Ponsel Sera berkali-kali berbunyi. Tetapi Alex selalu mematikannya karena dia masih melihat foto dirinya yang diambil Sera diam-diam.
"Bisakah aku mengangkat teleponku dulu? Itu mommyku yang menelepon... please," Sera memberanikan dirinya meminta ponselnya.
Alex kemudian meletakkan ponsel Sera kelantai dan menginjak-injaknya dengan sangat keras sehingga ponsel itu hancur. Alex mencabut kartu yang ada di ponsel tersebut dan membakarnya dengan korek yang selalu dibawanya.
Sera agak kaget dengan apa yang dilakukan Alex. Sera memang tidak takut pada apapun. Tapi mafia? Wait... Itu pengecualian bagi dirinya. Sera benar-benar sendiri di negara asing ini. Tidak ada Daddy-nya yang akan membantunya mengatasi masalahnya kali ini.
Seketika Sera menyesal dengan keputusannya menginap di hotel ini. Seharusnya Sera sudah tidur nyenyak di apartemen mewahnya.
Sera tetap menunjukkan sikap biasa saja. Dia menyembunyikan rasa takutnya di balik sikap tenangnya. Padahal jantungnya berdegup sangat kencang.
"Siapa yang menyuruhmu memata-mataiku?" Akhirnya Sera mendengar suara berat dan dingin dari lelaki itu.
"Aku tidak memata-mataimu... sungguh... aku hanya memotretmu karena adikku ingin foto real dari seorang mafia... jadi aku memotretmu karena kupikir kau seorang mafia," kata Sera datar.
Alex menghampiri Sera dan memegang dagunya dengan keras. Alex membuka topi dan kacamata Sera.
Alex tampak memandangi mata Sera yang kata orang bisa menghipnotis siapapun yang memandangnya.
Wajah Sera sangat dekat dengan wajah Alex. Bahkan Sera bisa merasakan nafas Alex di wajahnya.
"Aku sedang tidak bercanda, nona," Alex masih menatap tajam mata Sera.
"Mata yang indah... sangat indah... aku bisa menjualnya dengan harga tinggi di pasar gelap penjualan organ," Alex tersenyum licik.
Sera meneguk ludahnya. Kemudian Sera nekat memukul hidung Alex menggunakan kepalanya hingga membuat hidung Alex berdarah.
Sera akan melawan kali ini. Lagi pula ini satu lawan satu. Sera yakin bisa menang meskipun itu hanya semangat pada dirinya sendiri yang sudah merasa putus asa.
Sera menendang leher Alex dan menjatuhkan tubuh Alex di lantai. Ketika Sera akan mengunci tubuhnya, Alex mengunci tubuh Sera lebih dulu dengan menarik tangan Sera ke belakang.
"Kau berani juga ternyata," kata Alex.
"Aku hanya mengambil fotomu... apa itu salah? Aku seorang pelancong... kalau kau tidak percaya, periksa saja identitas dan pasporku," jawab Sera ngos-ngosan.
Alex mengunci tubuhnya dengan sangat kuat.
Alex membawa Sera ke ranjang, kemudian mengikat kaki dan tangannya.
Alex menelepon pengawalnya dan menanyakan info tentang Sera karena tadi Alex menyuruh pengawalnya menggeledah kamar hotel yang Sera tempati.
"See???? Kau sudah menuduhku macam-macam... bahkan kau sudah merusak ponselku," kata Sera yang sekarang agak tenang karena Alex percaya bahwa Sera benar-benar seorang pelancong.
"Sekarang lepaskan aku... aku ingin kembali ke kamarku dan tidur nyenyak," lanjut Sera kesal.
Alex menghampiri Sera dan tiba-tiba mencium bibir merahnya. Sera menggigit bibir Alex dan membuat bibir Alex berdarah. Alex juga tidak mengerti mengapa dirinya mencium bibir Sera yang tampak menggoda di matanya.
"Apa yang kau lakukan bangsat?!" teriak Sera emosi.
Alex membersihkan darah yang ada di bibirnya menggunakan tangannya dan menunjukkan senyum smirknya.
Baru pertama kali dalam hidupnya ada seorang wanita yang menolak ciumannya bahkan menggigit bibirnya sampai berdarah.
"Itu hukumanmu karena bersikap lancang," kata Alex santai.
"Aku menyukaimu, gadis barbar... kau tidak akan bisa keluar dari cengkramanku mulai saat ini," Alex sudah mengeluarkan ultimatumnya.
"Apa maksudmu?" teriak Sera.
"Entahlah... kita lihat saja nanti... Que Sera Sera..." kata Alex seakan mengejek Sera.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
🥰Siti Hindun
lawan yg sepadan/Facepalm/
2025-02-24
0
💗 AR Althafunisa 💗
Ayo aja...
2024-11-01
2
Shinta Dewiana
tuh kan dasar mafia sialan...cicik deh udah celap celup ke mana man
2024-10-04
1