Kaira pergi sebentar untuk menemui pacarnya di
restoran. Dia pergi dengan naik ojek online. Karena jika diantar oleh supir
pribadinya, maka dia akan kena masalah.
Sesampainya di restoran tersebut
“Sayang.” Kata Kaira sambil memeluk erat tubuh Dika.
“Ada apa sih? Tumben peluknya erat banget. Gimana
kabar kamu? Sehat kan? Kamu sibuk ya akhir-akhir ini kok tiap aku wa kamu
balasnya singkat-singkat aja. Kamu nggak apa-apa kan sayang?” Tanya Dika.
“Nggak apa-apa kok. Aku cuma kangen aja sama kamu. Kan
kita lama nggak ketemu lagi. Kita pesen makan dulu yuk. Aku mau pesan menu
biasanya yaa. Oh ya kali ini aku mau traktir kamu ya soalnya aku abis gajian
hehe.” Jawabku. Harusnya hari ini aku mau cerita semuanya ke Dika tapi aku
nggak tega dan belom siap. So, aku akan bilang lain kali saja.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada pesan masuk dari
Raffa yang isinya
“Kau dimana? Cepat pulang!”
Gawat pasti dia marah besar karena aku tidak ada
dirumah. Tapi aku ingin bersamaan lebih lama dengan Dika. Biarlah memangnya
hanya dia yang bisa seenaknya saja aku kan juga ingin melaukan apa yang aku
inginkan.
“Gimana sayang apa kamu uda siap untuk menikah
denganku?” Tanya Dika.
“Tolong ya jangan bahas itu dulu. Aku benar-benar
belom siap untuk itu. Kenapa sih kamu buru-buru. Bikin badmood aja deh. Pulang
aja yuk kalo gitu. Bete’ aku nya.” Pintaku sambil langsung berdiri untuk segera
balik ke rumah. Aku benar-benar menghindari pertanyaan itu.
“Ayo naik. Aku akan antarkan kau pulang saja, sudah lama aku tidak mengantarkanmu.” Pinta Dika.
“Aku bisa pulang sendiri. Karena aku sedang ada urusan jadi mau mampir sebentar.” Jawab Kaira.
"Memangnya mau kemana? Sudahlah tidak apa-apa aku antar saja. Ayo cepat naik." Pinta Dika.
"Tolong jangan paksa aku lagi dong. Aku pulang sendiri saja." Kata Kaira, lalu dia segera berlari dan naik bis trans.
dalam hatinya, "Bisa gawat kalau dia antar aku sampai rumah, aku saja belom siap untuk menceritakan semuanya kepadanya karena aku juga bingung bagaimana caraku bilang padanya."
**
Setibanya dirumah, aku langsung masuk dan menuju dapur
untuk mengambil minum. Tiba-tiba ada
seseorang yang menarik tanganku dengan paksa.
“Heeeh, kau berani melanggar aturanku. Jangan macam-macam kau ya.!” Raffa mengancamku dengan menggenggam lenganku dengan kencang hingga sakit.
“Ampun Tuan, cukup tangan saya sakit sekali rasanya. Maafkan saya Tuan.” Jawabku. Betapa
malunya diriku karena Raffa memarahiku di depan para pembantu yang sedang
bersih-bersih meja makan. Malu sekali rasanya.
“Ikut aku keatas. Ayoo cepat ikut aku!” paksa Raffa dengan menyeret tanganku yang
masih merasakan sakit. Dia membawaku ke
kamarnya. Aku benar-benar tidak tau apa yang akan dilakukan olehnya. Tuhan
tolong selamatkanlah aku. Dan ternyata dia memukulku.
“Ini hanya permulaan ya. Akan ada yang lebih kejam dan lebih sakit dibandingkan ini.
Aku paling tidak suka jika ada seseorang yang melanggar aturanku dan aku tidak
peduli siapapun itu aku pasti akan menghukumnya. Karena hari ini lagi berbaik
hati maka aku akan melepaskan kamu kali ini. Segera putuskan pacarmu itu jika
kau dan dia ingin selamat dari ancaman ku atau bahkan hukumanku. Mengerti kau”
lalu Raffa segera melepaskanku dan menyuruhku kembali kedalam kamarku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
naura
ternyata bukan cuma pedas mulutnya tp juga suka main pukul
2021-07-07
2
Fathia
M
2021-05-30
2
Darnishdd Nis Hdd
suami kejam KDRT
2021-01-19
2