Pamit

**Hay semua, para readers.

Jangan lupa like, coment dan vote yah.

terima kasih..

happy reading guys**...

Orang-orang yang menyaksikan drama tadi, langsung membubarkan diri mereka, pergi ke tempat masing-masing.

saat Lian wei, Nuan dan Tang xui memasuki restaurant, semua pengunjung menatap mengarah pada Lian wei. Mereka semua terpanah akan kecantikan Lian wei bak dewi, kulit putih seperti susu dan wajah tanpa cacat, hidung yang mancung, alis yang tegas, bibir semerah chery.

Lian wei yang menatap itu hanya acuh tak acuh,

"akh sial kenapa aku lupa memakai cadarku? dasar ceroboh. Lihat saja wajah mereka semua tampang bodoh semua. Semoga saja tuh mulut di masukin lalat baru tahu rasa". Batin Lian wei terkikik geli dalam hati.

Nuan dan Tang Xui melihat tampang bodoh mereka, ada yang menganga dengan mulut yang penuh makanan, dan para gadis sangat iri dengan kecantikan Lian wei. Lian wei hanya jalan bersama dengan Nuan dan Tang Xui ke lantai 2 dan masuk ke tempat pribadi milik Lian Wei.

Ruang Pribadi Lian wei

"Nona makanlah cemilan dan teh ini dulu, sebentar lagi makanannya akan saya bawakan" Ucap Tang Xui

"Baiklah " Jawab Lian wei tersenyum ramah

Tang Ju yang di beritahu oleh pelayan bahwa Lian wei berada di dalam ruang pribadinya bergegas menuju keruangan tersebut.

Lian wei yang asik memakan cemilan bersama Nuan, tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.

tok tok tok

Nuan segera membuka pintu itu. Dan terlihat lah Tang Ju yang berada di depan pintu, sosok yang Nuan rindukan.

"nona ada di dalam?? apakah saya boleh masuk?" Tanya Tang Ju tersenyum ramah yang membuat Nuan merah merona.

"Masuklah, nona juga sudah menunggu mu. "jawab Nuan menunduk malu.

Mereka berdua pun, melangkah kan kakinya ke arah Lia wei yang tengah asik makan cemilan. Tanpa memperdulikan mereka yang sedang canggung.

Setelah mereka berdua duduk, Lian wei yang baru menyadari ternyata ada sesuatu di antara mereka, Lian wei pun tersenyum jahil.

"Ya ampun Nuan kenapa wajah memerah seperti itu? apakah kau sedang demam? "Tanya Lian wei sok polos sambil melirik Tang Ju. Sedangkan orang yang di tanya seperti itu wajahnya seperti bak kepiting rebus.

"Saya sehat-sehat saja nona! "Jawab Nuan.

"oh benarkah? Tang Ju coba kau periksa Nuan apakah dia sedang demam!! aku tak percaya jika dia baik-baik saja " Ucap Lian wei terkikik geli, sedangkan Nuan malah melototkan matanya.

Tang Ju yang polos pun menempelkan tangannya ke dahi Nuan, yang membuat Nuan melotot kan tajam matanya ke arah Tang Ju. Tang Ju yang ditatap tajam malah bingung, berkata.

"Nuan baik-baik saja nona, dia tidak sedang sakit " Ucap Tang Ju polos.

"Oh begitu yah? Tapi sepertinya dia sedang sakit cinta " Ucap Lian wei tertawa geli.

Nuan yang merasa dikerjain oleh nona nya, melenggang pergi dengan wajah yang makin merah merona.

"Nona kalau begitu, saya ke dapur dulu untuk membantu Tang Xui, karena terlihat banyak pengunjung" Ucap Nuan pamit.

"Baiklah, oh iya jangan lupa persiapkan bekal makanan yang akan kita bawa nanti" Jawab Lian wei tersenyum puas mengerjai Nuan.

"Baik nona!

Setelah kepergian Nuan, tinggallah Lian wei bersama Tang Ju, Tang Ju yang penasaran kemana Lian wei akan pergi akhirnya pun bertanya.

"Nona? Tanya Tang Ju.

"Hemm? Lian wei hanya berdehem sambil memakan cemilan.

"Nona kalau boleh tau nona akan kemana? "Tanya Tang Ju.

Lian wei yang di tanya berhenti memakan cemilan, dan mengambil teh yang telah disiapkan sebelumnya dan meminumnya secara perlahan. Ketika Lian wei akan berbicara tiba-tiba pintu di ketuk, terlihatlah Tang Xui, Nuan, beserta pelayan lainnya yang membawa banyak makan. Tak ketinggalan pula Tang Ji dan Tang Min.

Para pelayan menata makanan di atas meja, setelah makanan tertata rapih, mereka pamit keluar meninggalkan Lian wei, Nuan dan Tang bersaudara.

"kami permisi dulu nona "Ucap pelayan.

"Baik, terima kasih, Tang Ju, Tang Ji, Tang Xui dan Tang Min tinggal disini untuk makan bersama " ucap Lian wei.

"Baik nona!! Ucap mereka serentak, Mereka sudah terbiasa makan bersama jika Lian wei datang berkunjung, meskipun mereka menolak, Lian wei akan tetap memaksa mereka dengan cara apapun, jadi mereka hanya pasrah.

Mereka akhirnya makan dengan hikmat dan hening, hanya ada dentingan sendok terdengar, Lian wei memang sengaja mengatakan tidak ada yang boleh berbicara pada saat makan.

Setelah mereka makan, dan membersihkan meja makan. Mereka pun berbincang-bincang, Tang Ju yang masih penasaran akhirnya bertanya kembali, membuka percakapan.

"Nona, nona akan pergi kemana? Tanya Tang Ju.

"Aku dan Nuan akan ke hutan kematian?? Jawab Lian wei santai.

"APA?? ucap serentak Tang bersaudara karena terkejut, dan menatap Lian wei meminta penjelasan.

"Iya aku serius akan kesana, aku tak bisa memberitahukan kepada kalian apa yang ingin aku lakukan. Tenang saja aku dan Nuan akan baik baik saja" Ucap Lian wei santai

"Tapi nona, kalau begitu kami ikut " Ucap Tang Ji yang pendiam di antara bersaudara di angguki oleh yang lain.

"Tidak-tidak, kalian tak boleh ikut. Ini akan berbahaya jika kalian ikut semua. Lagipula siapa yang akan menjaga restaurant ini?? Ucap Lian wei menolak.

"hmm, kalau begitu biarlah aku yang ikut nona!! Ucap Tang Ju.

"Tidak perlu, biar aku dan Nuan yang pergi. Kalian tahu bukan kultivasiku dan Nuan sudah berada di tingkat berapa, jadi kalian tidak perlu ikut. Apalagi jika Tang Ju yang ikut, siapa yang akan menjaga saudaramu?? Tolak Lian wei.

"Baiklah kalau begitu, tapi jika terjadi sesuatu kepada nona kirimkan kami pesan nona " Ucap Tang Ju khawatir

"Iya iya, kalian tenang saja. Aku akan pergi cuman beberapa bulan saja. Itu tidak akan lama. Percayalah padaku " Ucap Lian wei.

"Oh yah, nona kami mendengar beberapa orang pengunjung sedang membicarakan nona " Ucap Tang Xui.

"Saya? membicarakan tentang apa?? "Tanya Lian wei heran

"Itu nona, tentang nona yang menyamar sebagai tabib Lala, semenjak nona menghilang mereka mencari nona, katanya mereka meminta untuk menyembuhkan kaisar shao nona " Ucap Tang Min yang ikut ceplos.

"Menyembuhkan Kaisar Shao ? beo Lian wei.

"Iya nona, dan mereka juga berkata jika ada yang bisa menyembuhkan kaisar dia akan diberikan apapun yang diminta " Ucap Tang Xui tak mau kalah.

"memangnya kaisar sakit apa? " Tanya Lian wei.

"saya juga tidak tahu nona, tapi sudah banyak tabib dan alkemis yang mengobatinya tetap mereka tidak bisa menyembuhkannya. " Ucap Tang Min.

"Oh seperti itu, baiklah suatu saat nanti jika aku berjodoh untuk menyembuhkan kaisar itu, pasti akan di pertemukan. " Ucap Lian wei, bukan lian wei tak ingin menyembuhkan hanya saja dia harus segera ke hutan kematian. Karena sebentar lagi akan bulan purnama akan tiba, jika mereka terlambat phoniex api akan direbut oleh seseorang, yang serakah.

Jika phoniex api jatuh ke tangan yang salah maka dunia akan hancur.

BERSAMBUNG.

**HAY SEMUA PARA READERS.

Terima kasih sudah mampir di novelku.

Jangan lupa like, komen dan vote yah**.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Tang Ju kamu mah meni polos pisan kan karunya Nuan yg dah salting 😅😅

2025-01-04

0

Nardi 2019

Nardi 2019

poniks api bahaya jika jatuh ke tangan orang serakah

2024-12-03

0

aphrodite

aphrodite

haduh Tang Ju yg polos😂😂/Facepalm/

2024-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!