Setibanya aku dan Raffa di kamar hotel.
“Malam ini kamu tidur dibawah, karena aku adalah tuanmu jadi aku akan tidur diatas ranjang. Tuh ada selimut pakai buat alas tidurmu. Jangan pernah mimpi kamu akan tidur satu ranjang bersamaku. Aku muak dan jijik melihatmu. Aku capek mau istirahat, jangan berisik.” Ucap Raffa sambil mendorongku ke lantai.
Oh Tuhan, beri aku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Sambil sesenggukan air mataku mulai membanjiri pipiku. Lalu aku membersihkan sisa makeup dan segera mandi lalu tidur dengan hanya
beralaskan selimut.
**
Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Aku terbangun dan aku
merasa badanku masih terasa capek sekali. Mungkin karena aku tidur dibawah. Aku
langsung bangun dan betapa terkejutnya aku karena Raffa tidak ada didalam
kamar. Lalu kutemukan sebuah note yang menempel dijidatku yang isinya adalah
“Segera mandi lalu turun menuju lantai 2, pakai baju
yang sudah aku siapkan didalam lemari. Kita akan sarapan bersama keluargaku.
Ingat jam 8 kau harus sudah di meja makan. Jangan bikin malu aku dan
keluargaku”
Aku segera mandi dan betapa terkejutnya ketika aku menemukan baju yang sudah disiapkan oleh Raffa. Dress
tersebut sangat minim sekali, bermotif flower dan aku sangat tidak PD untuk
memakainya. Dan ternyata masih terdapat label harganya. Saat kulihat harganya,
ternyata baju yang super mini tersebut adalah sebesar 10 juta rupiah. Waaah
mahal sekali. Bajuku saja paling mahal nggak sampai sejuta. Kulihat jam masih
pukul 07.45 maka aku sempatkan untuk berselfie ria. Karena aku sudah lama ngga
berselfie. Maklum cewek paling doyan kalo berselfie.
Dimeja makan.
“Duh pengantin barunya pasti kecapekan nih bangunnya kesiangan” kata mami.
“Maaf mi Kaira terlambat.”
“Santai saja. Papi sama Mami sangat memakluminya kok.
Memangnya kalian semalem abis berapa ronde sih? Papi penasaran deh haha” Tanya Papi
“Haha, banyak dong Pi. Liat tuh muka capeknya istriku
sudah kewalahan melayaniku semalam Pi. Ini semua demi Papi biar bisa secepatnya
kasih cucu kan.” Jawab Raffa. Dalam hatiku pintar sekali kau berkata-kata. Aku
hanya bisa tersenyum sambil menunduk diam.
Lalu aku duduk disamping kursi suamiku. Dan
disebelahku juga ada adik Raffa yaitu Rasya yang yah bisa dibilang tampan juga.
Tapi aku pun penasarn bagaimana sifat dan karakternya Rasya. Apakah mirip
dengan kelakuan kakaknya yaah.
“Oh iya, selesai acara kemarin kedua orang tua mu
langsung pulang Ra. Katanya hari ini mereka akan menghadiri sebuah acara dimana
gitu, mami lupa. Lalu kalo si Renatta terbang ke Singapore bersama temannya. Ya
namanya anak muda pasti ingin berlibur. Oh ya kalian berdua akan pergi kemana
untuk honeymoon nya? Apa boleh Mami merekomendasikan suatu tempat kepada
kalian?” Tanya mami.
“Tidak perlu Mi, terimakasih.” Jawabku sambil malu-malu.
“Biar Raffa dan Kaira saja yang menentukan lokasinya Mi.” jawab Raffa.
Setelah sarapan, Mami dan Papi kembali pulang dan
Rasya kembali pulang juga ke rumah masing-masing. Jadi Raffa dan Rasya sudah
memiliki rumah masing-masing. Lokasinya juga berdekatan dengan rumah Pak
Adinata, hanya berbeda blok saja.
Aku dan Raffa juga kembali
pulang ke rumah. Jujur aku sangat penasaran dengan penampakan rumah dia. Karena
yang aku tau hanyalah rumah dari Papi dan Maminya saja. Jadi ini adalah pertama
kalinya aku ke rumah si Raffa. Bukan sebagai tamu melainkan nyonya dari rumah
tersebut, namun hanyalah seorang nyonya yang tidak akan pernah diangap sebagai
nyonya atau istri dari Raffa. Dan dirumah itulah kehidupan dan penderitaan ku
dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 402 Episodes
Comments
Opung Boru Caroline
inilah resiko yg hrs ditanggung anak jika orangtu egois
2022-04-14
2
naura
masih mengikuti
2021-07-07
2
Darnishdd Nis Hdd
💪💪💪 kaira smg kuat
2021-01-19
2