"Kak Ilham mana sih,katanya mau nelpon,"
Reina menatap kesal pada layar ponselnya,malam ini Reina tengah menanti Ilham untuk menelponnya. Karena Ilham sudah berjanji akan menghubunginya saat malam.
Dengan sedikit ragu,Reina menekan nomor ponsel Ilham yang bertuliskan dengan nama kontak "Sikaku Tercinta",entah kenapa Reina malah menulis nama Ilham dengan nama si Kaku.
Dengan sekali tekan, nomor ponsel Ilham sudah ada dilayar ponsel Reina. Dan tidak lama panggilan pun tersambung dan itu malah membuat Reina deg degan.
Namun panggilan telponnya tidak kunjung diangkat oleh Ilham,Reina hanya bisa berdecak kesal serta menggerutu sendiri saat ini. Karena Ilham bisa dia hubungi tapi siKakunya itu tidak mengangkat telponnya.
"Kak Ilham kemana sih, kenapa panggilan aku gak diangkat angkat?"
Reina menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya. Reina melempar ponselnya entah kemana, kearah samping tubuhnya. Semoga saja ponselnya saat ini tidak berteriak karena dicampakan setelah dibutuhkan.
Reina perlahan memejamkan kedua matanya, perlahan rasa kantuk pun mulai menyerangnya. Namun saat Reina mulai terlelap tiba tiba suara dering ponsel miliknya membuat kedua mata hitamnya terbuka.
Reina yang masih setengah sadar, langsung meraba raba sisi tubuhnya untuk mencari benda pipih yang sudah tidak sabar untuk Reina pegang. Semua benda yang ada didekatnya melayang entah kemana, hanya menyisakan seprei berwarna biru muda yang masih melekat diatas tempat tidur.
"Nah disini rupanya,"
Reina meraih ponselnya yang terjepit diantara kasur dan ranjang. Dengan segera Dia menekan tombol hijau dilayar ponselnya.
"Hallo,"
📲:"Hm, hallo, Kamu udah tidur ya?"
Reina langsung membuka matanya lebar lebar saat dia mendengar suara laki laki yang sedari tadi dia nanti nantikan. Reina yang tadinya hendak memejamkan kedua matanya kembali. Begitu dia mendengar suara bass serta berat milik Ilham, langsung saja merasakan kedua matanya terang benderang.
"Kak Ilham!Rein udah nunguin tau dari tadi sampe Rein ketiduran, tapi Kak Ilham gak nelpon nelpon juga. Terus pas Rein punya inisiatif tinggi untuk menelpon Kakak duluan, telponnya gak Kakak angkat juga. Akhirnya Rein kesel dan bosan sampe ketiduran, ihh Kakak bikin Rein kangen tau!"
Reina terus saja mengomel tanpa jeda, tanpa memberikan kesempatan Ilham untuk berbicara sedikit pun.
📲"Udah, masih ada yang belum dikeluarkan unek uneknya hm. Kalo ada ayo keluarin semua biar plong,"
Diujung telpon sana, Ilham mendengar suara helaan nafas dari Reina. Sepertinya gadis kecilnya itu tengah kesal saat ini, karena dia tidak mengangkat telponnya tadi.
"Udah, Rein udah plong. Kak,"
📲🏃:"Hm,"
"VC ya, Rein kangen,"
Ilham tersenyum tipis saat mendengar ucapan kekasihnya itu.Baru saja beberapa jam mereka berpisah, gadis itu sudah bilang kangen katanya
📲:"Kakak lagi di markas loh,"
Reina terlihat mengerucutkan bibirnya saa Ilham memberitahunya kalau saat ini kekasihnya itu tengah berada dimarkas. Lebih tepatnya, tempat khusus bagi para Tim Srigala Hitamnya.
"Kakak masih kerja kah?"
📲:"Hm ya, Kakak masih memantau sesuatu dari sini, kenapa hm?"
"Kita VC ya, bentar aja please. Temenin Rein tidur aja setelah Rein tidur, Kakak boleh matiin nanti videonya."
Ilham yang ada disebrang telpon itu, terdengar mematikan telponya membuat Reina langsung menatap nanar pada ponsel mahalnya itu.
"Yah dimatiin, iihh sebel sebel seb....,"
Saat Reina hendak melemparkan ponselnya lagi tiba tiba ponsel yang digenggam terdengar berdering kencang.
JANGAN LUPA BUAT NGASIH LIKE VOTE DAN KOMENNYAAAAA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Esther Lestari
pantes Rein kangen terus....cuakep gitu Ilham😍😍
2024-10-21
0
Renireni Reni
waowww.....💖💖💖😍😍😍😍😍
2023-01-28
0
flowers city
gumushhhhh😍🥰😍😍🥰
2022-07-29
0