Matahari bersinar terang pagi ini, padahal waktu masih menujukan pukul 7 pagi. Saat ini Rein tengah bersiap siap dengan memakai tangtop dilapisi blazer biru serta celana bahan simple namun elgannya.
Hari ini hati Reina senang sekali, karena tepat nanti pukul 2 siang Ilham dan anggota Gegana Nya sudah sampai di kota ini. Reina sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya itu, bahkan sepanjang malam Reina terus saja menciumi kalung berliontin sebelah sayap itu.
"Huufffttt, oke kuatkan hati dan mata kamu nanti saat melihat Kak Ilham, Rein. Jangan agresif, biasa aja walaupun pingennya agresif, tapi tahan oke."
Reina terus saja bermonolog sendiri didepan cerminnya, senyumnya benar benar tidak pudar dari bibir tipisnya itu. Rein menarik nafasnya dalam dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
"Ayo kita bekerja, buat modal nikah!"
Rein meraih tas selempang kesayangannya yang sudah siap diatas tempat tidur, Gadis berusia 22 tahun itu turun kelantai bawah dengan perasaan riang gembira, bahkan Rein sampai bersenandung saat menuruni satu persatu anak tangga.
"Morning epribadeh, Reina yang cantik cetar dan bikin candu datang menyambut pagi kalian."
Semua orang yang ada dimeja makan hampir tersedak saat mendengar suara keras milik Reina. Namun Reina dengan santai mendudukan dirinya didekat Bara, si keponakan lucu dan gembulnya itu.
"Pagi Bara berenya Onty yang uuummm udah wangi ganteng lagi, ihh pingen Onty culik!"
Bara cemberut saat Rein menarik serta menggigit pipi tembemnya. Dengan kasar Bara menyusut sisa air liur Rein yang masih tertinggal dipipi gembulnya.
"Onty jolok,"
Reina tertawa saat melihat wajah keponakannya itu memerah menahan tangis, sedangkan Bara sudah berkaca kaca karena dia yakin pipinya akan semakin besar saat ini karena Reina terus saja mencubiti serta menciuminya.
"Rein jangan ganggu Bara, biarin dia makan serealnya."
Peringatan dari sang Mama membuat tindakan Rein yang terus saja membuat Bara kesal terhenti seketika. Namun matanya berbinar saat melihat kereta bayi yang ada disamping Kakak Iparnya.
"Aahh si ganteng Onty juga ada disini, cini cini tium dulu sama Onty."
Reina bangkit dari duduknya untuk mendekat pada bayi yang tertidur pulas diatas keretanya. Namun langkahnya terhenti saat ada yang menarik blazer yang dia pakai dari arah belakang.
"Jangan ganggu Gentala, dia baru tidur. Kasihan Kakak Cantik kamu, semalaman dia dan Mas mu gak tidur karena Baby Gen rewel habis diimunisasi."
Wajah berbinar Rein redup seketika saat mendengar ucapan Sang Mama, Reina suka dengan anak kecil. Tapi saat dia ingin bermain dengan Bara atau Gentala pasti ada saja halangannya. Apa iya dia harus membuat anak kecil sendiri?
"Hari ini kamu ke butik Rein?"
Reina menganggukkan kepalanya pada Anin, dia tidak bisa berucap 'Iya' karena mulutnya tengah penuh nasi goreng saat ini.
Gleek...
"Ahhh, Iya Kak. Aku nanti kebutik, kata Tante Merry ada barang yang mau datang hari ini jadi Aku harus ngecek sendiri takut ada yang kurang barang pesenan kitanya."
Anin menganggukkan kepalanya, Reina memang selalu bisa diandalkan. Walaupun Rein sering teledor atau pun pelupa, namun dia sangat bertanggung jawab pada tugasnya sebagai tangan kanan Anin.
"Bukannya hari ini Ilham selesai bertugasnya ya?"
Reina mengangkat wajahnya saat Damar tiba tiba membahas kekasihnya itu, dengan malu malu Rein menganggukkan kepalanya pada Damar. Semua orang yang melihat wajah malu malu macan milik Rein hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Pantesan muka kamu terang banget, kayak lampu emergency,"
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE DAN KOMENNYA,,FAVORITNYA JUGA YAAA
MUUAAACCHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Neng Tuti
baca yang kesekian kalinya di 2025 😘 suka banget dengan ceritanya❤❤❤
2025-03-22
0
Renireni Reni
krn mau baca gara mpir di sini dulu
2023-01-28
1
manizzz
hahahhaha
2022-12-31
0