Setelah kepergian Mommy Mertuanya. Barulah Kaili menuju kamar mandi dengan membawa serta paperbag pemberian mertuanya. Kaili tidak penasaran dengan hadiah itu, karena mengira kalau hadiahnya, hanyalah pakaian tidur biasa. Namun, ekspresi wajah Kaili berubah seketika, kala meraba pakaian tidur pemberian Mertuannya.
"Astaga! I-ini Li-lingerie!" Ucap Kaili terbata karena kaget. "Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin menggunakan pakaian seperti ini. Tapi, aku sudah berjanji kepada Mommy Aeri. Apa yang harus aku lakukan?" Sambung Kaili bingung.
Tok! Tok! Tok!
"Apa kau tidur didalam sana!? Apa kau kira hanya kau yang membutuhkan mandi!?" Teriak Presdir Lee sambil terus mengetuk pintu dengan keras.
"Iya, Tuan. Saya akan segera keluar." Jawab Kaili berteriak.
"Astaga, aku harus bagaimana? Sepertinya tidak punya cara lain selain menggunakan pakaian terkutuk ini. Mommy, kenapa Mommy melakuakan ini kepadaku." Batin Kaili, yang pada akhirnya memilih untuk memasangkan lingerie seksi itu ketubuhnya.
"Maaf, Tuan. Maaf karena sudah membuat Tuan menunggu," ucap Kaili menundukkan wajahnya dalam, dengan kedua telapak tangan menutup bagian tubuh yang terekspos.
Demi apa pun, Presdir Lee begitu terkejut, terpesona serta tergoda—kala memandang betapa indahnya pemandangan lekukan gitar spanyol di hadapnnya. Entah untuk yang keberapa kalinya, Kaili kembali berhasil membuatnya tidak mengedipkan matanya sedetik pun. Tonjolan yang menggoda iman terlihat menyembulkan wujudnya dibalik lingerie seksi itu. Lee hampir kehilangan diri. Tak dapat Lee pungkiri, bahwa tubuh Kaili lebih indah dibandingkan tubuh Yuki Istri pertamanya.
Di saat ini, di waktu ini juga. Presdir Lee begitu menyesali akan janjinya kepada sang Daddy. Janjinya yang tidak akan menyentuh Kaili sedikit pun. Jika begini tampilannya, entah sampai kapan Lee akan bertahan. Beru pertama kali melihatnya saja, Lee sudah hampir kehilangan kesabaran. Apakah yang akan terjadi selanjutnya, sanggupkah dia menahan hasratnya yang selalu bergejolak ketika berhadapan dengan Kaili.
"Oh Tuhan, seperti apa ekspresinya? Apakah marah? Apakah jijik? atau malah—malah tergoda. Apa pun itu, semoga saja dia tidak salah paham. Aku melakukan ini bukan untuknya, melainkan untuk Mommy Aeri. Bagaimana aku harus menjelaskannya?" Ucap Kaili berperang dengan hatinya.
"Apa kau sengaja ingin menggodaku?" Tanya Presdir Lee menggenggam kuat dagu Kaili, membuat Kaili mengangkat wajahnya menatap ke arah Presdir Lee. Walau dia tidak bisa melihat seperti apa ekspresi Suaminya. Namun, Kaili bisa merasakan amarah pada kalimatnya.
"****! Kenapa Bibirnya terlihat begitu manis." Umpat Presdir Lee, kala tak tahan menatap bibir ranum Kaili. Mata bulat dengan pandangan sayu, hidung mancung nan mungil, serta pipinya yang mengembul. Entahlah, Lee hanya dapat menelan salivanya kala melihat semua yang menggoda dari bagian tubuh Kaili yang indah.
"Minggir! Kalau sudah selesai kenapa menghalangi pintunya!?" Tukas Presdir Lee sambil melepaskan genggaman tangannya pada dagu Kaili secara kasar. Membuat Kaili terhuyung kesamping, untunglah Kaili masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, hingga tak berakhir jatuh ke lantai.
Braakk!
Suara pintu yang ditutup paksa.
"Lain kali, jangan pernah menggunakan cara menjijikan seperti itu untuk menggodaku. Karena aku tidak akan mungkin tergoda pada gadis buta sepertimu!" Bentak Presdir yang telah berada di dalam kamar mandi.
"Ya, aku tau itu. Aku tau kau tidak akan pernah menganggapku. Tapi, aku mohon, jangan terus mengatakan kalimat itu. Terasa sangat menyakitkan ketika kau yang mengatakannya. Memang apa salahnya bila aku buta? Dan satu lagi, aku tidak pernah menggodamu. Aku hanya tidak ingin mengingkari janjiku pada Mommy Aeri. Aku tidak pernah berniat sedikit pun untuk menggodamu. Kenapa kau sangat membenciku?" Ujar Aeri yang pastinya hanya di dalam hati.
"Mommy, maafkan aku. Bila kau memberikan pakaian ini, agar anakmu tergoda padaku. Kau salah besar Mommy, karena dia tidak tergoda sedikit pun kepadaku. Jadi, kumohon maafkan aku. Izinkan aku untuk melepaskan pakaian ini, pakaian ini tidak layak untukku. Aku bukanlah Istri yang dicintai. Aku hanyalah gadis buta, yang terpaksa dia nikahi. Jadi, kumohon maafkan aku kali ini saja. Selanjutnya, aku berjanji tidak akan membantahmu lagi. Maafkan aku," batin Kaili sambil mencari pakaian tidurnya yang sederhana—yang sudah dia susun di dalam lemarinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Nur Lizza
sabar kai sabar
2023-04-09
0
Meylin
c Kaili bodoh mau aadi hina2 jadi istri k 2 pula aduh nasibmu Kaili😠
2022-03-03
0
mamah lia nia
sama aja kaya dady nya awas lho tar bucin lagi......🤣🤣🤣
2021-10-04
0