Gleek!
Suara saliva yang diteguk bersusah payah, kala tubuhnya menegang, darahnya berdesir mengalir keseluruh tubuhnya—dan menimbulkan efek panas membuat hasrat kian memuncak.
"Astaga! Apalagi yang dilakukan gadis buta ini? Kenapa dia begitu ceroboh, ta-tapi, tubuhnya benar benar sangat indah dan menggoda." Ucap Presdir Lee lalu berdiri, perlahan dia keluar dari buthub guna menghampiri Kaili yang masih belum menyadari kehadirinya.
"Aku benar-benar sudah tidak tahan! Aku ini pria yang masih Normal! Gadis ini benar-benar berhasil menggodaku." Kesal Presdir Lee membatin.
"Aaaaaakh!" Teriak Kaili kaget ketika tubuhnya dipeluk seseorang dari belakang.
"Kau berhasil menggodaku, maka kau harus merasakan akibatnya." Ucap Presdir Lee sambil menggenggam sesuatu membuat Kaili berontak.
"Tuan, apa yang Tuan lakukan? Saya mohon lepaskan saya!" Teriak Kaili memohon sambil terus berontak.
"Kau harus bertanggung jawab," seru Presdir Lee lalu memberikan tanda kepemilikan disana.
"Ya Tuhan, aku mohon bantulah aku. Hanya ini satu-satunya harta yang aku miliki, aku tau dia Suamiku. Tapi, aku mohon jangan biarkan ini terjadi sebelum dia mencintaiku. Aku tidak ingin melakukannya dengan seseorang yang tidak mencintaiku. Aku mohon bantulah aku Tuhan." Batin Kaili memohon.
"Tuan, saya mohon jangan begini. Saya mohon lepaskan saya!" Teriak Kaili tidak digubris sedikit pun oleh Presdir Lee. Dia terus saja melalukan hal yang dapat menyalurkan hasratnya.
"Tidak boleh begini, aku harus melakukan sesuatu." Pikir Kaili. "Iya, aku harus melakukan hal itu, lindungi aku Tuhan. Jangan ambil dulu nyawaku, aku ... Aku masih ingin merasakan hidup bahagia terlebih dahulu. Dia juga kenapa ada disini, bukankah tadi aku sudah mengunci pintunya." Batin Kaili. "Disitu bukan tempatnya? semoga aku tidak salah." Sambung Kaili lagi. Lalu mengayunkan kakinya dan sekuat tenaga menedang bagian terlarang Presdir Lee.
Aaaaaakh!
Aaaaaakh!
Bukan hanya Presdir Lee yang berteriak karena kesakitan. Tapi, Kaili juga berteriak karena tubuhnya di dorong terlalu kuat oleh Presdir Lee. Hingga keningnya terbentur dinding beton—dan Kaili terkulai lemas ke lantai dengan keningnya memerah keunguan.
"****!" Umpat Presdir Lee terlebih dahulu meraih jubah mandinya. Lalu dengan cepat membalutkan ketubuhnya. Setelahnya, dia kembali meraih jubah mandi lainnya, dan segera membalutkannya ketubuh Kaili dan mengangkat Kaili untuk segera keluar dari kamar mandi dan menuju ranjangnya.
"Hey bangunlah, hey bangun!" Ucap Presdir Lee sambil menepuk pelan pipi Kaili.
"Astaga, dia benar-benar pingsan!" Sambungnya lagi. Lalu segera mengambil ponselnya yang berada diatas nakas.
"Hallo, Ling. Cepatlah ke Mansion sekarang juga!" Titahnya langsung memutuskan panggilan sepihak, tanpa mendengar jawaban Dokter Ling terlebih dahulu.
Tok! Tok! Tok!
"Lee, Kaili. Apakah kalian berdua sudah bangun?" Teriak Nyonya Aeri diluar sana.
"Sudah, Mommy." Jawab Presdir Lee sambil melangkah menuju pintu untuk membukanya.
Ceklek!
"Ada apa, Mommy?"
"Dimana Kaili?" Tanya Nyonya Aeri sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Kaili. "Kau apakan Menantuku, ha!?" Bentaknya langsung menerobos masuk kala melihat Kaili terbaring lemah diatas ranjang.
"Lee!" Teriak Nyonya Aeri histeris ketika melihat kening Kaili yang bengkak dengan warna merah keunguan.
"Dia terjatuh sendiri, Mom. Aku tidak melakukan apa pun kepadanya." Bela Presdir Lee tidak ingin disalahkan.
"Mommy tidak percaya, Mommy tau kau membencinya. Tapi, Mommy tidak menduga kau mampu melakukan ini kepada gadis lemah seperti Kaili. Apa kau tidak punya rasa kasihan sedikit pun. Oh Tuhan, ampuni kesalahanku, karena telah gagal mendidik Putraku." Ungkapnya sedih.
"Mommy, aku—"
"Mommy, aw!" Ringis Kaili ketika tak sengaja memegang luka di keningnya. Suara teriakan Mommy Mertua membuatnya terbangun.
"Kaili Sayang," ucap Nyonya Aeri langsung duduk di pinggir kasur disamping Kaili. "Mommy ingin meminta maaf atas nama Lee. Mommy mohon maafkanlah dia, kamu tenang saja, Mommy janji akan memberikannya pelajaran kepadanya." Mohon Nyonya Aeri sambil menggenggam jemari Kaili.
"Memangnya ada apa, Mommy?" Tanya Kaili bingung.
"Sayang, kau itu ....
Tok! Tok! Tok!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
smg kai tdk minum susuny
2023-04-09
0
mamah lia nia
lanjut.....🤣🤣
2021-10-04
2
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
🥰🥰🥰🥰🥰
2021-09-28
1