"Sebenarnya, Nona Kaili tidaklah buta, Tuan. Dia tidak bisa melihat—karena mengkonsumsi obat Antiesterogen yang terlalu berlebihan. Obat Antiesterogen adalah obat kanker yang memilik efek samping merusak mata bila dikonsumsi secara berlebihan. Namun, tidak akan timbul efek samping bila masih dikonsumsi dalam jumlah yang dapat ditoleransi oleh tubuh yaitu, 20-40 mg per hari. Sedangkan pada kasus Nona Kaili, dia telah mengkonsumsi obat Antiesterogen secara berlebihan selama kurang lebih dua tahun. Dari gejala yang saya lihat pada mata Nona Kaili, kemungkinan dia telah mengkonsumsi obat Antiesterogen sebanyak 200 mg per hari, selama dua Tahun lebih. Dengan ukuran yang sangat berlebihan ini, mampu membuat Nona Kaili tidak bisa melihat seperti biasanya. Tapi berita baiknya, Nona Kaili dapat melihat seperti semula, ketika dia sudah berhenti mengkonsumsi obat Antiesterogen tersebut." Jelas Dokter Ling dengan begitu detail.
"Jadi, Kaili tidaklah buta permanen. Namun, hanya karena efek samping mengkonsumsi obat Antiesterogen yang berlebihan. Dan itu artinya, dia akan bisa melihat kembali kapan saja," saut Tuan Shilin diseberang sana.
"Benar sekali, Tuan. Apa Tuan memerlukan orang untuk mencari tahu siapa yang melakukan hal ini kepada Nona Kaili?" Tanya Dokter Ling.
"Tidak perlu dicari tau. Memangnya siapa lagi yang akan melakukan hal itu kepada Kaili, selain ibu dan adik tirinya." Jawab Tuan Shilin santai.
"Lalu, apa yang akan Tuan lakukan selanjutnya? Saya bisa membantu Tuan menghentikan Nona Kaili agar tidak mengkonsumsi obat Antiesterogen lagi. Saya akan memberikan vitamin mata untuknya—agar matanya kembali normal." Saran Dokter Ling.
"Tidak usah, Ling. Tidak perlu melakukan hal itu. Kau tau alasan kenapa aku menikahkan Lee dan gadis itu bukan? Aku hanya membutuhkan dirinya, untuk menyembuhkan Putraku Lee. Jadi, untuk apa kita menyembuhkannya." Jelas Tuan Shilin menolak keras saran dari Dokter Ling.
Lenggang sejenak, Ling tidak dapat berkata-kata ketika mengingat hal itu.
"Kau tidak perlu melakukan apa pun. Biarkan semuanya berjalan sama seperti sebelumnya. Dan kau harus berjanji, untuk tidak mengatakan hal ini kepada siapa pun, termasuk Lee. Apa kau paham, Ling?" Tanya Tuan Shilin.
"Baik, Tuan. Saya berjanji akan selalu menjaga rahasia ini." Jawab Dokter Ling berjanji.
"Baguslah. Dan satu lagi, bisakah kau berhenti memanggilku Tuan. Kau memanggil Aeri dengan panggilan Mommy. Tapi, memanggilku dengan panggilan Tuan. Kau tidak ada bedanya dengan Daddy-mu." Ucap Tuan Shilin mencoba menghangatkan suasana yang sebelumnya mencekam.
"Baiklah, Daddy." Ralat Dokter Ling.
"Kasian sekali Nona Kaili. Tapi, apa yang bisa kulakukan." Batin Dokter Ling frustasi.
***
Siang harinya.
Di ruang makan.
"Nupu, apa yang kau bawa?" Tanya Nyonya Aeri yang kini duduk di meja makan bersama Suaminya Tuan Shilin.
"Oh ini, ini susu vitamin milik Nona Kaili. Dia meminta saya untuk membantu membuatkannya." Jawab Nupu itu sopan.
"Susu vitamin, vitamin apa?" Tanya Nyonya Aeri penasaran.
"Nona Kaili bilang, susu bervitamin untuk matanya." Jawabnya Nupu itu lagi. "Kalau begitu saya permisi, Tuan, Nyonya." Sambungnya berpamitan.
"Sayang, apa yang mau pikirkan. Mana makananku." Ujar Tuan Shilin menyadarkan Nyonya Aeri yang sebelumnya berkelut dengan pikiran negatifnya.
"Ini, makanlah. Aku akan pergi ke kamar Menantuku sebentar untuk mengantarkan makan siang Kaili." Ujar Nyonya Aeri yang telah selesai menyiapkan makanan Suaminya.
"Baiklah, Sayang. Cepatlah kembali." Saut Tuan Shilin, kedua sejoli yang sudah tak lagi muda itu, masih saja romatis hingga saat ini.
"Susu bervitamin?" Batin Tuan Shilin.
Bersambung ....
Sebentar lagi akan diubah judulnya menjadi 'ISTRI BUTA PRESDIR DINGIN'
ISTRI BUTA PRESDIR DINGIN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
jhn bt tuan shilin jahat thor.bt situan besar ibah sm kailin
2023-04-09
0
Wanti Suswanti
ternyata tuan shilin jahat ya..kasiha Kaili semoga Kaili bisa cepat sembuh ada yg menolongnya..
2022-10-29
0
ahyuun.e
jahat babget e mertuanya semoga lekas kena karma laki" tua bangkotan
2022-07-18
0