"Emm,a-aku boleh kerja dirumahnya Mas Ilham aja gak?jadi tukang beres beres, masak atau nyuci juga gak apa apa."
Reina dan Ilham langsung menatap kearah Naira yang tengah menatap mereka penuh harap, Reina terlihat melirik pada Ilham. Gadis itu penasaran jawaban apa yang akan diberikan oleh Sang Gegana itu.
Apa Ilham mengizinkan Naira untuk bekerja disini sebagai pembantunya?atau Ilham akan menolak Naira yang terlihat suka rela menawarkan dirinya untuk menjadi pembantu dirumah dinas Ilham.
"Maaf Naira, saya tidak bisa memperkerjakan kamu disini. Rumah dinas saya ini kecil, untuk apa saya memperkerjakan kamu?Saya juga jarang pulang kerumah ini, saya juga lebih sering makan diluar, pakaian saya lebih sering saya cuci sendiri karena saya kurang suka ranah pribadi saya dijamah oleh orang lain, lebih tepatnya orang yang tidak ada hubungan apa apa dengan saya, kamu paham kan!"
Ilham menjelaskan dengan pelan namun terdengar tegas, layaknya seorang pemimpin. Seorang pemimpin sejati tidak usah berteriak teriak dalam menyampaikan sesuatu hanya untuk dicap tegas serta berwibawa.Cukup berkata pelan namun lugas serta tegas, itu baru pemimpin.
Naira yang mendengar ucapan sang komandan itu hanya mampu menganggukan kepalanya patuh. Sedangkan gadis yang ada disisi Ilham terlihat tengah mesam mesem dengan wajah serta mata sembabnya.
'Jadi boleh dong kalau aku yang jamah ranah pribadi Kakak,'
Ingin rasanya Reina berbicara seperti itu pada Ilham saat ini. Namun sayangnya itu hanya terealisasi didalam hatinya saja, mulutnya kaku untuk berucap seperti itu pada Ilham.
"Jadi gimana?nanti malam dia nginap dirumah ini dong?"
Ilham menoleh pada Reina saat mendengar penuturan gadis yang berstatus sebagai kekasihnya itu. Raut wajah kekasihnya itu menampilkan wajah gusar dan ketidaksukaan yang amat ketara dimata Ilham.
"Hanya malam ini Rein,"
Reina mendengus kesal mendengar ucapan Ilham, 'hanya malam ini' katanya. Mudah sekali laki laki kaku itu berbicara seperti itu.
'Oke, kalau perempuan ini bisa menginap dirumah ini, berarti aku juga bisa dong menginap disini, malam ini'
Reina menatap licik pada perempuan yang tengah menatap penuh binar pada kekasihnya itu. Ingin rasanya Reina mencolok kedua mata itu dengan jepit rambut yang ada dikepalanya.
"Karena Rein gak mau orang orang berfikir yang tidak tidak sama Kakak, jadi Rein putusin Rein akan menginap DISINI, MALAM INI,"
Reina menekankan kata 'Disini, dan Malam ini' diakhir kalimatnya. Ilham dan Naira langsung mengalihkan atensi mereka pada gadis yang tengah tersenyum manis kearah mereka berdua.
"Rein,nanti Mama kamu nyariin kamu,"
Reina mengangkat layar ponsel mahalnya kehadapan wajah Ilham, dia memperlihatkan isi pesan singkat antara dia dan sang Mama.
"Rein udah izin sayang, dan Mama udah ngizinin kok. Lihat kan, Mama ngizinin Rein nginep disini karena menjaga dari fitnah dunia."
Ilham hanya mampu menghela nafasnya, lalu menganggukan kepalanya. Reina yang melihat itu langsung bersorak senang sampai sampai Reina memeluk Ilham serta memberi sebuah kecupan dipipi kanannya.
Ilham yang mendapat ciuman Reina untuk kedua kalinya walaupun bukan di bibir seperti tiga tahun yang lalu,merasa tubuhnya menegang, jantungnya berdetak lebih kencang. Jiwa kelelakiannya mulai meronta minta dibebaskan saat melihat senyum manis gadis yang tengah memeluknya itu.
Sedangkan disebrang kursi sana, terlihat Naira tengah menatap tanpa ekspresi pada Ilham dan Reina.
VISUAL ILHAM AKU GANTI YA, PIRAPAT WATANA sebagai Ilham Samudera
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE DAN KOMENNYAAAAA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Abinaya Albab
klo Iko Uwais ketuaan buat Reina /Silent/ dari kmrn aku ulang lg bacanya dari duren sawit skg sang Gegana trs dilanjut ke anak cucunya... ini nunggu Tiger gk up² lagii
2025-03-20
0
Ani Mak NitaAdelia
ini baru ganteng cocok,makasih udah mau denger curhatan dan permintaan pembaca karya mu neng
2024-07-09
2
Surtinah Tina
pas yg ini
2023-08-11
0