Teman Baru

**Hay semua, para readers.

Jangan lupa like, coment dan vote yah.

terima kasih..

happy reading guys**...

HARI INI BAKAL DOUBLE UP, JADI EPISODE SELANJUTNYA AKAN DATANG, MASIH DALAM PROSES REVIEW YAH. HAPPY READING GUYS

Setelah itu mereka bertiga keluar dari penginapan mereka dan berencana akan membeli kuda.

>>>>>>>

Saat ini mereka bertiga berada di tempat penjualan kuda, sebenarnya bisa saja Lian Wei menaiki Hanzo, tetapi Lian Wei tak ingin menarik perhatian para kultivator yang serakah dan akan mengejarnya terus menerus.

Mereka menjadi pusat perhatian oleh orang-orang meski telah memakai cadar tetap saja banyak yang memuji, dan ada juga yang mencemooh Lian Wei dan Nuan, karena bisa dekat dengan Hanzo tentu saja para wanita yang iri, dan terpikat ketampanan Hanzo. Tetapi mereka yang jadi pusat perhatian hanya acuh tak acuh. Dan fokus memilih kuda yang akan di pakai.

"Nuan apakah kau sudah menemukan kuda yang kau suka? "Tanya Lian Wei sambil memperhatikan Nuan yang sedang mengusap-usap kepala kuda yang dipilih.

"Sudah nona, ini dia kuda yang saya pilih, kalau nona mana kuda yang nona pilih? " Tanya Nuan balik.

"Aku belum menemukan kuda yang menarik menurutku, "jawab Lian Wei sambil memperhatikan Kuda liar yang berada di tempat pacuan kuda yang sedang di jinakkan.

"Bagaimana kalau aku yang memilih nona? " Sahut Hanzo yang memberi saran.

"Tidak perlu, aku sudah mendapatkan kuda yang aku mau "Tolak Lian Wei sambil berjalan ke arah pemilik penjual kuda.

"Eh nona ada apa?apakah kau sudah menemukan kuda yang cocok untukmu dan juga untuk teman nona?" Tanya pemilik penjual kuda yang melihat Lian Wei datang menghampirinya.

"Kalau temanku sudah dia pilih, tapi saya ingin kuda itu!" Jawab Lain Wei menunjuk kuda liar yang terus menerus di pukuli.

"Tapi nona, kuda itu masih liar. Sudah dua tahun kami mencoba menjinakkannya tetapi tetap tidak bisa di jinakkan, kami berpikir kami akan membunuhnya karena sangat menyusahkan para penjaga kuda " Ujar pemilik kuda frustasi

"Tak apa, bagaimana kalau kita taruhan paman?" Tantang Lian wei

"Taruhan?Beo pemilik kuda.

"Iya kita taruhan, kalau aku dapat menjinakkan kuda itu, kau harus memberikanku kuda itu secara gratis, Tetapi kuda yang satunya yang telah dipilih temanku akan aku tetap bayar. Bagaimana?" Tawar Lian Wei bukan Lian Wei tidak ingin membayar hanya saja si pemilik kuda ini sangat serakah dan sudah banyak kuda yang mereka siksa

"apa kau yakin nona? kami saja disini sangat kewalahan menjinakkan kuda itu, apalagi disini kami sudah punya pawang kuda tetapi tetap saja tak bisa di jinakkan" Ucap pemilik kuda dengan nada meremehkan.

"ya saya yakin, aku punya cara sendiri untuk menjinakkannya. Bagaimana paman? " Jawab Lian Wei.

"Baiklah, kalau begitu kita sepakat. Tetapi kalau nona terluka karena kuda itu kami tidak akan bertanggung jawab kepada Nona!! Ujar pemilik kuda memperingati dengan nada mengejek.

"baiklah kita sepakat" Jawab Lian Wei sambil bersalaman tanda sepakat kepada pemilik penjual kuda tersebut.

Akhirnya si pemilik penjual kuda memanggil salah satu pelayannya untuk memberitahukan kepada si pawang kuda tentang Lian Wei yang akan menjinakkannya.

"Hanzo!Nuan! kalian tunggulah disini. Aku akan kesana sebentar" Ucap Lian Wei berjalan menuju area pacuan kuda tanpa menunggu jawaban dari Hanzo maupun Nuan saking bersemangatnya bertemu kuda.

Pawang kuda yang melihat Lian Wei yang menuju ke arahnya pun langsung menghampiri Lian Wei dan berkata mengejek

"Semoga nona tidak akan menangis karena badan nona terluka " Ujar pawang kuda berlalu meninggalkan Lian Wei bersama kuda liar tersebut. Kuda tersebut sudah berada di dalam kandangnya dengan luka penuh cambukan. Lian Wei merasa miris melihat hewan yang disiksa.

"Hei, apakah lukamu sangat sakit?? " Tanya Lian Wei kepada Kuda.

"Huh, apa peduli mu???. Manusia seperti kalian memang tidak berperasaan" Jawab Kuda dengan bahasa hewan. Tentu saja lian wei mengerti bahasa hewan. Terkejut? Jelas! Entah mengapa dia juga tidak tahu bisa punya kemampuan seperti itu.

"Tentu saja aku peduli padamu, kau tahu aku sangat tidak suka jika ada manusia yang menyiksa hewan seperti itu" Jawab Lian Wei.

Ngikkk....

"Kau bisa mengerti ucapan ku? ah mungkin hanya kebetulan saja. Biar aku coba sekali lagi, siapakah nama mu nona?" Tanya kuda terkejut memastikan

"Tentu saja aku mengerti ucapan mu dan yah nama ku Lian Wei" Jawab Lian Wei.

"Bagaimana bisa kau mengerti bahasa kami? " Tanya Kuda tersebut penasaran.

"Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa punya kemampuan seperti ini. Tapi aku sangat bersyukur bisa mengerti para hewan yang sedang kesakitan, jadi aku bisa membantu mereka" Jawab Lian Wei santai

"Oiya mau kah ikut denganku, kita akan berpetualang bersama dan aku akan memberikanmu selalu buah yang segar bukan rumput seperti ini dan yah telan lah pil ini dulu agar lukamu sembuh" Ajak Lian Wei memberikan pil kepada kuda tersebut.

Awalnya si kuda ragu, tetapi setelah di yakinkan oleh Lian Wei akhirnya si kuda tersebut menelan pil yang diberikan oleh Lian wei, Dan seketika luka-luka hasil cambukan tersebut langsung sembuh tak berbekas lagi.

"Wah, ini hebat pil apa yang kau berikan kepadaku nona? bahkan perih yang kurasa tadi seketika hilang, " Tanya Kuda tersebut antusias.

"Itu namanya pil penyembuhan tingkat tinggi dan aku yang membuatnya " Jawab Lian Wei.

"Nona perkataan mu yang tadi tentang memberikanku buah-buahan yang segar. Apakah betul? apa jaminannya?" Tanya si kuda masih ragu-ragu

"Iya betul, kalau aku berkata bohong. Kau bisa meninggalkan ku" jawab Lian Wei meyakinkan.

"Baiklah aku akan ikut denganmu dan menjadi peliharaan mu " Ujar Si kuda.

"Kau boleh ikut denganku tapi tidak sebagai peliharaan ku tapi sebagai temanku " Ucap Lian Wei, dan sukses membuat Si kuda terharu dan menjadi hangat karena baru kali ini di perlakukan dengan baik.

"Baiklah sekarang aku akan memberimu nama Poci bagaimana? " Tanya Lian Wei.

"Nama yang bagus, ayo mari " Ajak Si kuda sambil menurunkan badannya untuk bisa dinaiki oleh Lian Wei.

Setelah menunggangi si poci akhirnya Lian Wei berjalan ke arah pemilik penjual kuda, pawang kuda, Nuan dan Hanzo yang memperhatikannya sejak tadi, dengan tatapan bingungnya.

"Bagaimana bisa nona menjinakkan kuda liar itu hanya dengan beberapa menit, sedangkan kami sudah dua tahun lamanya tapi belum jinak juga, tolong beri tahu kami nona. " Ucap pemilik kuda menatap Lian Wei penuh kagum.

"Mudah saja, jika kalian ingin menjinakkan kuda jangan pakai kekerasan, karena kuda juga punya perasaan" jawab Lian Wei enteng.

"Baiklah saya akan mencoba saran nona, terima kasih nona" Ucap Pemilik Kuda.

"Jadi berapa harga kuda ini? " Tanya Lian Wei sambil menunjuk kuda yang di pegang oleh hanzo.

"Nona cukup membayar kami, 5 koin emas saja nona. " jawab Pemilik kuda.

"Baiklah, hanzo berikan koin emasnya!! " Ucap Lian Wei.

"Baik Weiwei"

Setelah transaksi jual beli kuda, akhirnya Lian Wei dan kawan kawan berangkat ke tempat selanjutnya yaitu Kerajaan Shao.

TBC

HAY PARA READERS TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL KU YANG RECEH INI.

JANGAN LUPA LIKE, COMENT, RATE DAN VOTE YAH.

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

apa jangan2 Lian Wei mau menyembuhkan putra mahkota shao

2025-02-11

0

Karina Fardhani

Karina Fardhani

Novelnya mirip banget sma aplikasi sebelah

2025-01-10

0

aphrodite

aphrodite

Pocong itu😂😂😂 baru kali ini kuda jadi pocong😂😂✌

2024-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!