Tok! Tok! Tok!
"Ling, masuklah." Panggil Presdir Lee.
"Siapa yang sakit? Apakah Nona Kaili?" Tanya Dokter Ling sambil berjalan menuju Kaili.
"Saya baik-baik saja, Dokter." Jawab Kaili memilih diam di ranjang setelah menyadari bahwa dirinya tidak mengenakkan sehelai pakaian pun. Kaili lebih memilih menarik selimut hingga ke lehernya.
"Sayang, jangan begitu. Kau terluka, biarkan Dokter Ling memeriksa dan mengobati lukamu agar tidak infeksi." Bujuk Nyonya Aeri lembut.
"Baiklah, Mommy." Jawab Kaili.
"Bagaimana keadaan Kaili, Ling?" Tanya Nyonya Aeri khawatir.
"Nona Kaili baik-baik saja, Mommy. Lukanya tidak serius, hanya sedikit terbentur. Dan lukanya sudah saya obati, Nona pingsan karena kaget yang berlebihan." Jelas Dokter Ling.
"Syukurlah, kalau Kaili baik-baik saja." Balas Nyonya Aeri tenang.
"Sekarang kamu ceritakan kepada Mommy. Lee bukan yang telah menyakitimu hingga terluka seperti ini?" Tanya Nyonya Aeri kembali kesal.
"Ehm ... Tidak, Mommy. Itu, anu, ehm ... Lee tidak melukaiku, aku hanya terpeleset di kamar mandi. Aku tidak sengaja menumpahkan sabun cair, karena tidak bisa melihatnya, aku pun menginjaknya dan terpeleset. Lee tidak menyakitiku, tapi malah dia yang menolongku." Terang Kaili berbohong.
Mendengar itu, Presdir Lee merasa begitu bersalah. Bagaimana pun, penyebab Kaili terluka adalah dirinya, karena telah mendorong Kaili tadi.
"Benarkah, kau tidak berbohong bukan?" Tanya Nyonya Aeri mengkonfirmasi.
"Mommy, sudahlah. Aku tidak melakukan apa pun kepadanya. Dia sendiri yang mengatakannya, kenapa Mommy masih menyalahkan aku." Timpal presdir Lee.
"Baiklah, Mommy percaya kepadamu, Sayang. Tapi ingat, kalau Lee menyakitimu, jangan lupa untuk mengadukannya kepada Mommy. Kau mengertikan, Sayang?" Tanya Nyonya Aeri kepada Kaili.
"Iya, Mommy. Mommy tenang saja." Jawab Kaili lembut.
"Berhubung keadaan Nona Kaili telah membaik, saya izin untuk kembali ke rumah sakit. Ada banyak pasien yang harus saya tangaini." Pamit Dokter Ling.
"Baiklah, hati-hati dijalan, Ling." Jawab Nyonya Aeri.
"Ayo, Ling. Aku antar." Ajak Presdir Lee.
"Hanya sampai pintu kamarmu bukan," tebak Dokter Ling tertawa.
"Tentu saja," jawab Presdir Lee menanggapi candaan Dokter Ling.
"Bagaimana perasaanmu, Sayang? Apa sudah lebih baik?" Tanya Nyonya Aeri sambil mengelus pelan rambut Kaili.
"Sudah lebih baik, Mommy. Hanya sedikit pusing. Mungkin akan membaik setelah dibawa istirahat." Jawab Kaili yang memang merasa pusing dan juga perih pada matanya.
"Baiklah kalau begitu. Kamu istirahat saja ya, Sayang." Jawab Nyonya Aeri.
"Iya, Mommy." Jawab Kaili malu, dia sangat takut kalau Mommy Mertuannya akan membuka selimutnya. Karena jika itu terjadi, maka Kaili akan menanggung malu yang begitu besar.
"Mommy keluarlah, aku tidak akan menyakitinya." Sambung Presdir Lee yang mengerti kekhawatiran Kaili.
"Iya-iya, Mommy pergi. Awas saja kalau sampai kau menyakiti Menantu Mommy." Ancam Nyonya Kaili.
"Kaili, kamu baik-baik ya, Sayang." Pesannya dengan penuh kelembutan, dan perhatian yang belum Kaili rasakan sebelumnya.
"Iya, Mommy." Jawab Kaili sopan.
Setelah kepergian Nyonya Aeri, Kaili pun bangkit sambil memegang erat selimutnya.
"Kau mau kemana?" Tanya Presdir Lee dingin.
"Saya ingin mengambil pakaian, Tuan." Jawab Kaili.
"Tetap disana, jangan bergerak. Biar aku ambilkan pakaianmu." Larang Presdir Lee langsung menuju lemari Kaili yang berada disamping nakas.
"Ta-tapi, Tu-tuan." Tentu saja Kaili tidak setuju, memikirkan pakaian pribadinya akan dilihat, disentu, dipenggang, oleh Presdir Lee, membuat Kaili merasa malu.
"Apa yang kau pikirkan? Kenapa harus malu? Aku sudah melihat bahkan menyentuh wujud aslinya." Jawab Presdir Lee sambil memilih pakaian yang bagus untuk Kaili.
Mendengar itu, membuat pipi Kaili memerah bak tomat.
"Gadis ini, apa dia tidak pernah membeli pakaian. Pakaiannya tidak ada yang layak pakai." Batin Presdir Lee, karena heran melihat pakaian Kaili yang rata-rata adalah dress selutut dengan model yang sudah kuno. Dia tidak habis pikir, apakah anak seorang pengusaha semiskin itu? Walaupun hampir bangkrut, tidak mungkin sampai tidak sangup membeli pakaian, karena setahunya, Perusahaan peninggalan orangtua Kaili cukup besar dan terkenal.
"Bra ukuran D dan CD ukuran L. Aku sudah mengetahuinya sebelum melihat dan menyentuh aslinya." Ucap Presdir Lee menggoda Kaili, sambil memberikan pakaian Kaili lengkap dengan dalaman berwarna merah senada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
lbh baik lee cr rau knp kai hdony susah tdk sprti ibu dn saudars tiriny yg mewah
2023-04-09
0
abu😻acii
🤣🤣
2022-07-04
0
mamah lia nia
ditunggu bucinya lho......🤣🤣🤭
2021-10-04
5