Hukuman II

**Hay semua, para readers.

Jangan lupa like, coment dan vote yah.

terima kasih..

happy reading guys**...

Semasa kuliah dulu, mama Clara adalah wanita tomboy dan semenjak dia di jodohkan dengan Alex dia merubah dirinya menjadi wanita lembut. Tetapi karena menyangkut anak semata wayangnya, dia berubah menjadi singa betina yang siap menerkam.

Arghh...

Teriak Jeni, ketakutan...

>>>>>>>>>>

"Ampun ma, saya khilaf" Mohon Jeni sambil meringkuk ketakutan, baru kali ini dia melihat orang tua angkatnya sekejam ini, selama ini Jeni hanya tahu orang tua nya seorang pengusaha bukan seorang mafia, hanya Clara yang tahu.

"HEH, KAU BILANG KHILAF?? SETELAH KAU MEMBUNUH ANAKKU DAN KAU MALAH BERSENANG-SENANG, HAH? " Teriak Maya, mama Clara yang emosinya sudah meradang hingga menangis mengingat putrinya yang telah tiada, papa Alex segera memegang istrinya untuk kuat.

"Apa salah Clara sehingga kau tega menghabisi nyawanya?" Tanya Papa Clara yang masih menahan amarahnya.

"Ini semua karena Clara, dia yang membuatku seperti ini, dia hanya berpura pura" JedahNya

"KENAPA SEMUA ORANG BEGITU MENYAYANGINYA?? KENAPA HIDUPNYA BEGITU SEMPURNA?? KENAPA DIA YANG SELALU JADI PUSAT PERHATIAN? KENAPA?? SEDANGKAN AKU HANYALAH SEPERTI SEBUAH BAYANGAN YANG ADA DI BELAKANGNYA DAN LAGI SEMUA HARTA YANG PAPA DAN MAMA AKAN DIBERIKAN KEPADA CLARA.

" Teriak Jeni yang masih mau menyalahkan Clara, padahal dia yang iri, (hadeuhh author masih nggk nyangka ada seperti ini). lanjut cerita.

"ITU SEMUA KARENA KAU YANG TAK BERSYUKUR! Bentak Papa Clara, dan seketika nyali Jeni menciut.

"KAU TAHU, SEANDAINYA BUKAN CLARA YANG MEMINTA KAMI SAMBIL MEMOHON UNTUK MENJADIKAN KAMU ANAK ANGKAT, KAMI TIDAK AKAN MAU. KAU TAHU CLARA SUDAH BANYAK BERKORBAN UNTUK MU. TAPI KAU MALAH MEMBUNUHNYA. DASAR TIDAK TAHU TERIMA KASIH" Teriak Alex papa Clara, sudah tidak bisa menahan emosinya karena putrinya masih disalahkan

"Sebelum kau mati, kau perlu tahu, Clara selalu menyayangi mu seperti kakaknya sendiri, bahkan dia yang juga pernah menyelamatkanmu saat kau di culik dan hampir diperk*sa oleh teman-temanmu sampai-sampai dia yang terkena luka akibat di tusuk oleh orang yang ingin memperk*samu.

"Dia sengaja tidak memberi tahu mu karena dia tidak ingin kau merasa bersalah dan berhutang budi padanya. Dan satu hal lagi Clara pernah menyuruh kami untuk membagi rata harta warisan kami kepada kalian berdua. Tapi apa yang dia dapat? KAU MALAH MEMBUNUHNYA!!! " Ucap mama Clara panjang lebar sambil menekankan kata KAU MALAH MEMBUNUHNYA.

Jeder...

Jeni bak tersambar petir mendengar semua kenyataannya, dia tidak menyangka jika orang yang selama ini dia benci ternyata orang yang selalu menyayanginya setulus hati dan orang yang selalu melindunginya. Bahkan dia rela terluka hanya demi dirinya yang notabene nya hanya anak angkat dan saudara angkat.

"NGGK MUNGKIN!!! ITU NGGK MUNGKIN!! KALIAN PASTI BOHONG KAN!! Teriak Jeni masih tidak ingin percaya apa yang dia dengar.

Tanpa ba bi bu, Mama Clara langsung mengambil pedang yang ada di dekatnya, dan langsung memotong tali yang di ikatkan oleh Jeni, Dan langsung memotong tangan kanan Jeni hingga putus.

srekk... Akh......

Teriakan pilu oleh suara Jeni, tapi kedua orang tua itu tidak merasa iba. Mereka berpikir ini memang pantas untuk Jeni.

Kini jiwa kejam kedua orang tua Clara sudah muncul, mereka tidak segan-segan memotong tangan kiri Jeni lagi hingga putus. Darah berceceran dimana-mana.

"Bawa dia ke penjara, biarkan dia tersiksa dengan mati secara perlahan-lahan di dalam sel dan jangan lupa serahkan bukti kejahatannya " Ucap Alex papa Clara. Baginya membunuhnya itu sangat muda. Tapi dia ingin melihat pembunuh putrinya mati perlahan-lahan.

"Baik boss laksanakan " Ucap Pengawal serempak.

Bruk..

Di saat itu pula mama Clara pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Di Rumah sakit.

Saat di periksa ternyata mama Clara hamil lagi. mungkin itu adalah doa dari Clara agar orang tuanya tidak kesepian.

"Clara sayang semoga kau bahagia disana, mama dan papa sudah membalas orang yang menyakitimu. Dan satu hal lagi kau tak perlu khawatir jika mama dan papa kesepian. Sekarang kau akan punya adik. " Ucap papa Clara sambil memandangi langit malam.

Setelah dikirim ke penjara, baru beberapa hari kini luka di tangan Jeni akhirnya membusuk karena tidak di obati dan malah menyebabkan bau busuk di mana-mana. Disaat itu pula Jeni mati dengan penuh penyesalan. Dia berharap bisa meminta maaf kepada Clara.

*************

Oke kita kembali ke Clara atau kini menjadi Lian Wei,

Saat matahari kini telah menjalankan tugasnya untuk menerangi alam semesta.

Terdapat dua ekor eh salah yah, maksudnya author dua orang gadis yang kini telah bersiap-siap untuk meninggalkan penginapan tersebut dan melanjutkan perjalanannya kembali ke hutan kematian.

Saat ini, Lian Wei memakai hanfu berwarna hijau muda kombinasi putih, dengan terdapat gambar burung phoniex bewarna emas bajunya memang sederhana tapi kainnya terbilang unlimited edition kayak Putri bangsawan eh emang iya dia seorang putri mahkota. Di tambah dengan rambut di ikat kuncir kuda dengan pita berwarna putih. Tak lupa cadarnya yang selaras dengan pakaiannya. Sungguh indah ciptaan Tuhan.

Sedangkan Nuan memakai hanfu berwarna biru navy polos dengan kain yang sama dengan Lian Wei. Karena bagi Lian Wei, Nuan adalah saudaranya. Dan Lian Wei tak mempermasalahkan yang namanya harta.

Sebab di dalam dimensinya ternyata banyak sekali koin emas yang setiap minggunya akan bertambah terus, berada di gudang penyimpanan, yang Lian Wei baru tahu setelah berkeliling di dalam dimensinya dan itu membuat Lian Wei cukup frustasi karena dia malah mencari uang dengan menjual pilnya.

Lian Wei juga menyempatkan membuat berbagai pil tingkat tinggi, dan di simpan di dalam gudang obatnya.

Dan. Hanzo malah dijadikan tukang kebun oleh Lian Wei untuk menjaga tanaman herbal nya yang langka, sungguh malang nasib hanzo, hewan legendaris yang ditakuti oleh hewan kontrak di daratan, menjadi tukang kebun.

Kini Lian Wei dan Nuan masuk ke dalam dimensi untuk memasak, Karena semenjak Lian Wei datang ke zaman ini dia tak suka makanan yang di zaman ini yang menurutnya hambar seperti jalan cintanya eakk..

Kembali ke cerita, setelah selesai memasak akhirnya mereka makan bertiga, kalau ada yang nanya siapa orang ketiga, yah pastinya hanzo. Semenjak dia merasakan masakan nona nya, hanzo kini tak mau makan dengan makanan yang ada di zamannya, begitupula dengan Nuan.

Lian wei tak mempermasalahkan itu, sebab Lian Wei juga hanya makan dengan masakannya sendiri atau makanan yang ada di restoran miliknya.

"Nona setelah ini kita kemana?" Tanya Nuan setelah mereka selesai makan.

"Kita akan ke kerajaan shao" Jawab Lian Wei.

"Ayo weiwei kita berangkat" Sahut Hanzo.

"Eits,kau mau kemana? kau disini saja menjaga tanaman herbal ku" Lian Wei menghadang menggunakan tangan dengan tatapan tajam.

"Oh ayolah weiwei, aku kan juga ingin keluar, aku sangat bosan disini" ucap Hanzo memelas dengan puppy eyes.

"Huft.. Baiklah kau boleh keluar tapi ingat jangan terlalu mencolok" Ucap Lian Wei memperingati sambil menghembuskan kasar nafasnya.

"Baik weiwei"

Setelah itu mereka bertiga keluar dari penginapan mereka dan berencana akan membeli kuda.

BERSAMBUNG.

Hay Readers terima kasih yah udah mampir.

Jangan lupa like, coment dan vote juga yah.

Kalau perlu beri hadiah yah. hehhee.

Terpopuler

Comments

Yoni Hartati

Yoni Hartati

pheonix nya tdk diambil dulu

2024-12-02

0

Muhammad Alfaruq

Muhammad Alfaruq

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-03-11

0

Rennz 😎

Rennz 😎

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!