"Perlihatkan kepadaku rekaman cctv didepan kamar tamu lantai 4, kira-kira 45 menit yang lalu." Pinta Nyonya Aeri serius.
"Baik, Nyonya." Jawab seorang pengawal yang bertugas mengawasi cctv. "Ini, Nyonya. Saya juga tadi melihat Nona Yuki masuk kedalam kamar Nona Kaili. Saya tidak curiga, karena saya pikir dia hanya menemui Nona Kaili saja." Sambung sang pengawal yang sudah bisa menebak apa yang telah terjadi. Sebelumnya, dia memang sempat mencurigai gerak-gerik Yuki. Mengingat siapa Yuki bagi keluarga itu, kecurigaannya terpaksa dia sembunyikan agar tidak menimbulkan hal yang merugikan untuk dirinya.
"Lihatlah bagimana cara dia berlari ketakutan. Bagaimana mungkin kau tidak curiga. Sekarang, cepat kirim rekaman itu ke ponselku!" Pintanya murka.
"Ba-baik, N-nyonya." Jawab sang pengawal terbata serta gemetar ketakutan. "Sudah, Nyonya." Jawabnya lagi.
Begitu mendapatkan apa yang dia butuhkan, Nyonya Aeri segera masuk kedalam lift menuju lantai dasar.
Ting!
Lift terbuka, dan Nyonya Aeri segera keluar. Berjalan tergesa-gesa, dia menuju ruang makan.
"Yu-ki!" Teriak Nyonya Aeri membuat semua orang yang hampir menyelesaikan sarapan, terkaget. Terutama Yuki, karena dialah si biang keroknya.
"Ada apa dengan Nenek jelek itu? Apa Menantu kesayangannya telah menerima hukuman dariku. Cih! Baguslah, dia memang pantas mendapatkannya." Batin Yuki berkata.
"Ada apa, Sayang? Kenapa berteriak?" Tanya Tuan Shilin sambil mengelap bibirnya—guna menyelesaikan sarapan.
"Sayang, kita harus usir penjahat ini dari rumah kita! Jangan Sampai perbuatan kejinya, mencelakakan Menantuku!" Bentaknya sambil menunjuk-nunjuk wajah Yuki.
"Ada apa, Mommy. Memangnya apa yang aku lakukan?" Tanya Yuki serta berakting menangis.
"Ada apa, Mommy. Jelaskan dulu, jangan asal menuduh Yuki untuk sesuatu yang tidak beralasan," saut Presdir Lee membela Yuki sang Istri pertamanya.
"Yuki, Istri kamu tercinta ini. Dia telah mengurung Kaili didalam kamar mandi. Dia sengaja mengunci pintu kamar mandi Kaili dari luar, saat Kaili tengah mandi didalamnya! Dia harus diusir dari sini! Dia tidak pantas tinggal disini!" Teriak Nyonya Aeri murka.
"Apa maksud, Mommy? Bagaimana mungkin aku tega melakukan hal itu," bantah Yuki.
"Iya, Mommy. Bagaimana mungkin Yuki melakukannya, karena dari tadi dia selalu ada bersamaku." Saut Presdir Lee.
"Kalau kau tidak melakukannya, jelaskan apa yang kau lakukan didalam kamar Kaili. Suamiku, aku sudah mengirimkan sebuah rekaman vidio ke ponselmu, cek dan tontonlah Vidio itu. Begitu juga denganmu Lee, Mommy juga sudah mengirimkan Vidionya ke ponselmu," ucap Nyonya Aeri memandang remeh Yuki.
"Sial! Cctv, bagiamana mungkin aku melupakannya." Batin Yuki frustasi.
Mendengar itu, Tuan Shilin dan Presdir Lee segera mengeluarkan ponsel mereka masing-masing, dan segera memutarkan Vidio yang dikirimkan oleh Nyonya Aeri. Yuki terdiam tak berkutik, ini kesalahan pertama baginya, dia tidak pernah seteledor ini sebelumnya. Pasrah, dia hanya bisa pasrah.
"Itu adalah rekaman cctv lima puluh menit yang lalu. Yuki langsung berlari keluar dari kamar Kaili, setelah selesai mengunci Kaili didalam kamar mandi. Kalian tau, untung saja aku datang tepar waktu. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi kepada Kaili." Jelas Nyonya Aeri menggebu-gebu.
"Apa ini Yuki!?" Bentak Presdir Lee ketika melihat Yuki yang keluar dari kamar Kaili, lengkap dengan gerak-geriknya yang sangat mencurigakan.
"Itu, aku, anu, emmm ...." Gugup Yuki tidak menemukan alasan yang tepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
setuju usir yuki
2023-04-09
0
Eka ELissa
kapok kmu yuki...
istri durhakim mah...
buang aj ke laut...😈😈😈
nex...thor ku semngat ngehalu nya ya...😘😘🌹🌹🌼🌺🌺
2021-10-19
0
Mara
hayooooooo mau alasan apa lagi hah😈
2021-10-17
0