Memulai Hidup Baru

"Begini Putri, Putri adalah Putri Mahkota pertama dari Kaisar Lian dan putri dari mendiang Permaisuri Jun Xi. Nama lengkap Putri adalah Lian Wei Yu. Putri telah diasingkan selama tiga tahun karena dituduh ingin meracuni Selir Fu," jelas Nuan sambil menunduk dengan hati-hati, takut jika perkataannya menyinggung perasaan Putri.

Lian Wei Yu mengepalkan tangan dalam diam, geram dengan tuduhan yang tidak masuk akal itu. "Dasar bodoh! Bisa-bisanya kesalahan dilimpahkan pada bayi yang bahkan baru lahir," pikirnya dengan perasaan yang membara.

Nuan yang menyadari Putri sedang melamun segera menggoyangkan tangannya di depan wajah Lian Wei. "Putri? Putri?"

"Hah? Ya?" Lian Wei tersentak sadar dari lamunannya.

"Jadi, hukuman saya tinggal berapa tahun lagi?" tanyanya dengan nada yang lebih tenang.

"Hukuman Putri tinggal dua tahun lagi," jawab Nuan sopan.

"Oh, baiklah," sahut Lian Wei dengan santai, membuat Nuan terkejut.

"Hah? Ada apa dengan Putri? Dulu beliau selalu menangis karena tidak sabar menunggu masa hukumannya selesai. Sekarang Putri terlihat begitu santai," batin Nuan dengan bingung.

Dalam hati, Lian Wei telah mengambil keputusan besar. "Sambil menunggu hukumanku selesai, aku akan berlatih kultivasi dan merawat wajah serta tubuhku yang hitam ini. Aku akan mengumpulkan tanaman obat. Di zaman ini, orang dihormati karena kekuatannya. Semakin tinggi level kultivasinya, semakin berkuasa orang tersebut. Benar-benar sama seperti di zaman modern. Huff..." pikirnya sambil menatap kulit tubuhnya yang hitam serta wajahnya yang dipenuhi jerawat.

"Oh iya, satu lagi. Jangan panggil aku Putri, aku tidak suka. Panggil saja namaku, Lian Wei," ucapnya dengan nada tegas.

"Ampun, Putri. Tapi hamba tidak bisa. Itu sangat tidak sopan. Hamba hanyalah seorang pelayan," jawab Nuan sambil bersujud di depan Lian Wei.

Lian Wei yang melihat Nuan bersujud segera melangkah mundur dengan tidak suka. Bagaimanapun, dia merasa semua manusia memiliki derajat yang sama.

"Nuan, jangan bersujud seperti itu. Aku tidak suka! Walaupun aku seorang Putri, di mataku semua manusia memiliki derajat yang sama. Dan satu hal lagi, kamu bukan pelayanku. Kamu sahabatku. Kalau tidak bisa memanggilku dengan namaku, panggil saja aku Nona," perintah Lian Wei lembut namun tetap tegas.

Mendengar itu, Nuan merasa terharu. Baginya, dia adalah pelayan paling beruntung karena memiliki junjungan yang begitu baik hati.

"Baik, eh... Nona," jawab Nuan kikuk.

Tiba-tiba perut Lian Wei berbunyi keras, membuat suasana sedikit canggung.

"Nuan, aku lapar. Bisa tolong siapkan makanan?" pinta Lian Wei dengan cengengesan, sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Baik, Nona. Tunggu sebentar, hamba akan menyiapkannya," jawab Nuan seraya bergegas ke dapur kecil yang ada di dalam gubuk sederhana itu.

Sambil menunggu, Lian Wei mengamati kondisi gubuk yang reyot. "Apa-apaan ini? Gubuk ini sudah tidak layak huni. Huff... malangnya nasibku. Anak seorang pengusaha dan mafia malah terdampar ke dunia yang entah berantah ini. Mama, Papa, apakah kalian baik-baik saja di sana? Semoga kalian bisa ikhlas menerima kepergianku. Jaga kesehatan, aku sangat merindukan kalian. Maafkan Clara belum bisa membahagiakan kalian," gumamnya dalam hati dengan tatapan kosong.

Tak lama kemudian, Nuan muncul membawa nampan berisi nasi dan telur rebus.

"Nona, makanannya sudah jadi. Silakan makan," ucap Nuan sambil meletakkan nampan di hadapan Lian Wei.

"Hanya nasi dan telur rebus?" tanya Lian Wei dengan alis terangkat. Bukan bermaksud tidak bersyukur, tapi dia terbiasa dengan makanan mewah dan sehat.

"Maaf, Nona. Hanya ini yang ada. Berasnya dikirim oleh pelayan istana, sedangkan telur ayamnya hamba temukan di belakang gubuk. Ada banyak ayam hutan di sini," jelas Nuan dengan wajah meringis.

"Baiklah, terima kasih. Oh iya, di sini ada minyak?" tanya Lian Wei penasaran.

"Hah? Minyak? Apa itu, Nona?" Nuan mengerutkan alis bingung.

Lian Wei mengelus dahinya. "Astaga, jadi di zaman ini belum ada minyak? Kasihan sekali diriku ini. Jadi makanan di sini hanya direbus? Rasanya aku ingin melompat ke jurang saja," gerutunya dalam hati.

"Sudahlah. Nanti saya jelaskan. Kita makan dulu, lalu tidur. Besok kita latihan bela diri dan kultivasi. Saya juga akan melatihmu agar bisa menjaga diri. Setelah itu, temani saya mencari tanaman di hutan," ucap Lian Wei sambil mulai makan.

"Baik, Nona," jawab Nuan patuh.

---

Keesokan harinya, setelah sarapan, mereka bersiap untuk latihan kultivasi di depan gubuk. Lian Wei mengajari Nuan dasar-dasar bela diri yang dia pelajari di zaman modern.

Tingkat kultivasi di dunia ini terdiri dari beberapa level:

Tingkat Warrior (1-5)

Tingkat Elit (1-5)

Tingkat Master (1-5)

Tingkat Grand Master (1-5)

Tingkat Surgawi (1-5)

Tingkat Alam Semesta (1-5)

Tingkat Keabadian

Setelah selesai berlatih, mereka menyusuri hutan di dekat tempat tinggal mereka. Lian Wei sangat senang karena banyak tanaman berkhasiat yang masih tumbuh subur, termasuk bunga lily ungu yang sudah langka di zamannya.

Saat sedang asyik mengumpulkan tanaman, terdengar suara seseorang meminta tolong.

Lian Wei segera berlari ke arah suara itu dan terkejut melihat seorang nenek yang hampir diterkam seekor macan. Tanpa berpikir panjang, dia mengambil ranting kayu sebagai senjata dan menghadapi macan tersebut.

"Grrrrrr..." macan itu menggeram ganas.

Saat macan melompat menyerang, Lian Wei dengan sigap menekuk tubuhnya dalam posisi kayang, membuat macan melompati dirinya. Dengan cepat, dia menusukkan ranting kayu ke titik lemah di tubuh macan tersebut.

Jleb!

Satu serangan langsung membuat macan itu tumbang.

Hay readers salam kenal yah.

maaf kalau ada typo.

author baru belajar.

happy reading.

jangan lupa like, coment dan vote yah.

Terpopuler

Comments

Akeyla Kiyomi Kekie

Akeyla Kiyomi Kekie

aku suka cerita seperti ini...
semangat thor ..

2025-01-19

1

As Tini

As Tini

udh aq ksih bunga thor🥰

2025-03-22

0

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

moden atau kuno sama saja yg kuat dan banyak duit paling berkuasa

2025-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Awal Mula
2 Memulai Hidup Baru
3 Kalung Dimensi
4 Rahasia
5 Gadis cantik misterius
6 Menolong Keluarga Tang
7 Menyembuhkan Tang Ju
8 Rencana Bisnis
9 Awal Bisnis
10 Pemutusan Hubungan
11 Pembunuh Bayaran
12 Gadis sombong
13 Pamit
14 Pengacau
15 Ibukota kerajaan Feng
16 Terungkap
17 Pasar Hantu
18 Hukuman
19 Hukuman II
20 Teman Baru
21 Desa Tuotuo
22 Mengobati anak Paman Liang
23 Keluarga Liang
24 Merampok?
25 Hutan Kematian
26 Siluman Pohon
27 Black Tiger
28 Phoniex Api
29 Kultivasi Ganda??
30 Penyerangan
31 Makan bersama
32 Tiba di Kekaisaran Shao
33 Pengobatan Kaisar Shao
34 Pengobatan Kaisar Shao 2
35 Keributan Selir Sun Yi
36 Kesembuhan Kaisar Shao
37 Sebuah Kenyataan
38 Huan Wei Yu
39 Pesta
40 Membuka Tabir Rahasia
41 Senjata Makan Tuan
42 Lian Miao berulah
43 Jebakan
44 Siapa Yang Dijebak
45 Mengakui Perbuatannya
46 Menjatuhkan Hukuman
47 Hukuman Nona Bing Qing
48 Undangan Minum Teh
49 Menjalankan Rencana
50 Terbongkar
51 Dalang ke 2
52 Paman Lu
53 Hadiah
54 Rubah Ekor Sembilan
55 Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56 Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57 Pasukan Kegelapan?
58 PENGUMUMAN
59 Tiba Di Kekaisaran Lian
60 Dua Pelayan Rendahan
61 Ulang Tahun Kaisar Lian
62 Kejadian
63 Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64 Hukuman Permaisuri Fu Mei
65 Berkunjung Ke Restoran
66 Tiga Tujuan Satu Misi
67 Putri Huan Wei Pamit
68 Meninggalkan Kekaisaran Lian
69 Penculikan
70 Menyelamatkan
71 Mereka Mulai bergerak
72 Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73 Zihan
74 Kemalangan Zihan
75 Masuk Akademi
76 Hari Pertama Belajar
77 Tergiur
78 Pertandingan
79 Pertandingan 2
80 Pelajaran Untuk Liang Mei
81 Hari Tenang
82 Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83 Hari Perburuan
84 Beast Monster
85 Pertarungan
86 Misi Cari Jodoh
87 Diculik
88 Kaisar Iblis
89 Sejarah yang Diubah
90 Dewa Langfei
91 Zilong
92 Para Kaisar Berkumpul
93 Putri Huan Wei Frustasi
94 Akhir Pengeran Feng Xui
95 Ritual
96 Kelakuan Dua Kaisar
97 Kibarkan Bendera Perang
98 Menjadi Clara?
99 Ilusi Dewa
100 Perang Di mulai
101 Keputusasaan
102 Sadar
103 Perang berlanjut
104 Pengorbanan Kaisar Muchen
105 Ending
106 PENGUMUMAN
107 Extra Chapter
108 Extra chapter 2
109 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 109 Episodes

1
1. Awal Mula
2
Memulai Hidup Baru
3
Kalung Dimensi
4
Rahasia
5
Gadis cantik misterius
6
Menolong Keluarga Tang
7
Menyembuhkan Tang Ju
8
Rencana Bisnis
9
Awal Bisnis
10
Pemutusan Hubungan
11
Pembunuh Bayaran
12
Gadis sombong
13
Pamit
14
Pengacau
15
Ibukota kerajaan Feng
16
Terungkap
17
Pasar Hantu
18
Hukuman
19
Hukuman II
20
Teman Baru
21
Desa Tuotuo
22
Mengobati anak Paman Liang
23
Keluarga Liang
24
Merampok?
25
Hutan Kematian
26
Siluman Pohon
27
Black Tiger
28
Phoniex Api
29
Kultivasi Ganda??
30
Penyerangan
31
Makan bersama
32
Tiba di Kekaisaran Shao
33
Pengobatan Kaisar Shao
34
Pengobatan Kaisar Shao 2
35
Keributan Selir Sun Yi
36
Kesembuhan Kaisar Shao
37
Sebuah Kenyataan
38
Huan Wei Yu
39
Pesta
40
Membuka Tabir Rahasia
41
Senjata Makan Tuan
42
Lian Miao berulah
43
Jebakan
44
Siapa Yang Dijebak
45
Mengakui Perbuatannya
46
Menjatuhkan Hukuman
47
Hukuman Nona Bing Qing
48
Undangan Minum Teh
49
Menjalankan Rencana
50
Terbongkar
51
Dalang ke 2
52
Paman Lu
53
Hadiah
54
Rubah Ekor Sembilan
55
Darah terakhir Dewa Agung Kuno
56
Perjalanan Ke Kekaisaran Lian
57
Pasukan Kegelapan?
58
PENGUMUMAN
59
Tiba Di Kekaisaran Lian
60
Dua Pelayan Rendahan
61
Ulang Tahun Kaisar Lian
62
Kejadian
63
Sekali Mendayung Dua-tiga Pulau terlampaui
64
Hukuman Permaisuri Fu Mei
65
Berkunjung Ke Restoran
66
Tiga Tujuan Satu Misi
67
Putri Huan Wei Pamit
68
Meninggalkan Kekaisaran Lian
69
Penculikan
70
Menyelamatkan
71
Mereka Mulai bergerak
72
Bukan Jiwa Asli, Pemilik Raga
73
Zihan
74
Kemalangan Zihan
75
Masuk Akademi
76
Hari Pertama Belajar
77
Tergiur
78
Pertandingan
79
Pertandingan 2
80
Pelajaran Untuk Liang Mei
81
Hari Tenang
82
Kaisar Muchen dan Putri Huan Wei
83
Hari Perburuan
84
Beast Monster
85
Pertarungan
86
Misi Cari Jodoh
87
Diculik
88
Kaisar Iblis
89
Sejarah yang Diubah
90
Dewa Langfei
91
Zilong
92
Para Kaisar Berkumpul
93
Putri Huan Wei Frustasi
94
Akhir Pengeran Feng Xui
95
Ritual
96
Kelakuan Dua Kaisar
97
Kibarkan Bendera Perang
98
Menjadi Clara?
99
Ilusi Dewa
100
Perang Di mulai
101
Keputusasaan
102
Sadar
103
Perang berlanjut
104
Pengorbanan Kaisar Muchen
105
Ending
106
PENGUMUMAN
107
Extra Chapter
108
Extra chapter 2
109
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!