IBPD BAB 04

"Syukurlah, akhirnya aku menemukan ruang tamunya." Batin Kaili senang lalu mendudukkan bokongnya di sebuah sofa.

"Ta-tapi, aku tidak mendengar suara orang yang berbincang. Astaga! Aku ini ada dimana!" Teriak Kaili tertahan.

"Apa disini ada orang!?" Tanya Kaili meraba-raba sofa disampingnya. "Sepertinya aku salah tempat, lebih baik aku menunggu disini saja—agar tidak semakin jauh tersesat." Ucap Kaili berusaha menenangkan dirinya.

Braaaakk!

Kaili begitu terkejut kala mendengar suara pintu yang ditutup paksa oleh seseorang dari luar sana.

"Siapa itu! Astaga, apa aku dikunci dari luar." Ujar Kaili panik, segera berdiri menuju suara pintu yang tertutup tadi.

"Tolong! Siapapun tolong buka pintunya! Toloooong!" Teriak Kaili berusaha menggedor pintu itu sekuat tenaga.

"Astaga, siapa yang tega melakukan ini padaku? Aku sama sekali tidak takut kegelapan. Tolong jangan mengunciku didalam sini!" Teriak Kaili hampir kahabisan suara karena kebanyakan berteriak.

"Lebih baik aku menenangkan diriku. Sepertinya tidak ada hasilnya bila aku terus berteriak. Apa yang harus aku lakukan!? Hufff ... Ruangan ini sepertinya sangat tertutup hingga minim sekali udara. Sepertinya AC-nya juga sengaja dimatikan, siapa yang tega melakukan ini padaku. Tuhan, Ayah, Ibu tolong lindungi aku. Ah, asmaku kambuh, Huffff ...." Ujar Kaili berperang dalam batinya, sambil terus mengatur napasnya.

***

"Kenapa Kaili lama sekali, bukankah seharusnya dia sudah kembali?" Tanya Nyonya Aeri khawatir.

"Iya, bukankah Kakakku terlalu lama. Sepertinya dia tersesat!" Saut Jia berpura-pura panik.

"Astaga Putriku!" Sambung Nyonya Howin menyaut akting Putrinya.

"Nupu, bukankah dia pergi bersamamu? Kenapa kau tidak kembali bersamanya?" Tanya Nyonya Aeri membentak.

"Maaf, Nyonya tadi—" Nupu itu berhenti berbicara kala mendapat tatapan tajam dari Presdir Lee.

"Tadi apa!?" Bentak Nyonya Aeri.

"Tadi, Nona Kaili meminta saya pergi lebih dulu. Dia bilang, dia masih lama, Nyonya." Jelas Nupu itu berbohong.

"Astaga, kau tau bagaimana kondisi menantuku! Kenapa kau meninggalkannya begitu saja!?" Bentak Nyonya Aeri membuat Nupu itu menundukkan wajahnya dalam.

"Kemana gadis buta itu pergi? Apa dia benar-benar tersesat?" Batin Presdir Lee dengan raut wajah yang menunjukkan kekhawatiran tanpa dia sadari.

"Ayo kita cari Putri saya, Nyonya. Saya sangat mengkhawatirkannya!" Ujar Nyonya Howin panik—tentu saja akting.

"Semua pengawal cari menantu saya sampai ketemu. Sayang, kamu ajak Nyonya Howin menuju toilet untuk mengecek apakah Kaili masih ada Disana. Lee, kau ikut ayah untuk mengecek cctv." Titah Tuan Shilin, semua pun langsung pergi menjalankan perintah dari Tuan Shilin.

***

"Aneh sekali, di cctv terlihat jelas hanya merekam ketika Kaili masuk kedalam toilet. Kemana rekaman setelahnya? Kenapa kau tidak menjalankan tugasmu dengan benar!" Bentak Tuan Shilin menarik kerah baju penjaga cctv di Mansionnya itu.

"Daddy tengalah, aku yakin dia masih berada di perkarangan rumah ini. Lebih baik kita segera mencarinya," seru Presdir Lee mencoba meredakan emosi Daddy-nya.

"Baiklah, Nak. Dan kau cepat selidiki kemana perginya rekaman itu. Bila ada yang meretas sistem, cari hingga ketemu. Aku tidak ingin ada penyusup di dekatku!" Ancamnya lalu pergi untuk mencari keberadaan menantu pilihannya.

"Sial! Kemana perginya gadis buta itu? Belum jadi Istriku saja dia sudah menyusahkan seisi rumah. Bagaimana bila dia menjadi Istriku kelak, apa dia akan menyusahkan satu negara," oceh Predir Lee terus memeriksa satu persatu kamar dan gudang dilantai satu. Hanya lantai satu, tidak mungkin Kaili tersesat hingga lantai 4 bukan?

Predir Lee terus mengumpat Kaili dalam hatinya. Tapi, dia tidak berhenti mencari keberadaan Kaili. Tidak sadarkah dia, bahwa sikapnya pedulinya saat ini sangat jelas terlihat. Lihatlah bagimana keringatnya mengucur hanya karena memikirkan gadis buta yang barusan tadi dia kerjai.

Braak!

"Sejak kapan pintu ruang kerja lamaku terkunci. Bukankah sudah menjadi ruangan tidak ditunggu. Apa jangan-jangan, gadis buta itu berada didalam!" Oceh Presdir Lee mencoba mendobrak paksa ruang kerjanya yang lama. Ruangan itu sudah lama tidak lagi menjadi ruangannya. AC didalam yang rusak, diperburuk dengan suhu udara yang sering tak menentu—membuat Lee pindah dari ruangan itu.

Braaaak!!!

Akhirnya ruangan itu terbuka, Presdir Lee Panik seketika kala melihat Kaili terbaring lemah tak berdaya di lantai berdebu itu.

"Astaga, gadis buta ini!" Teriak Presdir Lee langsung langsung mengangkat tubuh Kaili dan dia bawa keluar dari ruangan itu.

"Apa dia Asma?" Ucapnya panik.

Krrakk!

Presdir Lee langsung bertindak dengan sengaja merobek baju bagian atas Kaili yang terlihat sangat ketat—hingga menampakkan separuh gundukkan Kaili yang menyembul.

Huffff ....

Menarik napas panjang, lalu memberikannya ke Kaili lewat mulutnya langsung.

Entah sudah berapa kali Presdir Lee mengulang terus dan terus.

"Lee, astaga apa yang kau lakukan pada Kaili?" Bentak Nyonya Aeri yang datang seorang diri.

Presdir Lee tidak menghiraukan pertanyaan Mommy-nya. Dia terus mengambil napas panjang lalu mentransfernya ke mulut Kaili.

"Asataga, Kaili Sayang!" Seru Nyonya Aeri yang panik karena baru memahami apa yang telah terjadi.

"Bagaimana, Sayang. Apa Kaili sudah sadar?" Tanya Nyonya Aeri khawatir ketika melihat Putranya menghentikan tindakannya.

"Sepertinya buruk, Mommy. Aku akan bawa dia ke kamar lebih dulu. Mommy cepat hubungi Dokter Ling." Titah Presdir Lee sambil melepas Jas-nya lalu menutup bagian atas tubuh Kaili. Kemudian mengangkat perlahan tubuh Kaili menuju kamar tamu yang masih berada di lantai dasar.

Tanpa disadari, Presdir Lee terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi Kaili. Apakah benih-benih cinta tumbuh secepat itu di hatinya.

"Kak Lee tidak pernah telihat se-khawatir itu padaku, maupun kekasihnya si Yuki jerapah itu!" Umpat Yeji yang terlihat begitu cemburu atas apa yang barusan dilihatnya.

"Bagimana keadaan Putri saya, Dokter?" Tanya Nyonya Howin, seperti biasa dia masih berpura-pura panik.

"Nona Kaili baik-baik saja, Nyonya. Sebentar lagi dia akan segera sadar." Jawab Dokter Ling ramah.

"Syukurlah, Kak bangunlah kak. Aku sangat mengkhawatirkan Kakak," ujar Jia tentu saja juga ikut berakting.

Uhuuk, Uhuukk

Batuk Kaili lalu langsung tersadar.

"Aku ada dimana? Tolong, tolong!" Teriak Kaili ketakutan.

"Sayang, tenganglah sayang. Ada Ibu disini, Ibu tidak akan membiarkanmu jauh lagi." Seru Nyonya Howin memeluk erat Kaili.

"Kaili takut, Bu. Disana tidak ada udara," ucap Kaili dengan tangisnya.

"Tenanglah, Sayang. Sekarang kamu sudah aman." Ujar Nyonya Aeri juga ikut menenangkan Kaili.

"Huffff ... Syukurlah gadis buta ini baik-baik saja. Astaga, apa yang telah aku lakukan?" Batin Predir Lee yang baru manyadari bagaimana upayanya saat menyelamatkan Kaili.

"Karena Kaili sudah sadar. Kami akan segera pamit pulang." Izin Nyonya Howin sebenarnya tidak tega meninggalkan Mansion mewah itu.

"Tetaplah disini dulu, Nyonya Howin." Saut Tuan Besar Shilin.

"Benar, Nyonya Howin. Ini sudah sangat larut. Kasihan Kaili kalau pulang sekarang juga, sepertinya dia masih sangat panik dan ketakutan. Bagaimana kalau malam ini, kalian bertiga menginap disini saja dulu." Tawar Nyonya Aeri ramah.

"Baiklah, kalau Nyonya memaksa," jawab Nyonya Howin menyetujui tanpa penolakan tarik ulur.

"Kalau begitu, mari saya antar ke kamar tamu lainnya. Kita tinggalkan Kaili, biarkan dia beristirahat." Saut Nyonya Aeri mengajak semuanya untuk keluar dari kamar Kaili.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

kerjaan siap yg mengunci anna di ruNgn.smg yg bt kai trkunci ketemu

2023-04-09

0

Dimas Prayuga

Dimas Prayuga

lanjut.

2021-11-08

0

Aprilia***

Aprilia***

ap mungkin yeji yg ngunciin Kaili oh my good jangan sampai adik KK it yg nantinya aniaya kalili kasian 😢😢😢

2021-10-26

5

lihat semua
Episodes
1 IBPD BAB 01
2 IBPD BAB 02
3 IBPD BAB 03
4 IBPD BAB 04
5 IBPD BAB 05
6 IBPD BAB 06
7 IBPD BAB 07
8 IBPD BAB 08
9 IBPD BAB 09
10 IBPD BAB 10
11 IBPD BAB 11
12 IBPD BAB 12
13 IBPD BAB 13
14 IBPD BAB 14
15 IBPD BAB 15
16 IBPD BAB 16
17 IBPD BAB 17
18 IBPD BAB 18
19 IBPD BAB 19
20 IBPD BAB 20
21 IBPD BAB 21
22 IBPD BAB 22
23 IBPD BAB 23
24 IBPD BAB 24
25 IBPD BAB 25
26 IBPD BAB 26
27 IBPD BAB 27
28 IBPD BAB 28
29 IBPD BAB 29
30 IBPD BAB 30
31 IBPD BAB 31
32 IBPD BAB 32
33 IBPD BAB 33
34 IBPD BAB 34
35 IBPD BAB 35
36 IBPD BAB 36
37 IBPD BAB 37
38 IBPD BAB 38
39 IBPD BAB 39
40 IBPD BAB 40
41 IBPD BAB 41
42 IBPD BAB 42
43 IBPD BAB 43
44 IBPD BAB 44
45 IBPD BAB 45
46 IBPD BAB 46
47 IBPD BAB 47
48 IBPD BAB 48
49 IBPD BAB 49
50 IBPD BAB 50
51 IBPD BAB 51
52 IBPD BAB 52
53 IBPD BAB 53
54 IBPD BAB 54
55 IBPD BAB 55
56 IBPD BAB 56
57 IBPD BAB 57
58 IBPD BAB 58
59 IBPD BAB 59
60 IBPD BAB 60
61 IBPD BAB 61
62 IBPD BAB 62
63 IBPD BAB 63
64 IBPD BAB 64
65 IBPD BAB 65
66 IBPD BAB 66
67 IBPD BAB 67
68 IBPD BAB 68
69 IBPD BAB 69
70 IBPD BAB 70
71 IBPD BAB 71
72 IBPD BAB 72
73 IBPD BAB 73
74 IBPD BAB 74
75 IBPD BAB 75
76 IBPD BAB 76
77 IBPD BAB 77
78 IBPD BAB 78
79 IBPD BAB 79
80 IBPD BAB 80
81 TAMAT!
Episodes

Updated 81 Episodes

1
IBPD BAB 01
2
IBPD BAB 02
3
IBPD BAB 03
4
IBPD BAB 04
5
IBPD BAB 05
6
IBPD BAB 06
7
IBPD BAB 07
8
IBPD BAB 08
9
IBPD BAB 09
10
IBPD BAB 10
11
IBPD BAB 11
12
IBPD BAB 12
13
IBPD BAB 13
14
IBPD BAB 14
15
IBPD BAB 15
16
IBPD BAB 16
17
IBPD BAB 17
18
IBPD BAB 18
19
IBPD BAB 19
20
IBPD BAB 20
21
IBPD BAB 21
22
IBPD BAB 22
23
IBPD BAB 23
24
IBPD BAB 24
25
IBPD BAB 25
26
IBPD BAB 26
27
IBPD BAB 27
28
IBPD BAB 28
29
IBPD BAB 29
30
IBPD BAB 30
31
IBPD BAB 31
32
IBPD BAB 32
33
IBPD BAB 33
34
IBPD BAB 34
35
IBPD BAB 35
36
IBPD BAB 36
37
IBPD BAB 37
38
IBPD BAB 38
39
IBPD BAB 39
40
IBPD BAB 40
41
IBPD BAB 41
42
IBPD BAB 42
43
IBPD BAB 43
44
IBPD BAB 44
45
IBPD BAB 45
46
IBPD BAB 46
47
IBPD BAB 47
48
IBPD BAB 48
49
IBPD BAB 49
50
IBPD BAB 50
51
IBPD BAB 51
52
IBPD BAB 52
53
IBPD BAB 53
54
IBPD BAB 54
55
IBPD BAB 55
56
IBPD BAB 56
57
IBPD BAB 57
58
IBPD BAB 58
59
IBPD BAB 59
60
IBPD BAB 60
61
IBPD BAB 61
62
IBPD BAB 62
63
IBPD BAB 63
64
IBPD BAB 64
65
IBPD BAB 65
66
IBPD BAB 66
67
IBPD BAB 67
68
IBPD BAB 68
69
IBPD BAB 69
70
IBPD BAB 70
71
IBPD BAB 71
72
IBPD BAB 72
73
IBPD BAB 73
74
IBPD BAB 74
75
IBPD BAB 75
76
IBPD BAB 76
77
IBPD BAB 77
78
IBPD BAB 78
79
IBPD BAB 79
80
IBPD BAB 80
81
TAMAT!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!