Seren kesal karena Sera selalu saja mematikan ponselnya. Regan mencoba memberi pengertian pada Seren.
"Sayang, mungkin Sera sudah tidur dan kelelahan. Disana kan sudah malam," kata Regan mencoba menenangkan Seren yang sedari tadi mondar-mandir tidak jelas.
"Regan, apa kau tidak khawatir pada Sera? Biar bagaimanapun dia seorang gadis. Aku takut terjadi apa-apa padanya. Seharusnya kau memberi Sera seorang bodyguard," kata Seren kesal.
"Sayang, percayalah, Sera bisa menjaga dirinya sendiri," Regan memeluk Seren dan mengusap punggungnya agar Seren lebih tenang.
"Jika terjadi apa-apa dengan putriku, aku akan membuat perhitungan denganmu," ancam Seren sembari memeluk sang suami.
Seren mencoba rileks dan tenang. Dia ingin mempercayai sang putri bisa menjaga dirinya sendiri.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
"Tuan, apakah kau akan mengikatku terus? Aku bukan pencuri," Sera tampak sudah jenuh.
"Kau memang pencuri," kata Alex tanpa melihat ke arahnya. Alex masih fokus melihat ponselnya.
Wajah Sera semakin cemberut mendengar jawaban Alex.
"Tuan, bolehkah aku meminjam ponselmu? Aku ingin mengabari keluargaku. Mereka akan khawatir. Bagaimana jika mereka melaporkanku ke polisi? Kau juga yang akan terkena imbasnya," kata Sera serius.
Alex tampak tertawa kecil mendengar omongan Sera yang dianggapnya seperti anak kecil yang sedang mengancam.
Sera semakin kesal karena perkataannya sama sekali tidak digubris oleh Alex.
"Sampai kapan kau akan mengikatku?" tanya Sera lagi.
"Kau benar-benar berisik," Alex beranjak dari kursi sofanya dan menghampiri Sera.
Alex sebenarnya malas berurusan dengan hal-hal receh seperti ini. Tapi entah mengapa dia tidak ingin melepaskan Sera begitu saja.
"Maukah kau tidur denganku malam ini? Aku akan membayarmu mahal," kata Alex menggoda Sera.
"Cih, aku bukan pelacur, Tuan. Aku tidak butuh uang. Bahkan aku bisa membeli hotel ini," kata Sera sengaja menyombongkan dirinya.
"Ayahmu yang bisa membelinya, bukan dirimu," Alex tersenyum mengejek.
Alex tahu jika Sera berasal dari keluarga kaya raya. Anak buahnya sudah mengecek identitas Sera.
"Aku semakin ingin memukulmu. Bisakah kau melepaskan ikatanku?" tantang Sera meskipun dia tahu pria di depannya bukan tandingan yang sepadan untuknya.
Kekuatan Alex terlalu jauh di atas Sera. Sera menyadari hal itu. Tetapi Alex tetap tak menggubrisnya.
Alex kemudian keluar dari kamar hotel.
"Lepaskan ikatannya jika dia sudah tidur... jangan sampai menyentuhnya," kata Alex pada pengawalnya di depan pintu.
Alex kemudian langsung menuju club malam miliknya yang berada di pusat kota. Ada urusan yang harus dikerjakannya disana.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Sera terbangun di pagi harinya dengan tangan dan kakinya yang sudah bebas dari ikatan.
"Dia melepaskanku? Syukurlah," Sera langsung beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar hotelnya sendiri.
Gara-gara peristiwa semalam, Sera sampai harus melewatkan acara jalan-jalannya.
Sera kemudian mandi dan segera keluar dari hotel menuju apartemen mewah yang sudah disiapkan daddynya.
Dengan memakai baju dress yang disiapkan mommynya membuat ruang gerak Sera terbatas.
Hari ini Sera berencana untuk tes wawancara pekerjaannya. Karena kemarin Sera sudah diberitahu melalui email.
Sera pergi ke mall dan membeli ponsel baru. Lalu dia menelepon Seren.
"Halo mom, ini aku, Sera," kata Sera.
"Oh My God... dari mana saja kauuuuu... dan mengapa nomermu ganti sayang?" tanya Seren sedikit berteriak.
"Ponselku jatuh dari taxi, mom, dan hilang... hehehe," kata Sera santai.
Kemudian terjadilah sesi ceramah yang dilakukan oleh Seren kepada anak gadis kesayangannya. Dan Sera hanya mendengarkannya dengan pasrah.
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT KOMEN YA KAKAK SAIIII..❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
khawatir
2024-07-05
3
neng ade
beruntung Sera di lepaskan hingga dia bisa memberi kabar pada mommy nya
2024-06-29
1
Trisna
sedewasa apapun kita,
kalau anak perempuan pergi jauh
tetap aja orang tua khawatir
2024-06-14
1