Reina masih gugup, dia tidak henti hentinya mengigiti kuku. Karena merasa sangat lama pintunya tidak dibuka buka, Reina pun berinisiatif untuk mengetuknya kembali. Namun saat tangannya hendak menjulur ke arah pintu, tiba tiba pintu coklat itu terbuka membuat Reina memundurkan langkahnya.
Saat pintu coklat itu terbuka, nampaklah seseorang yang selama tiga tahun ini sangat dia rindukan. Wajahnya tidak berubah, masih tetap tampan menurut Rein. Walaupun rambutnya sudah cepak ala ala tentara, tapi Reina tetap suka, Ilham tetap tampan dimatanya.
"Rein,"
Reina yang mendengar namanya di panggil, langsung memeluk Ilham tanpa aba aba hingga tubuh Ilham sedikit terhuyung kebelakang.
"Kak Ilham,Rein kangen!"
Reina menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ilham, karena saat ini dia memeluk leher Ilham dengan erat sembari melingkarkan kedua kakinya dipinggang Ilham.
Ilham yang mendapat serangan dadakan itu sedikit terkejut, dia tidak menyangka kalau gadis kecilnya yang dulu malu malu macan kini sudah menjadi seagresif ini padanya.
"Kakak juga kang...,"
"Mas Ilham, baju aku ditarok dimana ya?"
Suara seruan dari dalam rumah membuat Reina yang tengah memejamkan kedua matanya langsung membeliakan kedua matanya. Kedua netra hitam Reina langsung menatap nyalang pada sang Komandan atau ketua para anggota Gegana itu tanpa rasa takut.
Dengan kasar Reina turun dari tubuh Ilham, matanya menyorot pada wanita yang tengah berdiri dibelakang Ilham. Mata Reina menyipit pada wanita itu, sepertinya Reina perbah melihatnya, tapi dimana?
Netra hitam Reina kembali menyorot pada Ilham yang masih terdiam ditempatnya.
"Siapa itu Mas, Adiknya Mas Ilham ya?"
Mendengar ucapan wanita itu membuat Reina semakin menatap tajam pada Ilham,lalu menatap penuh intimidasi.
"Harus aku yang bertanya, kamu siapa?kenapa kamu ada dirumah calon suamiku?"
Tatapan Reina menajam, tatapan yang tidak pernah Reina tunjukan pada siapa pun selama ini. Tatapan lembut serta gemas Reina selama ini berubah menjadi tatapan tajam penuh emosi serta intimidasi pada wanita yang tengah menatapnya terkejut itu.
"A-aku,Aku...,"
"Dia Naira,Rein."
Netra Reina yang sedari tadi memandang penuh amarah pada wanita yang bernama Naira itu, kini menatap sendu dan kecewa pada laki laki yang amat dia cintai itu.
"Naira,si-siapa dia Kak?"
Suara Reina bergetar saat bertanya pada Ilham, matanya sudah berkaca kaca. Reina tidak sanggup mendengar kata kata yang akan terlontar dari mulut kekasihnya itu.
Dan akhirnya air mata itu turun juga dalam sekali kedipan mata,Reina menggigit bibir bawahnya agar tangisannya tertahan.
Reina menutup kedua matanya, rasanya dia saat ini ingin sekali memukul seseuatu atau seseorang. Ternyata ini yang akan terjadi padanya saat Ziana bilang akan ada sesuatu yang menguras emosinya. Ini bukan hanya menguras emosinya, tapi juga menguras air mata serta emosinya.
Namun seperdetik setelah Reina merasa sesak didalam dadanya, tiba tiba tubuhnya direngkuh erat oleh seseorang. Tangisan Reina yang tertahan kini pecah seketika didalam pelukan seseorang dan orang itu adalah Ilham.
"K-Kak Ilham jahat, Ka-Kakak bikin Rein sakit disini!"
Ilham semakin mengeratkan pelukannya pada Reina, sesekali laki laki itu mengusap pucuk kepala Reina untuk menenangkannya. Namun tangannya ditepis kasar oleh wanita yang ada didalam pelukannya itu.
"Maaf,maaf udah buat kamu nangis Rein. Dia itu adal...,"
"KALAU MEMANG KAKAK GAK SUKA SAMA REINA!JANGAN PERNAH BUAT REINA SUKA DAN CINTA SAMA KAKAK, REINA BENCI SAMA KAKAK, KAKAK SAMA AJA KAYAK COWOK LAIN, AKU BENCI SAMA KAMU ILHAM AKU BENCI!"
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE DAN KOMENNYA, SILAHKAN KALAU MAU MARAH MA ILHAM TAPI JANGAN LAMA LAMA YA KASIHAN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Misnawati Pulungan
aku gk.bosan bacanya
2024-08-14
0
Fe
aku juga benci sama ilham, ngapain jg pulang bawa2 cewek
2024-08-06
1
Renireni Reni
blm jg selesai ilham ngomong
2023-01-28
2