Reina saat ini tengah meneliti kain kain pilihan yang baru saja datang dari pabrik Tekstil Kakaknya.
"Kak Rin, ini kayak nya bagus deh buat gaun malam.Bahannya dingin terus ringan lagi, gak norak,"
Rinda yang juga tengah membongkar kardus kardus berisi kain itu langsung menoleh pada Reina.
"Buat gaun pesta juga bagus nih Rein, cantik,"
Reina menganggukan kepalanya, lalu dia menyimpan kembali kain kain itu kedalam tas khusus untuk menyimpan persedianan kain milik Anin.
"Guys, makanannya udah datang nih, yuk kita capcus makan siang dulu."
Suara menggema Merry membuat Reina dan Rinda menoleh kebelakang mereka. Ternyata di sana sudah ada Merry, Irina dan teman teman karyawan lainnya tengah menyerbu makanan yang dibawa oleh Merry.
Reina menghela nafasnya kasar, lalu melirik arloji yang melingkar ditangan kanannya. Waktu sudah menujukan pukul satu siang rupanya, pantas saja perutnya sudah keroncongan sedari tadi. Dan ternyata satu jam lagi Rein akan segera bertemu dengan kekasihnya
'Aaahhhkkk udah gak sabar adek Bang!'
Reina memekik senang dalam hatinya saat membayangkan dia nanti bertemu dengan Ilham. Oke jangan bertindak bodoh Reina, tenang, rileks, jangan buat kekasihnya ilfiel saat melihatnya nanti.
***
Waktu satu jam itu ternyata cepat berlalu, untung saja semua pekerjaan Reina selesai tepat waktu. Kini dia tengah bersiap menuju rumah Ilham yang lumayan agak jauh dari butik milik kakak iparnya itu. Ziana sudah mengabarinya kalau Ilham serta anggotanya sudah tiba dibandara. Dan mengenai siapa wanita yang ada dibelakang para raider waktu itu, Ziana pun tidak mengetahuinya.
Setelah berganti pakaian dan memasukan kado yang dia bawa kedalam mobil, Reina kini sudah siap didepan kemudi mobilnya.
"I'am coming baby,"
Reina segera menginjak pedal gasnya, dan segera meninggal parkiran butik. Dengan kecepatan sedang Rein mengendarai mobilnya, diatas tempat duduk disebelahnya sudah banyak sekali makanan dan minuman yang Reina bawa.
Selama perjalanan Reina tidak henti hentinya tersenyum, dia tidak bisa membayangkan apa yang harus dia lakukan nanti saat bertemu dengan Ilham.
Perjalanan menuju kediaman Ilham memakan waktu hampir tiga puluh menit lamanya.
Sekarang Rein sudah berada disebuah perumahan khusus anggota Gegana, disana banyak sekali rumah rumah dinas para amggota Gegana yang sudah menikah mau pun tidak. Pandangan Rein terus menyusuri nomor rumah yang akan dia singgahi.
Rumahnya rata rata sederhana, namun terlihat nyaman sekali.Apa lagi kalau tinggalnya bersama orang yang kita cinta, mau dimana pun tetap saja betah dan nyaman.Dan Reina bisa merasakannya sekarang.
Mobil Rein tiba tiba berhenti saat melihat alamat rumah yang sedang dia cari sudah ada didepan matanya. Dengan mata berbinar, Reina segera memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak mengganggu laju kendaraan lain.
Setelah merasa mobilnya terparkir dengan benar dan aman, Reina langsung berlari kecil menuju pintu pagar yang rupanya tidak terkunci. Dengan hati yang dag dig dug seer, Reina memegangi dadanya yang tengah bergemuruh bagaikan ombak di lautan.
"Rileks Reina,rileks oke!"
Reina menghela nafasnya berkali kali, tangannya terulur untuk mengetuk pintu berwarna coklat tua itu. Ada rasa ragu dan malu yang menyeimuti hatinya kini. Namun Reina mencoba menepisnya agar tetap rileks.
Tok...Tok...Tok...
Reina mengetuk pintu tiga kali dengan keras dan cepat, lalu tangan yang habis mengetuk pintu itu dia dekatkan kemulutnya sendiri untuk menggigiti kukunya karena gugup.
POKOKNYA JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNYAAAAA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Daaannn yg membuka pintunya adalah cewek....Benar ga siihhh? Ikut deg²an niihh
2023-07-25
2
Renireni Reni
deg degan
2023-01-28
0
manizzz
kok ada aura2 gak enak ini
2022-12-31
0