Part~2

Demian masih saja bersandar di headboard ranjangnya setelah bermimpi buruk, bayang-bayang Ariana beberapa tahun yang lalu selalu saja berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak.

Tidak ada yang buruk dari wanita itu kecuali kemiskinan, Demian yang dulu begitu angkuh dan membenci kemiskinan, kini ia menyesali semua perbuatannya itu.

Nyatanya Ariana yang miskin yang pada akhirnya bisa meluluhkan hatinya, namun di saat ia menyadari betapa berharganya wanita itu.

Ariana telah pergi dan tak pernah kembali lagi, berbagai upaya Demian mencari keberadaannya tapi sampai saat ini belum juga ketemu.

"Maaf tuan, saya mengantar pakaian kerja anda." ucap seorang laki-laki setengah baya yang menjadi kepala pelayan di kediaman Demian.

Demian yang tadinya memejamkan matanya, langsung mengerjap lalu menatap laki-laki yang sudah puluhan tahun mengabdi pada keluarga besarnya itu.

"Nyonya bilang, anda bermimpi buruk lagi. Ini saya bawakan air hangat di campur dengan madu, itu akan menenangkan lambung anda." kepala pelayan tersebut yang di ketahui bernama pak Salim nampak menyerahkan segelas air pada Demian.

"Terima kasih." Demian mengambilnya lalu meminumnya hingga tandas.

"Siapkan pakaian, saya akan segera mandi." perintahnya kemudian.

"Baik, tuan." Pak salim nampak menepuk tangannya lalu datanglah dua pelayan yang membawa beberapa stel pakaian, dasi dan sepatu.

"Silakan tuan." ucap pak Salim agar majikannya itu memilih pakaian sesuai seleranya.

"Saya mau kemeja biru itu dan jasnya, dasinya yang itu dan sepatunya juga yang hitam itu." tunjuk Demian.

Begitulah Demian sejak dulu dia lebih suka di layani oleh pak Salim daripada sang istri, entahlah dia menganggap istrinya itu apa.

Namun sejak pernikahan bisnis yang di atur oleh kedua orangtuanya, Demian tak pernah menganggap wanita itu layaknya istri.

Bahkan kamar tidur mereka pun terpisah, namun jika mereka berada di area publik maka mereka akan sama-sama bersikap layaknya pasangan yang bahagia.

"Daddy ?" teriak bocah kecil bernama Olive ketika melihat sang ayah menuruni anak tangga dengan menenteng tas kerjanya.

"Pagi sayang, anak Daddy mau sekolah. Hm ?" sapa Demian pada putri kecilnya itu.

"Apa Daddy akan mengantarku ?" pinta Olive.

"Daddy sibuk sayang, kamu di antar Mommy saja ya." sahut Demian seraya mendudukkan dirinya di meja makan.

"Benar sayang, biar Mommy yang mengantarmu." sela Monica dengan mengulas senyumnya.

Ia nampak akan menaruh roti di atas piring Demian, namun suaminya itu langsung mengangkat tangan menolaknya.

"Pak salim, bisa oleskan selai nanas itu ke roti saya." perintahnya pada kepala pelayannya yang sedari tadi sudah berdiri tak jauh darinya.

"Baik, tuan."

Melihat penolakan Demian pada dirinya, Monica nampak mendesah kesal. Bertahun-tahun ia mencoba meluluhkan hati laki-laki itu, namun hingga kini belum juga berhasil bahkan sikap Demian semakin dingin padanya.

"Daddy selalu saja sibuk." cebik Olive.

Sedangkan Demian yang sedang memakan sarapannya hanya mengulas senyumnya, lalu mengusap gemas puncak kepala bocah kecil tersebut.

"Silakan, tuan." Victor nampak membukakan pintu mobilnya, ketika melihat atasannya itu keluar dari kediamannya.

"Terima kasih." sahut Demian.

Setelah itu mobil tersebut melaju meninggalkan kediaman yang sangat mewah tersebut, ketika mobil mereka berhenti di sebuah lampu merah, Demian nampak melihat beberapa anak jalanan sedang mengamen di sana dan itu mengingatkannya pada Ariana.

Demian langsung membuka jendela mobilnya setengah, setelah itu ia mengulurkan beberapa lembar uang berwarna merah pada anak-anak tersebut.

Victor yang melihat dari kaca spionnya nampak melengkungkan bibirnya, ia merasa sejak 8 tahun terakhir ini bossnya sudah sangat berubah meski sikapnya lebih dingin tapi jiwa sosialnya sangat tinggi.

Satu bulan kemudian....

Setelah berpikir matang-matang, akhirnya Ariana memutuskan untuk ikut Widya ke ibu kota. Ia yakin ibu kota sangat luas dan tidak akan bertemu lagi dengan laki-laki di masa lalunya tersebut.

"Jadi ini yang namanya kota, buk ?" Ricko nampak terperanga ketika melihat mobil yang berlalu lalang di jalanan.

"Beda ya sama di kampung, adanya cuma motor atau sepeda buat ngangkut padi di sawah." sambungnya lagi.

Ariana nampak terkekeh mendengar tingkah polos putra kecilnya itu.

"Lihat buk, gedungnya tinggi-tinggi banget ya, nanti kalau udah besar Ricko ingin bekerja di sana." Ricko nampak menunjuk beberapa gedung yang menjulang tinggi dari jendela bus kota yang mereka naiki.

Ariana menghela napasnya. "Seandainya saja kamu tahu siapa ayahmu, Nak." gumamnya dalam hati.

Beberapa saat kemudian Ariana sampai di rumah Widya, sahabatnya itu mempunyai beberapa rumah sewaan dan memberikannya satu pintu pada Ariana.

Sungguh Ariana sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Widya, wanita itu juga yang mengajak Ariana ke kampung halamannya 8 tahun yang lalu.

"Terima kasih mbak, entah bagaimana aku bisa membalas kebaikan kalian." ucap Ariana ketika Widya menunjukkan rumah yang akan ia tempati nanti.

"Anggap saja ini untuk menebus kesalahan ku dulu Rin, kalau saja waktu itu aku tidak meminta tolong padamu untuk menggantikan ku kerja di bar, mungkin kamu tidak akan mengalami kejadian itu."

Sampai sekarang Widya masih saja merasa bersalah, gara-gara dia Ariana sampai di perkosa oleh laki-laki brengsek itu dan mengandung Ricko.

"Nggak apa-apa mbak aku sudah ikhlas." sahut Ariana.

"Oh ya, nanti kamu ke rumahnya pak RT ya laporan, sekalian tanyakan sekolahnya Ricko dimana." ujar Widya.

"Iya, mbak." sahut Ariana.

Setelah itu, ia mulai membereskan barang-barangnya,. Sudah ada kasur dan peralatan dapur di sana, jadi Ariana tidak perlu membeli banyak barang lagi.

Sepertinya sahabatnya itu sudah menyiapkan sebelumnya untuknya, lagi-lagi Ariana bersyukur mempunyai sahabat seperti Widya.

Wanita cantik itu berhenti bekerja di bar setelah menikah dengan suaminya yang notabennya orang kantoran, sebelumnya Widya juga sering pulang ke kampung halamannya hanya sekedar untuk menjenguk dirinya dan juga Ricko.

"Nak, kamu tinggal bersama bunda Widya dan Ayah Herman dulu ya. Ibu mau ke pasar untuk membeli bahan-bahan membuat kue besok." Ariana menghampiri Ricko yang nampak sedang bermain mobil-mobilannya di depan tv.

"Ibu tidak lama kan ?" tanya Ricko, sepertinya bocah kecil itu masih merasa asing di tempat barunya.

"Nggak sayang."

Setelah itu Ariana segera mengunci pintunya, lalu mengantar Ricko ke rumah Widya yang berada tak jauh dari sana.

Di sisi lain, sore itu Demian baru keluar dari kantornya. "Langsung pulang, tuan ?" tanya Victor.

"Hm." Demian nampak bersandar di kursinya, wajahnya terlihat begitu kelelahan.

Seharian ini ia menghadiri meeting beberapa kali, kemudian meninjau beberapa lokasi proyeknya.

Ketika mobilnya sedang berhenti di sebuah lampu merah, matanya tak sengaja melihat seorang wanita di seberang jalan yang sepertinya sedang menunggu angkutan kota dengan menenteng beberapa kantong belanjaan.

"Ariana."

Terpopuler

Comments

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

pernikahan bisnis, tdur terpisah tpi msih bisa bercinta dan memiliki putri ya... emang bneran Casanova dia, bs bercinta wlau tnpa adanya cinta dlm hati.

2025-02-03

0

Mamah dini

Mamah dini

iya bikin aneh pembaca, GK cinta tidur berpisah waktu bikin anak gimana,, apa lagi mabuk, biasa nya gitu ,ada2 saja .

2025-02-22

0

martina melati

martina melati

hmmm agak rancu nih thor... ktny tidur dg kmr terpisah koq bisa dbangunin istri krn mengigau saat tidur???

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Part~1
2 Part~2
3 Part~3
4 Part~4
5 Part~5
6 Part~6
7 Part~7
8 Part~8
9 Part~9
10 Part~10
11 Part~11
12 Part~12
13 Part~13
14 Part~14
15 Part~15
16 Part~16
17 Part~17
18 Part~18
19 Part~19
20 Part~20
21 Part~21
22 Part~22
23 Part~23
24 Part~24
25 Part~25
26 Part~26
27 Part~27
28 Part~28
29 Part~29
30 Part~30
31 Part~31
32 Part~32
33 Part~33
34 Part~34
35 Part~35
36 Part~36
37 Part~37
38 Part~38
39 Part~39
40 Part~40
41 Part~41
42 Part~42
43 Part~43
44 Part~44
45 Part~45
46 Part~46
47 Part~47
48 Part~48
49 Part~49
50 Part~50
51 Part~51
52 Part~52
53 Part~53
54 Part~54
55 Part~55
56 Part~56
57 Part~57
58 Part~58
59 Part~59
60 Part~60
61 Part~61
62 Part~62
63 Part~63
64 Part~64
65 Part~65
66 Part~66
67 Part~67
68 Part~68
69 Part~69
70 Part~70
71 Part~71
72 Part~72
73 Part~73
74 Part~74
75 Part~75
76 Part~76
77 Part~77
78 Part~78
79 Part~79
80 Part~80
81 Part~81
82 Part~82
83 Part~83
84 Part~84
85 Part~85
86 Part~86
87 Part~87
88 Part~88
89 Part~89
90 Part~90
91 Part~91
92 Part~92
93 Part~93
94 Part~94
95 Part~95
96 Part~96
97 Part~97
98 Part~98
99 Part~99
100 Part~100
101 Part~101
102 Part~102
103 Part~103
104 Part~104
105 Part~105
106 Part~106
107 Part~107
108 Part~108
109 Part~109
110 Part~110
111 Part~111
112 Part~112
113 Part~113
114 Part~114
115 Part~115
116 Part~116
117 Part~117
118 Part~118
119 Part~119
120 Part~120
121 Part~121
122 Part~122
123 Part~123
124 Part~124
125 Part~125
126 Part~126
127 Part~127
128 Part~128
129 Part~129
130 Part~130
131 Part~131
132 Part~132
133 Part~133
134 Part~134
135 Part~135
136 Part~136
137 Part~137
138 Part~138
139 Part~139
140 Part~140
141 Part~141
142 Part~142
143 Part~143
144 Part~144
145 Part~145
146 Part~146
147 Part~147
148 Part~148
149 Part~149
150 Part~150
151 Part~151
152 Part~152
153 Part~153
154 Part~154
155 Part~155
156 Part~156
157 Part~157
158 Part~158
159 Part~159
160 Part~160
161 Part~161
162 Part~162
163 Part~163
164 Part~164
165 Part~165
166 Part~166
167 Part~167
168 Part~168
169 Part~169
170 Part~170
171 Part~171
172 Part~172
173 Part~173
174 Part~174
175 Part~175
176 Part~176
177 Part~177
178 Part~178
179 Part~179
180 Part~180
181 Part~181
182 Part~182
183 Part~183
184 Part~184
185 Part~185
186 Part~186
187 Part~187
188 Part~188
189 Part~189
190 Part~190
191 Part~191
192 Part~192
193 Part~193
194 Part~194
195 Part~195
196 Part~196
197 Part~197
198 Part~198
199 Part~199
200 Part~200
201 Part~201
202 Part~202
203 Part~203
204 Part~204
205 Part~205
206 Part~206
207 Part~207
208 Part~208
209 Part~209
210 Part~210
211 Part~211
212 Part~212
213 Part~213
214 Part~214
215 Part~215
216 Part~216
217 Part~217
218 Part~218
219 Part~219
220 Part~220
221 Part~221
222 Part~222
223 Part~223
224 Part~224
225 Part~225
226 Part~226
227 Part~227
228 Part~228
229 Part~229
230 Part~230
231 Part~231
232 Part~232
233 Part~233
234 Part~234
235 Part~235
236 Part~236
237 Part~237
238 Part~238
239 Part~239
240 Part~240
241 Part~241
242 Part-242
243 Part~243
244 Part~244
245 Part~245
246 Part~246
247 Part~247
248 Part~248
249 Part~249
250 Part~250
251 Part~251
252 Part~252
253 Part~253
254 Part~254
255 Part~255
256 Part~256
257 Part~257
258 Part~258
259 Part~259
260 Part~260
Episodes

Updated 260 Episodes

1
Part~1
2
Part~2
3
Part~3
4
Part~4
5
Part~5
6
Part~6
7
Part~7
8
Part~8
9
Part~9
10
Part~10
11
Part~11
12
Part~12
13
Part~13
14
Part~14
15
Part~15
16
Part~16
17
Part~17
18
Part~18
19
Part~19
20
Part~20
21
Part~21
22
Part~22
23
Part~23
24
Part~24
25
Part~25
26
Part~26
27
Part~27
28
Part~28
29
Part~29
30
Part~30
31
Part~31
32
Part~32
33
Part~33
34
Part~34
35
Part~35
36
Part~36
37
Part~37
38
Part~38
39
Part~39
40
Part~40
41
Part~41
42
Part~42
43
Part~43
44
Part~44
45
Part~45
46
Part~46
47
Part~47
48
Part~48
49
Part~49
50
Part~50
51
Part~51
52
Part~52
53
Part~53
54
Part~54
55
Part~55
56
Part~56
57
Part~57
58
Part~58
59
Part~59
60
Part~60
61
Part~61
62
Part~62
63
Part~63
64
Part~64
65
Part~65
66
Part~66
67
Part~67
68
Part~68
69
Part~69
70
Part~70
71
Part~71
72
Part~72
73
Part~73
74
Part~74
75
Part~75
76
Part~76
77
Part~77
78
Part~78
79
Part~79
80
Part~80
81
Part~81
82
Part~82
83
Part~83
84
Part~84
85
Part~85
86
Part~86
87
Part~87
88
Part~88
89
Part~89
90
Part~90
91
Part~91
92
Part~92
93
Part~93
94
Part~94
95
Part~95
96
Part~96
97
Part~97
98
Part~98
99
Part~99
100
Part~100
101
Part~101
102
Part~102
103
Part~103
104
Part~104
105
Part~105
106
Part~106
107
Part~107
108
Part~108
109
Part~109
110
Part~110
111
Part~111
112
Part~112
113
Part~113
114
Part~114
115
Part~115
116
Part~116
117
Part~117
118
Part~118
119
Part~119
120
Part~120
121
Part~121
122
Part~122
123
Part~123
124
Part~124
125
Part~125
126
Part~126
127
Part~127
128
Part~128
129
Part~129
130
Part~130
131
Part~131
132
Part~132
133
Part~133
134
Part~134
135
Part~135
136
Part~136
137
Part~137
138
Part~138
139
Part~139
140
Part~140
141
Part~141
142
Part~142
143
Part~143
144
Part~144
145
Part~145
146
Part~146
147
Part~147
148
Part~148
149
Part~149
150
Part~150
151
Part~151
152
Part~152
153
Part~153
154
Part~154
155
Part~155
156
Part~156
157
Part~157
158
Part~158
159
Part~159
160
Part~160
161
Part~161
162
Part~162
163
Part~163
164
Part~164
165
Part~165
166
Part~166
167
Part~167
168
Part~168
169
Part~169
170
Part~170
171
Part~171
172
Part~172
173
Part~173
174
Part~174
175
Part~175
176
Part~176
177
Part~177
178
Part~178
179
Part~179
180
Part~180
181
Part~181
182
Part~182
183
Part~183
184
Part~184
185
Part~185
186
Part~186
187
Part~187
188
Part~188
189
Part~189
190
Part~190
191
Part~191
192
Part~192
193
Part~193
194
Part~194
195
Part~195
196
Part~196
197
Part~197
198
Part~198
199
Part~199
200
Part~200
201
Part~201
202
Part~202
203
Part~203
204
Part~204
205
Part~205
206
Part~206
207
Part~207
208
Part~208
209
Part~209
210
Part~210
211
Part~211
212
Part~212
213
Part~213
214
Part~214
215
Part~215
216
Part~216
217
Part~217
218
Part~218
219
Part~219
220
Part~220
221
Part~221
222
Part~222
223
Part~223
224
Part~224
225
Part~225
226
Part~226
227
Part~227
228
Part~228
229
Part~229
230
Part~230
231
Part~231
232
Part~232
233
Part~233
234
Part~234
235
Part~235
236
Part~236
237
Part~237
238
Part~238
239
Part~239
240
Part~240
241
Part~241
242
Part-242
243
Part~243
244
Part~244
245
Part~245
246
Part~246
247
Part~247
248
Part~248
249
Part~249
250
Part~250
251
Part~251
252
Part~252
253
Part~253
254
Part~254
255
Part~255
256
Part~256
257
Part~257
258
Part~258
259
Part~259
260
Part~260

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!