Part~3

Sore itu setelah berbelanja, Ariana segera meninggalkan pasar dan berjalan menuju halte untuk menunggu angkutan umum menuju rumahnya.

Nampak 2 kantung belanjaan di tangannya, semuanya adalah bahan-bahan untuk membuat beraneka ragam macam jajanan pasar.

Hanya itu keahlian yang Ariana punya, selama ini ia menghidupi sang putra dengan berjualan kue di kampungnya.

Sebenarnya bisa saja ia mencari pekerjaan di luar rumah, tapi ia kasihan harus meninggalkan putranya seorang diri.

Dan ia bersyukur Tuhan masih memberinya rezeki, meski hanya cukup untuk makan dirinya dan sang putra.

Disisi lain, Demian yang sedang duduk di kursi mobilnya nampak memperhatikan lalu lalang orang berjalan kaki di pinggir jalan.

Di mana di dominasi oleh para karyawan yang sedang pulang dari kantornya sore itu. Ketika pandangannya tak sengaja ke arah seberang jalan, ia melihat seorang wanita sedang berdiri di pinggir jalan dengan beberapa kantong belanjaan di tangannya.

Deg!!

"Ariana."

Di lihat darimana pun, Demian yakin wanita itu adalah Ariana. Ariana mempunyai rambut panjang yang hitam legam dan jika tersenyum maka akan terlihat kedua lesung pipinya.

Tidak mau kehilangan lagi, Demian langsung membuka pintu mobilnya tak peduli lampu traffic light sudah berubah warna hijau.

"Tuan, tuan anda mau kemana ?" Victor langsung panik, namun ia harus segera melajukan mobilnya karena kendaraan di belakangnya sudah saling membunyikan klaksonnya.

Demian nampak berjalan menyeberang dengan melewati beberapa mobil, ia tak peduli beberapa kendaraan tersebut membunyikan klaksonnya bahkan ada yang meneriakinya.

Sungguh ia tak mau kehilangan Ariananya lagi, belahan jiwanya yang sudah membawa separuh jiwanya pergi.

Sesampainya di seberang jalan, Demian sudah tak menemukan Ariana lagi. Ia kehilangan jejaknya, sungguh ia ingin membakar mobil-mobil yang menghalanginya tadi.

"Aku yakin, wanita itu pasti Ariana."

Gumam Demian seraya mengusap wajahnya dengan kasar.

"Tuan, apa anda perlu sesuatu? kenapa anda tiba-tiba keluar dari mobil? itu sangat berbahaya, tuan." Victor terlihat sangat khawatir apalagi ketika melihat wajah atasannya yang terlihat frustrasi.

"Saya tadi melihat Ariana, Vic. Di sini, dia berdiri di sini." ujar Demian dengan raut penyesalan.

Victor nampak menatap iba Demian, setiap melihat wanita yang mirip dengan Ariana, atasannya itu selalu mengejarnya sampai ketemu.

"Mungkin hanya mirip saja tuan seperti biasanya." Victor mencoba menenangkan tuannya itu

"Tidak Vic, saya yakin itu Ariana. Ariana ada di kota ini Vic." tegas Demian yakin.

"Nanti saya pasti akan mencari tahu, tuan. Sebaiknya sekarang anda pulang karena sebentar lagi akan gelap." bujuk Victor.

"Kamu harus segera mencarinya untukku, Vic." titah Demian seraya melangkahkan kakinya menuju mobilnya.

"Baik, tuan." sahut Victor seraya berjalan mengikuti Demian di belakangnya.

Keesokan harinya.....

"Rin, apa kamu sudah ke tempat pak RT ?" Widya segera menghampiri Ariana yang nampak sedang menyusun kue-kuenya di dalam etalese yang terletak di teras rumahnya.

Tinggal di perumahan padat penduduk membuat keuntungan tersendiri bagi Ariana, sedari pagi ada saja yang membeli kue-kuenya meski itu adalah hari pertamanya berjualan.

"Sudah mbak tadi malam, katanya Ricko di suruh daftarkan saja di sekolahan di ujung jalan raya itu melalui jalur prestasi jadi bebas biaya bulanan." sahut Ariana.

"Bagus dong, itu salah satu sekolah favorit di sini dan kebanyakan anak-anak orang kaya yang sekolah di sana dan masalah pembulian kamu jangan khawatir, di sana terkenal dengan toleransi dan sopan santunnya." ujar Widya meyakinkan.

"Tapi prestasi di kampung sama di kota kan beda mbak, iya kalau Ricko bisa lulus tes." Ariana terlihat bimbang.

Ricko yang sedang makan di depan tv, langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri ibunya di luar.

"Ricko bisa buk, Ricko akan belajar yang rajin biar bisa lulus tes." ucapnya menimpali.

"Nah itu Ricko aja semangat, masa kamu tidak Rin ?" bujuk Widya.

Ariana nampak menghela napasnya, kemudian mengulas senyumnya.

"Baiklah anak ibu yang ganteng, besok kita ke sana untuk mengikuti tes." ucapnya yang langsung membuat Ricko senang.

"Kalau begitu Ricko akan belajar sekarang." timpal Ricko dengan semangat, kemudian kembali masuk ke dalam rumahnya.

"Apa dia mirip seperti Ayahnya ?" Widya nampak terkekeh, namun itu justru membuat Ariana melotot padanya.

"Ups sorry, kelepasan." Widya langsung menutup mulutnya sembari menahan tawanya.

Sungguh Ariana akan mendadak berubah seperti singa jika ia membahas ayah dari Ricko, padahal Widya sangat penasaran siapa ayah Ricko yang sebenarnya.

Namun Ariana selalu menutup mulutnya dan menganggap laki-laki itu sudah mati dalam hidupnya.

Sore harinya.....

"Ricko, ikut bunda yuk sayang." teriak Widya dari depan rumahnya Ariana.

Ricko yang sedang membaca bukunya langsung berlari keluar. "Mau kemana Bunda ?" tanyanya.

"Jemput ayah Herman di kantornya, kamu tahu kantor ayah yang baru sangat tinggi loh." bujuk Widya.

Widya sangat menyayangi Ricko begitu juga dengan suaminya, karena sudah beberapa tahun menikah mereka belum juga di karuniai anak.

"Boleh, buk ?" Ricko bertanya pada ibunya yang nampak baru selesai mandi.

"Boleh, tapi janji sama ibu jangan jauh-jauh dari bunda Widya."

"Ashiaap, buk." Ricko memeluk ibunya sejenak, kemudian ia berlalu pergi bersama Widya.

Beberapa saat kemudian Widya nampak memarkirkan motornya di area parkir di kantor suaminya.

Ricko nampak terperanga saat melihat gedung perkantoran itu, ia mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat puncak gedung yang mempunyai puluhan lantai tersebut.

"Anggoro group." ucapnya ketika membaca papan nama gedung tersebut.

"Sayang, bunda kebelet pipis. Kamu tunggu di sini sebentar ya." pinta Widya.

"Iya, bun." sahut Ricko yang sedang duduk di atas motor.

Karena bosan menunggu Widya yang tak kunjung kembali, Ricko nampak turun dari motornya.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh area gedung perkantoran itu, ia melihat beberapa orang lalu lalang keluar dari dalam kantor tersebut untuk pulang.

"Apa Ricko menunggu ayah Herman di depan pintu kantor itu saja ya." Gumamnya.

Karena rasa penasarannya, Ricko langsung saja berlari ke arah gedung tersebut. Namun sepertinya ia tidak melihat jika ada mobil yang melaju ke arahnya.

Mobil tersebut langsung mengerem mendadak dan sang sopir langsung membuka jendela kaca mobilnya.

"Hei anak kecil apa yang kamu lakukan di sini, ayo pergi dari sini." gertak Victor geram.

Baru kali ini ia melihat anak kecil berseliweran di area parkir kantornya dan dia hampir menabraknya pula.

"Maaf, Om. Ricko sedang menunggu ayah." sahut Ricko sembari menunduk ketakutan.

"Sudah Vic, biarkan saja. Mungkin dia salah satu anak dari karyawan kita." ujar Demian yang duduk di kursi penumpang.

"Baik tuan." sahut Victor.

Demian nampak membuka kaca mobilnya, kemudian memperhatikan anak kecil tersebut yang ia perkirakan seumuran dengan Olive putrinya.

"Sudah tidak apa-apa, lain kali jangan bermain di sini karena banyak kendaraan yang berlalu lalang." ujar Demian.

Mendengar suara Demian, Ricko langsung mengangkat kepalanya lalu menatapnya dan setelah itu ia tersenyum lebar hingga menampakkan kedua lesung pipinya.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

akhirnya si kecil ricko bertemu ayah kandungnya

2024-11-27

0

martina melati

martina melati

jangan2 nih perusahaanny milik demian y

2024-12-30

0

martina melati

martina melati

lho thor, di bab sblmny dkatakn wajah ricko mirip ayahny, koq punya lesung pipi sih

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!