Reina tengah menangis sesegukan didalam dekapan Ilham, gadis cantik itu terus saja menangis setelah tadi meluapkan segala emosinya pada laki laki yang sangat dia cintai itu.
Namun setelah menjelaskan kalau Naira itu adalah perempuan yang mereka bawa dari daerah konflik karena kedua orang tuanya terbunuh oleh para penjahat, dan para penjahat itu sudah menjadikan Naira sebagai budak ***** mereka selama ini.
Karena Ilham serta para anggotanya merasa kasihan pada perempuan ini, dan Naira juga ingin pergi dari kampung itu. Maka mereka sepakat untuk membawa Naira bersama mereka ke kota ini, untuk bisa hidup dengan layak.
"Tapi kenapa dia harus disini, dirumah Kakak!"
Reina masih saja kesal dan marah pada Ilham, Reina merasa kalau perempuan yang tengah menatapnya itu memiliki niat terselubung saat ini.
"Ssstt, jangan begitu telunjuknya. Gak sopan,"
Ilham menegur halus kekasihnya itu,laki laki yang berusia 29 tahun itu menarik telunjuk Reina yang menuding langsung pada perempuan yang tengah menundukan kepalanya saat Ilham menatap padanya.
Ilham sedikit heran pada Naira, saat dia tidak memandangnya perempuan itu dengan berani menatap Reina dan dirinya. Namun saat dia menatap dia kembali, Naira langsung menundukan kepalanya seolah olah dia lemah tidak berdaya.
"Tapi kenapa dia disini?"
Reina merengek pada Ilham seperti anak yang tengah bertanya pada Ayahnya. Reina memeluk pimggang Ilham possesive, seolah olah Ilham akan pergi darinya kalau sedikit saja Reina mengendurkan pelukannya.
Bahkan saat ini kaos oblong putih yang tengah dipakai oleh laki laki itu sudah basah dibagian tengahnya karena air mata serta air hidung milik Reina.
Apa ini yang katanya tidak ingin membuat Ilham ilfiel?sebenarnya Ilham tidak ilfiel dengan ingus atau air mata Reina. Namun Ilham hanya tidak nyaman dengan posisi mereka sekarang ini. Posisi Rein yang duduk disampingnya dengan begitu rapat, jangan lupa kaki Reina yang tengah melingkar dipinggang serta kedua tangannya yang melingkar didada Ilham.
Ilham yang seumur umur belum pernah seintim ini dengan seorang wanita, pastilah dia akan salah tingkah dibuatnya. Apa lagi Reina itu type wanita yang cukup agresif, entah itu dalam bertutur kata atau pun dalam bertindak langsung.
"Besok dia pindah kerumah dinas yang ada diujung sana, dia disini karena rumah itu belum siap dihuni. Dan sekarang sedang dibersihkan, dia juga sedang mencari kerja. Apa kamu punya lowongan pekerjaan?dirumah Mama kamu atau butik kakak ipar kamu, siapa tau ada kan."
Reina terlihat berfikir, kedua netra hitamnya itu memindai perempuan yang sedari tadi menatapnya tanpa ekdpresi itu. Sebenarnya dibutik sedang membutuhkan karyawan pengganti Indri, namun Reina tidak bisa memutuskan sendiri begitu saja, dia juga harus berbicara dulu pada Anin. Kalau dirumah mereka sepertinya sang Mama belum membutuhkan ART lagi.
"Kayaknya gak ada deh Kak, mau itu dibutik atau pun dirumah. Kayaknya Mama belum ngebutuhin ART baru, mbok Murni sama Mbak Sari juga masih sanggup ngerjain tugas mereka masing masing."
Reina berbicara apa adanya, tidak ada kebohongan didalamnya kecuali masalah dibutik. Butik memang sedang membutuhkan karyawan tapi juga harus butuh pertimbangan serta penilaian bukan.
"Emm,a-aku boleh kerja dirumah Mas Ilham aja gak, jadi tukang beres beres, masak, atau tukang nyuci juga gak apa apa."
RANEE CAMPE sebagai NAIRA LATIEF
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE DAN KOMENNYA YAAAA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
retiijmg retiijmg
waduuuuh, hrs dihempas kluar nih.
calon penggoda
2024-08-17
0
Fe
jangan2 dikasih hati2 sama ular
2024-08-06
0
Fe
ular memang pandai bersandiwara bang ilham, elu nya aja yg gampang diboongin
2024-08-06
0