Waktu berlalu begitu cepa, jarum jam di dinding berputar tiada henti. Tidak terasa siang sudah berganti malam. Kini, Kaili berada di kamar tamu lantai dasar, para Nupu mempersipakan segelanya. Mengganti semua yang harus diganti, membersihkan ini dan itu, dan ada juga yang merapikan Pakaian milik Kaili. Kaili yang kini tengah beristirahatlah di kasur, tidak mengetahui apa yang telah Nyonya Aeri lakukan terhadap pakaiannya. Ya, Nyonya Aeri telah mengganti semua pakaian usang Kaili dengan Pakaian baru, yang dia pesan langsung dari desainer ternama.
"Sayang, semuanya sudah beres. Kamu bisa beristirahat dengan nyaman."
"Terima kasih, Mommy. Kalau begitu, apa aku sudah boleh mandi, badanku terasa sangat lengket." Pinta Kaili.
"Tentu saja boleh, Sayang. Berhati-hatilah saat mandi, Mommy juga akan kembali ke kamar. Rasanya Mommy sudah sangat mengantuk. Kalau begitu Mommy pergi ya, Sayang. Jaga dirimu baik-baik." Ujar Nyonya Aeri sambil mengecup kening Kaili lembut.
Kaili tersenyum haru, ciuman yang terasa hangat dan menenangkan Kaili dapatkan. Syukur yang tiada henti ingin selalu dia panjatkan. Seketika Kaili mengingat kata-kata Ibunya yang dulu mengucapkan 'Jangan takut kehilangan sesuatu, karena Tuhan telah mempersiapkan sesuatu yang lebih besar diripadanya'. Kaili terharu, salah satu ucapan Ibunya nyata dia rasakan. Dia memang telah kehilangan kedua orangtuanya, tapi kasih sayang mereka masih dapat Kaili rasakan dari seorang Ibu Mertua.
Memetikan lampu, menarik selimut, lalu memejamkan matanya untuk kembali beristirahat. Walaupun Kaili tidak bisa melihat, mematikan lampu saat tidur malam sudah biasa dia lakukan demi kesehatan.
***
"Apa aku salah melakukannya? Aku cemburu Lee. Aku tidak suka berbagi Suami, aku sangat mencintaimu. Kenapa kau melakukan ini kepadaku, kau sendiri yang mengatakan akan selalu percaya kepadaku. Tapi apa ini!? Kenapa kau menerima tawaran Mommy dengan sangat mudah. Aku tidak ingin berbagi Suami Lee. Itulah alasan kenapa aku mengurungnya didalam kamar mandi, aku melakukannya karena aku mencintaimu!" Jelas Yuki panjang kali lebar.
"Jika kamu mencintaiku, bukan berarti kamu harus menyakiti orang lain. Kamu tahu bahwa aku juga sangat mencintaimu. Jadi, percayalah padaku. Aku mohon, aku tidak akan menyentuh wanita lain selain dirimu," jelas Presdir Lee.
"Aku tidak percaya kamu tidak akan menyentuhnya!" Kesalnya.
"Aku mohon, Yuki. Aku sangat mencintaimu, Sayang. Berjanjilah padaku untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi."
"Kalau begitu kau juga harus berjanji untuk menyentuh gadis buta itu." Jawab Yuki.
"Baik, aku berjanji padamu, bahwa aku tidak akan menyentuh Kaili sedikit pun." Balas Lee berjanji dengan hati yang ragu. "Kalau dia menggodaku, aku tidak berjanji," kata hati Lee berbanding terbalik dengan yang dia ucapkan.Membayangkan lekuk tubuh Kaili saja dia sudah menegang. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan tidur sekamar dengan gadis buta bertubuh aduhai seperti Kaili.
"Baguslah, aku juga berjanji tidak akan menyakiti Kaili lagi." Jawab Yuki. "Tapi bohong." Kata hatinya.
"Nah, begitu dong. Kamu tetap akan selalu menjadi Istriku yang selalu berbuat baik. Jadi, jangan bar-bar lagi seperti sebelumnya. Aku pergi, jangan lupa tutup jendelanya saat tidur, agar tidak masuk angin." Ucap Lee perhatian.
"Kamu juga berhati-hati, dan yang paling penting jagalah hatimu." Saut Yuki.
Muach
Satu kecupan di bibir Yuki dapatkan sebagai tanda perpisahan.
Ceklek!
Lee membuka pintu kamar, lalu menutupnya lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
gkmenjamin lee tdk menjamah kai.bgaimn pun kai adlh istriny
2023-04-09
0
ine
lee plinplan
2022-07-13
0
Aqilah Nasuha
untuk tidak (・∀・) masudnya
2022-01-15
2