Riandi mengajak Park Ji Hyeon ke daerah dimana dia tinggal,selama diperjalanan banyak orang yang melihat Riandi dengan jijik yang membuat Park Ji Hyeon bingung dan cukup kesal.
Karna melihat tingkah orang orang yang menatap Riandi dengan cara merendahkan. Walaupun penasaran, Park Ji Hyeon tidak langsung menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, sehingga membuat banyak orang yang menatap jijik kepada seorang anak berumur 16 tahun ini.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka berdua tiba ditempat dimana Riandi bernaung yaitu gudang yang sudah sangat tua dan kotor.
Dengan terkejut Park Ji Hyeon berkata."Apa ini tempat kau tinggal?." Park Ji Hyeon sangat terkejut karna melihat tempat tinggal Riandi yang begitu tidak layak huni.
"Iya, aku hanya tinggal disini semenjak kecil." Riandi menjawab dengan polos pertanyaan dari Park Ji Hyeon.
Saat mendengar penegasan Riandi,Entah kenapa dia mengingat bagaimana orang lain memandangi Riandi dengan tatapan iba dan jijik. Dan sepertinya ini adalah penyebab utama dari sikap orang orang tersebut.
"Apa kau tinggal sendiri? ... Bagaimana dengan keluargamu?." Tanya Park Ji Hyeon dengan wajah yang sedih, karna memikirkan bahwa seorang anak berumur 16 tahun harus hidup dengan sangat keras.
"Keluarga? ... Aku tidak memilikinya ... Yang ku ingat hanya terdapat diriku sendiri." Jawab Riandi sambil melihat Ke gudang yang sudah bersamanya semenjak kecil, dia juga sering berfikir bagaimana rasa memiliki sebuah keluarga yang mencintainya. Tapi itu semua hanyalah angan angan belaka untuk dirinya.
Mendengar penjelasan Riandi,Hati Park Ji Hyeon seperti tertusuk jarum karna merasa sangat sedih memikirkan sulitnya Riandi untuk bertahan hidup sendiri."Tak apa, sekarang kau memiliki keluarga yang akan merawatmu."
Sambil mengatakan hal tersebut Park Ji Hyeon mendekat dan memeluk Riandi yang terkejut karna tindakan tiba tiba dari Park Ji Hyeon.
"Pak tua,Kau akan kotor jika memelukku."Riandi mencoba untuk melepaskan pelukan dari Park Ji Hyeon, tapi semua itu sia sia karna pelukan yang diberikan oleh Park Ji Hyeon sangatlah erat.
Riandi berfikir jika Park Ji Hyeon memeluk dirinya,dia takut membuat pakaian Park Ji Hyeon menjadi kotor karna dirinya.
Saat Park Ji Hyeon memeluk Riandi,Dia juga memberikan beberapa kata yang membuat Riandi langsung tidak melawan lagi."Aku tidak tahu berapa banyak siksaan yang kau hadapi untuk bertahan hingga sekarang ... Tapi dimasa depan kau tidak akan merasakan hal seperti ini lagi karna aku akan membantumu ... Jadi lampiaskan kemarahanmu atau kekesalanmu selama ini ... Aku akan mendengar semua keluhanmu selama ini nak."
Saat mendengar perkataan dari Park Ji Hyeon, Riandi sudah tidak dapat melawan lagi. ykarna perkataan dari Park Ji Hyeon sangat membuat dirinya tersentuh.
"Terimakasih ... Telah menjadi orang pertama yang menunjukkan rasa prihatin kepadaku." Riandi sangat berterimakasih kepada Park Ji Hyeon karna ini adalah kali pertama dimana dia merasakan dipeluk oleh seseorang, dan juga air matanya sudah berlinang karna rasa sakitnya salama ini yang dia tahan sendiri .Tapi sekarang terdapat orang yang ingin mendengarkan keluhannya jadi Riandi tidak dapat menahan tangisnya lagi.
Bagi dirinya yang hidup sebatang kara semenjak kecil, Park Ji Hyeon bagaikan seorang penolong yang datang kepadanya.
"Menangislah ... Untuk seorang pria menangis, bukanlah hal yang memalukan ... Kau sudah sangat menakjubkan dapat bertahan hingga sekarang" Seperti seorang ayah yang prihatin dengan anaknya,Park Ji Hyeon mengelus punggung Riandi, dan menyuruhnya untuk tidak menahan tangisnya yang sudah di tahan semenjak lama.
Riandi menangis selama 25 menit, dan Park Ji Hyeon juga tidak mengganggu Riandi yang sedang mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini.
Sejujurnya setelah orang menangis dan mengeluarkan semua keluhannya yang di tahan selama ini,akan membuat perasaan orang tersebut menjadi lebih santai.
Park Ji Hyeon menepuk punggung Riandi dan berkata menanyakan situasi Riandi."Bagaimana? ... Sudah enakan bukan?."
"Ya, Ini sangat membuat diriku lebih santai. Terimakasih pak tua." Riandi yang sudah mengeluarkan semua unek-uneknya merasa lebih enakan.
"Baguslah.Tapi bagaimana bisa kau terus memanggilku dengan sebutan pak tua? ... Aku ini masih cukup muda." Ucap Park Ji Hyeon kepada Riandi, mengingatkan bahwa dirinya masih muda dan tidak cocok dipanggil dengan sebutan pak tua.
"Hahaha, apakah umur 40 tahunan masih muda? ... Panggilan pak tua sangat cocok untukmu ... Jadi jangan menolaknya." Jawab Riandi sambil tertawa.
Melihat Riandi yang tertawa,Park Ji Hyeon tersenyum karna dia merasa bahwa dia berhasil mengalihkan perhatian Riandi." Yah, Ku berikan izin deh ... Kau dapat bebas menyebutkan apa saja."
"Tapi bagaimana kalau kau menceritakan tentang kehidupanmu selama ini ... Yah tidak apa kalau kau tidak ingin membicarakannya, aku tidak memaksa." Park Ji Hyeon penasaran bagaimana anak ini bisa bertahan dan apa saja yang sudah dia alami selama ini.
"Aku akan menceritakannya kepadamu pak tua., tapi aku ingin kau berjanji untuk tidak menyebarkannya. Karna sejujurnya aku adalah orang yang jarang memperlihatkan kesusahanku ke orang lain,atau bisa disebut aku lebih suka memendamnya sendiri." Riandi berkata kepada Park Ji Hyeon agar tidak membicarakannya hal ini kepada orang lain dimasa depan, karna dia tidak ingin memperlihatkan masa kelamnya kepada orang lain.
"Oke, Aku akan menutup mulut, dan tidak akan membicarakan hal ini kepada orang lain tanpa persetujuan darimu." Park Ji Hyeon mengangguk, bahwa dia tidak akan membicarakan hal ini kepada orang lain tanpa persetujuan dari Riandi.
Setelah mendengar perkataan dari Park Ji Hyeon,Riandi mulai menceritakan tentang masa lalunya yaitu semua hal yang dia lakukan untuk bertahan hidup,seperti mencari uang sendiri dan banyaknya orang yang menganggap dirinya menjijikan atau membencinya karna penampilan yang kotor.
Riandi juga membicarakan bagaimana bisa dia mulai menyukai KPop, dan memberikan alasan untuk menjelaskan bagaimana dia bisa berbahasa korea dengan baik. Riandi tidak dapat memberitahukan bahwa dirinya memiliki System, karna mungkin dia akan dikira gila oleh Park Ji Hyeon.
"Kau sudah mengalami masa kecil yang sangat berat ... Kau hebat dapat bertahan hingga sekarang ... Dan juga kau memiliki bakat sangat tinggi untuk menjadi idol, sungguh sangat menakjubkan." Park Ji Hyeon sangat bersimpati dengan kehidupan Riandi yang sangat berat,tapi dia juga sangat senang karna Riandi memiliki bakat K-Pop yang sangat tinggi.
Selama pembicaraan dengan Riandi, Park Ji Hyeon juga meminta Riandi untuk menunjukkan skil dance, rapping, vokal. Dan hasil yang mengejutkan membuat Park Ji Hyeon sangat senang, yaitu Riandi sangat berbakat untuk menjadi seorang idol.
Karna Riandi memiliki skill dance yang sudah sangat hebat, skill rapping yang sangat bagus dengan pengucapan yang jelas dan tidak terbelit, walaupun vokal tidak sehebat dance dan rapping, tapi Park Ji Hyeon merasa bahwa vokal Riandi lebih cocok dengan lagu yang bertema slow ataupun sedih.
Ini membuat Park Ji Hyeon sangat senang, karna Riandi memiliki paket yang sangat komplit dance dan rapping sudah diatas Trainee biasa, ditambah vokal yang tidak kalah bagus dengan kedua skill sebelumnya. Yah walaupun vokal Riandi tidak cocok untuk menjadi main vokal, tapi vokal Riandi sangat sempurna untuk bernyanyi solo dengan lagu balada dan lagu lainnya yang menggunakan perasaan.
Vokal Riandi juga cocok untuk menjadi sub vokal grup, tapi untuk sekarang, Park Ji Hyeon belum memikirkan posisi apa yang cocok untuk Riandi dimasa depan.
"Nah karna kau adalah Trainee Pertama agensiku ... Kau tidak dapat memiliki penampilan seperti ini ... Jadi mari ikut aku, untuk membenahi dirimu agar lebih bersih dan tampan." Park Ji Hyeon memandangi Riandi yang kotor dan pakaian yang sangat lesuh, dia memilih untuk membenahi Riandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke korea.
Dan untuk soal pasport Riandi, Blbagi Park Ji Hyeon itu hal yang mudah, karna untungnya Riandi terdaftar resmi sebagai penduduk negara Indonesia, jadi untuk hal pasport, Park Ji Hyeon dapat mengurusnya dengan mudah.
Jika nanti di persulit karna kurangnya informasi Riandi, Park Ji Hyeon hanya perlu mengeluarkan uang ataupun meminta bantuan dari seseorang untuk meloloskan Riandi. Karna identitasnya tidak sesederhana sebagai seorang CEO agensi kecil yang baru di didirikan, Park Ji Hyeon masih memiliki identitas lainnya.
Untuk hal pasport dan berkas berkas informasi identitas yang kurang, Park Ji Hyeon dapat mengurusnya dengan cepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
Al^Grizzly🐨
apa umur 40 tahun di panggil pak tua...harusnya paman thor...karena sekarang ini banyak orang yg umurnya sudah kepala 4 tidak mau di panggil tua...mereka maunya di panggil paman..bang.
2023-04-12
0
Gintaka
unek-unek tu keinginan kan?
2022-12-14
0
¤PENCINTA•NOVEL¤
hufft walaupun gua gak seberapa suka sama k pop tapi yang ini ga papa lah wokwokwok yang penting ada novel nya
2021-12-23
0