusahaan." bujuk Monica.

"Tapi Olive bukan darah daging Demian kalau kamu lupa itu, hanya cucu asli keluarga Anggoro yang bisa menjadi penerus keluarga ini." tegas nyonya Anggoro.

"Maaf, Ma."

"Apa Demian masih sering mimpi buruk ?" tanya nyonya Anggoro yang langsung di anggukin Monica.

"Apa kamu sudah cari tahu, siapa orang yang ada didalam mimpi Demian ?" tanyanya lagi.

"Saya tidak tahu, Ma." sahut Monica.

Beberapa saat kemudian nampak Demian baru datang yang langsung membuat Nyonya Anggoro dan Monica menghentikan obrolannya.

"Sore, Ma." sapa Demian yang baru masuk ke dalam rumah besar.

"Sore sayang, apa harus Mama ancam dulu baru mau pulang." sungut nyonya Anggoro.

"Saya sibuk Ma, mama tahu sendirikan akhir-akhir ini perusahaan berkembang pesat." sahut Demian.

Tuan Anggoro yang mendengar suara putra kesayangannya langsung bergegas keluar dari kamarnya.

"Percuma berkembang pesat kalau tidak ada penerus yang akan mengurusnya nanti." sindirnya pada sang Putra.

"Sudah saya bilang Pa, saya tidak mau mempunyai anak. Kalau nanti tidak ada yang meneruskan serahkan saja pada yayasan sosial." sahut Demian yang langsung membuat ayahnya itu geram.

"Dasar anak kurang ajar, menyesal papa kenapa dulu hanya mempunyai satu anak saja." sungut tuan Anggoro seraya mendudukkan dirinya di kursi pijatnya.

"Hamilin satu wanita saja tidak becus." gerutunya lagi.

Sedangkan Demian hanya menganggap angin lalu amarah sang Ayah, karena setiap bertemu pasti hanya itu yang di bahasnya.

Kalau saja istrinya itu adalah Ariana, dengan senang hati Demian akan memberikan banyak cucu pada orangtuanya.

"Ariana, di mana kamu sayang."

Demian nampak menatap gemerlap lampu taman dari jendela depannya.

"Daddy." teriak Olive yang baru keluar dari kamar sang kakek.

"Hm, ada apa ?" sahut Demian setelah berbalik badan menatap sang putri.

"Daddy tahu nggak kalau di kelasnya Olive ada anak baru dari kampung." ucap Olive.

"Benarkah ?" kini Monica yang menimpali.

"Benar Mom, apa Mommy tahu masa dia bawa bekal klepon." Olive nampak tertawa mengejek.

"Klepon." Demian langsung menatap putri kecilnya itu.

Terpopuler

Comments

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

oooohhh.... trnyata olive bkn anak kandung Damian toh... pntesan dia gak trlalu peduli... brrti zg asli keturunan sekaligus pewaris anggoro cuma ricko donk

2025-02-03

1

Ima Kristina

Ima Kristina

astaga ternyata Olivia bukan darah daging Damian gitu kok gak dididik dengan baik

2024-11-27

0

martina melati

martina melati

jangan bilang jd teringat ariana yg dulu pernah bikin klepon buat demian

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!