Kalung Dimensi

Setelah melihat macan tersebut tergeletak di tanah, Lian Wei segera menghampiri nenek itu.

"Nenek, tidak apa-apa? Kenapa nenek bisa berada di sini?" tanya Lian Wei dengan khawatir.

"Nenek baik-baik saja, nona. Terima kasih, nona, sudah menyelamatkan nyawa nenek. Nenek datang untuk mencari kamu," jawab nenek tersebut.

"Iya, nek, sama-sama. Tapi kenapa nenek mencari saya? Dan nama nenek siapa?" tanya Lian Wei, mengerutkan alisnya kebingungan.

"Nama nenek Su. Kamu adalah gadis pemberani dan baik hati, serta memiliki sifat yang tidak serakah. Kamu memang cocok menjadi pemegang Pedang Biru Penguasa Lian Wei," ucap nenek Su sambil memegang tangan Lian Wei dengan lembut.

"Hah? Pedang Biru Penguasa? Lalu kenapa nenek tahu nama saya? Mungkin nenek salah orang," tebak Lian Wei.

Nenek Su tersenyum lembut kepada Lian Wei dan berkata, "Nenek tidak salah, nona. Sudah lama nenek menunggu kamu. Kamu adalah titisan Dewi Alam Semesta."

Lian Wei yang mendengarnya langsung mengangkat alisnya, bingung. Pasalnya, dia baru tiba kemarin di dunia ini, namun sudah ada yang menunggunya, pikirnya.

Nenek Su yang melihat kebingungan Lian Wei hanya tersenyum dan memberikan sebuah kalung dimensi kepada Lian Wei. Kalung itu terbuat dari emas dengan batu permata berwarna hijau.

"Nona, ini ambillah kalung ini dan juga pedang ini. Kalung dan pedang ini milikmu. Di dalam kalung ini terdapat semua yang kamu inginkan, dan kamu juga bisa masuk ke dalamnya," kata nenek sambil mengulurkan tangannya ke arah Lian Wei.

"Tapi, nek, kenapa nenek memberikan ini kepada saya?" Lian Wei menolak dengan halus, takut menyinggung nenek di depannya.

"Kedua benda ini adalah milikmu, nona. Kamu sudah ditakdirkan untuk menjadi pelindung alam semesta ini. Teteskan darahmu di kalung ini, dan setelah itu kamu harus bertapa di dalam air suci kehidupan yang ada di dalam kalung ini agar meridianmu yang tertutup bisa terbuka!" titah nenek Su.

"Baiklah, nek. Terima kasih, nenek," kata Lian Wei pasrah menerima kalung itu.

Lian Wei menggigit jarinya lalu meneteskan darahnya di kalung tersebut. Seketika, kalung itu bercahaya terang, dan cahaya itu berangsur-angsur menghilang.

Nenek yang melihat itu tersenyum dan menyuruh Lian Wei untuk masuk ke dalam kalung dimensi tersebut.

"Sekarang, kamu masuk ke dalam ruang dimensi itu. Pedang itu adalah Pedang Biru Penguasa!" perintah nenek Su.

"Bagaimana caranya, nek?" tanya Lian Wei bingung, karena dia tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin seseorang bisa masuk ke dalam sebuah kalung.

"Cukup fokuskan dirimu, pejamkan matamu, dan berkonsentrasilah untuk masuk ke dalam kalung tersebut," jawab nenek Su.

"Tapi bagaimana jika sahabat saya mencariku, nek? Nanti dia khawatir," tanya Lian Wei sambil memikirkan Nuan.

"Tenang, nak. Di dalam batu dimensi itu, waktu berjalan berbeda dengan di luar. Satu hari di dalam dimensi berarti hanya satu jam di luar. Begitu pula, satu bulan di dalam dimensi berarti hanya sehari di luar," jawab nenek Su.

"Baiklah, kalau begitu," kata Lian Wei dengan takjub.

Akhirnya, Lian Wei memfokuskan dirinya pada kalung itu dan memejamkan matanya. Setelah membuka mata, dia terkejut melihat pemandangan yang sangat indah: tanaman langka, air suci kehidupan, dan sebuah pondok yang sederhana.

Setelah tersadar dari keterkejutannya, Lian Wei segera bertapa di tempat yang telah ditunjukkan oleh nenek Su. Ketika dia duduk dengan posisi lotus dan memfokuskan dirinya, rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk ribuan jarum panas datang. Namun, perlahan-lahan rasa sakit itu menghilang. Tubuh Lian Wei bersinar, dan wajah serta tubuhnya menjadi putih berseri. Wajahnya kini sangat cantik, seperti dewi. Kecantikannya mampu membuat seluruh kekaisaran berperang untuk memperebutkannya.

Tak terasa, sudah tiga hari Lian Wei berada di dalam kalung dimensi, yang berarti sudah tiga jam di luar. Kultivasinya pun telah mencapai tingkat Grandmaster.

Saat hendak keluar, tiba-tiba Lian Wei dihentikan oleh suara seorang pemuda.

"Tuan, berhenti!!"

"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk ke dalam kalung dimensi ini?" tanya Lian Wei dengan sikap waspada.

"Wah, dia sangat cantik! Benarkah dia, tuanku?" kata seorang pemuda berambut putih, yang terus memandang Lian Wei tanpa berkedip. Tiba-tiba, dia tersadar dari keterkejutannya karena Lian Wei memanggilnya.

"Hei."

"Ha... hamba adalah Phoenix Es, tuan. Saya adalah hewan kontrak Anda. Saya sudah ditakdirkan untuk menjadi hewan kontrak Anda. Sudah lama sekali saya menunggu Anda, tuan," ucap Phoenix Es memperkenalkan diri.

"Phoenix Es? Tapi kenapa kamu bisa jadi manusia?" tanya Lian Wei bingung.

"Karena hamba sudah hidup berabad-abad yang lalu, tuan. Hamba adalah salah satu hewan legenda yang selalu diburu oleh manusia serakah," jawab Phoenix Es.

"Salah satu? Berarti masih ada hewan legenda lainnya?" tanya Lian Wei.

"Benar, tuan. Dia adalah saudara saya, Phoenix Api, yang sekarang berada di Gunung Kematian, tepatnya di Hutan Kematian. Tolong, tuan, jemput saudara saya di sana," mohon Phoenix Es.

"Baiklah, saya akan ke sana untuk menjemputnya," jawab Lian Wei, mengikuti permintaan pemuda di depannya. "Apa salahnya berjalan-jalan dan melihat dunia luar," pikirnya.

"Siapa namamu?" tanya Lian Wei. Masa iya dia akan terus memanggil Phoenix Es? Itu tidak lucu. Semua orang pasti tahu.

"Hamba belum memiliki nama, tuan," jawab Phoenix Es.

"Emm... Kalau begitu, namamu Hanzo, apakah kamu menyukainya?" tanya Lian Wei.

"Terima kasih, tuan, hamba sangat suka!" seru Hanzo.

Tiba-tiba, Hanzo berubah menjadi burung pipit kecil. Lian Wei yang melihatnya terkejut sekaligus gemas. Hanzo tiba-tiba mematuk tangan Lian Wei dan mengambil darahnya. Lian Wei yang tersadar dari keterkejutannya karena dipatuk oleh Hanzo langsung bertanya.

"Kenapa kau mematuk tanganku? Kau lapar?" tanya Lian Wei, karena biasanya burung mematuk karena lapar.

"Bukan, tuan. Hamba tidak lapar. Saya mematuk untuk mengikat kontrak darah. Itu artinya kita sudah terikat kontrak darah, jika tuan mati, maka saya pun akan ikut mati," jelas Hanzo, membuat Lian Wei mengangguk mengerti.

"Baiklah, kalau begitu saya akan keluar! Oh iya, satu lagi, Hanzo, jangan panggil aku tuan! Panggil saja Weiwei, dan kamu bukan budakku atau apa pun itu. Sekarang kamu adalah sahabat dan keluargaku. Mengerti?" perintah Lian Wei dengan lembut namun tegas.

Hanzo yang mendengar itu merasa terharu. Baru kali ini dia dianggap sebagai sahabat dan keluarga oleh seseorang. Sebelumnya, tuannya hanya menganggapnya sebagai budak.

"Baiklah, Weiwei," jawab Hanzo.

Lian Wei langsung keluar dari kalung dimensi dan mencari nenek Su. Namun, saat kembali, nenek Su sudah tidak ada di tempatnya.

Akhirnya, Lian Wei memutuskan untuk kembali ke tempatnya sebelum Nuan khawatir, karena hari mulai gelap.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Hanzo pasti senang nih jd hewan kontrak Lian Wei

2025-01-04

0

Siti solikah

Siti solikah

Lian Wei emang baik hati

2025-02-10

0

Dani Prihantoro

Dani Prihantoro

Hanzo and Danzo Cocok itu

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!