IBPD BAB 06

"Tuan, saya dan putri saya pamit untuk pulang." Kata Nyonya Howin sopan.

"Silahkan, Nyonya Howin. Ada supir yang akan mengantarkan." Balas Tuan Shilin dingin.

"Predir Lee, saya titip Kaili Putri saya." Aktingnya.

"Baik, tentu saja." Jawab Predir Lee tak kala dingin dari sang Daddy.

"Terima kasih, Tuan, Presdir Lee." Pamitnya lalu berbalik badan untuk keluar dari Mansion.

"Ibu, kira-kira, apa maksud dari dialog antara Tuan Shilin dan Presdir Lee tadi. Dan kenapa Tuan Shilin melarang Putranya untuk menyentuh Kak Kaili. Padahalkan dia sendiri yang memilih Kak Kaili. Tapi, dia malah melarang Presdir Lee untuk jatuh cinta kepada kakak. Apa maksudnya?" Tanya Jia heran.

"Ibu juga memikirkan itu, Sayang. Tapi, bukankah ini berita bagus untuk kita. Tuan Shilin tidak menyukai Kaili, dan itu artinya, kita masih bisa mengerjainya tanpa ada yang perlu kita khawatirkan. Meski mereka tidak menyukai Kakak-mu mereka tetap memberikan kita uang yang sangat banyak. Biarkan saja Kakakmu itu menderita. Itu memang sudah takdirnya. Yang penting kita untung banyak, dan hidup kita terjamin, dan yang pasti kita tidak akan hidup susah atau jatuh miskin." Jawab Nyonya Howin

"Ibu benar juga. Tapi, bukankah obat yang kita campurkan di susu itu hanya akan berefek saat Kakak meminumnya saja. Kita sudah tidak lagi bersama Kakak, bagaimana kalau kakak tidak meminumnya? Bagaimana kalau dia bisa melihat lagi? Pokoknya aku tidak ingin Kakak bisa melihat lagi. Ibu tau dia sangat cantik, aku tidak ingin tersaingi, Bu." Protes Jia.

"Kamu tenang saja, Sayang. Kamu tau bagaimana sipat Kakakmu itu, dia itu sangat rajin, patuh, penurut, dan tidak pernah mengingkari janjinya. Ibu sangat yakin, dia tidak akan melupakan pesan Ibu." Jawab Nyonya Howin yakin.

"Ibu benar juga, semoga saja dia tidak lupa." Balas Jia.

"Mari Nyonya, Nona. Mobilnya sudah siap." Sapa seorang supir yang baru saja keluar dari dalam mobil. Ibu dan anak itu segera masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan sang supir sedikit pun.

Sedangkan di ruang tamu, Presdir Lee dan Tuan Shilin masih terus berbincang-bincang.

"Sayang, Apa kalian melihat Nyonya Howin dan Putrinya Jia?" Tanya Nyonya Aeri yang baru saja datang.

"Dia sudah pulang," Jawab Tuan Shilin lembut.

"Benarkah? kapan? Kenapa aku tidak tau," Tanyanya.

"Barusan, kamu darimana saja, sayang?" Tanya balik Tuan Shilin.

"Toilet," jawabnya cepat. "Apa Kaili berada di kamarnya?" Tanyanya lagi.

"Iya, Mommy. Gadis buta itu sudah berada di kamarnya." Jawab Predir Lee.

"Kau ini, jaga bicara-mu! Mommy tidak suka kau mengatakan Istrimu sendiri sebagai gadis buta. Bagaimana kalau Mommy yang buta, apa kau juga akan menyebutkan panggilan itu untuk Mommy!" Kesal Nyonya Aeri tak terima akan Ucapan Putranya.

"Mommy!" Teriak Presdir Lee, Namun sang Mommy masih tak menggubrisnya dan terus melangkah menuju lift—untuk menjenguk menantu kesayangannya yang berada di lantai 4 kamar Putranya.

"Biarkan saja, nanti biar Daddy yang membujuknya." Ucap Tuan Shilin menahan Putranya—karena masih ada yang ingin dia bicarakan.

"Kaili sayang, kenapa belum istirahat?" Tanya Nyonya Aeri saat masuk ke dalam kamar yang pintunya tidak terkunci.

"Mommy," jawab Kaili yang tangah mengeluarkan satu persatu pakainnya dari dalam koper.

"Kau sedang apa, sayang?" Tanya Nyonya Aeri mendekati Kaili.

"Ehm ... Aku sedang membereskan pakaianku, Mommy." Jawab Kaili.

"Mommy bantu, ya." Tawar Nyonya Aeri.

"Tidak perlu Mommy, ini sudah selesai." Jawab Kaili yang memang telah selesai memasukkan semau pakaiannya kedalam satu lemari yang berada tak dari ranjang jauh.

"Kenapa tidak diletakkan di tempat pakain saja, Sayang. Buka saja pintu yang ada sebelah kamar mandi, di ruangan itu adalah tempat khusus untuk pakaian, sepatu, dan yang lainnya. Kau bisa meletakkan pakaianmu disamping pakaian Suamimu." Jelas Nyonya Howin.

"Akan susah bagiku untuk mencari pakaianku disana. Disini juga tidak apa, Mommy. Pakaianku juga tidak banyak." Jawab Kaili sopan.

"Baiklah, Sayang. Apa ada yang bisa Mommy bantu? Apa kau ingin mandi? Mommy bisa membantumu." Tawar Nyonya Aeri lagi.

"Tidak perlu, Mommy. Aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Kaili tidak ingin menyusahkan sang Mertua.

"Baikah, Sayang. Ini ada baju tidur untukmu. Ini hadiah dari Mommy, Mommy harap kau tidak menolaknya. Mommy akan sedih kalau kamu tidak memakainya." Ucap Nyonya Aeri sambil mengulurkan paperbag kepada Kaili.

"Aku pasti akan memakainya, Mommy. Aku tidak mungkin menolak hadiah pemberian Mommy." Jawab Kaili cepat, sambil meraba untuk menerima uluran paparbag itu. "Terima kasih banyak, Mommy. Kaili janji akan memakainnya, sekali lagi terima kasih, Mommy." Sambung Kaili tulus. Selama kepergian kedua orangtuanya, Kaili tidak lagi pernah menerima hadiah dari siapapun. Dan dia sangat senang sekaligus terharu, ketika mendapatkan hadiah dari sang Mommy mertua.

"Sayang, apa kau tidak pernah menerima hadiah sebelumnya?" Tanya Nyonya Aeri kaget akan ekspresi wajah Kaili yang begitu senang, apalagi matanya yang berkaca-kaca. Sungguh Nyonya Aeri juga turut bersedih karena melihat itu.

"Iya, Mommy. Ini pertama kalinya aku menerima hadiah setelah kepergian Ayah dan Ibuku. Terima kasih banyak, Mommy. Aku menangis bukan karena mengharapkan hadiah selama ini. Aku menangis—karena mengingat kedua orang tuaku." Jawab Kaili sedikit berkilah. Sebenarnya, Kaili memang sedih karena mengingat kedua orang tuanya. Tapi, hal itu bukanlah poin utama dia berdedih. Karena sebenarnya, Kaili bersedih lantaran tidak pernah menerima hadiah sebelumnya. Perhatian sang mertua membuatnya begitu terharu. Ibu dan kakak tirinya memang sangat menyayanginya. Tapi, Kaili tidak merasakan ketulusan dari perhatian mereka. Berbeda dengan Nyonya Aeri yang ketulusannya dapat Kaili rasakan secara nyata.

"Maafkan, Mommy ya Sayang. Besok-besok Mommy akan memberikanmu hadiah sesungguhnya. Ini hanya sebagian kecil hadiah dari Mommy. Lihat saja besok, Mommy akan menyiapkan hadiah Special untukmu." Jawab Nyonya Aeri merasa bersalah, karena hadiah yang dia berikan pasti akan membuat Kaili kecewa.

"Tidak perlu, Mommy. Tidak perlu repot-repot, sungguh, aku bersedih karena mengingat kedua orang tuaku." Tegas Kaili merasa tidak enak hati.

"Tidak, Sayang. Kau itu adalah menantu kesayangan, Mommy. Tentu saja Mommy berhak memberikanmu hadiah. Dan kamu tidak boleh menolaknya" jawab Nyonya Aeri.

"Ukh, baiklah, Mommy." Jawab Kaili pasrah tidak ingin membantah.

"Kamu memang gadis yang baik. Mommy yakin, kamu pasti mampu membuat Lee membuka hatinya untukmu." Jawab Nyonya Aeri sambil mengelus lembut rambut panjang Kaili. Kaili hanya tersenyum mengiyakan.

"Sepertinya itu tidak mungkin, Mommy. Dia bukan hanya tidak menerimaku. Tapi, dia sangat membenciku. Hinaanya masih terus terasa menusuk bila diingat." Batin Kaili sedih. Dadanya terasa begitu sesak. Namun, selalu berusaha dia tahan.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

bt kai tdk meminum susuny lg thor br bs meliht lg

2023-04-09

0

Aqilah Nasuha

Aqilah Nasuha

kebalik hehe

2022-01-15

1

𝒜⃟ᴺᴮEkaE𝆯⃟🚀Alfahrizi💫HIA

𝒜⃟ᴺᴮEkaE𝆯⃟🚀Alfahrizi💫HIA

kak Ony kenapa novel kakak yg aku baca....banyak bawangnya😟😟😟😭😭

2021-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 IBPD BAB 01
2 IBPD BAB 02
3 IBPD BAB 03
4 IBPD BAB 04
5 IBPD BAB 05
6 IBPD BAB 06
7 IBPD BAB 07
8 IBPD BAB 08
9 IBPD BAB 09
10 IBPD BAB 10
11 IBPD BAB 11
12 IBPD BAB 12
13 IBPD BAB 13
14 IBPD BAB 14
15 IBPD BAB 15
16 IBPD BAB 16
17 IBPD BAB 17
18 IBPD BAB 18
19 IBPD BAB 19
20 IBPD BAB 20
21 IBPD BAB 21
22 IBPD BAB 22
23 IBPD BAB 23
24 IBPD BAB 24
25 IBPD BAB 25
26 IBPD BAB 26
27 IBPD BAB 27
28 IBPD BAB 28
29 IBPD BAB 29
30 IBPD BAB 30
31 IBPD BAB 31
32 IBPD BAB 32
33 IBPD BAB 33
34 IBPD BAB 34
35 IBPD BAB 35
36 IBPD BAB 36
37 IBPD BAB 37
38 IBPD BAB 38
39 IBPD BAB 39
40 IBPD BAB 40
41 IBPD BAB 41
42 IBPD BAB 42
43 IBPD BAB 43
44 IBPD BAB 44
45 IBPD BAB 45
46 IBPD BAB 46
47 IBPD BAB 47
48 IBPD BAB 48
49 IBPD BAB 49
50 IBPD BAB 50
51 IBPD BAB 51
52 IBPD BAB 52
53 IBPD BAB 53
54 IBPD BAB 54
55 IBPD BAB 55
56 IBPD BAB 56
57 IBPD BAB 57
58 IBPD BAB 58
59 IBPD BAB 59
60 IBPD BAB 60
61 IBPD BAB 61
62 IBPD BAB 62
63 IBPD BAB 63
64 IBPD BAB 64
65 IBPD BAB 65
66 IBPD BAB 66
67 IBPD BAB 67
68 IBPD BAB 68
69 IBPD BAB 69
70 IBPD BAB 70
71 IBPD BAB 71
72 IBPD BAB 72
73 IBPD BAB 73
74 IBPD BAB 74
75 IBPD BAB 75
76 IBPD BAB 76
77 IBPD BAB 77
78 IBPD BAB 78
79 IBPD BAB 79
80 IBPD BAB 80
81 TAMAT!
Episodes

Updated 81 Episodes

1
IBPD BAB 01
2
IBPD BAB 02
3
IBPD BAB 03
4
IBPD BAB 04
5
IBPD BAB 05
6
IBPD BAB 06
7
IBPD BAB 07
8
IBPD BAB 08
9
IBPD BAB 09
10
IBPD BAB 10
11
IBPD BAB 11
12
IBPD BAB 12
13
IBPD BAB 13
14
IBPD BAB 14
15
IBPD BAB 15
16
IBPD BAB 16
17
IBPD BAB 17
18
IBPD BAB 18
19
IBPD BAB 19
20
IBPD BAB 20
21
IBPD BAB 21
22
IBPD BAB 22
23
IBPD BAB 23
24
IBPD BAB 24
25
IBPD BAB 25
26
IBPD BAB 26
27
IBPD BAB 27
28
IBPD BAB 28
29
IBPD BAB 29
30
IBPD BAB 30
31
IBPD BAB 31
32
IBPD BAB 32
33
IBPD BAB 33
34
IBPD BAB 34
35
IBPD BAB 35
36
IBPD BAB 36
37
IBPD BAB 37
38
IBPD BAB 38
39
IBPD BAB 39
40
IBPD BAB 40
41
IBPD BAB 41
42
IBPD BAB 42
43
IBPD BAB 43
44
IBPD BAB 44
45
IBPD BAB 45
46
IBPD BAB 46
47
IBPD BAB 47
48
IBPD BAB 48
49
IBPD BAB 49
50
IBPD BAB 50
51
IBPD BAB 51
52
IBPD BAB 52
53
IBPD BAB 53
54
IBPD BAB 54
55
IBPD BAB 55
56
IBPD BAB 56
57
IBPD BAB 57
58
IBPD BAB 58
59
IBPD BAB 59
60
IBPD BAB 60
61
IBPD BAB 61
62
IBPD BAB 62
63
IBPD BAB 63
64
IBPD BAB 64
65
IBPD BAB 65
66
IBPD BAB 66
67
IBPD BAB 67
68
IBPD BAB 68
69
IBPD BAB 69
70
IBPD BAB 70
71
IBPD BAB 71
72
IBPD BAB 72
73
IBPD BAB 73
74
IBPD BAB 74
75
IBPD BAB 75
76
IBPD BAB 76
77
IBPD BAB 77
78
IBPD BAB 78
79
IBPD BAB 79
80
IBPD BAB 80
81
TAMAT!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!