"Mommy, maafkan aku. Bila kau memberikan pakaian ini, agar anakmu tergoda padaku. Kau salah besar Mommy, karena dia tidak tergoda sedikit pun kepadaku. Jadi, kumohon maafkan aku. Izinkan aku untuk melepaskan pakaian ini, pakaian ini tidak layak untukku. Aku bukanlah Istri yang dicintai. Aku hanyalah gadis buta, yang terpaksa dia nikahi. Jadi, kumohon maafkan aku kali ini saja. Selanjutnya, aku berjanji tidak akan membantahmu lagi. Maafkan aku," batin Kaili sambil mencari pakaian tidurnya yang sederhana—yang sudah dia susun di dalam lemarinya.
Begitu mendapatkan apa yang dia cari, Kaili langsung melepaskan lingerie itu dan menggantinya dengan piyamanya sendiri.
Menuju ranjang, Kaili merebahkan tubuhnya disana. Terasa sangat nyaman, empuk, dan harum. Kaili menghirup dalam wangi tubuh Suaminya. Begitu tenang dia rasakan, saking tenangnya, mampu membuat Kaili terlelap tanpa disadari.
Krieett!
Suara pintu yang dibuka.
"Kemana gadis buta itu?" Tanya Presdir Lee sambil berjalan menuju ranjangnya. "Kurang ajar! Apa dia tidak takut aku akan memakannya. Kenapa perempuan ini tidak memiliki rasa untuk melindungi diri. Walaupun aku tidak mencintainya, tapi aku ini masih pria yang normal. Mana mampu aku menahan diri saat menginginkan tubuhnya. Setidaknya dia tau bagaimana sifat seorang pria, kucing mana yang menolak bila diberikan tulang. Tidak, bukan tulang kalau tubuhnya se-seksi itu. Walau buta, dengan tubuh seindah itu, dia diibaratkan ikan Arwana ... Apa yang aku pikirkan!" Batin Presdir Lee kesal dengan pikiran nakalnya yang malah membayangkan bagaimana bentuk Ikan Arwana berwarna merah dengan tubuh indah seperti Kaili. Sebenarnya bukan ikan Arwana yang dia bayangkan, melainkan Putri Duyung dengan tubuh dan wajah persis Kaili.
"Aku bisa gila, bila berada di dekat gadis buta itu." Sambung Lee lagi, lalu menuju ruangan yang khusus menyimpan pakainnya. Piyama berwarna hitam dengan celana pendek menjadi pilihannya.
Setelah memasang piyamanya, Presdir Lee segera menuju ranjangnya untuk beristirahat. Namun matanya kembali digoda dengan pemandangan perut mulus Kaili yang bajunya tersingkap.
"****! Gadis ini sangat ceroboh." Kesal Presdir Lee segera menarik selimut—menutupi perut Kaili yang terekspos.
"Apa tidak bolah bila menyicipnya. Lagian, dia sudah sah menjadi istriku." Ujar Presdir Lee ketika tak sengaja menatap nakas yang didalamnya tersimpan alat pengamannya, yang selalu dia gunakan ketika berhubungan dengan Yuki yang juga adalah Istrinya.
"Apa lagi yang aku pikirkan. Ingatlah Lee, jangan sampai kau menghamilinya. Dia hanyalah obat yang akan menyembuhkanmu. Sepertinya, aku harus meminta Yuki untuk tinggal disini bersamaku. Aku bisa gila, bila terus bersama gadis buta ini." Kesal Presdir Lee langsung mengambil bantal dan selimut, lalu dia bawa ke sofa yang berada di kamarnya. Demi keamanan, dia akan tidur di sofa malam ini.
Keesokkan paginya, Kaili dibangunkan oleh sinar matahari pagi yang masuk lewat celah-celah ventilasi, begitu menyilaukan matanya. Kaili langsung duduk memutar tubuhnya kekiri lalu kekanan untuk meregangkan ototnya yang kaku.
"Kenapa mataku sangat perih? Astaga, aku melupakan Vitamin untuk mataku. Aku akan mandi lebih dulu, setelahnya baru mambuat susu itu." Ucap Kaili meraba untuk mencari keberadaan tongkatnya. Begitu menemukannya, Kaili langsung turun dari ranjang.
"Oh iya, di ranjang tidak ada Presdir Lee, apa dia sudah berangkat bekerja lebih dulu. Mamalukan, sepertinya aku terlambat bangun. Astaga jam berapa ini!?" Ujar Kaili panik. Tergesa-gesa. Kaili langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sampai dikamar mandi, Kaili langsung melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya. lalu menghidupkan shower dan mandi dengan serius.
Tanpa Kaili sadari, ada seseoranffg yang kini menegang kala melihat tubuh indahnya yang polos.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Minthil She Judhezt
ngilu2 sedap
2023-09-25
0
Nur Lizza
lee junior sudah merontah2
2023-04-09
0
mamah lia nia
wah pasti ngilu itu yang dibawah .
...🤣🤣🤣🤫
2021-10-04
4