Ceklek!
Lee membuka pintu kamarnya, lalu menutupnya lagi.
"Akhirnya selesai juga dramanya." Ujar Nyonya Aeri yang menunggu di depan kamar Putranya itu. "Ayo pergi!" Ajaknya. Masuk kedalam lift, mereka berdua menuju lantai dasar.
Ting!
Keduanya langsung keluar begitu lift terbuka lebar. Nyonya Aeri memang tidak main-main dengan ucapannya. Dia bahkan rela menunggu Putranya hingga benar-benar masuk kedalam kamar Kaili.
Kriett!
Perlahan begitu perlahan, Presdir Lee membuka pintu berharap tak didengar oleh Kaili. Begitu berada di dalam kamar, Lee langsung mengunci pintu itu.
Langkah demi langkah, akhirnya dia telah berada disamping Kaili yang tidur menghadap ke dinding. Berhati-hati, Lee menaiki kasur itu. Entah tidak Ingin membangunkan Kaili atau karena tidak mau tergoda jika saja Kaili terbangun, dan Lee junior otomatis akan bangkit ketika melihat Kaili yang tidur dengan menggunakan Lingerie. Percayalah, itu hanya imajinasinya saja. Karena sebenarnya Kaili tidur dengan menggunkana piyama yang begitu tertutup. Hanya saja dia tidak menggunakan bra—agar napasnya tidak sesak ketika tertidur, dah yang paling penting hal itu juga bagus untuk pertumbuhan dan kesehatan.
"Akhirnya aku bisa berbaring di kasur empuk, aku harap kau tidak menggodaku atau aku tidak akan bisa tidur hingga pagi menjelang." Ucapnya pelan. Lee segera memejamkan matanya mengingat waktu sudah lewat larut malam.
"Eeemh," dasah Kaili berbalik badan dan langsung memeluk Lee yang dia kira hanya guling.
"Astaga! Gadis ini, apa itu yang empuk. Huffff ... Hussss ... Tahan Lee bertahanlah. Anggap saja hanya Marshmellow yang namplok di dada bidangmu. Astaga, besar dan sangat kenyal." Ujarnya sambil memejamkan mata membayangkan.
"Ukurannya kenapa bisa sebesar ini. Sial, bibirnya terlihat sangat manis. Ya ampun, parfume apa yang dia pakai, kenapa bisa sewangi ini." Ujar Lee serta menghirup aroma wangi dari tubuh Kaili.
"Tidak boleh seperti ini, aku harus memejamkan mataku agar bisa tertidur." Sambung Lee memejamkan paksa kedua matanya.
"Ukh!" Desah Presdir Lee kala Kaili menekan miliknya dengan kaki kecilnya.
"Sial! Aku benar-benar tidak bisa bertahan!" Ucapnya langsung menerkam Kaili. Membuka paksa kancing baju Kaili, lalu bermain sepuasnya disana.
"Aaaakh!" Teriak Kaili kaget mendapati seseorang yang bermain di dua gundukan miliknya.
"Marshmellow! Marshmellow! Marshmellowku! Dimana Marshmellowku?" Teriak Lee berpura-pura ngelindur. Setelah berteriak dia pun langsung menghempaskan tubuhnya—tak lupa suara dengkurannya terdengar begitu keras.
"Sial! Ini sangat memalukan, kenapa juga aku harus begini? Dia'kan juga istriku." Rutuknya dalam hati.
"Tuan Lee, sejak kapan dia kesini? Sepertinya dia ngelindur. Aneh sekali, kenapa juga menganggap milikku Marshmellow. Aw! Perih sekali, dia benar-benar mengigitnya. Lain kali aku harus lebih berhati-hati." Ucap Kaili meraba tongkatnya, lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan miliknya yang telah ternodai oleh Presdir Lee.
"Kemana gadis itu?" Ucapnya sambil mencari keberadaan Kaili dalam remang-remang.
Ceklek!
"Sial, cepat sekali dia kembali." Ucap Presdir Lee langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
"Tunggu dulu, bukannya gadis itu tidak bisa melihat. Lalu ... Untuk apa dari tadi aku berakting? Astaga, berada di dekat gadis ini membuatku seperti orang gila." Sambungnya lalu membuka matanya tidak lagi berakting.
"Kemana dia?" Tanyanya dalam hati. "Dia tidur di sofa," jawabnya ketika melihat Kaili merangkul tubuhnya berbaring di atas sofa.
Semalam itu, Lee tidak tidur sama sekali. Sepanjang malam dia hanya memandangi wajah Kaili yang terlelap di atas sofa. Setelah memastikan Kaili benar-benar terlelap. Barulah dia mengangkat tubuh Kaili, lalu membaringkanya perlahan ke atas kasur. Setelah itu, barulah dia mengambil selimut dan satu bantal di bawa ke sofa—untuk tidur di sofa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
lanjut
2023-04-09
0
ᥫ᭡ིྀℜ𝔦𝔫𝔦 𝔤𝔢𝔪𝔦𝔫𝔦 ིྀও•∘
anjirrr dasat tuan leleeee🤣🤣🤣
2023-02-20
0
Taty AB
hahaha, marshmellow
2022-01-24
1