Ibukota kerajaan Feng

**Hay semua, para readers.

Jangan lupa like, coment dan vote yah.

terima kasih..

happy reading guys**...

Kini Ling Yu merutuki kebodohannya sendiri karena telah menyinggung orang yang salah. Dia berharap seandainya waktu bisa di putar dia tak akan menyinggung Lian Wei, namun naas nasi sudah menjadi bubur.

Penyesalan memang selalu di belakang, yah iyalah kalau di depan namanya pendaftaran hehehe. Lanjut cerita, kesombongan dan sifat arogan yang selalu dia tampilkan kepada semua orang kini berubah menjadi kucing ketakutan.

Lian Wei dengan cepat mengeluarkan jarum yang berada di gelang penyimpanannya yang sempat dia beli dengan harga yang mahal, jarum itu telah di olesi racun, racun itu berfungsi untuk membuat wajah seseorang menjadi jelek, seperti jerawatan yang sangat banyak.

Lian wei tidak ingin membunuh Ling Yu hanya saja dia ingin memberikan pelajaran kecil kepada Ling Yu agar di masa depan dia tidak lagi semena-mena menghina dan membully seseorang.

suuttt..

bruk...

seketika jarum meluncur ke leher Ling Yu dan membuatnya pingsan. Para pengunjung disana bergidik ngeri melihat aksi dari Lian Wei. Mereka berjanji di masa depan tidak akan membuat masalah atau menyinggung Lian Wei. Bernafas pun mereka sulit karena ketakutan.

"Kau! Ucap Lian wei sambil menunjuk pelayan Ling Yu yang masih duduk di samping Ling Yu yang sedang pingsan.

"I..ii..ya nona? Tanya Pelayan tersebut terbata-bata ketakutan.

"Bawa pergi semua orang-orang ini, dan yah jangan lupa bawa majikan mu pulang. Aku hanya memberikan dia pelajaran kecil bukan membunuhnya, agar dimasa depan dia tidak lagi begitu sombong jika aku bertemu lagi dan masih menggangguku jangan salahkan aku membunuhnya" Ucap Lian Wei datar sambil melangkah keluar bersama Nuan, meninggalkan restauran nya.

"Ba... baik nona" Ucap pelayan Ling Yu gugup.

Lian Wei dan Nuan melesat ke arah hutan terlebih dahulu lalu menggunakan ilmu telerportasi nya ke kerajaan Feng. Mengapa hanya ke kerajaan Feng tidak langsung ke hutan kematian? sebab menggunakan jurus telerportasi tersebut menggunakan banyak energi spritual terlebih lagi membawa Nuan, bisa-bisa energi spritual Lian Wei habis saat tiba di hutan kematian.

Apalagi hutan kematian tempat sangat berbahaya, banyak para kultivator yang masuk tetapi tidak bisa keluar dengan selamat. Hutan kematian yang berada di Kerajaan Matahari. Karena Kerajaan matahari letaknya sangat jauh jadi membutuhkan beberapa bulan baru sampai.

Alasan lain Lian Wei tidak ingin menggunakan ilmu telerportasi karena dia ingin menikmati setiap perjalanan yang dia tempuh. Terlebih lagi saat masih di zaman modern Lian Wei termasuk orang yang sangat suka dengan sejarah.

Tak jarang Lian Wei menghabiskan liburannya ke tempat-tempat bersejarah dan mengoleksi banyak barang antik jadi mumpung di beri kesempatan untuk ke tempat zaman kuno secara langsung mengapa tidak di manfaatkan secara baik begitu pikiran Lian Wei sekarang.

Saat ini Lian Wei tiba di kerajaan Feng, tepatnya di gang buntu yang sangat sepi. Dan langsung ikut keluar ke ibukota berbaur dengan warga yang lain.

"Nuan bagaimana kalau kita mencari penginapan terlebih dahulu? Tanya Lian Wei.

"Baik nona, bagaimana kalau kita cari yang ada tempat makannya sekalian nona? "Saran Nuan memberi ide.

"hmmm.. ide bagus" jawab Lian wei sambil menganggukkan kepalanya.

"Ayo nona "ucap Nuan antusias dan berjalan mendahului Lian Wei. Lian Wei yang melihat tingkah Nuan hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.

Sama seperti di ibukota kerajaan Lian, di ibukota kerajaan Feng . Lian Wei lagi-lagi menjadi pusat perhatian semua orang. Banyak yang memandang kagum dan adapula yang memandang dengan iri.

Lian Wei berjalan bersama Nuan sambil menikmati keramaian pasar, sesekali membeli cemilan dan pernak pernik yang mereka sukai, mereka hanya acuh tak acuh dengan tatapan kagum semua orang, dan bisik bisik tentang Lian Wei.

Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka mendapatkan tempat penginapan sekaligus kedai makanan. Mereka pun masuk ke tempat tersebut dan yah lagi, mereka menjadi pusat perhatian. Tak henti hentinya orang memandang kagum.

Tetapi Lian Wei hanya fokus mencari meja yang kosong, setelah mendapat meja yang kosong mereka pun memesan makan khas dari kerajaan tersebut karena jam makan siang telah lewat.

"Siapa gadis cantik itu?? belum pernah aku melihat gadis secantik dia seumur hidupku. " Tanya Pengunjung A penasaran

"sut..kau jangan terlalu berisik nanti mereka mendengar kita. Aku juga tak tahu siapa mereka, "jawab teman sebelahnya.

"Muda-mudahan aku berjodoh dengannya " ucap pengunjung A penuh harap.

"Mimpi saja kau mana mungkin nona itu mau denganmu" ejek teman sebelahnya seraya terkekeh

Lian Wei dan Nuan hanya makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan pengunjung yang menatap mereka. Setelah makan dan menyimpan beberapa koin di atas meja mereka pun naik ke lantai dua untuk memesan kamar.

"Selamat datang nona!! "ucap pelayan tersenyum ramah, yang hanya di tanggapi anggukan oleh Lian Wei dan Nuan.

"Kami mau pesan kamar dua yang mempunyai kamar mandi berapa harganya?? " Ucap Nuan.

"Baik nona harganya 50 tael perak untuk dua kamar,ini kunci kamarnya silahkan nona di antar oleh pegawai lainnya" Ucap pelayan sambil menunjuk teman yang berdiri di dekatnya.

"Baik terima kasih dan ambil saja kembaliannya" jawab Nuan sambil memberi 1 koin emas.

"Terima kasih nona "ucap pelayan dengan mata berbinar

Setelah masuk ke kamar yang mereka pesan, Lian Wei pun langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan beristirahat.

"Sebaiknya aku ke ruang dimensi saja untuk beristirahat setelah itu aku akan membuat pil untuk di lelang lagi "gumam Lian Wei.

Sring....

"Nona? " Ucap Hanzo.

"hanzo.. aku akan beristirahat disini dulu setelah itu aku akan membuat pil " ucap Lian Wei sambil melangkah masuk di pondoknya untuk istirahat

"Baik nona. "jawab Hanzo.

Setelah beberapa jam tidur di dalam kalung dimensinya, Lian Wei pun bergegas membuat pil untuk di lelang lagi.

"Hanzo! Hanzo! " teriak Lian Wei mencari keberadaan Hanzo.

"Iya nona? " jawab Hanzo.

"Tolong ambilkan air suci kehidupan di dalam botol ini" Ucap Lian Wei yang masih fokus pada tungku obatnya.

"baik nona" jawab Hanzo, bergegas mengambil air suci kehidupan.

"Ini nona!! sambil menyerahkan botol berisi air kehidupan.

"Terima kasih.. " Ucap Lian Wei.

Hanzo hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat Lian Wei membuat pil obat.

selang beberapa hari Lian wei berhasil membuat beberapa pil tingkat tinggi untuk di jual, ingat yah perbedaan waktu di ruang dimensi dan dunia nyata sangat jauh.

"ah sebaik aku membersihkan diri dulu " gumam Lian wei sambil meregangkan ototnya yang kaku.

Setelah selesai membersihkan diri Lian Wei memanggil hanzo untuk menanyakan satu hal yang sejak dari dulu dia penasaran.

Hay readers makasih yah sudah mampir.

Jangan lupa like, coment dan Vote yah

Kalau boleh beri hadiah juga yah.. hehehe

.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

kapan Lian Wei akan balas dendam 🤔🤔

2025-01-04

0

Bzaa

Bzaa

kerennnn

2025-01-13

0

Rias Gremory

Rias Gremory

kalau takut energi spiritual nya habis gara2 bawa Nuan. Kenapa gak di masukin aja Nuan ke kalung Dimensi, trus kalo sampe di Kekaisaran Feng tinggal keluarin aja si Nuan kan beres 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-09-18

2

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!