Rencana Bisnis

**Hay semua, para readers.

Jangan lupa like, coment dan vote yah.

terima kasih..

happy reading guys**...

Setelah keluar dari kedai Lian wei dan Nuan pergi mencari penginapan diikuti oleh Tang Ju. Setelah mendapat penginapan Tang Ju pun pamit untuk pulang.

"Nona saya pamit dulu" Pamit Tang Ju sopan.

"Baiklah, Besok pagi kau datanglah kesini menjemput ku bersama Nuan" jawab Lian wei.

"Baik Nona"

Setelah memesan kamar Lian wei dan Nuan bergegas untuk masuk dan beristirahat, tak lupa membersihkan dirinya sebelum tidur.

Sedangkan di gubuk Tang Ju, dia baru sampai. Dan alangkah terkejutnya Tang Ji, Tang Xui dan Tang min melihat tangan kakaknya yang utuh kembali. Mereka seperti mimpi, dan menatap sang kakak seolah meminta penjelasan.

Akhirnya Tang Ju menceritakan semuanya kepada ketiga saudaranya itu. Tak lupa dia juga memberikan pakaian untuk saudaranya yang di beli oleh Lian wei.

Mereka sangat bersyukur bisa bertemu oleh Lian wei, ternyata masih ada orang yang berhati baik seperti Lian wei.

"Nona Lian wei benar -benar gadis yang baik hati" Ucap Tang Ji.

"Iya kakak kedua benar, baru kali ini ada gadis secantik Nona yang mau menolong kita" ucap Tang xui menimpali.

"Aku berjanji untuk setia dan menjaga nona lian wei" ucap Tang Ju dan di angguki oleh semua saudaranya

"Sudahlah mari kita tidur, besok pagi aku akan menjemput nona kesini" tambahnya.

Keesokan paginya

Lian wei yang kini telah siap dengan Nuan, dan selesai sarapan yang di antarkan langsung pelayan ke kamar mereka. Setelah beberapa menit pintu mereka di ketuk.

Tok.. tok... tok...

"Biar saya saja nona yang membuka pintunya" ucap Nuan.

"hemm.. Hanya deheman yang di dapat sebagai balasan. Nuan berjalan menghampiri pintu tersebut dan membukanya..

Ceklek..

Saat membuka pintunya, terlihatlah seorang pemuda yang gagah, badannya yang lumayan kekar. Wajahnya tampan. Yah dia adalah Tang Ju, Nuan yang melihatnya merona tersipu malu.

Dia sangat terpesona oleh ketampanan Tang Ju, dia menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah.

Lian wei yang melihatnya itu merasa aneh, kenapa saat Nuan membuka pintu tak ada sahutan lagi. Saat melihatnya ternyata Nuan sedang menunduk dengan wajahnya merahnya.

Lian wei yang melihat tingkah sahabatnya itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan melihat Tang Ju yang berdiri di depan dalam keadaan wajah bingung.

"Sepertinya ada benih-benih cinta nih yang tumbuh" gumam Lian wei sambil tersenyum geli melihat tingkat Nuan.

Ekheeemmm...

Lian wei berdehem memecahkan keheningan mereka berdua, seketika mereka berdua menolah ke arah suara tersebut.

"Eh Nona maaf mengganggu dan maaf membuat nona menunggu lama" ucap Tang Ju tersenyum kikuk.

"Tidak apa-apa, kami baru saja selesai bersiap" jawab Lian wei.

"Kalau begitu apa kau sudah membeli semua yang ku perintahkan kemarin?" Tanya Lian wei sambil menghampiri Nuan di depan pintu.

"Sudah Nona, semuanya sudah berada di gubuk tempat tinggal kami" jawab Tang Ju.

"Baiklah ayo kita kesana!" Ucap Lian wei semangat.

Setelah meninggalkan penginapan tersebut. Mereka pun berangkat ke gubuk tempat tinggal Tang Ju.

Karena gubuk Tang Ju yang lumayan jauh, maka membutuhkan 1 jam perjalanan. Saat ini mereka telah tiba ke gubuk Tang Ju, disana sudah terlihat ketiga saudara Tang Ju yang menunggu mereka.

"Salam nona, dan selamat datang" ucap serempak Tang bersaudara sambil membungkukkan badannya sedikit dan menangkupkan kedua tangannya di dada mereka.

Lian wei yang melihatnya hanya tersenyum dan berkata "kalian terlalu formal, anggap saja aku ini saudara kalian juga" Mereka mendengarnya sangat terharu, Nuan yang sudah lama mendengarnya tetap merasa terharu akan sikap nona nya yang rendah hati suasana menjadi hening.

"Baiklah kalau begitu kita langsung saja, Tang Ju mana bahan yang kemarin ku minta bawa kemari!" ucap Lian wei memecahkan keheningan.

"Eh, iya nona tunggu sebentar!! "ucap Tang Ju sambil membawa bahan-bahan yang telah dia beli.

Setelah semua bahan-bahan terkumpul Lian wei mulai menjelaskan cara membuat minyak sambil memberikan contoh kepada Tang bersaudara dan juga Nuan yang ikut serta membantu.

"Pertama buka kelapa ini dulu karena kita akan membuat minyak" Perintah lian wei, sambil menyerahkan pada Tang Ju, Tang Ji dan Tang min.

"minyak? minyak itu apa nona? " Tanya mereka serempak dengan wajah bingung.

"Nanti kalian akan tahu sendiri!" Ucap Lian wei

Dan setelah kelapa telah di buka oleh para pria tersebut, Lian wei kembali memberikan arahan kepada mereka.

"Parut kelapa ini, lalu peras santannya setelah itu masak sampai kelihatan cairan kental berwarna kuning ke emasan! "ucap Lian wei sambil memberikan contoh di ikuti oleh Tang bersaudara dan Nuan.

Mereka pun mengerjakannya secara beramai-ramai dan semangat di iringi canda dan tawa mereka. Setelah beberapa jam minyak pun jadi dan menyimpan di kendi yang berukuran sedang.

"Wah lumayan juga yah hasilnya, terima kasih atas kerja sama kalian" ucap Lian wei dengan senyum mengembang karena tak sabar akan memakan makanan kesukaannya.

"Sama-sama nona " jawab mereka serempak sambil memperhatikan kendi yang dipegang Lian wei.

"Baiklah kalau begitu mari kita memasak untuk makan siang!! Kali ini biar aku yang memasak kalian tinggal memperhatikannya!" ucap Lian wei.

"Baik nona!!!

Karena sebelum ke tempat tinggal Tang bersaudara, Lian wei dan Nuan berserta Tang Ju menyempatkan diri membeli bahan-bahan masakan untuk di masak nanti, semuanya di taruh di cincin ruang penyimpanan miliknya.

Lian wei sangat lihai memasak, walaupun di kehidupannya yang dulu dia anak seorang pengusaha dan mafia, Lian wei tetaplah anak yang mandiri yang mengandalkan diri sendiri.

Dan menurutnya wanita haruslah pandai memasak jika saat sudah berkeluarga meskipun ada pembantu.

Hari ini Lian wei memasak capcay, ikan goreng gurame, omelette dan Ayam goreng lengkuas.Dan tak lupa juga membuat jus jeruk, Satu hal yang Lian wei baru tahu, bahwa di dunia ini bawang di gunakan hanya untuk pengobatan padahal kalau di dunia modern lebih di jadikan bumbu dapur.

Itu sebabnya Nuan dan yang lainnya heran saat Lian wei menggunakan bawang dan lainnya untuk memasak.

Bau harum yang di keluarkan oleh masakan yang di masak Lian wei sudah menusuk masuk di hidung mereka masing-masing. Tanpa sadar mereka sudah menatap makanan itu dengan air liurnya yang sudah mau menetes.

Lian wei yang melihat mereka hanya tertawa menggelengkan kepalanya.

"hehehe, makanannya sudah selesai tinggal kalian siapkan! Oiya sebelum itu aku akan mandi dulu bisa kalian tunjukkan letak kamar mandinya?" Tanya Lian wei pada Tang xui

"Baik nona akan saya tunjukkan!" ucap Tang xui, dan yang lainnya mulai menata masakan yang di buat Lian wei.

Setelah beberapa saat, Lian wei pun telah bersih, dan menghampiri semuanya..

"Kenapa kalian belum makan?? "Tanya Lian wei mengerutkan alisnya bingung

"Kami menunggu nona, apalagi kami tidak sopan jika makan terlebih dahulu" Ucap Nuan dan di angguki oleh yang lainnya.

"Kalau begitu mari kita makan bersama!" Ucap Lian wei.

"Ta..tapi Nona? kami tidak pantas makan dengan nona" Ucap Tang Ju, di zaman ini seorang pelayan makan bersama tuannya tidaklah lazim. Tapi tidak dengan Lian Wei

"Tidak ada tapi tapi! saya tidak suka di bantah atau aku akan menghabiskan makanan ini!! "ancam Lian wei dengan mata tajam.

Dengan terburu-buru mereka menjawab karena mereka juga sangat lapar dan tergiur makanan di depan mereka.

"Ja..jangan Nona" ucap serempak, sedangkan Nuan hanya diam dan duduk di dekat Lian wei karena dia sudah tahu bagaimana keras kepala Nona nya itu.

"Kalau begitu ayo kita makan!" Perintah Lian wei, mereka pun ikut duduk dan ikut makan.

"Wah nona, makanan ini sangat enak" Takjub Tang Ju dengan mata berbinar, baru kali ini memakan makanan yang sangat lezat.

"Iya benar nona, baru kali ini aku memakan masakan seenak ini " Ucap Tang xui menimpali.

"Makanan seperti ini tak ada di semua kekaisaran nona, hanya nona yang tahu resepnya "Ucap Nuan dengan mata berbinar.

"Kalian terlalu memuji, ini hanya makanan sederhana. Habiskan lah makanan kalian dulu setelah itu aku akan memberitahukan kalian sesuatu" ucap Lian wei.

"Baik nona!!

Setelah selesai makan dan perut mereka membuncit akibat makanan terlalu enak.

Setelah beberapa saat Lian wei mulai mendiskusikan tentang bisnis yang akan dia jalankan.

"Aku ingin membuka sebuah usaha, dan Tang Ju dan yang lainnya apakah kalian bersedia membantuku? " Tanya Lian wei sambil menatap mereka satu persatu.

"Tentu bisa nona, kami akan ikut kemana pun nona pergi dan apapun nona yang perintahkan kami akan membantu nona sepenuh hati" Jawab Tang Ju dan angguki oleh yang lainnya.

"baiklah kalau begitu, Tang Ju carikan aku seorang budak yang bersedia membantu kalian nanti, tentunya mereka yang sangat membutuhkan pekerjaan" Ucap Lian wei.

**Terima kasih sudah mampir di novel receh ini.

Jangan lupa like, koment dan vota yah.

Dan jangan lupa berikan rating dan hadiah yah.

Salam kenal**.

Terpopuler

Comments

Elsa Fadilah

Elsa Fadilah

buka usaha minyak kelapa sama restoran dong pasti jadi terkenal Banget sama makanan manis kue maci

2025-02-02

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

pasti nanti minyak goreng akan terkenal nih karna baru ada

2025-01-04

1

Shin

Shin

Kok aku baru tau minyak kelapa warnanya kuning keemasan ya

2025-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!